Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Bligo (Labu Besar)

Diposting pada

Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Bligo (Labu Besar) – Tanaman beligo atau blonceng atau bligo merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan buahnya untuk sayuran dan konsumsi sehari-hari.

Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Bligo (Labu Besar)
Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Bligo (Labu Besar)

Banyak yang menyenangi buah ini karena bisa dikonsumsi sebagai pengganti labu, mentimun dan sejenisnya.

Labu besar atau beligo termasuk sayuran, dan sudah tentu bahwa sayuran memiliki cara atau teknik khusus yang harus dilakukan jika buah atau hasil tanaman tidak ingin rusak. Terutama jika sayuran akan didistribusikan ke tempat yang panas atau yang jauh dari asal budidaya.

Panen Buah Beligo

Pemanenan buah dapat dilakukan ketika buah sudah berwarna putih pudar, buah telah besar dan tangkainya mengecil, dan berumur kira-kira 50 HST atau hari setelah tanam.

Anda dapat memanennya dengan cara memotong tangkai buah menggunakan pisau atau memetiknya. Ada baiknya memanen ketika masih di pohon, jangan sampai buah tua di pohon dan membusuk, hal ini akan mengurangi hasil produksi.

Maka anda harus berjaga-jaga dan melihat dengan benar apakah beligo tersebut sudah masak atau belum.

Jam panen

Jam panen umumnya dilakukan ketika pagi hari yaitu pukul 7 sampai 9 pagi, hal ini agar buah tidak terdapat air atau embun. Selain itu matahari belum terlalu terik.

Cara pemanenan bisa diambil atau dipetik. Bisa juga menggunakan pisau dan memotong dari bagian batang atau tangkai buah.

Pasca panen Tanaman Bligo

1. Penyimpanan

Setelah beligo dipanen maka siapkan karung, atau kertas atau plastik yang dapat membungkus buah. Ketika dipanen sesegera mungkin di bungkus dengan wadah yang strukturnya jangan terlalu keras, karena hal tersebut akan merusak buah beligo. Jika rusak maka buahnya akan busuk dan bagian kulit buahnya akan cacat dan genjur.

Hasil yang dipanen baiknya dikumpulkan di gudang yang tidak terkena sinar matahari secara langsung namun tidak tertutup rapat-rapat.

2. Pemilihan atau sortasi

Pemilihan buah sangat penting untuk penyimpanan sayur dan buah. Buah yang kurang baik akan disortir dan dipisahkan berdasarkan kualitas. Untuk sasaran pasar swalayan mereka umumnya meminta kualitas A dan pasar meminta kualitas B dan C.

Selain karena pemilihan untuk mengelompokan kualitas, maka buah akan tersaring dan terlihat jika ada yang busuk atau kurang baik.

3. Pencucian dan penirisan

Buah yang sudah dipanen memiliki kulit yang agak keras dengan fungsi melindungi. Buah beligo sebaiknya dicuci menggunakan air mengalir walaupun sekilas saja, atau disemprotkan air sejenak lalu langsung ditiriskan ditempat terbuka untuk menghilangkan air yang menempel.

4. Pengemasan dan pemasaran

Pengemasan dan pemasaran merupakan hal terakhir dan penting yang dilakukan oleh para petani buah dan sayuran. Misalnya buah harus sudah bersih dan kering, selain itu karung, karton dan kontainer haruslah bagus dan tidak bolong atau rusak.

Setelah selesai diperiksa buah dimasukan sedemikian rupa sehingga buah beligo tersusun rapih dan padat namun tidak overload atau melebihi kapasitas. buah beligo yang sudah tersusun rapih bisa didistribusikan dan langsung dipasarkan.

Penyimpanan

Penyimpanan dapat dilakukan secara alami atau buatan. Penyimpanan alami dilakukan di lapangan waktu panen. Buah dapat disimpan atau langsung di kemas dan disebar kepara penjual.

Untuk penyimpanan buatan anda dapat membangun ruangan berventilasi yang diisi pendingin ruangan dan ruang yang tertutup untuk pemberian gas dengan atmosfer yang berbeda.

Dengan begitu buah beligo akan tahan lama karena dibekukan dan mengurangi adanya proses oksidasi, sehingga buah tidak lagi busuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *