5 Tips dan Cara Memilih Benih Padi yang Berkualitas

Diposting pada

Tips dan Cara Memilih Benih Padi yang Berkualitas – Padi (Oryza sativa) merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat di Indonesia.

5 Tips dan Cara Memilih Benih Padi yang Berkualitas
5 Tips dan Cara Memilih Benih Padi yang Berkualitas

Terlebih lagi, Indonesia adalah negara agraris, yaitu sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani yang bercocok tanam.

Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan informasi mengenai padi, dari awal penanaman hingga panen selalu dipelajari dan diperbarui peneliti dan petani itu sendiri. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana memilih benih padi yang berkualitas. Dengan memilih benih padi yang berkualitas, maka nantinya hasil panen akan berkualitas dan menguntungkan.

Terkadang, di lapangan, masih ada petani yang mengalami gagal panen dan salah satunya disebabkan oleh pemilihan benih padi yang kurang tepat.

Baca Juga : Jenis-jenis Varietas Padi yang Sering Digunakan

Misalnya, benih padi yang dipilih menghasilkan tanaman yang rapuh, mudah terserang hama, dan tidak tahan terhadap cuaca ekstrim. Oleh karena itu, berikut ini adalah ulasan mengenai tips dan cara dalam memilih benih padi:

Tips dan Cara Memilih Benih Padi Berkualitas

Secara umum, pemilihan benih padi yang berkualitas dilakukan dengan pemeriksaan benih dengan mengidentifikasi perubahan kecambah pada benih.

Jika lebih dari 90% benih mengeluarkan kecambah, maka benih padi tersebut dianggap memiliki kualitas yang unggul dan bermutu tinggi.

Benih yang bermutu tersebut tentu layak untuk dibudidayakan. Setelah menentukan benih-benih padi yang berkualitas, maka sesegera mungkin bisa mulai dilakukan persemaian.

1. Merendam Beras di Dalam Air

Merendam beras di dalam air adalah cara yang paling klasik dan sederhana untuk digunakan. Indikator yang digunakan untuk menentukan bibit padi yang berkualitas adalah dengan mengambil bibit-bibit yang tenggelam di dasar air.

Bibit-bibit padi yang mengapung adalah bibit kopong atau kosong yang tidak layak untuk ditanam. Cara ini tidaklah salah, namun masih kurang optimal untuk dilakukan dalam memilih bibit unggulan.

2. Menggunakan Telur dan Garam

Terdapat langkah-langkah yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Siapkan ember atau wadah untuk menampung benih-benih padi
  2. Tambahkan air dengan volume kurang lebih dua kali berat benih padi
  3. Masukkan telur hingga ke dasar air
  4. Masukkan garam sedikit demi sedikit hingga telur mengambang
  5. Masukkan benih padi ke dalam larutan air garam tersebut, aduk hingga rata
  6. Tunggu beberapa saat hingga terdapat benih-benih padi yang terlihat mengambang. Sisih dan buanglah benih padi yang mengambang tersebut. Bibit yang tenggelam adalah bibit yang berkualitas dan siap untuk ditanam.

3. Menggunakan Telur dan Abu

Terdapat langkah-langkah yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. Siapkan ember atau wadah untuk menampung benih-benih padi
  2. Tambahkan air dengan volume kurang lebih dua kali berat benih padi
  3. Masukkan telur hingga ke dasar air
  4. Masukkan abu hingga telur terangkat ke permukaan air
  5. Ambil telur yang sudah terangkat ke permukaan air tersebut
  6. Masukkan benih padi ke dalam larutan air abu tersebut, aduk hingga rata
  7. Tunggu beberapa saat hingga terdapat benih-benih padi yang terlihat mengambang. Cara yang sama dengan menggunakan air garam, sisih dan buanglah benih padi yang mengambang tersebut. Bibit yang tenggelam adalah bibit yang berkualitas dan siap untuk ditanam.

4. Mengetahui vigor benih padi

Vigor merupakan sifat-sifat dari benih padi yang mengindikasikan pertumbuhan dan perkembangan kecambah yang cepat dan seragam pada cakupan kondisi lapangan yang luas.

Idealnya, semua benih harus memiliki kekuatan tumbuh yang tinggi sehingga dapat tumbuh sehat dan kuat dalam beragam kondisi lapangan.

Rendahnya vigor sebuah benih, dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu genetik, fisiologis, morfologis, sitologis, mekanis, dan mikrobia. Vigor benih meliputi aspek-aspek fisiologis selama masa tumbuh perkecambahan, di antaranya adalah:

  1. Kecepatan dan keserempakan daya perkecambahan
  2. Kemampuan munculnya titik tumbuh kecambah pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai untuk tumbuh
  3. Kemampuan benih untuk berkecambah setelah mengalami penyimpanan

5. Mengetahui viabilitas benih yang akan ditanam

Viabilitas benih adalah daya hidup benih yang ditunjukkan dengan gejala metabolisme atau gejala pertumbuha. Selain itu, daya perkercambahan juga merupakan tolak ukur parameter viabilitas benih padi.

Secara umum, viabilitas diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi kecambah. Viabilitas benih akan meningkat seeiring dengan bertambah tuanya benih.

Tolok ukur yang digunakan untuk mengukur viabilitas benih tanaman adalah persentase waktu perkecambahan yang cepat, pertumbuhan perkecambahan yang kuat, yang dalam hal ini mencerminkan kekuatan pertumbuhan yang dinyatakan sebagai sebuah laju pertumbuhan perkecambahan.

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai tips dan cara memilih benih padi yang berkualitas. Semoga hasil pertanian yang sedang Anda kerjakan menghasilkan keuntungan yang banyak dan melimpah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Baca Juga : Manfaat dan Khasiat Padi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *