6 Ciri DOC Yang Baik dan Berkualitas

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Ciri DOC Yang Baik dan Berkualitas? Day-old chicken (DOC) adalah istilah ayam yang berumur satu hari.

6 Ciri DOC Yang Baik dan Berkualitas
6 Ciri DOC Yang Baik dan Berkualitas

Ayam ini biasanya digunakan sebagai ayam petelur dan ayam pedaging atau ayam broiler.

Ayam petelur merupakan ayam yang dibesarkan khusus untuk diambil telurnya, sementara ayam pedaging merupakan ayam yang dikembangbiakkan dan dibesarkan khusus untuk digunakan dagingnya.

Berat ayam pedaging jauh lebih besar daripada ayam kampung sehingga ayam pedaging badannya terlihat lebih gemuk daripada ayam kampung.

Bagi para peternak ayam, memilih DOC yang baik dapat menentukan keberhasilan peternak tersebut dalam berbisnis ayam.

Sebab, apabila kualitas DOC baik, maka kualitas dagingnya nanti juga baik.

Kualitas daging yang baik ini nantinya dapat memberikan keuntungan yang lebih bagi para peternak, karena dagingnya dipastikan ada dalam kondisi yang baik dan sehat, serta dapat dikonsumsi oleh orang banyak.

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein bagi tubuh kita, dan harganya pun jauh lebih murah dibandingkan daging lainnya.

Oleh karena itu, melihat ciri-ciri DOC yang baik dan berkualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan bagi para peternak ayam.

Dengan mengetahui ciri-ciri DOC yang baik, maka para peternak dapat dimudahkan dalam pekerjaannya.

DOC yang berkualitas mampu bertahan terhadap tekanan yang ada di sekitarnya, sehingga DOC tersebut tidak mudah menjadi stres dan memiliki nafsu makan yang baik.

Ciri DOC Yang Baik dan Berkualitas

Hal ini tentu dapat membantu peternak, karena DOC dapat dengan mudah diberikan pakan sehingga ayam menjadi sehat dan lebih cepat bertumbuh. Secara umum, berikut ini merupakan ciri-ciri DOC yang baik dan berkualitas.

1. DOC memiliki mata yang jernih

Salah satu ciri-ciri sehatnya DOC dapat dilihat salah satunya dari matanya.

Secara umum, hampir semua hewan dapat dideteksi kesehatannya dari matanya, jadi tidak hanya ayam, ikan, kucing, anjing, dan hewan lainnya juga dapat dicek sehat atau tidaknya dilihat dari matanya.

Cek mata ayam tersebut, jika mata ayam keruh dan matanya terus mengeluarkan air, maka dapat dipastikan bibit ayam tersebut memiliki penyakit.

Penyakit yang umumnya menyerang ayam banyak ditandai dengan mata yang terus mengeluarkan air.

Oleh karena itu, jangan memilih ayam yang matanya tidak jernih. Pilih ayam yang matanya bening, yang menunjukkan bahwa ayam tersebut sehat kondisinya.

2. DOC dapat berdiri dengan tegap

Selain mata, DOC juga dapat dideteksi kesehatannya dari posisi badannya. Ayam yang sehat dapat mampu berdiri dengan tegap, begitu sebaliknya, ayam yang sakit tidak dapat berdiri dengan tegap.

Hal ini disebabkan karena ayam yang sakit tidak memiliki tubuh yang kokoh. Selain itu kondisi kakinya yang bermasalah juga menyebabkan ayam tidak dapat berdiri dengan tegap.

Untuk mengecek apakah ayam tersebut sehat atau tidak dilihat dari posisi berdirinya, maka lakukan percobaan pada setiap bibit ayam.

Posisikan ayam dengan kondisi tiduran pada punggungnya. Ayam yang sehat dapat berdiri dengan tegap setelah 3 detik ditidurkan.

Hal ini menjadi suatu percobaan yang mudah dilakukan untuk menguji kesehatan ayam dilihat dari posisi badannya.

3. DOC dapat bergerak dengan gesit dan lincah

Hal ini sangat berhubungan dengan poin kedua, bahwa untuk mengecek kesehatan ayam bisa dilihat dari posisi badannya.

Selain mampu berdiri dengan tegap, ayam yang sehat dapat bergerak dengan gesit dan lincah, dengan kaki yang tidak pincang dan berjalan normal.

Dalam hal ini, ukuran kaki ayam juga menjadi penentu sehatnya ayam. Ayam yang sehat memiliki kaki yang besar dan selalu basah, yang dapat membantunya untuk bergerak dengan lincah.

Hal ini tentu berbeda dengan ayam yang sakit, ayam yang sakit biasanya hanya terdiam di sudut kandangnya, tidak bergerak kesana kemari layaknya ayam sehat.

Ayam yang sakit terdiam di sudut kandang dengan mata yang selalu terpejam.

Ayam yang terdiam seperti itu harus dipisahkan dengan ayam lainnya karena penyakit dari ayam tersebut dapat dengan cepat menular ke bibit ayam lainnya.

4. DOC memiliki struktur tubuh yang simetris

Struktur tubuh DOC juga dapat menjadi penentu sehat atau tidaknya DOC, terutama struktur sayap dan pahanya. Ayam yang berada dalam keadaan sehat kondisi sayap kiri dan sayap kanannya simetris.

Begitu juga dengan pahanya, ayam yang sehat kondisi paha kiri dan paha kanannya simetris juga. Berbeda dengan ayam yang sakit, sayapnya akan turun dan pahanya akan melenceng ke posisi luar dari tubuhnya.

Kondisi sayap dan paha yang seperti ini menyebabkan ayam yang sakit tidak akan bisa berjalan normal, ayam seperti ini akan berjalan pincang.

5. DOC memiliki bulu lebat yang mengkilap

Bulu menjadi salah satu bagian tubuh yang melindung binatang pada umumnya. Begitu juga dengan ayam, ayam harus memiliki bulu yang lebat.

Bulu tersebut juga harus mengkilap, cerah, dan kering, menandakan bahwa ayam tersebut dalam keadaan yang sehat.

Ayam yang tidak sehat memiliki bulu yang sedikit dan berwarna pucat.

Ayam yang tidak sehat ini juga lebih rentan terkena penyakit lain karena ayam ini tidak memiliki banyak bulu yang melindungi tubuhnya.

6. DOC diambil dari induk yang baik

Ayam yang baik tentu dihasilkan dari induk ayam yang baik dan berkualitas juga.

Dalam hal ini, induk ayam yang baik merupakan induk ayam yang sehat, bebas dari penyakit, sudah diberikan vaksin dan tidak menurunkan penyakit bawaan kepada anaknya.

Ayam yang baik juga ditandai dengan tidak adanya cacat bawaan dari induknya ataupun cacat karena kecelakaan (seperti jatuh saat dibawa dan dipindahkan orang).

Jenis cacat dan penyakit yang dialami ayam dapat dilihat secara kasat mata, namun ada juga jenis yang tidak dapat dilihat dari luar.

Ayam yang baik juga sudah harus diberikan vaksin agar ayam tidak mudah sakit dan stres, salah satu vaksin yang umum diberikan adalah vaksin ND untuk mencegah penyakit tetelo.

Demikian informasi mengenai Ciri DOC Yang Baik dan Berkualitas. Semoga membantu.

Baca Juga : Cara Menjinakan Ayam Hutan Yang Liar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *