Tanaman bunga dahlia merupakan salah satu tanaman hias berbunga yang dikenal karena bentuk bunganya sangat beragam. Warna dan bentuk kepala bunga dahlia dapat berbeda-beda, mulai dari bunga dengan susunan sederhana hingga bunga bertumpuk dengan jumlah bunga tepi yang sangat banyak.

Keunikan tersebut membuat dahlia banyak digunakan sebagai tanaman penghias taman, pekarangan, koleksi tanaman, maupun sebagai bunga potong.
Secara botani, dahlia termasuk ke dalam famili Asteraceae, yaitu kelompok tumbuhan berbunga yang juga mencakup bunga matahari, krisan, aster, dan berbagai tanaman lainnya.
Salah satu nama ilmiah penting dalam dahlia budidaya adalah Dahlia pinnata Cav. Berdasarkan Plants of the World Online (POWO), Dahlia pinnata merupakan nama yang diterima dan memiliki asal alami yang berkaitan dengan Meksiko.
Nama Dahlia variabilis juga masih sering ditemukan dalam literatur lama maupun sumber hortikultura. Namun, dalam nomenklatur yang digunakan POWO, nama tersebut diperlakukan sebagai sinonim dan bukan sebagai spesies yang berdiri sendiri.
Artikel ini membahas klasifikasi dan morfologi tanaman bunga dahlia secara lebih terstruktur, mulai dari kedudukan taksonomi, genus dan spesies, habitus, akar dan organ penyimpan, batang, daun, bunga, braktea involukrum, buah, hingga biji.
Klasifikasi Tanaman Bunga Dahlia
Klasifikasi tanaman diperlukan untuk mengetahui kedudukan dahlia dalam sistem taksonomi tumbuhan. Berdasarkan data Plants of the World Online dari Royal Botanic Gardens, Kew, Dahlia pinnata ditempatkan dalam ordo Asterales dan famili Asteraceae.
Berikut klasifikasi tanaman bunga dahlia:
| Tingkatan Takson | Klasifikasi |
|---|---|
| Kingdom | Plantae |
| Filum | Streptophyta |
| Kelas | Equisetopsida |
| Subkelas | Magnoliidae |
| Ordo | Asterales |
| Famili | Asteraceae |
| Genus | Dahlia |
| Spesies | Dahlia pinnata Cav. |
Dalam sistem klasifikasi yang menggunakan pendekatan filogenetik, dahlia juga termasuk kelompok tumbuhan berbunga atau angiospermae, eudikotil, asterids, Asterales, dan Asteraceae.
Kedudukan dalam famili Asteraceae penting untuk memahami struktur bunganya. Apa yang terlihat sebagai satu bunga besar pada dahlia sebenarnya merupakan kumpulan banyak bunga kecil atau floret yang tersusun dalam satu struktur yang disebut kapitulum atau kepala bunga.
Pembaca juga dapat membandingkan karakter dahlia dengan tanaman anggota Asteraceae lainnya melalui artikel Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Krisan.
Genus Dahlia
Genus Dahlia merupakan anggota famili Asteraceae. Wilayah asli genus ini berada di kawasan Meksiko hingga Kolombia. Tanaman dalam genus Dahlia dikenal sebagai tumbuhan berbunga yang mempunyai kepala bunga khas.
Tanaman dahlia yang dibudidayakan menunjukkan keragaman morfologi yang sangat besar. Seleksi dan pemuliaan tanaman selama bertahun-tahun menghasilkan berbagai kultivar dengan perbedaan ukuran tanaman, bentuk kepala bunga, jumlah bunga tepi, warna bunga, dan susunan mahkota.
Karena itu, karakter tanaman dahlia yang dijumpai di taman atau kebun tidak selalu sama dengan bentuk dahlia liar.
Spesies Dahlia pinnata
Dahlia pinnata Cav. merupakan nama ilmiah yang diterima untuk salah satu kelompok dahlia budidaya yang penting. Nama tersebut pertama kali dipublikasikan oleh Antonio José Cavanilles pada tahun 1791.
Nama Dahlia variabilis masih dapat ditemukan dalam sejumlah literatur lama. Akan tetapi, nama tersebut dalam nomenklatur modern yang digunakan POWO diperlakukan sebagai sinonim dari Dahlia pinnata.
Perubahan atau perbedaan penggunaan nama ilmiah merupakan hal yang umum dalam botani. Karena itu, penulisan artikel ilmiah mengenai dahlia sebaiknya menggunakan sumber taksonomi yang diperbarui.
Morfologi Tanaman Bunga Dahlia
Morfologi tanaman merupakan kajian mengenai bentuk dan struktur luar tumbuhan. Pada dahlia, karakter morfologi dapat diamati mulai dari keseluruhan tanaman sampai struktur reproduktif yang berukuran kecil.
Karakter morfologi yang penting meliputi habitus, organ bawah tanah, batang, daun, kepala bunga, bunga tepi, bunga cakram, braktea, buah, dan biji.
Keragaman tanaman dahlia budidaya perlu diperhatikan ketika mengamati morfologinya. Warna dan bentuk bunga dapat sangat berbeda antarkultivar sehingga tidak tepat jika satu karakter digunakan sebagai satu-satunya dasar identifikasi.
1. Habitus Tanaman Dahlia
Dahlia pada umumnya merupakan tanaman herba yang tumbuh tegak. Dahlia pinnata dapat membentuk tanaman dengan batang yang cukup kuat dan dapat mengalami percabangan. Pada bentuk tertentu, tanaman dapat mencapai tinggi sekitar 1,5 meter.

Ukuran tanaman sangat dipengaruhi oleh kultivar dan kondisi pertumbuhan. Ada dahlia yang tumbuh relatif pendek dan kompak, tetapi terdapat pula tanaman yang mempunyai batang lebih tinggi dan menghasilkan bunga berukuran besar.
Bagian bawah tanaman mempunyai organ penyimpan yang membesar. Karakter tersebut berkaitan dengan kemampuan tanaman mempertahankan cadangan makanan pada bagian bawah tanah.
Dahlia karena itu dapat digolongkan sebagai tuberous geophyte, yaitu tumbuhan yang mempunyai organ penyimpan di bawah permukaan tanah.
2. Akar dan Organ Penyimpan
Sistem bawah tanah dahlia mempunyai karakter yang cukup khas. Pada bagian pangkal tanaman terdapat organ penyimpan yang umum disebut umbi dahlia.
Organ tersebut berfungsi menyimpan cadangan makanan yang dapat digunakan tanaman untuk mendukung pertumbuhan tunas.
Secara morfologi, organ penyimpan biasanya berbentuk memanjang atau membesar tidak beraturan dan dapat ditemukan dalam kelompok pada bagian bawah tanaman.

Pada bagian yang menghubungkan organ penyimpan dengan batang terdapat mata tunas. Mata tunas tersebut dapat berkembang menjadi tunas baru apabila kondisi lingkungan mendukung.
Akar yang berkembang dari bagian bawah tanaman mempunyai fungsi utama dalam menyerap air dan unsur hara dari media tumbuh. Sementara itu, organ penyimpan menyediakan cadangan energi yang dapat mendukung pertumbuhan vegetatif.
Istilah umbi pada dahlia sebaiknya tidak disamakan begitu saja dengan umbi sejati seperti kentang. Organ penyimpan dahlia mempunyai karakter morfologi dan perkembangan tersendiri.
3. Batang Dahlia
Batang dahlia tumbuh tegak dan relatif kokoh. Pada tanaman yang berkembang dengan baik, batang dapat mengalami percabangan.
Permukaan batang Dahlia pinnata dapat bersifat gundul hingga mempunyai rambut yang jarang. Warna batang umumnya hijau, tetapi pada kondisi tertentu dapat menunjukkan warna kemerahan atau keunguan.

Batang mempunyai fungsi penting sebagai penopang daun dan bunga. Jaringan pembuluh pada batang mengangkut air dan mineral dari akar menuju bagian atas tanaman serta membantu mendistribusikan hasil fotosintesis ke berbagai organ.
Kekuatan batang menjadi semakin penting pada kultivar yang menghasilkan kepala bunga besar. Batang harus mampu menopang bobot bunga agar tanaman tetap tumbuh tegak.
4. Daun Dahlia
Daun merupakan salah satu bagian vegetatif yang mudah diamati pada tanaman dahlia. Daun umumnya tersusun secara berhadapan pada batang.
Bentuk daun dapat berbeda tergantung posisi daun dan karakter tanaman. Daun bagian bawah pada Dahlia pinnata dapat berbentuk menyirip ganda, sedangkan daun pada bagian batang lainnya dapat memperlihatkan susunan menyirip yang lebih sederhana.
Anak daun umumnya berbentuk bulat telur hingga elips dan mempunyai tepi bergerigi. Tangkai daun menghubungkan helaian daun dengan batang. Pada beberapa daun, tangkai dapat tampak melebar atau mempunyai struktur seperti sayap.
Permukaan daun umumnya berwarna hijau. Daun menjadi organ utama fotosintesis sekaligus berperan dalam transpirasi dan pertukaran gas.
Karakter daun dapat digunakan sebagai karakter pendukung dalam identifikasi. Namun, pengamatan sebaiknya tetap dilakukan bersama karakter batang dan struktur bunga.

Sebagai perbandingan morfologi tanaman dari famili yang sama, pembaca dapat membaca Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Matahari.
5. Bunga dan Kepala Bunga
Bunga merupakan bagian dahlia yang paling mudah dikenali. Namun, secara botani, struktur yang tampak seperti satu bunga besar sebenarnya merupakan perbungaan berbentuk kapitulum atau kepala bunga.
Karakter tersebut merupakan salah satu ciri penting famili Asteraceae. Dalam satu kepala bunga terdapat banyak floret yang tersusun sangat rapat.
Pada Dahlia pinnata, kepala bunga dapat berukuran besar. Pada bentuk tertentu, diameternya dapat mencapai sekitar 15 cm.
Secara umum, struktur kepala bunga dahlia dapat dibedakan menjadi bunga tepi dan bunga cakram.
Bunga Tepi
Bunga tepi atau ray florets terdapat pada bagian luar kepala bunga. Struktur inilah yang memberikan tampilan utama pada bunga dahlia.
Pada bentuk liar, bunga tepi dapat mempunyai warna merah atau keunguan. Pada dahlia budidaya, variasi warna jauh lebih luas, termasuk merah, putih, merah muda, ungu, jingga, kuning, dan kombinasi beberapa warna.
Bentuk bunga tepi juga sangat bervariasi. Ada kultivar yang mempunyai bunga tepi lebar, sempit, memanjang, melengkung, atau tersusun sangat rapat.
Jumlah dan susunan bunga tepi juga berkaitan dengan tipe bunga. Pada beberapa kultivar, bunga tepi tersusun berlapis-lapis sehingga bagian tengah kepala bunga hampir tidak terlihat.
Bunga Cakram
Bunga cakram atau disc florets terdapat di bagian tengah kepala bunga. Ukurannya lebih kecil dibandingkan bunga tepi.
Pada bentuk tertentu, bunga cakram umumnya mempunyai warna kuning. Namun, pada tanaman budidaya, karakter warna bagian tengah dapat berbeda tergantung kultivar.
Jika kepala bunga diamati dari jarak dekat, bunga cakram akan terlihat sebagai kumpulan struktur kecil yang tersusun rapat di bagian tengah.
Perbedaan antara bunga tepi dan bunga cakram merupakan salah satu kunci untuk memahami morfologi bunga dahlia sebagai anggota Asteraceae.

Pembahasan tentang tanaman lain dari famili Asteraceae dapat dilanjutkan melalui Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Aster.
6. Braktea Involukrum
Di bagian dasar kepala bunga terdapat struktur yang disebut braktea involukrum atau phyllaries. Struktur ini membentuk semacam pelindung yang mengelilingi kumpulan floret.
Pada Dahlia pinnata, braktea tersusun dalam dua seri. Bagian luar umumnya lebih tebal, sedangkan bagian dalam cenderung lebih tipis.

Meskipun sering tidak terlihat jelas dari kejauhan, braktea merupakan karakter morfologi yang penting dalam kajian taksonomi.
Bentuk, ukuran, susunan, dan karakter permukaan braktea dapat memberikan informasi tambahan ketika membedakan kelompok atau spesies dalam genus Dahlia.
7. Buah Dahlia
Setelah pembungaan dan proses pembuahan, tanaman dahlia dapat menghasilkan buah bertipe achene atau buah kurung, sebagaimana umum ditemukan pada anggota Asteraceae.
Buah berukuran relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan kepala bunga. Buah terbentuk dari bagian bunga yang berkembang setelah fertilisasi.

Kemampuan menghasilkan buah dan biji dapat berbeda antarkultivar. Kultivar dengan kepala bunga sangat bertumpuk dapat mempunyai struktur reproduktif yang berbeda dibandingkan dengan dahlia berbunga sederhana.
Karena itu, tidak semua dahlia budidaya menunjukkan pembentukan buah dan biji dalam jumlah yang sama.
8. Biji Dahlia
Biji dahlia berukuran kecil dan berkembang di dalam buah. Secara generatif, biji dapat digunakan untuk menghasilkan tanaman baru.
Namun, tanaman yang berasal dari biji tidak selalu mempunyai karakter yang sama persis dengan induknya. Hal ini berkaitan dengan reproduksi seksual yang menghasilkan kombinasi genetik baru.
Pada tanaman dahlia budidaya yang mempunyai latar belakang genetik beragam, keturunan dari biji dapat menunjukkan variasi warna bunga, bentuk bunga, tinggi tanaman, dan karakter lainnya.
Karena alasan tersebut, perbanyakan melalui biji dapat menghasilkan keragaman tanaman yang cukup tinggi.
Ciri Morfologi Utama Tanaman Dahlia
Untuk memudahkan pengamatan, karakter morfologi utama tanaman dahlia dapat dirangkum sebagai berikut:
| Organ | Ciri Morfologi |
|---|---|
| Habitus | Herba tegak dan dapat bercabang |
| Akar | Sistem akar dengan organ penyimpan berbentuk umbi |
| Organ penyimpan | Membesar, berada di bawah tanah dan menyimpan cadangan makanan |
| Batang | Relatif kokoh, dapat bercabang, hijau hingga kemerahan/keunguan |
| Daun | Berhadapan, sederhana hingga menyirip atau menyirip ganda |
| Anak daun | Bulat telur hingga elips dengan tepi bergerigi |
| Perbungaan | Kepala bunga atau kapitulum |
| Bunga tepi | Mencolok dengan bentuk dan warna sangat beragam |
| Bunga cakram | Berada di bagian tengah kepala bunga |
| Braktea | Mengelilingi kepala bunga dan tersusun dalam beberapa seri |
| Buah | Buah kurung atau achene |
| Biji | Berukuran kecil dan berada di dalam buah |
Untuk memahami bagaimana karakter morfologi digunakan dalam identifikasi tanaman secara lebih luas, pembaca dapat melihat artikel Metode Klasifikasi Tanaman.
Perbedaan Dahlia Liar dan Dahlia Budidaya
Morfologi dahlia perlu dipahami dengan mempertimbangkan perbedaan antara bentuk liar dan tanaman hasil budidaya.
Dahlia yang telah mengalami seleksi hortikultura dapat mempunyai kepala bunga dengan jumlah bunga tepi sangat banyak. Pada beberapa kultivar, bunga tepi tersusun berlapis-lapis sehingga bagian bunga cakram hampir tidak terlihat.
Bentuk dahlia budidaya juga sangat beragam. Terdapat tanaman dengan kepala bunga kecil seperti tombol hingga kepala bunga berukuran besar. Ada pula tipe dengan bunga sederhana dan tipe dengan bunga bertumpuk.
Keragaman tersebut merupakan hasil seleksi dan pemuliaan tanaman. Karena itu, karakter yang terlihat pada satu kultivar belum tentu ditemukan pada kultivar lainnya.
Perbedaan tersebut juga menjelaskan mengapa warna bunga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya karakter untuk menentukan identitas dahlia. Pengamatan sebaiknya mencakup kombinasi karakter vegetatif dan reproduktif.
Hubungan Morfologi dengan Identifikasi Tanaman
Morfologi memiliki peranan penting dalam identifikasi tanaman dahlia. Pengamatan dapat dimulai dari bentuk tanaman secara keseluruhan, kemudian dilanjutkan dengan mengamati batang, daun, kepala bunga, braktea, bunga tepi, bunga cakram, buah, dan biji.

Pengamatan secara menyeluruh penting karena satu karakter dapat mengalami variasi. Misalnya, warna dan bentuk bunga dapat sangat berbeda akibat perbedaan kultivar.
Untuk identifikasi yang lebih akurat, data morfologi dapat dikombinasikan dengan informasi taksonomi dan sumber herbarium. Pendekatan tersebut membantu mengurangi kesalahan identifikasi, terutama pada tanaman budidaya yang mempunyai keragaman bentuk tinggi.
Sebagai tanaman anggota Asteraceae, dahlia memiliki struktur kepala bunga yang secara umum mempunyai pola dasar yang sama dengan sejumlah tanaman lain dalam famili tersebut.
Namun, kombinasi karakter habitus, daun, kepala bunga, bunga tepi, bunga cakram, dan braktea memberikan ciri yang lebih spesifik.
Kesimpulan
Tanaman bunga dahlia merupakan anggota famili Asteraceae dan genus Dahlia. Salah satu nama spesies yang diterima dalam nomenklatur botani modern adalah Dahlia pinnata Cav., sedangkan nama Dahlia variabilis yang banyak ditemukan dalam literatur lama diperlakukan sebagai sinonim.
Secara morfologi, dahlia merupakan tanaman herba yang tumbuh tegak dan dapat bercabang. Tanaman ini mempunyai organ penyimpan di bawah tanah, batang relatif kokoh, serta daun yang tersusun berhadapan dengan bentuk sederhana hingga menyirip atau menyirip ganda.
Bagian bunga merupakan karakter dahlia yang paling mudah dikenali. Namun, secara botani, struktur yang tampak sebagai satu bunga sebenarnya merupakan kepala bunga atau kapitulum yang tersusun atas banyak floret.
Bagian luar kepala bunga terdiri atas bunga tepi yang mencolok, sedangkan bagian tengah tersusun atas bunga cakram. Di bagian dasar kepala bunga terdapat braktea involukrum yang juga mempunyai nilai penting dalam kajian morfologi dan taksonomi.
Dahlia budidaya menunjukkan keragaman bentuk dan warna yang sangat tinggi. Oleh karena itu, identifikasi tidak sebaiknya hanya berdasarkan warna atau bentuk bunga.
Pengamatan terhadap habitus, organ penyimpan, batang, daun, kepala bunga, braktea, bunga tepi, bunga cakram, buah, dan biji akan memberikan gambaran morfologi yang lebih lengkap.
Dengan memahami klasifikasi dan morfologi tanaman bunga dahlia, tanaman ini dapat dipelajari bukan hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai objek penting dalam botani, taksonomi, hortikultura, dan pemuliaan tanaman.
Sumber dan Referensi
- Cavanilles, A. J. 1791. Icones et Descriptiones Plantarum quae aut sponte in Hispania crescunt aut in hortis hospitantur. Vol. 1: 57, t. 80. Madrid.
- Royal Botanic Gardens, Kew. 2026. Dahlia pinnata Cav. Plants of the World Online (POWO). Kew Science. Data taksonomi dan klasifikasi Dahlia pinnata.
- World Flora Online. 2026. Dahlia pinnata Cav. World Flora Online. World Flora Online Consortium.
- International Plant Names Index (IPNI). 2026. Dahlia pinnata Cav. Icon. [Cavanilles] 1: 57 (t. 80) (1791). Royal Botanic Gardens, Kew, Harvard University Herbaria & Libraries, Australian National Herbarium.
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). 2020. Schoch, C. L., et al. “NCBI Taxonomy: A Comprehensive Update on Curation, Resources and Tools.” Database, 2020: baaa062.
- International Compositae Alliance. 2010. Asteraceae of North America Update, database version 2010.5.13. Smithsonian Institution dan USDA National Plant Data Center. Data klasifikasi Dahlia pinnata.
- Kartesz, J. T. 1994. A Synonymized Checklist of the Vascular Flora of the United States, Canada, and Greenland. 2nd ed. 2 vols. Portland, Oregon: Timber Press.
- Pruski, J. F. (ed.). 2018. Flora Mesoamericana 5(2). Universidad Nacional Autónoma de México, México D.F. Sumber yang digunakan dalam penyelarasan nomenklatur Dahlia.
- Royal Botanic Gardens, Kew. 2023. World Checklist of Vascular Plants (WCVP). Royal Botanic Gardens, Kew. Basis data nomenklatur dan taksonomi tumbuhan berpembuluh.
- Funk, V. A., Susanna, A., Stuessy, T. F., & Robinson, H. (eds.). 2009. Systematics, Evolution, and Biogeography of Compositae. Vienna: International Association for Plant Taxonomy.
- Judd, W. S., Campbell, C. S., Kellogg, E. A., Stevens, P. F., & Donoghue, M. J. 2016. Plant Systematics: A Phylogenetic Approach. 4th ed. Sunderland, Massachusetts: Sinauer Associates.
- Simpson, M. G. 2019. Plant Systematics. 3rd ed. London: Academic Press.
- Royal Botanic Gardens, Kew. 2026. Dahlia. Kew Science. Informasi mengenai genus Dahlia, famili Asteraceae, sejarah, habitat, dan keragaman tanaman dahlia.

Seorang tenaga pengajar di Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska RIAU dengan bidang keahlian Pemuliaan tanaman dan fisiologi tumbuhan. Semoga web ini bermanfaat.
