4 Cara Budidaya Cabe Rawit Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Budidaya Cabe Rawit РCabe sudah terkenal sebagai penyedap rasa untuk banyak masakan. Orang menikmati cabe dalam berbagai bentuk,  baik dalam bentuk sambal bawang, sambal korek, bubuk cabe, sambal hijau, dan yang lainnya.

4 Cara Budidaya Cabe Rawit Untuk Pemula
4 Cara Budidaya Cabe Rawit Untuk Pemula

Semakin banyak peminat cabe tentu saja akan membuat harga cabe mengalami kenaikan. Harga cabe cenderung tidak stabil. Untuk mengatasi hal ini, akan lebih baik jika mulai belajar cara menanam cabe.

Jenis cabe yang dikenal oleh penduduk Indonesia dapat terbagi menjadi cabe merah, hijau, rawit, gendot.

Cabe merah terdiri dari cabe besar; cabe hijau terdiri dari cabe keriting; cabe rawit terdiri dari cabe domba, kecil, dan celepik (biasanya untuk gorengan). Untuk varian cabe gendot dibedakan berdasarkan warnanya saja dari hijau sampe orange.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Merah

Penanaman cabe sangat praktis, dapat dilakukan di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari hingga 27 derajat celcius dengan media tanam yang tidak terlalu lembab.

Cabe dapat ditanam di pekarangan rumah ataupun di kebun. Jika di rumah, dapat menggunakan polybag atau pot, sedangkan di kebun tentunya langsung di tanah kebun.

Tahap penanam cabe dapat dilakukan dari pemilihan tempat tanam, pemilihan bibit, penyemaian, penanaman.

Cabe yang ditanam perlu dirawat dengan baik agar dapat menghasilkan buah yang sehat dan enak untuk digunakan sebagai bumbu masakan. Cabe rawit adalah cabe yang cukup mudah ditanam.

Cabe rawit merupakan cabe favorit bagi pecinta makanan pedas karena cabe ini memiliki rasa paling pedas dibandingkan jenis cabe yang lain.

Cara Budidaya Cabe Rawit

Biasanya ukuran cabe rawit lebih kecil dibandingkan cabe keriting. Selain itu, cabe ini memiliki daya tahan terhadap hama lebih kuat. Oleh karena itu, akan mudah untuk melakukan penanaman cabe rawit. Berikut cara budidaya cabe rawit :

1). Memilih Lahan Tanam Cabe Rawit

Lahan untuk tempat budidaya cabe rawit akan lebih baik di dataran rendah. Selain itu, tanah yang digunakan tidak boleh terlalu lembab dan harus terkena cahaya matahari yang cukup.

Cabe ini bisa ditanam di tanah bekas budidaya padi, akan tetapi hindari menggunakan tanah yang sudah pernah digunakan untuk budidaya cabe.

Untuk tanah kebun; setelah dipilih, tanah perlu digemburkan menggunakan cangkul dan diberikan pupuk. Setelah diberikan pupuk, tanah perlu dibiarkan selama seminggu agar nutrisi pupuk terserap oleh tanah.

Selain itu, dapat dibuatkan lubang tanam dengan jarak 50cm antar lubang. Untuk lahan di polybag, bisa langsung ke tahap pemberian pupuk ke dalam polybag.

2). Memilih Bibit Tanaman Cabe Rawit

Langkah cara budidaya cabe rawit yang paling penting adalah saat memilih bibit. Bibit dapat diambil dari cabe, dengan mengiris cabe dan mengambil biji cabe pada bagian tengah yang biasanya memiliki daya tumbuh paling baik.

Setelah diambil, rendam dengan air dan buang biji yang muncul ke permukaan. Biji cabe yang menjadi bibit adalah biji yang terendam di dasar permukaan.

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih cabe yang akan dijadikan bibit adalah pilih posisi cabe yang berada di paling bawah dan sudah matang. Selain itu, akan lebih baik jika cabe memiliki ukuran besar, tanpa cacat dan tanpa hama.

3). Penyemaian Tanaman Cabe Rawit

Tahap selanjutnya cara budidaya cabe rawit adalah penyemaian bibit yang sudah terpilih. Bibit tersebut perlu dikeringkan dan tunggu hingga sedikit berkecambah. Bibit jangan terlalu lama dikeringkan karena dapat mempengaruhi kualitas tumbuh bibit tersebut.

Tempat penyemaian harus dilengkapi dan diberikan pupuk secukupnya; bibit harus diletakkan ke daerah yang lebih teduh jika daun sudah mulai muncul sekitar 5 helai. Proses penyemaian benih cabe ini biasanya memakan waktu sekitar 2 minggu.

4). Penanaman Tanaman Cabe Rawit

Pemindahan bibit ke lubang tanam dapat dilakukan jika sudah ada tunas dan memiliki daun kecil yang sempurna. Pupuk yang digunakan akan lebih baik jika menggunakan pupuk organik yang diberikan minimal seminggu sekali.

Air pada tanah juga harus pas, basah tapi tidak terlalu lembab. Jarak antara lubang tanam maksimal 38 cm dan diberikan pembatas jerami atau kardus.

Cara budidaya cabe ini sangat penting dipelajari dan dilakukan agar menghasilkan cabe yang sehat dan bagus. Hal ini dapat dilakukan untuk konsumsi sendiri ataupun untuk dijual.

Dalam melakukan cara budidaya cabe ini membutuhkan kesabaran dan keteraturan dalam memilih media tanam, merawat dan memperhatikan pertumbuhannya.

Untuk penyemprotan pupuk dapat dilakukan seminggu sekali bersamaan dengan penyemprotan cairan pencegah hama.

Setelah proses budidaya, ada proses memanen. Proses panen cabe dapat dilakukan kira-kira setelah lewat 2 bulan dari masa penanaman bibit. Panen ini lebih baik dilakukan pada pagi hari secara berkala selama 3 hari sekali.

Jika panen yang dihasilkan sangat bagus, hal ini dapat dijadikan sebagai awal mulai usaha pertanian cabe bahkan menjadi supplier cabe. Selain itu, tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli penambah rasa pedas pada masakan.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cabe Rawit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *