Klasifikasi dan Morfologi Rumput Setaria Lengkap

Diposting pada

Rumput setaria merupakan salah satu kelompok rumput pakan yang dikenal dalam sistem penyediaan hijauan untuk ternak. Salah satu spesies yang penting adalah Setaria sphacelata (Schumach.) Stapf & C.E.Hubb. ex Moss.

Klasifikasi dan Morfologi Rumput Setaria Lengkap

Tanaman ini termasuk rumput tahunan dari famili Poaceae dan secara alami berasal dari wilayah Afrika tropis, Afrika bagian selatan, serta Madagaskar.

Dalam berbagai literatur, tanaman ini dikenal dengan nama setaria, golden bristle grass, golden timothy grass, atau golden grass.

Nama tersebut berkaitan dengan karakter perbungaannya yang memiliki banyak bulu atau bristle sehingga memberikan penampilan khas ketika tanaman memasuki fase generatif.

Pembahasan rumput setaria perlu membedakan antara spesies Setaria sphacelata dengan berbagai kultivar atau bentuk yang pernah digunakan dalam budidaya hijauan.

Kew Plants of the World Online saat ini menerima Setaria sphacelata sebagai nama spesies yang sah, sementara beberapa nama varietas yang pernah digunakan dalam literatur ditempatkan sebagai sinonim.

Secara morfologi, rumput setaria memiliki beberapa karakter yang mudah dikenali. Tanaman tumbuh berumpun, bersifat tahunan, memiliki rimpang pendek, batang tegak dengan buku yang tidak berbulu, daun berbentuk pita dan memanjang, serta perbungaan berbentuk malai yang menyerupai bulir atau silinder.

Ciri yang paling menonjol terdapat pada perbungaan yang memiliki banyak bristle di sekitar kelompok spikelet.

Klasifikasi Rumput Setaria

Nama ilmiah yang digunakan dalam pembahasan ini adalah Setaria sphacelata (Schumach.) Stapf & C.E.Hubb. ex Moss. Nama tersebut tercatat sebagai nama yang diterima dalam basis data Kew.

Klasifikasi dasarnya adalah sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae
  • Filum: Streptophyta
  • Kelas: Equisetopsida
  • Ordo: Poales
  • Famili: Poaceae
  • Genus: Setaria
  • Spesies: Setaria sphacelata

Klasifikasi Rumput Setaria

Dalam sistem klasifikasi modern, susunan tersebut lebih sesuai digunakan dibandingkan beberapa klasifikasi lama yang menggunakan Magnoliopsida, Magnoliophyta, dan Cyperales secara bersamaan. Setaria sphacelata ditempatkan dalam ordo Poales dan famili Poaceae.

Famili Poaceae merupakan salah satu kelompok tumbuhan yang sangat besar dan terdiri atas berbagai jenis rumput. Anggotanya umumnya mempunyai batang beruas, daun dengan pelepah yang membungkus batang, serta bunga yang tersusun dalam unit reproduktif khas rumput yang disebut spikelet.

Genus Setaria mempunyai karakter perbungaan yang menjadi salah satu petunjuk penting untuk identifikasi. Perbungaannya umumnya berbentuk bulir atau malai menyerupai bulir dan dilengkapi bulu-bulu atau bristle di sekitar spikelet.

Nama spesies Setaria sphacelata juga mempunyai sejarah nomenklatur yang cukup panjang. Nama Panicum sphacelatum Schumach.

tercatat sebagai basionim yang berkaitan dengan spesies tersebut. Oleh karena itu, ketika menemukan referensi lama yang menggunakan nama tersebut, pembaca perlu memperhatikan perkembangan nomenklatur agar tidak menganggapnya sebagai spesies yang berbeda.

Untuk melihat contoh pembahasan tanaman rumput lain dari famili yang sama, Anda juga dapat membaca klasifikasi dan morfologi tanaman rumput gajah.

Habitat dan Bentuk Pertumbuhan Rumput Setaria

Rumput setaria merupakan rumput tahunan yang tumbuh secara berumpun atau caespitose. Tanaman dapat berkembang dari rimpang pendek. Pada kondisi tertentu, rimpang dapat lebih memanjang dan membantu pembentukan rumpun.

Ukuran tanaman cukup bervariasi. Tinggi batang S. sphacelata dapat berada pada kisaran sekitar 20–300 cm. Variasi tersebut dipengaruhi oleh bentuk tanaman, lingkungan, umur tanaman, dan kondisi pertumbuhan.

Beberapa kultivar S. sphacelata, seperti ‘Narok’, ‘Kazungula’, dan ‘Nandi’, juga dapat memperlihatkan ukuran tanaman yang berbeda. Data Ecocrop menunjukkan bahwa beberapa kultivar tersebut umumnya berada pada kisaran sekitar 0,5–2 meter.

Habitat alami spesies ini cukup luas. Tanaman dapat ditemukan pada berbagai lingkungan, mulai dari lereng berbatu dan padang rumput hingga wilayah yang lebih basah seperti tepi sungai dan rawa. Rentang ketinggiannya juga dapat mencapai sekitar 3.300 meter.

Namun, karakter habitat alami tidak sebaiknya langsung digunakan sebagai rekomendasi budidaya untuk seluruh kultivar. Setiap kultivar dapat memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda terhadap kondisi lingkungan.

Karena itu, informasi mengenai ketinggian, curah hujan, kelembapan, dan kondisi tanah perlu disesuaikan dengan bahan tanaman yang digunakan.

Morfologi Rumput Setaria

Morfologi merupakan bagian penting dalam mengenali rumput setaria. Pengamatan dapat dilakukan mulai dari bagian bawah tanaman hingga bagian reproduktif, yaitu akar dan rimpang, batang, pelepah, daun, ligula, perbungaan, spikelet, gluma, hingga floret.

1. Akar dan Rimpang Rumput Setaria

Rumput setaria mempunyai sistem perakaran serabut sebagaimana umumnya anggota famili Poaceae. Akar berkembang dari bagian pangkal tanaman dan berfungsi menyerap air serta unsur hara dari dalam tanah.

Selain akar, S. sphacelata mempunyai rimpang atau rhizome. Rimpang merupakan batang yang mengalami modifikasi dan tumbuh di bawah atau dekat permukaan tanah.

Akar dan Rimpang Rumput Setaria

Pada spesies ini, rimpang umumnya pendek, walaupun pada beberapa bentuk dapat lebih memanjang dan tumbuh menjalar.

Keberadaan rimpang perlu dibedakan dari akar. Akar terutama berfungsi dalam penyerapan air dan mineral serta membantu memperkuat tanaman pada tanah, sedangkan rimpang merupakan struktur batang yang dapat membantu mempertahankan pertumbuhan tanaman dari bagian pangkal.

Pada rumput tahunan, struktur rimpang menjadi salah satu bagian penting karena tanaman dapat terus mempertahankan pertumbuhannya dari bagian bawah tanah.

Setelah bagian tanaman di atas permukaan tanah mengalami pemotongan atau gangguan, pangkal dan rimpang dapat tetap menjadi bagian penting dalam keberlangsungan rumpun.

Pangkal tanaman juga dapat menghasilkan banyak tunas sehingga rumput terlihat membentuk rumpun yang cukup rapat.

2. Batang Rumput Setaria

Batang rumput setaria disebut culm, yaitu batang khas tumbuhan rumput. Batang tumbuh tegak atau agak tegak dan tersusun atas ruas serta buku.

Tinggi atau panjang culm S. sphacelata dapat mencapai sekitar 20–300 cm. Salah satu karakter yang menarik untuk diperhatikan adalah buku batang atau nodes yang dilaporkan tidak berbulu atau glabrous.

Batang menjadi tempat melekatnya pelepah daun. Pada bagian pangkal, pelepah yang tersusun rapat dapat menyebabkan tanaman tampak mempunyai pangkal rumpun yang padat.

Dalam fase vegetatif, daun berkembang pada bagian buku batang. Posisi pelepah yang membungkus batang membuat sebagian batang terlihat terlindungi ketika tanaman masih muda.

Bentuk dan ukuran batang tidak selalu sama pada setiap tanaman. Umur, kondisi lingkungan, kultivar, ketersediaan air, serta pengelolaan tanaman dapat memengaruhi tinggi dan bentuk rumpun.

3. Pelepah Daun

Daun rumput tersusun atas beberapa bagian utama, salah satunya adalah pelepah daun atau leaf sheath. Pelepah berfungsi membungkus sebagian batang dan menghubungkan helaian daun dengan batang.

Pada S. sphacelata, pelepah pada bagian pangkal dapat tersusun menyebar sehingga membentuk susunan seperti kipas atau flabellate. Karakter tersebut menjadi bagian dari deskripsi morfologi tanaman.

Seiring bertambahnya umur tanaman, pelepah bagian bawah dapat bertahan lebih lama atau mengalami pelapukan. Pada rumpun yang besar, pelepah tua dapat terlihat mengelilingi bagian pangkal tanaman.

4. Helaian Daun

Helaian daun atau leaf blade merupakan salah satu bagian yang paling mudah diamati pada rumput setaria, terutama ketika tanaman masih berada pada fase vegetatif.

Helaian daun S. sphacelata berbentuk pipih atau pada kondisi tertentu dapat menggulung. Panjang daun sekitar 10–50 cm, sedangkan lebarnya sekitar 2–17 mm. Ujung daun bersifat meruncing atau acuminate.

Helaian Daun

Bentuk daun memanjang menyerupai pita, sebagaimana karakter umum banyak tanaman rumput. Warna umumnya hijau, tetapi penampilan daun dapat berubah sesuai umur dan kondisi pertumbuhan.

Daun muda biasanya terlihat lebih lunak. Ketika tanaman bertambah tua, jaringan daun dapat menjadi lebih kasar sehingga karakter fisiknya berbeda dengan daun pada fase pertumbuhan muda.

Dalam pengamatan morfologi, jangan hanya melihat warna atau panjang daun. Posisi daun, bentuk helaian, pelepah, serta hubungan antara helaian dan ligula juga perlu diperhatikan.

5. Ligula

Pada pertemuan antara pelepah dan helaian daun terdapat struktur kecil yang disebut ligula.

Pada S. sphacelata, ligula dideskripsikan sebagai struktur berupa deretan rambut atau fringe of hairs. Walaupun ukurannya kecil, ligula mempunyai nilai penting dalam pengamatan morfologi dan identifikasi rumput.

Untuk mengamati ligula, daun dapat dibuka secara perlahan pada bagian pertemuan antara helaian dan pelepah. Karena ukurannya kecil, foto makro atau kaca pembesar dapat membantu memperlihatkan karakter tersebut dengan lebih jelas.

Ligula sebaiknya tidak dilewatkan ketika melakukan identifikasi karena struktur kecil ini dapat memberikan informasi tambahan yang tidak terlihat ketika tanaman hanya diamati dari jarak jauh.

6. Perbungaan Rumput Setaria

Perbungaan merupakan salah satu bagian paling khas dari rumput setaria. Pada S. sphacelata, perbungaan berbentuk panicle atau malai yang menyerupai bulir dan sering disebut spiciform panicle.

Bentuknya memanjang dan menyerupai silinder. Panjang perbungaan dapat berada pada kisaran sekitar 3–50 cm.

Sumbu perbungaan memiliki permukaan berbulu halus atau tomentellous. Pada bagian tertentu terdapat kelompok spikelet yang disertai bulu-bulu atau bristles.

Perbungaan Rumput Setaria

Bristle tersebut merupakan karakter yang sangat membantu ketika mengenali genus Setaria. Warna spikelet dapat berkisar dari pucat hingga keunguan, sedangkan bristle dapat berwarna kekuningan hingga cokelat kekuningan.

Jumlah bristle juga cukup banyak. Pada setiap kelompok yang terdiri atas sekitar 1–4 spikelet, dapat terdapat sekitar 6–15 bristle dengan panjang sekitar 1,5–12 mm.

Ketika tanaman sudah memasuki fase generatif, bentuk perbungaan menjadi salah satu karakter paling mudah digunakan untuk membedakan rumput setaria dari rumput lain.

7. Spikelet

Spikelet merupakan unit dasar perbungaan pada tumbuhan rumput. Pada S. sphacelata, spikelet berbentuk elips dan berukuran sangat kecil.

Panjangnya sekitar 1,5–3,5 mm. Bentuknya agak miring atau oblique dan tidak terlalu menggembung secara lateral.

Spikelet terdiri atas satu floret steril basal dan satu floret fertil. Tidak terdapat perpanjangan rachilla seperti pada beberapa kelompok rumput lainnya. Ketika matang, spikelet dapat jatuh sebagai satu kesatuan.

Karena ukurannya sangat kecil, spikelet lebih sulit diamati menggunakan foto seluruh tanaman. Foto makro atau kaca pembesar akan sangat membantu untuk menunjukkan bentuknya.

Untuk artikel botani, foto tanaman secara keseluruhan sebaiknya dilengkapi dengan foto close-up bagian reproduktif. Dengan cara tersebut, pembaca dapat menghubungkan bentuk tanaman dengan struktur yang digunakan dalam identifikasi.

8. Gluma

Spikelet rumput setaria memiliki dua struktur menyerupai sisik yang disebut gluma, yaitu gluma bawah dan gluma atas.

Gluma bawah pada S. sphacelata dapat memiliki panjang hingga sekitar setengah panjang spikelet. Gluma atas umumnya memiliki panjang sekitar sepertiga hingga dua pertiga panjang spikelet dan pada beberapa deskripsi dapat mencapai sekitar tiga perempat panjang spikelet.

Gluma bawah memiliki sekitar tiga sampai lima tulang atau vena, sedangkan gluma atas umumnya mempunyai sekitar lima vena.

Karakter tersebut dapat digunakan dalam pengamatan morfologi yang lebih detail. Namun, karena ukuran struktur sangat kecil, pengamatan biasanya memerlukan foto makro atau alat pembesar.

9. Floret dan Lemma

Di dalam spikelet terdapat bagian bunga yang disebut floret. Pada S. sphacelata, floret bagian bawah bersifat jantan atau male, sedangkan floret bagian atas merupakan floret fertil.

Lemma pada floret bagian bawah mempunyai tekstur tipis seperti kertas. Sebaliknya, lemma pada floret fertil bagian atas memiliki tekstur lebih keras dan umumnya menunjukkan permukaan berkerut atau rugose.

Floret dan Lemma

Permukaan lemma yang berkerut menjadi salah satu karakter menarik dalam identifikasi spesies. Lemma fertil berbentuk elips dan agak tertekan secara dorsal.

Karakter bunga tersebut menunjukkan bahwa identifikasi rumput tidak selalu cukup dilakukan berdasarkan tinggi tanaman atau bentuk daun. Struktur reproduktif yang berukuran kecil justru dapat memberikan karakter pembeda yang lebih spesifik.

Ciri Morfologi Utama Rumput Setaria

Jika dirangkum, Setaria sphacelata mempunyai sejumlah karakter morfologi utama yang dapat digunakan dalam identifikasi.

Tanaman bersifat tahunan dan tumbuh berumpun dengan rimpang pendek. Batangnya dapat tumbuh cukup tinggi dan mempunyai buku yang tidak berbulu.

Daunnya memanjang, berbentuk pipih atau dapat menggulung, dengan panjang sekitar 10–50 cm dan lebar sekitar 2–17 mm.

Ligula berupa deretan rambut dan terdapat pada pertemuan antara pelepah dengan helaian daun.

Karakter paling mencolok terdapat pada perbungaan. Perbungaan berbentuk malai yang menyerupai bulir dengan bentuk memanjang dan silindris. Di sekitar kelompok spikelet terdapat sejumlah bristle yang memberikan penampilan khas pada rumput setaria.

Spikelet berukuran kecil, sekitar 1,5–3,5 mm, sedangkan bristle dapat mempunyai panjang sekitar 1,5–12 mm.

Karena mempunyai banyak karakter yang dapat diamati, identifikasi sebaiknya tidak hanya berdasarkan satu ciri. Kombinasi bentuk rumpun, batang, daun, ligula, perbungaan, spikelet, dan struktur bunga akan memberikan hasil pengamatan yang lebih lengkap.

Sebagai perbandingan dengan rumput pakan lainnya, pembaca dapat melihat klasifikasi dan morfologi rumput raja untuk memahami perbedaan karakter morfologi antarjenis rumput.

Perbedaan Morfologi pada Fase Vegetatif dan Generatif

Pada fase vegetatif, rumput setaria lebih mudah dikenali melalui kebiasaan tumbuh berumpun, bentuk batang, susunan pelepah, dan bentuk helaian daun. Struktur pangkal serta keberadaan rimpang juga dapat menjadi informasi tambahan.

Ketika tanaman memasuki fase generatif, perbungaan menjadi karakter yang jauh lebih penting. Bentuk malai yang padat dan silindris, keberadaan bristle, ukuran spikelet, serta struktur gluma dan lemma dapat memberikan informasi yang lebih rinci.

Karena itu, dokumentasi morfologi sebaiknya dilakukan dalam beberapa tahap. Foto pertama dapat menunjukkan seluruh rumpun, kemudian foto pangkal tanaman dan batang, foto daun serta ligula, lalu foto close-up perbungaan dan spikelet.

Pendekatan tersebut akan menghasilkan dokumentasi yang lebih lengkap dibandingkan hanya mengambil satu foto tanaman.

Perbedaan Morfologi pada Fase Vegetatif dan Generatif

Catatan Taksonomi Rumput Setaria

Taksonomi rumput setaria perlu diperhatikan karena beberapa sumber lama menggunakan susunan klasifikasi atau nama ilmiah yang berbeda.

Basis data modern Kew menerima Setaria sphacelata sebagai nama spesies yang sah dan menempatkannya dalam famili Poaceae serta ordo Poales.

Beberapa nama varietas yang pernah digunakan dalam literatur juga diperlakukan sebagai sinonim. Contohnya adalah Setaria sphacelata var. sericea, var. torta, dan var. aurea, yang tercatat sebagai sinonim Setaria sphacelata.

Hal ini penting ketika mencari literatur lama. Perbedaan nama tidak selalu berarti bahwa tanaman tersebut merupakan spesies yang berbeda. Dalam penulisan ilmiah, penggunaan nama spesies sebaiknya mengikuti basis data taksonomi yang mutakhir.

Pembahasan mengenai klasifikasi dan morfologi rumput belulang juga dapat menjadi referensi pembanding untuk melihat bagaimana karakter famili Poaceae dijelaskan pada spesies rumput lainnya.

Kesimpulan

Rumput setaria yang dibahas dalam artikel ini adalah Setaria sphacelata (Schumach.) Stapf & C.E.Hubb. ex Moss, yaitu rumput tahunan dari famili Poaceae dan ordo Poales.

Tanaman tumbuh secara berumpun dan memiliki rimpang pendek. Dalam taksonomi modern, S. sphacelata diterima sebagai nama spesies yang sah, sedangkan beberapa nama varietas yang pernah digunakan dalam literatur ditempatkan sebagai sinonim.

Secara morfologi, rumput setaria mempunyai sistem akar serabut, rimpang pendek, batang atau culm yang dapat mencapai sekitar 20–300 cm, serta buku batang yang tidak berbulu.

Daunnya memanjang dengan panjang sekitar 10–50 cm dan lebar sekitar 2–17 mm. Ligula berbentuk deretan rambut pada bagian pertemuan pelepah dan helaian daun.

Ciri yang paling mudah dikenali terdapat pada perbungaan. Perbungaan berbentuk malai menyerupai bulir dengan bentuk silindris dan dilengkapi banyak bristle di sekitar kelompok spikelet. Spikelet berukuran sekitar 1,5–3,5 mm dan mempunyai struktur seperti gluma serta floret dengan karakter tertentu.

Dengan memahami klasifikasi dan setiap bagian morfologinya, rumput setaria dapat dikenali secara lebih sistematis.

Pengamatan sebaiknya dilakukan terhadap keseluruhan tanaman, mulai dari rumpun dan pangkal tanaman hingga daun, ligula, perbungaan, spikelet, dan struktur bunganya.

Sebagai tambahan pembanding mengenai kelompok rumput, artikel klasifikasi dan morfologi tanaman rumput teki dapat digunakan untuk melihat perbedaan karakter morfologi antara tanaman rumput dari famili Poaceae dan kelompok teki dari famili Cyperaceae.

Sumber dan Referensi

  • Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online – Setaria sphacelata (Schumach.) Stapf & C.E.Hubb. ex Moss. Basis data taksonomi yang digunakan sebagai rujukan nama spesies dan klasifikasi Setaria sphacelata.
  • Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online – Setaria sphacelata: nomenklatur dan sinonim. Digunakan untuk pembahasan basionim serta beberapa nama varietas yang diperlakukan sebagai sinonim.
  • FAO. Ecocrop Database – Setaria sphacelata. Digunakan sebagai rujukan informasi mengenai variasi ukuran tanaman dan beberapa kultivar S. sphacelata.