6 Cara Ternak Kelinci Yang Terbukti Berhasil

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Kelinci? Peluang usaha saat pandemi saat seperti sekarang, banyak bertebaran dimana-mana.

6 Cara Ternak Kelinci Yang Terbukti Berhasil
6 Cara Ternak Kelinci Yang Terbukti Berhasil

Salah satu peluang nya adalah beternak kelinci. Hewan yang mudah dipelihara dan dijinakkan ini termasuk jadi incaran banyak peternak.

Namun, cara ternak kelinci bukan hal yang mudah ditemui pengetahuannya. Hewan yang mudah berkembang biak ini, memang tidak populer layaknya ayam dan kambing. Hewan yang memiliki kemampuan adaptasi seperti kelinci sebenarnya adalah hewan yang sangat cocok dipelihara maupun diternakkan.

Ada 2 jenis kelinci yang diketahui,yaitu kelinci hias dan kelinci budidaya. Kelinci budidaya merupakan kelinci yang dikembangbiakkan untuk dikonsumsi daging nya, seperti sate kelinci,dll.

Selain daging, juga diambil bulu dan kulit nya. Kalau kelinci hias, dikembangbiakkan untuk dipelihara oleh banyak orang. Jenis kelinci menjadi kesayangan banyak orang karena telihat lucu dan menggemaskan. Salah satu nya karena bulu yang lebat maupun badan yang besar.

Asal muasal jenis kedua kelinci ini pun sebenarnya terjadi banyak hal. Misal, kelinci budidaya yang diambil daging, bulu dan kulitnya saja, bisa berkembang biak menjadi kelinci hias karena terlihat menggemas dan memukau.

Sebaliknya, yang awalnya kelinci ini dipelihara, namun karena bobot nya yang cukup besar dan tingkat berkembang biaknya tinggi, dijadikan kelinci budidaya karena manfaat daging dan fisik lain nya.

Baca Juga : Tipe Kandang Kelinci

Cara Ternak Kelinci

Ada tips yang bisa diberikan untuk memenuhi keingintahuan kita cara ternak kelinci ini :

1. Fokus utama

Ada 3 hal yang harus menjadi fokus utama dalam beternak kelinci, terutama hasil pemanfaatan nya. Yaitu berorientasi terhadap daging, kulit dan bulu kelinci teresebut.

Spesies-spesies kelinci yang ada memunculkan macam-macam jenis yang memiliki keunggulan di bidang tertentu. Misal, jenis kelinci yang bagus untuk dimanfaatkan dagingya, ada jenis yang bagus di bulu nya dan ada juga jenis yang menghasilkan kulit yang bisa dimanfaatkan.

Contoh nya, jenis kelinci angora yang bisa dimanfaatkan bulunya. Jenis kelinci rex dan satin yang bisa diambil kulit nya untuk penggunaan barang fashion. Dan juga, Flemish Giant dan New Zealand White yang daging nya terbukti populer untuk menjadi sajian.

2. Persiapan kandang

Ada 2 sistem dalam perkandangan di ternak kelinci. Yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup.

Sistem terbuka adalah kandang dalam lahan yang diberi pagar di sekelilingnya dan kelinci dibiarkan bebas saja selama dalam area tersebut.

Ada tempat berteduh yang dibuat untuk istirahat kelinci. Sistem terbuka ini terlihat lebih mudah karena kalau misal lahan nya luas bisa membuat kelinci mencari makan sendiri kalau jadwal pakan terlewat atau terlambat, sehingga wajar banyak dipakai para peternak kelinci di Indonesia.

Sistem tertutup yaitu kandang yang dibatasi lantai, atap dan dinding, layaknya kandang biasa. Cocok sekali untuk tipe ternak yang dalam jumlah banyak dan intensif. Kandang sistem tertutup ini cocok sekali untuk kelinci jenis budidaya.

3. Bibit pilihan

memilih bibit atau indukan kelinci yang untuk diternakkan, perlu perhatian khusus. Karena faktor ini bisa menentukan kualitas hasil budidaya maupun produktivitas yang dihasilkan dari peternakan kelinci tersebut.

Beberapa panduan untuk memiliki indukan kelinci agar hasil beternak kelinci bisa dimanfaatkan dalam hal ini daging nya :

  • Punggung tidak cekung
  • berat minimal untuk jantan 3-5 kg, untuk betina 4-5 kg
  • mata terlihat cerah, tidak lesu atau mengantuk
  • bulu bersih, terutama sekitar kemaluan
  • yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran

4. Pakan

Alamiah nya, kelinci memakan hanya sayuran hijau. Seperti sawi, wortel, daun singkong, kacang tanah, jagung, pepaya dan lobak.

Namun untuk ternak kelinci ini, peternak seharusnya memberi tambahan berupa konsentrat serta vitamin.

Untuk konsentrat bisa dari pelet pabrik yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Hitungan total pakan yang dibutuhkan kelinci biasanya 4-5% dari bobot tubuhnya per hari.

Kelinci muda berumur 0 hingga 4 bulan membutuhkan makanan sayuran yaitu 20% dari total pakannya. Kelinci berumur lebih dari 4 bulan biasanya membutuhkan total 60% kadnungan sayuran dari total pakannya.

Waktu pemberian pakan konsentrat dan sayuran dibedakan saja. Misalnya, konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10, sayuran bisa diberikan pada pukul 1 siang sampai 6 sore.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Kelinci Sendiri

5. Proses kawin

Ada beberapa ciri umum yang perlu diketahui saat mengawinkan kelinci :

  • setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras yang ada.
  • Masa berahi kelinci terjadi selama 11-15 hari yang selanjutnya berlangsung dalam 2 minggu.
  • Masa kehamilan kelinci berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
  • Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu, setelahnya bisa disapih
  • Kelinci betina subur kembali setelah 2 minggu sejak melahirkan dan dalam satu tahun, seekor kelinci bisa mengalami sampai 5 kali kehamilan dengan jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
  • Masa produktivitas dalam melahirkan biasanya berlangsung 1-3 tahun saja.

6. Panen

Biasanya tidak ada patokan umur sama sekali kira-kira kapan ternak kelinci bisa dipanen. Karena daya serap pasar terhadap kelinci tidak sebesar ayam, sapi dan kambing.

Untuk menjual anakan kelinci sebagai peliharaan, sebaiknya berumur diatas 2 bulan setelah menyusui.

Sedangkan untuk diambil daging nya, sebaiknya berusia lebih dari 3,5 bulan dengan berat total 2-3 kg yang biasanya mencapi waktu 2-3 bulan semenjak lahir.

Lebih dari itu tidak ekonomis. Apabila hendak menjual bibit kelinci saja, biasanya dipelihara hingga berumur 10-12 bulan.

Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kilogram nya, tapi dilihat keunggulan keturunan, kesehatannya dan tampak fisik nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *