Pengertian Traktat Adalah : Dasar Hukum, Jenis, Tahapan Dan Contohnya

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian Traktat Adalah : Dasar Hukum, Jenis, Tahapan Dan Contohnya.

Pengertian Traktat Adalah : Dasar Hukum, Jenis Dan Contohnya
Pengertian Traktat Adalah : Dasar Hukum, Jenis Dan Contohnya

Memang pada umumnya Traktat sudah dikenal oleh banyak orang, namun bagi anda yang belum tahu tentang Traktat, disini kami akan membahasnya dengan secara lengkap, mulai dari pengertiannya hingga ke contoh-contoh yang ada. Langsung saja simak ulasan yang berikut ini.

Pengertian Traktat Adalah

Pengertian Traktat adalah salah satu perjanjan antar negara dengan berdasarkan dari hukum internasional yang dituangkan dengan cara tertentu.

Kalau kita melihat dari Wikipedia, dimana Traktat itu merupakan perjanjian yang sudah dibuat dari beberapa pihak yang membentuk negara dengan berdasarkan pada hukum internasional.

Jika kita lihat dari KBBI Traktat dapat didefinisikan sebagai perjanjian internasional, misalnya perjanjian damai ataupun perjanjian persahabatan.

Selain pengertian yang ada diatas ada juga pengertian dari para ahli. Dibawah ini merupakan pengertian Traktat yang menurut para ahli.

  • Menurut Prof Dr. Mochtar Kusumaatmadja, ia mengatakan kalau Traktat merupakan sebuah perjanjian dari antarbangsa dengan tujuan sehingga bisa menciptakan akibat-akibat dari hukum tertentu.
  • Jika kita lihat dari Oppenheimer-Lauterpacht, ia memiliki pengertian pada Traktat ini yang merupakan sebuah jenis persetujuan di antarnegara dengan kewajiban antara beberapa pihak yang mengadakannya.
  • Schwarzenberger, dimana ia mengatakan kalau Traktat itu adalah persetujuan yang diantara subjek sehingga ini bisa menimbulkan pada kewajiban-kewajiban dengan mengikat dalam hukum internasional.
  • Selain itu, Konvensi Wina (Hukum Perjanjian) 1969 berpendapat bahwa trakta adalah salah satu perjanjian yang digunakan oleh dua negara atau lebih dengan memiliki tujuan-tujuan yang tertentu.

Pada umumnya Pengertian Traktat adalah sebuah perjanjian dari dua negara bahkan lebih dengan mengenai topik tertentu atau topic yang dianggapnya menarik untuk negara sehingga tertarik pada Implementasinya.

Dasar Hukum Traktat

Pasal 11 dimana konstitusi menyatakan bahwa Presiden serta persetujuan DPR yang menyatakan peperangan, menyimpulkan perdamaian, bahkan menyimpulkan sebuah perjanjian bersama negara yang lainnya.

Dalam perjanjian negara lain dengan pasal 22 dimana pendapat dari konstitusi pada tahun 1945 adalah perjanjian yang dari antarnegara atau disebut sebagai perjanjian internasional.

Disertai dengan kekuatan hukum pada konstitusi yang sama, apabila dari procedural dalam beragam negara akan diambilnya oleh Presiden melalui persetujuan dari DPR.

Baca Juga : Pengertian Konstitusi Adalah

Berdasarkan dari Surat Presiden pada konstitusi dengan pasal 11, maka ini berarti salah satu kesepakatan mengenai masalah politik, bahkan ini juga menjadi tentang sejarah kehidupan bagi banyak orang atau ini biasa disebut sebagai perjanjian.

Adapun dasar-dasar hukum Traktat sebagai berikut,

  • Perundingan yang berisikan sebagai perjanjian dengan utusan, hasil dari hal tersebut tentang perundingan yang sebagai konsep dari traktatan.
  • Adanya persetujuan dari masing-masing beberapa parlemen, pada saat negara tersebut sedang membutuhkan parlemen.
  • Ratifikasi atau biasa disebut sebagai pengesahan pada kepala, presiden, raja dan perdana menteri negara. Dengan undangan yang melalui.

Jenis-jenis Traktat

Jika anda ingin mencari tahu jenis Trakta. Dibawah ini merupakan 3 jenis-jenis yang mengenai Traktat.

1. Traktat Bilateral

Untuk Traktat yang seperti ini atau dikenal dengan sebuatan perjanijian, semoga dengan adanya, anda dapat Felsslashback ke negara yang sama.

Maka hal ini sedang bermain ataupun sedang mengalami kesibukannya dan apapun itu.

2. Traktat Multilateral

Traket multilatelar merupakan  salah satu website yang dikontrak oleh negarahingga sama sekarang.

Anda bisa mengkonvensi  dengan cara yang ringan, agar ini bisa mengatur pada beberapa pihak.

3. Traktat Kolektif

Traktat Kolektif atau biasa disebut kontrak terbuka dimana ini dapat diartikan sebagai Diva dalam beragam negara.

Anda bisa mengartikan kalau perjanjian terhadap kita sedang mengalami masalah.

Tahapan Pembuatan Traktat

Dalam pembuatan traktat, terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan agar traktat bisa diakui dan diterapkan. Ketiga tahapan tersebut yaitu

1. Perundingan

Perundingan merupakan tahapan pertama dalam pembuatan traktat. Dalam proses perundingan traktat, proses tersebut dilakukan oleh diplomat atau bisa juga dilakukan oleh perwakilan dari negara yang akan melakukan perundingan.

Dalam melakukan perundingan, perwakilan dari negara yang melakukan perundingan selain diplomat harus memiliki surat kuasa yang berasal dari Pemerintah.

Selain oleh diplomat, perundingan juga bisa dilakukan oleh kepala Pemerintahan seperti Presiden.

2. Penandatanganan

Setelah proses perundingan dan dicapai kesepakatan antara pihak yang melakukan perjanjian, maka tahapan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan penandatanganan traktat.

Proses penandatangan tersebut dilakukan sebagai bukti perjanjian. Penandatanganan traktat bisa dilakukan oleh duta besar maupun oleh anggota legislatif hingga eksekutif.

3. Pengesahan

Proses penandatanganan belum menandakan tahapan traktat selesai dilaksanakan. Tahapan terakhir setelah proses penandatanganan adalah tahap pengesahan.

Pengesahan traktat dilakukan oleh Pemerintah dan anggota DPR. Sebelum proses pengesahan traktat, terlebih dahulu harus dilakukan rapat karena traktat biasanya mencakup kehidupan banyak orang.

Setelah proses pengesahan traktat, maka traktat bisa mulai dilaksanakan. Namun, perlu diingat bahwa ada beberapa hal yang bisa membatalkan traktat.

Beberapa hal yang bisa membuat traktat yang telah disahkan batal antara lain terjadinya pelanggaran dari salah satu pihak atau bahkan kedua belah pihak.

Bila ada dari salah satu pihak yang dirugikan dengan adanya traktat, maka traktat bisa batal.

Selain merugikan salah satu pihak, kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak atau bahkan kedua pihak juga tentu membuat traktat menjadi batal.

Beberapa hal tersebut bisa membuat traktat menjadi batal, tetapi ada hal lain yang membuat traktat menjadi batal misalnya bila tujuan dari perjanjian telah tercapai atau masa perjanjian telah habis dan salah satu pihak ingin mengakhiri perjanjian dan keinginan ini disetujui oleh pihak satunya, maka traktat menjadi batal.

Contoh Perjanjian Traktat

Menjalani kehidupan politik antar Negara, tak terhindarkan dari perjanjian traktat yang mengikat kepentingan orang banyak dan mengatur bagaimana Negara bertindak. Biasanya, perjanjian traktat mengatur hal yang berkaitan dengan hubungan ekonomi, kerja sama dalam bidang pertahanan, batas negara, maupun perjanjian ekstradisi. Beberapa perjanjian traktat antara lain :

1. Perjanjian Renville

Perjanjian ini dilakukan antara negara Indonesia dan juga Belanda, dimana perjanjian ini berisikan tentang persetujuan Belanda dan mengakui Sumatera, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai wilayah yang resmi dari Indonesia.

2. Perjanjian Linggarjati

Perjanjian linggarjati adalah perjanjian yang internasional serta pernah dilakukan oleh Indonesia serta Belanda dan mampu mengubah perjanjian internasional tersebut, maka dari itu perjanjian tersebut sudah menjadi terpopuler.

3. Perjanjian Roem

Untuk perjanjian yang seperti ini anda bisa dilaksanakan dalam antara Indonesia dengan Belanda dan telah terlaksana paa Hotel Des Indes yang bertetapan pada yang palsu.

4. Perjanjian New York

Ketahuilah bahwa perjanjian yang seperti ini telah disepakati oleh tiga negara, yakni Indonesia, Belanda serta Ameriaka serikat.

Perjanjian yang seperti ini bisa menjadi hal yang paling terpenting yang berisikan tentang persetujuan dari Belanda untuk negara-negara.

5. Perjanjian Garis Batas

Untuk perjanjian hal yang seperti ini, terjadi karena adanya persetujuan. Sebenearnya pada perjanjian ini sukses untuk menentukan sebuah garis batas antara Indonesia dan Australia.

6. Piagam PBB

Piagam PBB atau yang lebih dikenal dengan Charter of the United Nations merupakan perjanjian yang dilakukan oleh banyak Negara yang akan melakukan perdamaian dunia.

Hukum yang tercipta dalam piagam PBB merupakan salah satu contoh hukum traktat. Dalam piagam PBB, Indonesia menjadi anggota yang ke-60.

7. Perjanjian Dwi Kewarganegaraan

Dalam perjanjian Dwi Kewarganegaraan, hal yang diatur adalah mengenai Dwi Kewarganegaraan antara China dan Indonesia.

Perjanjian ini terjadi antara China dan Indonesia. Hukum traktat yang satu ini menjadi salah satu sejarah dalam hubungan internasional antara Indonesia dan China.

8. Perjanjian Konferensi Meja Bundar

Dahulu, di awal masa kemerdekaan, Indonesia juga melakukan perjanjian traktat yaitu Perjanjian Konferensi Meja Bundar yang terjadi antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Belanda.

Dalam perjanjian tersebut, salah satunya mengatur mengenai pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di Den Haag Belanda.

Itulah pembahasan kita kali ini, semoga melalui pembahasan Pengertian Traktat Adalah : Dasar Hukum, Jenis, Tahapan Dan Contohnya yang ada diatas bisa menambahkan wawasan bagi anda, apalagi anda yang sedang mencari materi, terimakasih.

Satu pemikiran pada “Pengertian Traktat Adalah : Dasar Hukum, Jenis, Tahapan Dan Contohnya”

Tinggalkan komentar