8 Cara Budidaya Ikan Patin di Air Tawar

Diposting pada

Kebutuhan ikan semakin meningkat sehingga perlu dilakukan upaya yang maksimal dalam menyediakan iklan. Salah satu iklan yang permintaannya tinggi adalah ikan patin.

8 Cara Budidaya Ikan Patin di Air Tawar
8 Cara Budidaya Ikan Patin di Air Tawar

Ikan patin adalah salah satu jenis ikan lele (catfish) yang habitat asalnya dari sungai besar, namun pada umumnya ikan ini sering di budidayakan pada kolam renang air tawar, apalagi ikan ini mengandung protein yang sangat tinggi dan cepat sekali tumbuh besar.

Bahkan dia bisa tumbuh hingga 35 – 40 cm ketika usianya menginjak 6 bulan, untuk itu sangat diperlukan pemberian makan secara teratur dan sebaiknya dibudidayakan di air yang mengalir.

Cara Budidaya Ikan Patin di Air Tawar

Dengan makin tingginya permintaan ikan patin, mau tidak mau cara yang tepat adalah menyediakannya dnegan membudidayakannya. Nah dibawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai cara budidaya ikan patin di air tawar :

1. Pemilihan habitat dan Kolam

  • Pilih kolam yang tanahnya tidak berporos bisa jenis tanah liat atau lempung.
  • Pilih tanah yang memiliki kemiringan antara 3 – 5 % agar aliran air pada kolam bisa gravitasi dengan mudah.
  • Pilihlah jenis sungai yang memiliki arus lambat jika anda berniat membudidayakan ikan patin dengan sistem jala apung.
  • Suhu air harus pada kisaran 26 – 28 derajat celcius ketika masa penetasan telur menjadi larva untuk dimasukkan ke akuarium.
  • Pastikan keasamaan kolam sekitar 6,5 – 7.
  • Berilah TON pada saat proses pengeringan kolam.

2. Persiapan Kolam Ikan Patin

Pilihlah kolam yang dekat dengan sumber air dan jauh atau bebas dari banjir. Ada 3 kolam yang harus disiapkan :

  • Kolam untuk pelihara induk

Luas kolam untuk memlihara induk ini tergantung dari jumlah induk dan intensitas pengolahannya, misal untuk 100 kg induk luas kolam sekitar 500 m2. Sebaiknya kolam tersebut berbentuk persegi panjang yang dindingnya dapat di tembok.

  • Kolam tempat pemijahan

Kolam untuk proses pemijahan ini bisa dilakukan di kolam tanah atau bak tembok. Ukurannya tergantung dari jumlah induk yang akan dipijahkan, misalnya 1 ekor induk yang beratnya 3 kg di tempatkan pada kolam seluas 18 m2 dan sudah dilengkapi dengan ijuk sekitar 18 buah.

  • Kolam tempat pendederan

Anda bisa membuat kolam berukuran segi empat yang di tambah dengan saluran (kemalir) pada dasar kolam dan kubangan pada daerah saluran pengeluaran yang bertujuan untuk mengumpulkan benih ketika panen.

3. Pemilihan Benih Ikan Patin

Dalam pemilihan benih harus secara tepat karena hal ini nantinya akan menentukan kualitas dan lama atau tidaknya waktu panen.

Benih yang baik dan berkualitas bisa didapatkan dengan melakukan proses pemijahan sendiri, namun hal tersebut terlalu repot. Anda bisa membelinya di pembibitan dibalai ikan.

Perlu diperhatikan sebelum membelih benih iklan, adalah sebagai berikut :

  • Pastikan lokasipembelian benih ikan tersebut tidak terlalu jauh dengan lokasi anda berada, hal ini supaya diperjalanan iklan tidak mengalami kematian.
  • Pilihlah benik ikan yang sehat (masih bergerak lincah dan bebas)
  • Benih tidak memiliki bekas luka pada tubuhnya
  • pilih benih yang mengkilap dengan ukuran yang sama satu dengan yang lainnya.

4. Perawatan dan pemeliharaan induk patin

Proses pemijahan bisa dilakukan pada sangkar terapung dengan memberi makanan kaya protein.

Ketika bibit yang sidah dipijahkan menghasilkan benih lakukan pemindahan ke akuarium yang berukuran 80 x 45 x 45 cm pada ikan berusia 1 hari.

Sebelumnya aquarium berilah air dari sumur bor terlebih dahulu. Secara ideal aquarium ini muat untuk 500 ekor ikan, dan pastikan berilah aerator untuk memenuhi oksigen benih ikan dan heater atau pemanas untuk menjaga suhu.

5. Pemberian Pakan

Pakan ikan patin adalah pelet yang diberikan sesuai kadarnya yakni dengan komposisi 3/4 dari bobot ikan patin per hari.

Pada saat iklan patin masih berukuran kecil pemberian pakan bisa dilakukan 4 sampai 5 kali dalam sehari. Namun bila iklan patin sudah besar atau mendekati panen maka bisa diberikan pakan sebanyak 3 kali dalam sehari.

6. Pemeliharaan dan pembesaran ikan patin

Ikan patin ini dapat tumbuh dengan cepat ketika usianya 2 bulan yang dapat tumbuh sepanjang 10 – 12 cm dan badannya dapat mencapai 14 – 15 gram.

Ketika beratnya menjadi 2,5 kg, pertumbuhannya akan semakin cepat, namun ketika ikan ini berusia 10 tahun akan lama proses tumbuhnya.

Selalu kontrol kualitas air, karena jika air kualitasnya kurang baik, maka akan mudah terserang penyakit. Misalnya dengan memperhatikan besarnya oksigen, karbondioksida, nilai pH.

Berilah makan sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore, dan beri tambahan produk nasa hanya pada pagi hari saja dengan jumlah keseluruhan pakan sekitar 3 – 5 % dari jumlah berat badan si patin.

7. Penanganan Hama dan Penyakit

Salah satu yang bisa menyebabkan kerugian dalam budidaya ikan patin adalah terserangnya iklan terhadap hama dan penyakit.

Salah satu penyebab ikan patin terserang penyakit adalah terkena infeksi. Sedangkan hama yang menyerang bisa dalam bentuk parasit atau hewan hidup yang berterbangan disekitar kolam.

Untuk mengatasi hama yang harus dilakukana dalam memberikan penerangan pada daerah kolam. Secara umum hama tidak suka dengan penerangan atau sinar lampu.

Dengan penanganan hama dan penyakit ini tentunya akan mengurangi dampak kematian pada ikan patin yang dibudidayakan sehingga ikan akan tumbuh dengan kualitas yang baik.

8. Panen Ikan Patin

Setelah kelima proses diatas telah dilaksanakan tahap selanjutnya adalah panen. Ikan patin bisa dipanen ketika memasuki usia 5-6 bulan setelah proses pembenihan. Beberapa cara dalam proses penen iklan patin adalah :

  • Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menguras air kolam dengan menyisahkan air sebanyak 1/3 bagian
  • Selanjutnya ambil ikan menggunakan jaring, lakukanlah dengan perlahan agar ikann tidak stress dan terluka
  • Kemudian ikan yang didapatmasukan kedalam wadah yang berisi air bersih dan memiliki shu sekitar 20 derajat celcius.
  • Pemanenan iklan bisa dilakukan pagi dan sore. untuk mencegah iklan stress karena terlalu panas bila dilakukan siang hari.
  • Setelah itu masukan ikan kedalam plastik transparan yang telah diisi air dan oksigen.
  • Iklan diangkut dan siap dipasarkan

Demikianlah informasi mengenai Cara Budidaya Ikan Patin di Air Tawar. Semoga bisa bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *