Jenis Penyakit Burung Kacer dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Jenis Penyakit Burung Kacer dan Cara Mengatasinya? Sekilas, burung kacer mirip dengan murai batu.

Jenis Penyakit Burung Kacer dan Cara Mengatasinya
Jenis Penyakit Burung Kacer dan Cara Mengatasinya

Namun, burung kacer memiliki keunikan yaitu warna bulunya yang dominan hitam dan warna putih di bagian bawah tubuh.

Banyak hal yang perlu diperhatikan ketika memelihara burung termasuk pada burung kacer.

Burung kacer yang dikenal karena kicauannya yang indah dan panjang serta tingkahnya yang menarik ini memang menyenangkan untuk dipelihara.

Tak hanya sebagai peliharaan di rumah, beberapa orang memelihara burung kacer untuk perlombaan.

Burung kacer yang dapat memenangkan perlombaan tentu akan dihargai dengan lebih mahal. Dalam ajang kontes, kacer memiliki reputasi yang terpandang karena sebagian penggemar burung kicau lebih menyukai kicauan kacer dibandingkan burung lain.

Di daerah Jawa Tengah, kacer dikenal dengan nama Srintil karena gerakannya yang cepat dan lincah. Ocehan yang muncul dari kacer memiliki kekhasan.

Pertama, kacer akan berkicau dengan mencericip secara berulang hingga kira-kira satu menit. Setelah itu. kacer akan mengeluarkan ceriap panjang dan terkadang menembak.

Kacer tergolong sebagai burung yang agresif ketika berada di alam liar. Ia tak segan melabrak burung lain yang memasuki wilayahnya, bahkan ia tak takut kepada burung yang berukuran lebih besar seperti merpati atau puter liar.

Namun, memutuskan untuk memelihara burung kacer tentu saja harus diperhatikan segala kebutuhannya. Sangkar yang bersih, serta pemasteran  juga perlu dilakukan apabila kacer dipelihara dengan tujuan untuk lomba.

Jenis Penyakit Burung Kacer dan Cara Mengatasinya

Kesehatan kacer juga perlu dijaga, karena sebagai mana hewan peliharaan lain, kacer juga bisa terkena penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan bahkan bisa membahayakan nyawa dari burung kacer.

Tentu, kita tak ingin hal ini terjadi pada burung kacer yang dipelihara. Terlebih bila kacer dipelihara dengan tujuan lomba.

Berikut ini beberapa tanda dari penyakit yang dapat menyerang burung kacer serta bagaimana mengatasi hal tersebut.

1. Penyakit Bubulan

Bubulan merupakan penyakit yang biasanya menyerang bagian permukaan kaki dari burung kacer. Penyakit bubulan bisa terjadi dikarenakan bakteri staphylococcus yang masuk ke tubuh kacer.Beberapa tanda dari kacer yang terserang penyakit bubulan diantaranya adalah terlihat pembengkakan pada bagian kaki burung kacer.

Tanda lain yang bisa dilihat ketika kacer mengalami penyakit bubulan adanya bagian sisik yang ada pada kaki burung kacer menjadi kendur dan terlihat melebar.

Saat burung kacer telah terserang dengan penyakit bubulan, maka yang bisa diupayakan untuk menyembuhkan burung kacer adalah dengan mencuci kaki dari burung kacer dengan air hangat selama beberapa menit. Setelah itu, keringkan kaki burung kacer dan olesi dengan salep anti jamur.

Selain itu, untuk menunjang kesembuhan kacer, maka kacer perlu diberi makanan yang kaya vitamin A seperti papaya, apel, mangga dan buah atau sayuran yang mengandung vitamin A lain.

2. Penyakit berak kapur

Penyakit lain yang bisa menyerang burung kacer adalah penyakit berak kapur. Berak kapur merupakan penyakit yang umum menyerang unggas dan bisa terjadi karena infeksi yang terjadi oleh bakteri Pullorum maupun bakteri Salmonella dan umumnya menyerang saluran pencernaan kacer.

Penyakit berak kapur merupakan salah satu penyakit yang tergolong mematikan dan sehingga harus segera ditangani.

Ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa kacer terserang penyakit berak kapur diantaranya adalah bagian dari kotoran kacer memiliki warna putih dan berbentuk keras menyerupai kapur. Selain itu, kacer yang terserang penyakit berak kapur biasanya mengalami penurunan pada nafsu makan.

Gejala lain yang dialami oleh kacer yang terserang berak kapur adalah kondisi tubuhnya yang terlihat lemas serta bagian wajah kacer terlihat pucat. Kacer yang terserang berak kapur juga tak banyak berkicau dan gerakannya menjadi lambat.

Untuk mengobati kacer yang terkena penyakit berak kapur, pengobatan yang bisa dilakukan adalah yang pertama bisa dengan memberikan obat merk Medoxy, Teteacholer, ataupun Sulfamix. Tanyakan terlebih dahulu kepada dokter hewan apa obat yang bisa digunakan untuk mengobati berak kapur pada kacer.

Selain itu, untuk mengatasi kacer yang telah terinfeksi, harus dilakukan pembersihan sangkar secara menyeluruh menggunakan larutan antiseptik.

Pembersihan sangkar ini perlu dilakukan secara rutin. Pembersihan sangkar yang dilakukan termasuk pada membersihkan tempat pakan dan tempan minum kacer. Hal ini untuk memastikan bahwa kotoran dan kuman benar-benar hilang dari sangkar burung kacer.

Penting pula diingat untuk tidak memberi makan kacer secara berlebihan karena makanan yang menumpuk pada sangkar bisa menjadi sarang bakteri maupun kuman yang kemudian akan mengganggu kesehatan burung kacer.

3. Diare

Penyakit Diare menjadi salah satu jenis penyakit yang bisa menyerang burung kacer. Diare yang terjadi pada kacer bisa disebabkan karena infeksi bakteri atau karena kesalahan pakan yang dimakan oleh burung kacer.

Gejala yang bisa diketahui bila kacer mengalami diare antara lain kotoran yang dikeluarkan kacer berbentu cairan. Selain itu, kacer juga terlihat lemas dan lesu serta nafsu makan yang berkurang drastis.

Untuk mengatasi kacer yang mengalami diare, beberapa hal yang bisa dilakukan terutama bila diare yang terjadi karena kacer mengalami salah makan adalah dengan mengganti makanan kacer dengan makanan yang memiliki nutrisi.

Bisa juga dengan memberikan madu pada buah yang diberikan pada kacer untuk meningkatkan stamina burung kacer.

4. Gangguan Pernafasan

Infeksi yang terjadi pada burung kacer tak hanya bisa menyerang saluran pencernaan, tetapi juga bisa menyerang saluran pernafasan pada burung kacer.

Infeksi pernafasan yang terjadi pada burung kacer biasanya terjadi karena adanya bakteri E. Colli yang biasanya menular melalui makanan maupun minuman dari burung kacer.

Gejala yang terjadi bila kacer mengalami gangguan pernafasan antara lain adalah kacer sering mengalami bersin.

Selain itu keluar cairan menyerupai ingus dari hidung burung kacer serta saat tidur, kacer mengeluarkan suara seperti mendengkur.

Tentu saja, gangguan pernafasan yang terjadi pada kacer harus segera diobati. Cara mengobati gangguan pernafasan pada kacer adalah dengan membersihkan sangkar burung hingga bersih kemudian menjemur sangkar selama sekira 30 menit di bawah sinar matahari.

Baca Juga : Cara Menjinakkan Burung Kacer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *