Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beluntas

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beluntas – Tanaman beluntas memang jarang dimanfaatkan untuk beberapa macam hal.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beluntas
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Beluntas

Tanaman ini termasuk tanaman yang tumbuh secara liar, dan biasanya hanya dimanfaatkan sebagai pagar saja.

Tanaman dengan memiliki tinggi hampir sampai dengan 3 meter ini, ternyata memiliki ciri morfologi dan klasifikasi yang bisa di pahami dengan seksama. Jadi, bagaimana cirinya? Diantaranya adalah:

KLASIFIKASI TANAMAN BELUNTAS

Walaupun termasuk ke dalam kategori tanaman liar dan hidup sesuai siklus alam yang ada, bukan berarti mereka tidak memiliki klasifikasi yang detail atau yang sering dikenal dengan taksonominya. Maka, klasifikasinya diantaranya adalah:

  • Kingdom: Tanaman beluntas termasuk dalam kingdom Plantae
  • Divisi: Tanaman beluntas termasuk dalam divisi Magnoliophyta
  • Kelas: Tanaman beluntas merupakan tanaman yang masuk ke dalam kategori kelas Magnoliopsida
  • Ordo: Ordo dari tanaman beluntas adalah Asterales
  • Family: tanaman beluntas termasuk dalam family Asteraceae
  • Genus: Genus dari tanaman beluntas adalah Pluchea
  • Spesies: maka spesies dari tanaman beluntas ialah Indica atau naman binomialnya adalah Pluchea Indica L.

MORFOLOGI TANAMAN BELUNTAS

1. Morfologi daun tanaman beluntas

Daun dari tanaman beluntas mempunyai ukuran tangkai yang pendek serta daun yang berbentuk bulat seperti telur. Ujung dari daunnya berbentuk runcing, serta posisi antara daun satu dengan daun lainnya, berselang-seling.

Permukaan dari daun tanaman beluntas, kebanyakan memiliki bulu yang kecil dan halus, menutupi daun beluntas yang panjangnya hampir 3 s/d 6 cm, serta lebarnya sampai dengan 4 cm.

2. Morfologi batang tanaman beluntas

Seperti layaknya bentuk daun dari tanaman beluntas, batangnya pun berbentuk bulat, tegak, serta mempunyai banyak cabang. Untuk warna di tiap umur dari batang tanaman beluntas, mereka memiliki ciri khasnya sendiri.

Jika masih di usia muda, batang tanaman beluntas akan berwarna ungu. Namun jika sudah tua, mereka seiring waktu akan berubah warna hingga sampai ke warna putih kotor. Tinggi dari tanaman beluntas bisa sampai dengan 3 meter.

3. Morfologi bunga tanaman beluntas

Tidak seperti bunga pada umumnya, bunga dari tanaman beluntas ini, mereka akan tumbuh atau istilahnya lahir berada ketiak dari daun tanaman beluntas.

Rata-rata bentuk dari bunga tanaman beluntas, ialah berbentuk bonggol, lalu ada yang bergagang dan ada yang duduk.

Bunga tanaman beluntas memiliki satu warna, yakni hanya warna ungu saja. Mereka terlihat seperti majemuk, memiliki mahkota yang terlepas, serta bentuk putik yang menyerupai jarum dengan panjang sekitar 6 mm. Warna dari putik bunga tanaman beluntas, ialah hitam agak kecoklatan.

4. Morfologi buah dan biji tanaman beluntas

Bentuk buah dari tanaman beluntas, rata-rata berukuran kecil serta bertekstur keras.Buah tanaman beluntas juga hanya mempunyai satu warna, yakni warna cokelat. Untuk warna dari biji tanaman beluntas sendiri, yakni berwarna cokelat keputih-putihan.

Tanaman beluntas biasanya sering di tanam dengan cara menanam bijinya, atau dengan cara stek.

5. Morfologi akar tanaman beluntas

Meski bisa tumbuh dengan lebat bahkan hingga sampai ketinggian 3 m, tanaman ini termasuk dalam kategori tanaman berakar tunggang. Mereka bisa menyerap makanan sampai ke kedalaman tertentu.

Meski demikian, tanaman ini memiliki cabang akar yang nantinya dapat menyerap lebih banyak makanan yang ada di tanah, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

6. Kandungan dari tanaman beluntas

Meski hanya dijadikan sebagai tanaman liar atau tanaman pagar, tapi siapa sangka bahwa ternyata tanaman beluntas memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral serta berbagai zat yang dapat menguntungkan manusia.

Seperti kandungan senyawa flavonoid, dimana senyawa ini bisa membuat daunnya memiliki sifat antibakteri terhadap beberapa virus atau bakteri dari penyakit bisul, jerawat, meningitis, dan sebagainya.

Tanaman beluntas juga mengandung senyawa yang nantinya bisa mencegah bahkan mengatasi masalah di gigi dan mulut, terutama pada penyebab karies di gigi.

Lain-lain

Daun beluntas selain bisa menjadi khasiat dari beberapa penyakit tersebut, tanaman beluntas juga bisa menjadi obat untuk mengatasi beberapa penyakit lainnya, diantaranya: bisa mengatasi masalah pencernaan pada anak.

Mengingat pencernaan anak sangat sensitif terhadap berbagai macam jenis makanan yang rasanya tidak cocok dengan pencernaan mereka. Maka, reaksi yang pertama pasti gangguan pencernaan.

Lalu yang kedua adalah mengatasi TBC serta kelenjar leher. Mungkin TBC sudah sering dengar dan sudah paham bagaimana cara pengobatannya, baik medis maupun non medis.

Tapi, jika kelenjar leher, tidak banyak yang tahu bahwa leher kita bisa terkena kelenjar, bahkan kanker di leher. Untuk mengatasinya, kalian bisa menggunakan tanaman beluntas untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit kelenjar leher yang kalian rasakan.

Dan yang terakhir adalah mengatasi nyeri rematik yang biasanya sering di alami oleh orang yang sudah lanjut usia. Sekian pembahasan kali ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *