Perbedaan DNA dan RNA : Peranannya

Diposting pada

Perbedaan DNA dan RNA – Dalam ilmu biologi, ada yang disebut dengan genetika. Nah dalam bidang itulah biasanya istilah DNA dan RNA disebut secara berdampingan.

Perbedaan DNA dan RNA Peranannya
Perbedaan DNA dan RNA Peranannya

Karena disebut bersamaan inilah, beberapa orang menganggap DNA dan RNA merupakan hal yang sama, padahal pada kenyataannya kedua ini merupakan hal yang berbeda.

Hanya, fungsi DNA dan RNA dalam tubuh saling berhubungan dan letaknya juga saling berdekatan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan DNA dan RNA, termasuk peran keduanya dalam tubuh manusia.

Secara umum, pengertian DNA atau Asam Deoksiribonukleat adalah materi yang membentuk kromosom-kromosom yang menyimpan informasi genetik dalam tubuh makhluk hidup. (Baca Juga : Pengertian Kromosom Adalah)

Sedangkan, RNA (Ribonucleic Acid) atau dalam bahasa Indonesia-nya asam ribonukleat adalah rangkaian tunggal nukleotida.

Nukleotida RNA dibentuk oleh molekul gula ribosa, fosfat dan basa nitrogen.

RNA juga untuk mensintesis protein. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan keduanya.

1. Struktur DNA dan RNA

James Watson bersama Francis Crick merupakan orang pertama yang menemukan struktur DNA dan strukturnya dikenal dengan sebutan struktur rantai berganda Watson Crick.

Masing-masing nukleotida dari DNA akan membentuk tiga susunan, diantaranya adalah Gula Pentose, Nitrogen dan Gugus Fosfat.

Sedangkan di dalam basa Nitrogen sendiri terdapat. Di dalam basa Primidin ada basa Timin dan basa Sintosin, sedangkan di dalam basa Purin ada Adenin dan juga Guanin.

Baca Juga : Perbedaan Adenin dan Guanin

Adapun untuk strutur RNA sendiri terdiri atas rantai Poliribonukleotida. Adenin (A), Urasil (U), Guanin (G) dan juga sitosin (C) dapat ditemukan di basa yang umum.

Di dalam Nukleus atau dalam Sitoplasma sendiri merupakanletak dari RNA. Berbeda denga DNA, bentuk dari RNA relatif lebih banyak jika dibandingkan.

Selain itu juga, bentuk dari molekul RNA relatif berbeda, RNA memiliki bentuk pita tunggal dan tidak memiliki pilin. Polinukleotida yang tersusun dari berbagai Ribonukleotida (r) merupakan masing-masing pita pada RNA.

2. Basa Nitrogen yang ada di dalam DNA tersusun atas Purin yang terbentuk dari susunan Guanin dan Adenin serta dari Pirimidin. Untuk Pirimidin di sini terbentuk atas susunan Cytocine dan Timin.

Berbeda dengan basa Nitrogen yang terkandung dalam RNA tersusun dari Purin Guanin serta Adenin. Ditambah dengan Pirimidin Uracyl serta Cytocine.

3. Rantai yang dimiliki oleh DNA sendiri umumnya panjang dan ganda yang memiliki pilin. Sedangkan, rantai RNA memiliki bentuk cenderung tunggal dan pendek.

4. DNA dapat ditemui pada Mitokondria, Kloropas dan juga Nukleus. Sementara untuk RNA bisa ditemui pada Ribosom, Sitoplasma dan juga Nukleus.

5. DNA memiliki peran di dalam mewariskan sifat serta sintesis pada protein. Sedangkan, untuk RNA hanya memiliki peran saat mensintesis protein.

6. Komponen gula yang melakukan penyusunan DNA merupakan Deoksiribosa dan jenis Ribosa untuk komponen gula yang menyusun RNA.

7. Basa Nitrogen yang terdapat pada DNA adalah sejenis Purin atau Adenin dan Guanin, Gugus Fosfat dan juga Pirimidin atau Sitosin dan Timin. Namun, RNA merupakan terdiri dari Purin atau Adenin dan Guanin serta Pirimidin atau Sitosin dan Urasil.

8. DNA adalah sebuah gugus dari Asam Amino yang berbentuk rantai ganda. Berbeda dengan DNA, RNA adalah sebuah gugus Asam Amino dengan rantai pendek.

9. DNA secara umum mempunyai bentuk yang cukup panjang dan membulat. Sedangkan untuk RNA bentuknya lebih pendek dan tipis.

10. Kadar yang dimiliki oleh DNA sifatnya cenderung statis atau sama sekali tidak berubah. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pengaruh dari kegiatan sintesis protein atau kegiatan genetis. Kebalikannya, RNA sifatnya bisa berubah-ubah karena adanya kegiatan sintesis protein. (Baca : Pengertian Sintesis Protein)

11. Bentuk yang dimiliki oleh DNA mirip dengan pita spiral ganda, sedangkan untuk bentuk pada RNA lebih terlihat seperti sejenis pita tunggal.

Peran DNA bagi tubuh ialah sebagai sebuah pembawa materi genetic dan juga memiliki fungsi yang cukup luas begitu juga dengan RNA. Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai peranan DNA dan RNA dalam tubuh:

Peran DNA

  1. Membawa materi yang bersifat genetik dari generasi yang satu kepada generasi yang ada di bawahnya.
  2. Melakukan kontrol terhadap kehidupan baik itu dilakukan secara langsung ataupun tidak.
  3. Sebagai sebuah auto katalisa atau sejenis penggandaan diri.
  4. Sebagai sebuah heterokatalis atau yang dapat melakukan suatu sintesis terhadap senyawa yang lainnya.

Peran RNA

  1. Untuk penyimpanan informasi.
  2. Untuk perantara antara DNA dengan protein yang terdapat dalam proses ekspresi genetik. Hal ini berlaku untuk organisme yang hidup.

Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan DNA atau Asam Deoksiribonukleat dan RNA atau Ribonucleic Acid beserta peran dan fungsinya bagi tubuh kita. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi pembaca.

Baca Juga : Fungsi dan Peranan RNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *