Jenis-jenis Varietas Padi yang Sering Digunakan

Diposting pada

Jenis-jenis Varietas Padi yang Sering Digunakan – Beras, yang merupakan bagian bulir-bulir tanaman padi (Oryza sativa L.) yang telah dipisah dari sekam, merupakan makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia (nantinya, beras tersebut akan dimasak dan dikonsumsi sebagai nasi).

Jenis-jenis Varietas Padi yang Sering Digunakan
Jenis-jenis Varietas Padi yang Sering Digunakan

Sudah sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara agraris, negara yang sebagian besar penduduknya bekerja dengan cara bertani maupun bercocok tanam.

Layaknya tanaman pada umumnya, padi pun memiliki varietas yang beraneka ragam. Terlebih lagi, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas, terdiri dari banyak sekali pulau-pulau, maka sangatlah mungkin jika varietas padi sangat banyak jumlahnya.

Namun, secara garis besar, tanaman padi dapat dibedakan menjadi tiga varietas utama, yaitu: varietas hibrida, varietas unggul, dan varietas lokal.

Baca Juga : 5 Tanda Tanaman Padi Siap Panen

Berikut adalah deskripsi dan penjelasan dari masing-masing varietas tanaman padi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Jenis Varietas Padi yang Sering Digunakan

1. Varietas Hibrida

Varietas padi hibrida merupakan hasil persilangan di antara dua atau lebih populasi, yang mana spesies dan genetiknya berbeda. Secara mudahnya, varietas hibrida adalah varietas padi sekali tanam.

Hasil padi varietas ini akan maksimal bila sekali ditanam. Kelebihan dari varietas ini adalah :

  • mampu menghasilkan 10 – 12 ton gabah jika ditanamkan pada lahan 1 hektar,
  • pertumbuhan padinya lebih seragam, dan
  • padi hibrida lebih pulen dan aromanya wangi.

Sementara itu, kelemahan dari varietas hibrida adalah, 1) harga benihnya sangat mahal, bisa mencapai 40 ribu – 60 ribu rupiah per kilonya (dibandingkan dengan varietas lokal yang harganya sekitar 5 ribu – 10 ribu rupiah per kilonya), 2) benih padi hibrida hanya dapat digunakan pada satu kali penanaman (bisa untuk kedua kalinya, namun hasil panennya akan turun drastis).

Terdapat beberapa contoh padi hibrida, di antaranya: Intani 1, Intani 2, Bernas Prima, Segara Anak, Adirasa 1, Adirasa 64, H1, Sembada B3, B5, B8 dan B9, Hipa 4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7, Hipa 8, Hipa 9, Hipa 10, Hipa 11, SL 8, SI 11, dan lain sebagainya.

2. Varietas Unggul

Varietas padi unggul adalah varietas padi yang merupakan hasil persilangan varietas unggul padi lokal. Tujuan dari persilangan tersebut adalah untuk menghasilkan varietas padi unggulan yang terbaik.

Sementara itu, varietas ini berbeda dengan varietas hibrida karena bisa berkali-kali ditanam dengan perlakuan yang baik. Varietas ini adalah varietas yang telah dilepas oleh pemerintah melalui SK Menteri Pertanian.

Kelebihan dari padi unggul adalah :

  • mampu menghasilkan kurang lebih 8 – 11 ton gabah jika ditanamkan pada lahan 1 hektar,
  • benih masih bisa digunakan untuk kedua kalinya tanpa mengurangi kualitas benih,
  • harga benih yang terjangkau yaitu sekitar 5 ribu – 10 ribu per kilonya,
  • padi unggul lebih tahan terhadap kekeringan, dan 5) beras yang dihasilkan lebih pulen dan wangi.

Terdapat beberapa varietas padi hibrida yang sering ditanam petani, di antaranya adalah Ciherang (dapat menghasilkan hasil panen yang tinggi bila dibudidayakan dengan baik), IR-64, Ciliwung, Cobogo, Cisadane, Mekongga, Cimelati, Situ Patenggang, Cigeulis, Membramo, Sintanur, Jati Luhur, Fatmawati, Situbagendit, Padi Way Apo Buru, dan lain sebagainya.

3. Varietas Lokal

Varietas terakhir yaitu varietas lokal, merupakan padi yang berasal dari suatu daerah yang telah lama beradaptasi serta memiliki nilai keunggulannya dan kelemahannya tersendiri.

Karena merupakan varietas lokal, maka banyak sekali jenis dan macamnya, karakteristiknya pun berbeda-beda, spesifik dan tergantung dengan daerahnya masing-masing.

Pemerintah dari masing-masing daerah pun tentunya turut melakukan pengembangan pada varietas-varietas tanaman padi lokal ini.

Varietas lokal bukan berarti memiliki kualitas yang buruk, justru memiliki banyak potensi untuk dikembangkan lebih baik lagi.

Contoh padi varietas lokal yang sering ditanam petani sesuai daerahnya adalah :

  • Indramayu, yaitu varietas Kebo, Dharma Ayu, Pemuda Idaman,
  • Malang, yaitu Gropak, Ketan Tawon, Gundelan,
  • Pasuruan, yaitu Merong,
  • Kulon Progo – Yogyakarta, yaitu Simenep, Srimulih, Andel Jaran, Ketan Lusi, Ekor Kuda, dan lain sebagainya.

Pada tahun 2017, dilansir dari detik.com, Menteri Pertanian Republik Indonesia meluncurkan varietas padi baru dengan nama Green Super Rice (GSR) dengan hasil produksi yang lebih tinggi serta ramah lingkungan.

Bibit jenis ini mampu mengurangi penggunaan input pestisida, pupuk kimia, dan air. Varietas ini juga memiliki daya tahan dalam menghadapi terjangan hama wereng, kekeringan, dan kebanjiran. (Baca Juga : Jenis Hama Penyakit Tanaman Padi)

Secara fisik, penampilan beras terlihat bening seperti kristal, rasanya pulen sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Pemerintah pun telah mendistribusikan benih ini ke Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ke depannya, diharapkan benih tersebut terus menyebar luas dan memberikan dampak positif demi kesejahteraan petani padi.

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai jenis-jenis varietas padi yang sering digunakan, yaitu varietas hibrida, unggul, dan lokal.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, tentunya jenis dan varietas padi akan bertambah dari waktu ke waktu. Semoga hasil pertanian yang sedang Anda kerjakan memperoleh keuntungan yang melimpah. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Jenis-jenis Alat Perontok Padi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *