6 Jenis Mutasi Gen

Diposting pada

Jenis Mutasi Gen – Gen bersifat diwariskan dari orang tua ke anaknya. Gen atau DNA akan diwariskan melalui kromosom. Gen yang diwariskan tidak selalu sama, kadang terjadi mutasi atau perubahan saat gen diturunkan. Mutasi ini kadang berbentuk nyata pada manusia, seperti albino, dll.

6 Jenis Mutasi Gen
6 Jenis Mutasi Gen

Gen yang diwariskan kadang berubah. Perubahan atau mutasi ini disebabkan oleh nukleotida. Mutasi gen bisa disebabkan oleh ergagai faktor, seperti radiasi, bahan kimia, virus dan meiosis.

Mutasi pada gen bisa menyebabkan protein yang tidak berfungsi dan dapat mengubah susunan DNA. Pada bebera kasus, mutasi gen mempunyai resiko tinggi terhadap serangan penyakit.

Efek mutasi gen yang paling sering terlihat adalah albino. Albino terjadi ketika terjadi mutasi pada melanin sehingga melanin tidak berproduksi, imasnya pigmen kulit hilang.

Singkat kata, mutasi gen adalah perubahan susunan basa pada DNA. Pada faktanya, mutasi gen terjadi tidak terhitung jumlahnya dalam tubuh.

Jenis Mutasi Gen

Mutasi gen adalah perubahan secara kimia terhadap susunan DNA dalam satu gen tunggal sehingga mengakibatkan perubahan perilaku dan susunan kromosomnya.

Tubuh secara tidak sadar sudah melakukan mutasi gen berulang kali. Kebanyakan sifat mutasi masih berskala kecil sehingga tidak merubah bentuk atau warna tubuh.

Namun dalam beberapa kasus mutasi yang ekstrim, akan menghasilkan perubahan terutama pada warna, baik itu warna kulit maupun warna mata.

1. Mutasi titik

Merupakan jenis mutasi alami yang paling sering terjadi, mutasi melibatkan perubahan nukleotida tunggal.

  • Mutasi diam

Perubahan susunan basa pada DNA terjadi namun tidak merubah protein yang diciptakan. Mutasi ini terjadi karena kesamaan asam amino yang dikodekan oleh nukleotida.

  • Mutasi missense

Mutasi ini merubah susunan nukleotida sehingga menciptakan jenis asam amoni yang berbeda. Mutasi ini juga merubah protein yang diproduksi, walaupun tidak banyak.

  • Mutasi nonsense

Mutasi ini merubah susunan nukleotida dan akhirnya akan menghentikan proses produksi protein.

2. Pembentukan atau penghapusan basa

Mutasi ini bisa terjadi ketika nukleotida dibentuk atau dihapus dari susunan DNA. Jenis mutasi sangat berbahaya karena bisa merubah asam amino.

  • Mutasi insersi

Mutasi inseri merupakan proses penyisipan susunan DNA dengan menambahkan beberapa DNA. Efeknya, protein yang dibuat asam amino tidak bekerja dengan baik.

  • Mutasi penghapusan

Penghapusan dilakukan dengan memotong sebuah DNA kemudian dimodifikasi. Penghapusan bisa dilakukan mulai dari satu pasangan basa hingga sampai beberapa pasang DNA.

  • Duplikasi

Duplikasi merupakan penyalinan sepotong DNA abnormal. Mutasi ini bertujuan untuk merubah fungsi protein yang diproduksi.

3. Mutasi frameshift

Mutasi ini bisa terjadi karena proses insersi dan delesi sepasang basa nitrogen. Mutasi bisa diibaratkan sebagai pergeseran kerangka.

Pergeseran yang terjadi akan mengubah produksi asam amino sehingga akan menghasilkan protein yang terlalu pendek atau terlalu panjang.

4. Ekspansi ulang

Adalah pembuatan ulang susunan DNA yang yang diulang secara teratur. Mutasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah DNA sehingga memicu produksi protein berfungsi kembali.

5. Mutasi germline

Merupakan jenis mutasi warisan. Mutasi ini dapat diwariskan kepada keturunannya sehingga setiap keturunannya juga juga dapat memiliki mutasi yang sama.

6. Mutasi somatic

Mutasi somatic tidak dapat diturunkan kepada penerusnya. Mutasi somatic mempunyai efek pada makhluk hidup karena hanya terbatas pada satu sel.

Selain terjadi pada DNA, mutasi juga bisa terjadi pada struktur kromosom. Mutasi pada kromosom terjadi ketika kromosom terputus, walaupun nanti akan bergabung atau tidak. Mutasi ini bisa mengakibatkan kondisi yang serius yang mengarah pada lambatnya perkembangan seperti syndrome down.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *