Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cocor Bebek

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cocor Bebek – Selama ini tanaman cocor bebek ini lebih sering digunakan sebagai sebuah tanaman penghias halaman rumah. Namun, tanaman yang diketahui berasal dari Madagaskar ini ternyata juga sangat berkhasiat sebagai obat.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cocor Bebek
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cocor Bebek

Tanaman ini bisa digunakan sebagai obat, baik itu obat luar maupun dalam. Daun tanaman ini cukup tebal, selain banyak mengandung air ternyata juga menyimpan berbagai macam bahan kimia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Klasifikasi Tanaman Cocor Bebek

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas  : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo  : Rosales
  • Famili : Crassulaceae
  • Genus :  Kalanchoe
  • Spesies : Kalanchoe waldheimii

Morfologi Tanaman Cocor Bebek

Kandungan kimia pada tanaman cocor bebek tersebut membuat sosor bebek bisa Anda gunakan untuk berbagai macam pengobatan.

Sosor bebek ini diketahui selain antitumor juga mempunyai suatu sifat antiradang dan mampu untuk menghentikan perdarahan.

Bisa juga untuk mengurangi pembengkakan, serta bisa mempercepat penyembuhan luka. Masyarakat China juga kerap kali menggunakan sosor bebek ini sebagai sebuah ramuan untuk bisa mengatasi berbagai macam masalah pencernaan, muntah darah, serta gangguan pada telinga ataupun pada tenggorokan.

Kemudian, sosor bebek juga bisa digunakan untuk bisa mengatasi trauma luka akibat dari kecelakaan, memar, ataupun perdarahan. Hal ini disebabkan oleh dari sifat daun sosor bebek yang dingin.

Cocor bebek ini sangat populer digunakan sebagai sebuah tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang mulai tumbuh liar di kebun serta pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu.

Cocor bebek mempunyai batang yang lunak serta beruas. Daunnya yang tebal berdaging serta mengandung banyak air. Warna daun hijau muda atau kadang kadang abu-abu. Bunga dari tanaman ini majemuk, buah kotak. Bila dimakan maka cocor bebek ini rasanya agak asam dan dingin.

1. Daun Tanaman Cocor Bebek

Tanaman cocor bebek ini berbatang basah, daun tebal di pinggir beringgit, daun banyak mengandung air dan bentuk daunnya lonjong ataupun bundar panjang.

Panjang dari daun sekitar 5 – 20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung dari daun tumpul, pangkal daun membundar, dan permukaan daun gundul. Warna daun hijau sampai hijau keabu-abuan.

Daun tunggal ataupun kelihatan seolah-olah seperti berbilang 3 ataupun menyirip berdaun 5. Daun ataupun tajunya memanjang atau oval, dengan ujung daun yang terlihat tumpul, beringgit ataupun beringgit rangkap, 5-20 kali 2,5-15 cm.

2. Batang Tanaman Cocor Bebek

Batang tanaman ini berbentuk segi empat, lunak, beruas, dan berwarna hijau. Batang segi empat tumpul ataupun hampir seperti membulat, bunga berbilangan ataupun kelipatan empat dan terlihat seperti menggantung, pada mulai yang tegak tidak rapat.

3. Bunga Tanaman Cocor Bebek

Bunga berbentuk malai, mahkota bunga bentuk corong dan warna merah serta kelopak berdaun lekat. Buah kotak, mempunyai warna ungu dan bernoda putih, buah silindris, melembung sekitar 1,5- 4 cm panjangnya, taju terlihat pendek.

Mahkota bunga berbentuk periuk ataupun lonceng, jelas menyempit pada atas pangkal yang melebar, di atasnya lagi melebar, panjang sekitar 3,5-5,5 cm.

Pada bagian yang lain muncul di atas kelopak merah, pangkal terlihat tabung dengan 8 lipatan yang dalam, taju berbentuk bulat telur seperti lanset, bentuk ekor terlihat meruncing.

Benang sari bunga ini terdiri dari 2 lingkaran. Tangkai putik juga terlihat panjang. Helaiannya berbentuk seperti sisik segi empat.

Pada penampang yang melintang melalui sebuah tulang daun tampak terlihat epidermis atas yang terdiri atas 1 lapis sel yang berbentuk empat persegi panjang. Kutikula terlihat tipis dan stomata sedikit.

Epidermis pada bagian bawah terdiri dari 1 lapis sel yang berbentuk empat persegi panjang, kutikula tipis, stomata diketahui lebih banyak daripada epidermis atas.

Di bagian dalam mesofil tidak terdapat untuk jaringan palisade, jaringan bunga karang ini terdiri dari berbagai sel yang besar hampir bundar dan berisi lender.

Terdapat pula sedikit hablur kalsium oksalat yang berbentuk prisma. Pada tulang daun juga terdapat pembuluh tipekolateal, pada bagian dari bawah berkas pembuluh juga terdapat beberapa lapis jaringan kolenkim.

Sedangkan pada bagian bawah tulang daun juga terdapat 1 sampai 2 lapis jaringan kolenkim. Pada sayatan paradermal maka sangat tampak epidermis atas serta epidermis bawah yang berbentuk polygonal, dinding terlihat sedikit berombak, stomata bentuk tipe anomositik.

Serbuk sari berwarna hijau kotor keabu-abuan. Sedangkan untuk fragmen pengenal yaitu epidermis atas dinding sedikit terlihat berombak dengan stomata anomisitik.

Epidermis pada  bagian bawah dinding terlihat sedikit bergelombang dengan memiliki stomata lebih banyak. Mesofil meliputi dari berbagai sel besar, bentuk bundar, dan dinding tipis, yang ada di dalamnya kadang-kadang juga ada hablur kalsium. Oksalatnya berbentuk prisma serta berkas pembuluh xilem dengan berbagai penebalan tangga serta spiral.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Cocor Bebek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *