Dinamika Penduduk Adalah : Pengertian, Unsur, Dampak, Faktor, dan Contoh

Dalam setiap tahunnya, jumlah penduduk di setiap wilayah tentunya akan mengalami perubahan. Perubahan dalam jumlah penduduk inilah yang disebut dengan dinamika penduduk.

Dinamika Penduduk Adalah  Pengertian, Unsur, Dampak, Faktor, dan Contoh
Dinamika Penduduk Adalah Pengertian, Unsur, Dampak, Faktor, dan Contoh

Adanya dinamika penduduk pun terjadi karena ada beberapa unsur dan faktor yang memengaruhi.

Disamping itu, dinamika penduduk juga bisa memberikan dampak tersendiri pada beberapa aspek.

Untuk mengetahui lebih mendalam mengenai bagaimana dinamika penduduk, berikut sudah ada rangkaian penjelasan mulai dari pengertian hingga contoh-contohnya.

Pengertian Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk dapat diartikan sebagai kondisi dimana struktur, jumlah, dan persebaran penduduk mengalami perubahan dikarenakan adanya beberapa faktor seperti kelahiran dan kematian.

Dinamika penduduk juga bisa dijabarkan sebagai pertumbuhan dan perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu dan disebabkan oleh beberapa faktor atau hal.

Perubahan yang terjadi dalam suatu wilayah, baik itu wilayah daerah maupun negara bisa saja berbeda-beda.

Ini dikarenakan setiap faktor yang menyebabkan perubahan jumlah penduduk tersebut bisa jadi tidak sepenuhnya sama. Dalam kata lain, dinamika penduduk sifatnya dinamis dari segi kuantitas dan kualitasnya. Dinamika penduduk bisa dikatakan juga ikut menentukan kualitas sumber daya manusia dalam suatu wilayah.

Persoalan dinamika penduduk pada dasarnya masuk dalam pembahasan antroposfer. Antroposfer merupakan bagian dari ilmu geografi yang membahas mengenai dinamika manusia serta rangkaian permasalahannya.

Di dalam antroposfer, ada 3 cakupan penting yaitu mobilitas, demografi, dan masalah kependudukan. Sumber mengenai perubahan data penduduk bisa dilihat dari beberapa hal misalnya sensus penduduk, survei penduduk, registrasi, dan lain sebagainya.

Unsur dan Faktor yang Memengaruhi Dinamika Penduduk

Seperti yang sempat disinggung dalam penjelasan awal, unsur dalam dinamika penduduk terbagi menjadi 3 jenis yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.

Ketiganya memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat yang akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.

Kelahiran

Salah satu unsur penting yang begitu memengaruhi dinamika penduduk adalah kelahiran atau natalis.

Unsur satu ini terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pro-natalis yang artinya mendukung kelahiran dan anti-natalis yang artinya menghambat kelahiran.

Tinggi rendahnya tingkat kelahiran di suatu masyarakat atau wilayah sangat bergantung pada penggunaan alat kontrasepsi, usia, dan tingkat pendidikan.

Kemudian, faktor penunjang kelahiran (pro-natalis) sendiri terdiri dari:

  • Pernikahan dini atau pernikahan usia muda,
  • Persepsi akan jumlah anak yang banyak bisa mendatangkan rezeki yang banyak pula,
  • Anak dianggap sebagai penerus keturunan, dan
  • Anak dianggap sebagai penentu status sosial orang tua dan keluarga di masyarakat.

Sementara itu, ada beberapa faktor penghambat kelahiran (anti-natalis) yaitu:

  • Penundaan usia pernikahan,
  • Mengikuti program KB atau Keluarga Berencana, dan
  • Jumlah wanita karir yang meningkat setiap waktunya.

Dalam perhitungan angka kelahiran kasar (CBR), biasanya akan digolongkan dalam beberapa kategori seperti angka kelahiran rendah (kurang dari 30 per 1000 penduduk), angka kelahiran sedang (antara 30-40 per 1000 penduduk), dan angka kelahiran tinggi (lebih dari 40 per 1000 penduduk).

Kematian

Selain kelahiran, kematian atau mortalitas juga diketahui jadi unsur yang cukup memengaruhi dinamika penduduk.

Dalam unsur ini, terdapat 2 tingkatan diantaranya tingkat kematian kasar atau crude death rate dan tingkat kematian khusus atau age specific death rate.

Perhitungan angka kematian penduduk didasarkan pada 3 hal yaitu angka kematian rendah (kurang dari 10 per 1000 penduduk), angka kematian sedang (10-20 per 1000 penduduk), dan angka kematian tinggi (lebih dari 20 per 1000 penduduk).

Lalu, di dalam unsur kematian juga ada 2 faktor penting yaitu faktor pro-mortalitas dan anti-mortalitas. Faktor-faktor pro-mortalitas terdiri dari rendahnya tingkat kesehatan masyarakat, kurangnya fasilitas kesehatan, kurangnya asupan gizi dalam konsumsi makanan, terjadi bencana alam, terjadi peperangan, pembunuhan, dan wabah penyakit yang meluas.

Sementara itu, faktor penghambat kematian terdiri dari tingkat kesehatan yang terus meningkat, tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan yang tingggi, fasilitas rumah sakit yang memadai, tenaga medis dan dokter yang terpenuhi, gizi masyarakat yang terpeuhi, dan lain sebagainya.

Migrasi

Unsur terakhir yang memengaruhi dinamika penduduk tidak lain adalah migrasi.

Migrasi dapat didefinisikan sebagai perpindahan masyarakat ke lingkungan atau wilayan lain yang memiliki keadaan alam yang menguntungkan.

Dalam hal ini, selain faktor persediaan sumber daya alam, faktor ekonomi dan sosial budaya juga menjadi faktor utama yang menentukan keputusan seseorang dalam melakukan migrasi.

Sesuai dengan pengertian dari migrasi, dapat dikatakan jika migrasi memang masih bagian dari mobilitas penduduk yang artinya melibatkan perpindahan suatu penduduk dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

Mobilitas penduduk pada dasarnya ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat permanen.

Migrasi sendiri termasuk dalam mobilitas permanen yang kebanyakan bertujuan untuk menetap.

Migrasi terbagi ke dalam 2 jenis besar yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional.

Pengertian Migrasi internasional merupakan perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi jenis ini terbagi lagi ke dalam 3 jenis diantaranya:

  • Imigrasi

Imigrasi berarti penduduk yang masuk ke dalam suatu negara dari negara lain dengan tujuan untuk menetap. Pelaku atau orang yang melakukan imigrasi memiliki sebutan imigran.

  • Emigrasi

Emigrasi adalah keluarnya penduduk dari suatu negara menuju negara lain dan orang yang melakukan emigrasi disebut sebagai emigran.

  • Remigrasi

Jenis terakhir disebut dengan remigrasi yaitu kembalinya penduduk yang melakukan imigran ke negara asalnya.

Jika migrasi internasional berupa perpindahan dari negara yang satu ke negara yang lain, migrasi nasional berarti perpindahan penduduk dalam suatu negara. Dilihat dari jenisnya, migrasi ini terbagi ke dalam 7 jenis yang bisa disimak sebagai berikut.

Urbanisasi

Urbanisasi menjadi salah satu jenis migrasi nasional yang cukup sering dilakukan. Jenis migrasi ini didefinsikan sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk tujuan menetap.

Baca Juga : Pengertian Urbanisasi

Transmigrasi

Adalah bentuk perpindahan penduduk dari suatu pula yang jumlah penduduknya banyak ke pulau yang sedikit penghuninya. Menurut sejarah, transmigrasi pertama kali dilakukan pada tahun 1905 di masa pemerintahan Belanda.

  • Transmigrasi Khusus

Transmigrasi khusus merupakan jenis transmigrasi yang dilakukan dengan tujuan khusus. Contohnya, transmigrasi akibat terjadinya bencana alam atau transmigrasi karena adanya pembangunan besar-besaran.

  • Transmigrasi Umum

Jenis Transmigrasi umum merupakan transmigrasi yang dilaksanakan serta didanai oleh pemerintah.

  • Transmigrasi Lokal

Jenis Transmigrasi ini dilaksanakan dari satu daerah ke daerah lain yang berada dalam pulau atau provinsi yang sama.

  • Transmigrasi Spontan

Transmigrasi yang dikerjakan karena adanya kemauan sendiri oleh pihak yang akan melakukan transmigrasi.

  • Ruralisasi

Jika urbanisasi berupa perpindahan dari desa ke kota, maka ruralisasi ini adalah kebalikannya yaitu perpindahan dari kota ke desa. Tujuannya pun sama yaitu untuk tujuan menetap.

Selain beberapa jenis yang sudah disebutkan, ada pula jenis perpindahan penduduk yang dikarenakan adanya kondisi mencekam atau ancaman tertentu yaitu evakuasi. Jenis perpindahan penduduk ini dapat berupa migrasi internasional maupun migrasi nasional.

Dampak Dinamika Penduduk

Adanya dinamika penduduk tentu saja memberikan dampak kepada masyarakat itu sendiri entah dalam hal pendidikan, pembangunan, lingkungan, ataupun permasalahan lainnya.

Ada pula dampak positif dan dampak negatifnya masing-masing. Untuk lebih dalam membahas mengenai satu persatu dampak dari dinamika penduduk tersebut, Anda bisa menyimak rangkaian penjelasannya di bawah ini.

Dampak Positif Dinamika Penduduk

Pertumbuhan penduduk bisa saja berimbas positif, terutama pertumbuhan penduduk yang berada di angka normal dan terkendali. Beberapa dampak positif tersebut diantaranya:

  • Meningkatnya tingkat produksi karena jumlah sumber daya manusia yang bertambah
  • Peluang untuk berwirausaha semakin besar
  • Peningkatan atau bertambahnya inovasi dalam berkarya dan bekerja
  • Peningkatan pengelolaan sumber daya alam yang semakin baik

Dampak Negatif Dinamika Penduduk

Tidak dapat dipungkiri, dinamika penduduk bisa menimbulkan dampak negatif apabila tidak dibarengi dengan peningkatan sarana dan fasilitas pembangunan.

Apalagi jika pertumbuhan penduduk ternyata tidak dikontrol dengan baik dalam suatu wilayah. Dampak-dampak negatif dari dinamika penduduk tersebut diantaranya:

  • Meningkatnya tingkat kriminalitas di masyarakat akibat tingkat kesenjangan sosial
  • Tingkat pengangguran yang semakin meningkat
  • Tingkat kemiskinan yang semakin meningkat
  • Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat
  • Semakin banyaknya pemukiman kumuh

Selain beberapa dampak negatif di atas, sebenarnya masih cukup banyak dampak negatif yang dirasakan akibat adanya dinamika penduduk.

Namun, adanya dampak negatif tersebut bukan berarti tidak bisa diatasi. Berikut ini ada beberapa upaya penyelesaian dampak negatif terkait dengan dinamika penduduk.

  • Pertumbuhan penduduk dapat diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB).
  • Persebaran penduduk yang tak merata dapat diatasi dengan transmigrasi dan pembangunan di kawasan terpencil.
  • Tingkat kesehatan rendah bisa diatasi dengan membangun fasilitas kesehatan baik itu berupa Puskesmas atau RSUD, penyebaran tenaga medis yang merata di seluruh wilayah Indonesia, pemberlakuan pengobatan secara gratis bagi masyarakat tidak mampu, melakukan upaya pemberantasan penyakit menular, penyediaan air bersih, dan mengadakan penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan.
  • Tingkat pendidikan yang rendah dapat diatasi dengan melakukan penyediaan fasilitas pendidikan di daerah terpencil, menciptakan kurikulum yang menjawab kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi masyarakat, dan meningkatkan penelitian di bidang IPTEK.
  • Dan Tingkat pendapatan rendah dapat diatasi dengan penyederhanaan izin usaha, memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat yang mau melakukan investasi, melakukan optimalisasi BUMN pada seluruh kegiatan perekonomian untuk membantu penyerapan tenaga kerja.

Contoh Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk dapat terjadi ketika adanya unsur-unsur yang telah disebutkan yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.

Dengan begitu, contoh dari dinamika penduduk pun berhubungan dengan unsur-unsur tersebut diantaranya kelahiran yang terjadi dalam setiap tahun, kematian akibat adanya wabah, hingga transmigrasi dari pulau Jawa ke pulau Kalimantan oleh penduduk yang ingin mencari sumber daya alam yang lebih baik.

Disamping itu, ada pula contoh lainnya yaitu urbanisasi oleh masyarakat desa ke wilayah ibu kota Jakarta untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Lalu, penduduk Indonesia yang melakukan emigrasi yang sebelumnya tinggal di negara lain untuk menempuh pendidikan.

Selain contoh-contoh tersebut, masih ada banyak contoh lainnya yang berhubungan dengan dinamika penduduk.

Demikian untuk berbagai penjelasan mengenai dinamika penduduk dari pengertian, unsur, faktor, dampak, dan contoh-contohnya.

Berbagai penjelasan di atas menunjukkan jika dinamika penduduk memiliki peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan masyarakat Indonesia di berbagai aspek.

Namun, dinamika penduduk yang tidak terkontrol juga bisa memberikan dampak negatif yang bisa menurunkan kualitas kehidupan masyarakat.

Tinggalkan komentar