Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pacar Cina (Aglaia odorata Lour.)

Diposting pada

Tanaman pacar cina merupakan salah satu tanaman berkayu yang dikenal karena bunga kecil berwarna kuning dan aroma harumnya yang kuat. Tanaman ini dapat dijumpai sebagai tanaman hias di pekarangan, kebun, maupun ruang terbuka.

Selain memiliki nilai ornamental, bunga pacar cina juga dikenal karena aromanya sehingga tanaman ini mempunyai karakter yang cukup mudah dikenali.

Nama ilmiah pacar cina yang diterima saat ini adalah Aglaia odorata Lour. Spesies tersebut termasuk genus Aglaia dan famili Meliaceae.

Berdasarkan basis data botani modern, Aglaia odorata merupakan spesies yang diterima dan mempunyai persebaran alami di kawasan Asia Tenggara hingga Cina bagian selatan.

Pacar cina memiliki beberapa nama lokal. Di Indonesia, tanaman ini antara lain dikenal dengan sebutan culan atau pacar culan.

Karena memiliki bunga harum dan bentuk tanaman yang menarik, pacar cina sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghias pekarangan.

Namun, mengenali pacar cina tidak cukup hanya berdasarkan warna dan aroma bunganya.

Karakter daun, batang, perbungaan, bunga, buah, dan biji juga penting dalam proses identifikasi. Karena itu, pembahasan mengenai klasifikasi dan morfologi tanaman pacar cina perlu dilakukan secara lebih rinci.

Klasifikasi Tanaman Pacar Cina

Secara ilmiah, pacar cina termasuk tumbuhan dalam famili Meliaceae. Genus Aglaia merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki banyak spesies dan persebarannya mencakup kawasan tropis Asia hingga wilayah Pasifik.

Klasifikasi ilmiah Aglaia odorata dapat dituliskan sebagai berikut:

Tingkatan Taksonomi Klasifikasi
Kerajaan Plantae
Filum Streptophyta
Kelas Equisetopsida
Subkelas Magnoliidae
Ordo Sapindales
Famili Meliaceae
Genus Aglaia
Spesies Aglaia odorata Lour.

Klasifikasi tersebut mengikuti sistem taksonomi modern yang digunakan oleh Plants of the World Online dari Royal Botanic Gardens, Kew.

Dalam sistem tersebut, Aglaia odorata ditempatkan pada jalur Plantae → Streptophyta → Equisetopsida → Magnoliidae → Sapindales → Meliaceae → AglaiaAglaia odorata.

Klasifikasi Tanaman Pacar C

Klasifikasi modern penting diperhatikan karena artikel tanaman yang lebih lama dapat menggunakan susunan taksonomi yang berbeda. Misalnya, beberapa sumber populer masih mencantumkan Spermatophyta, Angiospermae, dan Magnoliopsida sebagai tingkatan utama.

Perbedaan tersebut tidak selalu berarti tanaman yang dibahas berbeda. Sistem klasifikasi tumbuhan terus berkembang seiring bertambahnya informasi morfologi, anatomi, filogenetik, dan molekuler.

Oleh sebab itu, untuk artikel botani yang diperbarui, nama spesies dan posisi taksonominya sebaiknya menggunakan rujukan botani modern.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penulisan nama ilmiah. Nama yang benar adalah Aglaia odorata Lour., bukan “Aglaia odoraat Lour.” sebagaimana pernah muncul dalam sejumlah tulisan lama.

Morfologi Tanaman Pacar Cina

Morfologi tanaman merupakan kajian mengenai karakter atau bentuk bagian tubuh tumbuhan. Pada pacar cina, beberapa bagian yang dapat diamati antara lain akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Secara umum, pacar cina berupa semak atau pohon kecil yang banyak bercabang. Tanaman ini dapat mencapai tinggi sekitar 10 meter, meskipun ukuran tanaman yang sering dijumpai dalam lingkungan pekarangan dapat lebih kecil.

Karakter vegetatif seperti bentuk daun dan susunan anak daun menjadi bagian penting dalam identifikasi. Begitu pula karakter generatif, terutama bunga dan buah.

1. Morfologi Akar Pacar Cina

Pacar cina merupakan tumbuhan berkayu sehingga mempunyai sistem perakaran yang berfungsi menopang pertumbuhan tanaman sekaligus menyerap air dan unsur hara dari tanah.

Morfologi Akar Pacar Cina

Namun, dibandingkan bagian tanaman lain, akar bukan karakter utama yang biasanya digunakan untuk membedakan Aglaia odorata. Deskripsi botani modern lebih banyak menekankan karakter batang muda, daun, perbungaan, bunga, dan buah.

Karena itu, keterangan mengenai bentuk akar secara sangat spesifik sebaiknya tidak dijadikan dasar utama identifikasi pacar cina apabila tidak didukung sumber botani yang jelas.

Akar tetap mempunyai fungsi penting secara fisiologis. Sistem perakaran membantu tanaman berdiri kokoh serta memasok air dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan batang, daun, bunga, dan buah.

2. Morfologi Batang Pacar Cina

Batang pacar cina bersifat berkayu, tumbuh tegak, dan mempunyai banyak percabangan. Tanaman dapat berkembang menjadi semak berukuran besar maupun pohon kecil.

Percabangan yang banyak menyebabkan tajuk tanaman terlihat relatif rapat. Karakter tersebut juga mendukung pemanfaatan pacar cina sebagai tanaman penghias pekarangan.

Pada ranting yang masih muda dapat ditemukan struktur mikroskopis berupa trikoma. Flora of China mendeskripsikan bagian muda tanaman memiliki trikoma berbentuk bintang atau struktur menyerupai sisik.

Seiring bertambahnya umur tanaman, jaringan batang mengalami lignifikasi sehingga menjadi semakin keras. Batang dan ranting kemudian berfungsi sebagai struktur utama yang menopang daun serta perbungaan.

Dalam proses identifikasi, warna kulit batang sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya ciri. Susunan daun dan karakter ranting muda biasanya lebih membantu apabila dikombinasikan dengan karakter bunga dan perbungaan.

3. Morfologi Daun Pacar Cina

Daun merupakan salah satu karakter terpenting dalam mengenali pacar cina.

Pacar cina memiliki daun majemuk menyirip. Artinya, satu daun terdiri atas beberapa anak daun yang tersusun pada sebuah tangkai atau rakis.

Panjang keseluruhan daun dapat mencapai sekitar 12 cm dan pada kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 16 cm. Tangkai daun dan rakis dapat mempunyai sayap yang sempit.

Morfologi Daun Pacar Cina

Jumlah anak daun umumnya 3–7 helai, tetapi dapat mencapai 9 helai. Anak daun tersebut tersusun berhadapan pada rakis. Anak daun yang berada di bagian ujung biasanya berukuran lebih besar dibandingkan beberapa anak daun yang terletak lebih dekat dengan pangkal.

Bentuk anak daun umumnya obovat, yaitu bagian daun yang lebih lebar berada mendekati ujung. Selain bentuk tersebut, anak daun juga dapat berbentuk elips.

Ukuran anak daun cukup bervariasi. Panjangnya dapat berkisar sekitar 1–7 cm dan dalam kondisi tertentu mencapai sekitar 11 cm. Lebarnya sekitar 0,5–3,5 cm dan dapat mencapai sekitar 5 cm.

Permukaan daun dewasa umumnya gundul atau glabrous. Bagian tepi daun cenderung rata, bukan bergerigi. Pangkal daun biasanya menyempit, sedangkan ujung daun dapat berbentuk tumpul.

Kombinasi karakter tersebut sangat berguna dalam identifikasi. Jadi, apabila menemukan tanaman dengan bunga kuning harum, jangan langsung menyimpulkan bahwa tanaman tersebut pacar cina. Perhatikan pula apakah daunnya majemuk menyirip, jumlah anak daunnya sesuai, dan anak daun tersusun berhadapan.

Sebagai pembanding mengenai karakter morfologi tanaman hias lainnya, Anda dapat membaca artikel Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Aglaonema

4. Morfologi Bunga Pacar Cina

Bunga merupakan salah satu karakter pacar cina yang paling mudah dikenali. Bunga tanaman ini berukuran sangat kecil, berwarna kuning, tetapi mempunyai aroma yang sangat harum.

Bunga muncul dalam perbungaan yang berada di ketiak daun atau aksilar. Flora of China mendeskripsikan perbungaannya sebagai thyrse, sedangkan sumber botani lain dapat menggambarkannya sebagai malai aksilar.

Panjang perbungaan dapat mencapai sekitar 5–10 cm. Sementara itu, bunga individual berukuran sangat kecil, sekitar 2 mm.

Karena ukurannya kecil dan jumlahnya dapat berkumpul dalam satu perbungaan, bunga biasanya terlihat seperti kumpulan titik kuning dari kejauhan.

Morfologi Bunga Pacar Cina

Bunga pacar cina memiliki lima kelopak dan lima mahkota. Mahkotanya berwarna kuning dengan bentuk yang dapat memanjang hingga membulat.

Bagian bunga juga memiliki tabung benang sari dan kepala sari. Ovarium berbentuk bulat telur dan dapat mempunyai rambut berwarna kuning.

Aroma bunga menjadi salah satu karakter penting tanaman ini. Selain memberikan daya tarik sebagai tanaman hias, bunga pacar cina juga dikenal dapat dimanfaatkan sebagai sumber aroma, termasuk untuk memberikan aroma pada teh atau pakaian.

Untuk pembaca yang ingin membandingkan pacar cina dengan tanaman lain yang juga dikenal karena aromanya, artikel Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kenanga dapat dijadikan bacaan terkait.

5. Morfologi Buah Pacar Cina

Setelah proses pembungaan dan reproduksi berlangsung, pacar cina menghasilkan buah berukuran kecil.

Buah Aglaia odorata berbentuk bulat telur hingga hampir bulat. Ukurannya sekitar 1–1,2 cm. Buah bersifat indehiscent, yaitu tidak membuka secara alami ketika telah masak.

Morfologi Buah Pacar Cina

Pada tahap perkembangan awal, permukaan buah dapat mempunyai sisik atau rambut berbentuk bintang. Seiring perkembangan, permukaan buah dapat menjadi lebih gundul.

Keterangan mengenai ukuran buah perlu diperhatikan karena sejumlah tulisan lama mencantumkan ukuran yang lebih kecil.

Data morfologi yang lebih spesifik dari Flora of China memberikan ukuran sekitar 1–1,2 cm sehingga angka tersebut lebih tepat digunakan dalam pembahasan yang diperbarui.

Buah pacar cina juga memiliki biji yang diselimuti atau melekat pada aril berdaging. Karakter tersebut menjadi bagian penting dalam mengenali struktur buah tanaman dari genus Aglaia.

6. Morfologi Biji dan Reproduksi

Biji merupakan bagian generatif tanaman yang berperan dalam reproduksi seksual. Pada Aglaia odorata, biji mempunyai aril berdaging yang menjadi salah satu karakter buahnya.

Selain berkembang melalui biji, pacar cina juga dapat diperbanyak secara vegetatif. Sumber lama menyebut teknik seperti cangkok, tetapi pembahasan teknik perbanyakan secara detail sebaiknya dipisahkan dari klasifikasi dan morfologi.

Keberhasilan perbanyakan vegetatif tanaman berkayu dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi tanaman induk, bahan tanam, media, kelembapan, dan teknik yang digunakan.

Dengan demikian, bagian biji lebih tepat dibahas sebagai karakter morfologi dan reproduksi, sedangkan teknik pembiakan dapat ditempatkan pada artikel khusus budidaya.

Ciri Morfologi Utama Pacar Cina

Agar lebih mudah digunakan sebagai panduan identifikasi, karakter utama tanaman pacar cina dapat dirangkum dalam tabel berikut.

Organ Ciri Utama
Habitus Semak atau pohon kecil, banyak bercabang
Tinggi Dapat mencapai sekitar 10 m
Batang Berkayu, tegak, dan bercabang
Daun Majemuk menyirip
Anak daun Umumnya 3–7, dapat mencapai 9
Susunan anak daun Berhadapan
Bentuk anak daun Umumnya obovat, dapat elips
Permukaan daun Umumnya gundul
Tepi daun Rata
Perbungaan Aksilar, berbentuk thyrse/malai
Bunga Sangat kecil, sekitar 2 mm
Warna bunga Kuning
Aroma bunga Sangat harum
Kelopak 5 lobus
Mahkota 5, berwarna kuning
Buah Bulat telur hingga hampir bulat
Ukuran buah Sekitar 1–1,2 cm
Biji Memiliki aril berdaging

Cara Membedakan Pacar Cina dari Tanaman yang Mirip

Pacar cina dapat disamakan dengan tanaman lain karena beberapa tanaman juga mempunyai bunga harum dan digunakan sebagai tanaman hias. Salah satu pendekatan yang lebih aman adalah tidak mengandalkan satu ciri saja.

Identifikasi sebaiknya dilakukan dengan melihat beberapa karakter secara bersamaan.

Ciri yang paling membantu antara lain:

  1. Tanaman berupa semak atau pohon kecil dengan banyak percabangan.
  2. Batangnya berkayu.
  3. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip.
  4. Anak daun umumnya berjumlah 3–7 dan dapat mencapai 9.
  5. Anak daun tersusun berhadapan.
  6. Tepi anak daun rata.
  7. Perbungaan muncul di ketiak daun.
  8. Bunganya kecil dan berwarna kuning.
  9. Bunganya mempunyai aroma yang sangat harum.
  10. Buah berbentuk bulat telur hingga hampir bulat dan mempunyai biji dengan aril berdaging.

Kombinasi karakter tersebut jauh lebih berguna daripada hanya mengandalkan warna bunga. Aroma memang menjadi ciri yang menarik, tetapi karakter vegetatif dan generatif tetap perlu diperiksa.

Bagi pembaca yang ingin melihat contoh pembahasan morfologi tanaman lain dari kelompok tanaman berkayu, Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Anggrung dapat menjadi referensi pembanding.

Mengapa Pembaruan Klasifikasi dan Morfologi Penting?

Informasi tentang tanaman dapat berubah atau menjadi lebih tepat ketika referensi botani diperbarui. Hal ini terlihat pada pacar cina, terutama pada penulisan nama ilmiah, sistem klasifikasi, tinggi tanaman, ukuran buah, serta deskripsi daun dan bunga.

Artikel lama masih dapat memberikan gambaran umum mengenai tanaman, tetapi informasi tersebut perlu dibandingkan dengan sumber botani yang lebih mutakhir.

Dengan cara tersebut, pembaca tidak hanya mendapatkan informasi populer, tetapi juga gambaran yang lebih akurat mengenai karakter ilmiah tanaman.

Pendekatan serupa dapat diterapkan ketika mempelajari tanaman hias lain. Misalnya, Anda dapat membandingkan struktur morfologi dengan Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Lavender untuk melihat bagaimana karakter akar, batang, daun, dan bunga digunakan dalam menjelaskan suatu tanaman.

Kesimpulan

Pacar cina (Aglaia odorata Lour.) merupakan tanaman berkayu dari famili Meliaceae dan ordo Sapindales. Tanaman ini berbentuk semak atau pohon kecil bercabang banyak dengan tinggi hingga sekitar 10 meter.

Daunnya majemuk menyirip, umumnya terdiri atas 3–7 anak daun yang tersusun berhadapan. Anak daun berbentuk obovat hingga elips, bertepi rata, dan permukaannya relatif gundul.

Ciri khas pacar cina adalah bunga kecil berwarna kuning yang sangat harum dan tumbuh dalam perbungaan aksilar. Buahnya berukuran sekitar 1–1,2 cm, berbentuk bulat telur hingga hampir bulat, dengan biji beraril berdaging.

Identifikasi tanaman sebaiknya memperhatikan bentuk tanaman, batang, daun, bunga, buah, dan biji secara keseluruhan.