Cara Membuat Burung Kacer Gacor

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Cara Membuat Burung Kacer Gacor? Srintil, tinjaw, maupun kacer. Burung ini memiliki nama yang berbeda-beda di tiap daerah.

Cara Membuat Burung Kacer Gacor
Cara Membuat Burung Kacer Gacor

Burung kucica kampung yang dikenal nama berbeda di tiap daerah tersebut umumnya dikenal dengan nama kacer.

Kacer yang memiliki nama latin Copsychus saularis ini sebenlumnya dikelompokkan ke dalam kelompok burung murai yang merupakan keluarga Turdidae.

Burung kacer banyak ditemukan di Asia Tenggara maupun Asia Selatan. Di Indonesia, burung ini banyak dipelihara hingga membuat burung kacer mengalami kelangkaan karena penangkapan yang berlebihan.

Kacer dikatakan sebagai fauna identitas Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakara. Secara morfologi, burung kacer memiliki badan berwarna hitam putih dengan ekor yang panjang dan paruh yang panjang dan tajam.

Besar tubuh kacer biasanya mencapai 25 cm.  Keunikan dari burung kacer adalah ekornya yang terangkat terutama ketika sedang mencari makan atau bahkan ketika sedang bertengger.

Kacer banyak mendiamai dataran rendah bahkan dataran tinggi hingga yang memiliki ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Burung ini pun tak jarang terlihat di perumahan penduduk.

Burung kacer biasanya suka menjelajahi berbagai lingkungan terutama untuk mencari makan. Kacer akan mencari makan di pohon kelapa, pohon pisang, hingga pohon randu.

Salah satu sifat dari burung kacer yang membuatnya banyak diburu sebagai hewan peliharaan adalah sifatnya yang suka berkicau dan suka menari, sehingga kerap tampaklah bahwa burung kacer termasuk burung yang suka pamer.

Kicauan dari burung kacer selalu bernada riang dan gembira serta menirukan kicaukan burung lain. Kicauan yang gacor atau kicauan panjang dengan nada yang indah inilah yang banyak dicari oleh orang. Bahkan, ada pula kompetisi kicauan burung khusus untuk burung kacer.

Karena itu, banyak orang yang berlomba-lomba untuk membuat burung kacer miliknya menjadi gacor. Sebelum mengetahui cara untuk membuat burung kacer menjadi gacor, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui faktor yang membuat burung kacer menjadi gacor.

Baca Juga : Jenis Penyakit Burung Kacer

Faktor dan Cara Agar Burung Kacer Menjadi Gacor

Untuk membuat burung kacer menjadi gacor, diperlukan setidaknya beberapa faktor seperti memilih kacer dari jenis kelamin tertentu, memerhatikan makanan serta minuman kacer, melakukan penjemuran pada kacer, memerhatikan lingkungan di sekitar kacer, serta melakukan pemasteran pada kacer.

1. Memilih jenis kelamin kacer agar gacor

Untuk memilih kacer yang bisa gacor, maka harus dipilih kacer dengan jenis kelamin tertentu terutama kacer jantan.

Hal ini karena kacer jantan biasanya memiliki suara yang lebih keras. Sedangkan kacer betina biasanya lebih diam dan tak terlalu memiliki jiwa petarung.

2. Memerhatikan asupan kacer

Saat memelihara binatang, baik burung maupun hewan ternak atau binatang peliharaan lain, salah satu hal utama yang harus diperhatikan tentu saja asupan baik itu berupa makanan dan minuman untuk hewan tersebut. Ketika memelihara kacer pun hal demikian harus diperhatikan.

Ketika memilih makanan untuk kacer, pilihlah makanan yang dapat mendongkrak performa kacer seperti ulat Hong Kong, jangkrik, cacing tanah, maupun pakan buatan seperti voer.

Pakan ini harus diberikan dengan beragam sedangkan untuk voer, harus diganti tiap dua hari sekali.

Sedangkan untuk minuman bagi burung kacer, sebaiknya air minum yang diberikan adalah air matang.

Hal ini dilakukan dengan tujuan agar air yang diminum oleh burung kacer terhindar dari bakteri yang bisa mengganggu tenggorokan dan memengaruhi suara dari burung kacer.

3. Melakukan penjemuran

Kacer perlu dijemur atau diangin-anginkan untuk mendapat sinar matahari yang cukup. Pada penjemuran burung kacer biasanya dilakukan setelah memandikan burung kacer.

Penjemuran burung kacer lebih baik dilakukan diantara pukul 8.00 hingga 10.00 pagi. Penjemuran ini dilakukan setidaknya 15-30 menit.

4. Memerhatikan lingkungan kacer

Kacer biasanya lebih suka pada lingkungan yang tenang sehingga perlu diusahakan agar kacer berada pada tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian.

Penting pula untuk menjauhkan kacer dari hewan pemangsa seperti cicak, tikus, kucing, bahkan semut.

Selain lingkungan, kebersihan sangkar burung kacer juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Sangkar kacer perlu dibersihkan secara teratur agar kotoran dan jamur serta bakteri yang ada dalam kandang juga bisa hilang sehingga risiko kacer terganggu kesehatannya karena sangkar yang kotor pun menjadi berkurang.

5. Melakukan pemasteran

Pemasteran pada kacer penting dilakukan untuk melatih suara kacer agar gacor. Pemasteran kacer bisa dilakukan pada siang dan malam hari.

Nah, Pemasteran dilakukan dengan memperdengarkan suara masteran dari burung petarung lain atau bisa juga dari suara asli burung lain.

Namun, perhatikan pula udara pada malam hari. Bila udara terlalu dingin, maka hindari melakukan pemasteran dan biarkan kacer istirahat.

Ketika kacer sudah terlihat mulai gacor, maka hal yang bisa dilakukan adalah melatih mental kacer.

Hal ini dilakukan dengan mendekatkan kacer dengan burung sejenis, tetapi perhatikan bahwa burung tersebut tak lebih gacor dari kacer yang dimiliki.

Hal ini untuk memancing kacer agar dapat berkicau dengan gacor. Namun, apabila terlihat bahwa kacer belum siap untuk didekatkan dengan burung lain, maka jauhkan dengan burung tersebut dalam jarak dimana suara burung petarung lain masih bisa didengar.

Baca Juga : Cara Menjinakkan Burung Kacer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *