Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Sepatu Lengkap

Diposting pada

Tanaman bunga sepatu merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dijumpai di kawasan tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal karena bunganya berukuran relatif besar, warnanya beragam, serta memiliki bentuk alat reproduksi yang sangat khas.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Sepatu Lengkap

Bunga sepatu dapat ditemukan sebagai tanaman pekarangan, tanaman pagar, penghias taman, maupun tanaman koleksi.

Nama bunga sepatu umumnya digunakan untuk tanaman hibiscus ornamental yang dikenal luas dengan nama Hibiscus rosa-sinensis.

Dalam klasifikasi botani modern, nama yang diterima oleh Plants of the World Online (POWO) dari Royal Botanic Gardens, Kew adalah Hibiscus × rosa-sinensis L. Kew memperlakukan tanaman ini sebagai hibrida budidaya dan mencatat formula hibridanya sebagai Hibiscus cooperi × Hibiscus kaute.

Kedudukan sebagai tanaman hibrida juga membantu menjelaskan mengapa bunga sepatu yang dibudidayakan mempunyai variasi bentuk dan warna yang sangat luas.

Di lingkungan hortikultura, dapat ditemukan bunga berwarna merah, merah muda, putih, kuning, jingga, hingga kombinasi warna tertentu. Bentuk mahkotanya juga dapat berupa bunga tunggal maupun bunga ganda.

Meskipun variasi kultivarnya cukup banyak, tanaman ini mempunyai sejumlah karakter morfologi yang dapat digunakan untuk mengenalinya. Ciri tersebut meliputi bentuk tanaman, batang, daun, bunga, kelopak, mahkota, benang sari, putik, buah, dan biji.

Artikel ini membahas klasifikasi dan morfologi bunga sepatu secara sistematis agar karakter setiap bagian tanaman dapat dipahami dengan lebih mudah.

Klasifikasi Tanaman Bunga Sepatu

Bunga sepatu termasuk dalam famili Malvaceae, yaitu kelompok tumbuhan yang juga memiliki karakter bunga dengan benang sari yang filamennya dapat menyatu membentuk tabung.

Genus Hibiscus sendiri merupakan genus yang tersebar luas di kawasan tropis dan subtropis. Kew mencatat Hibiscus sebagai genus yang diterima dalam famili Malvaceae.

Untuk tanaman bunga sepatu ornamental yang umum dibudidayakan, klasifikasi yang mengikuti POWO adalah sebagai berikut.

Tingkatan takson Klasifikasi
Kingdom Plantae
Filum Streptophyta
Kelas Equisetopsida
Subkelas Magnoliidae
Ordo Malvales
Famili Malvaceae
Genus Hibiscus
Spesies/hibrida Hibiscus × rosa-sinensis L.

Klasifikasi Tanaman Bunga Sepatu

Penggunaan istilah Hibiscus × rosa-sinensis perlu diperhatikan karena tanda “×” menunjukkan status hibrida. Dalam banyak sumber hortikultura, nama Hibiscus rosa-sinensis masih sangat umum digunakan. Namun, POWO saat ini menerima Hibiscus × rosa-sinensis L. sebagai nama hibrida.

Kew mencatat bahwa tanaman tersebut merupakan kultigen yang berasal dari hibrida buatan di Pasifik Selatan dengan formula Hibiscus cooperi × H. kaute. Tanaman ini berupa semak dan banyak ditanam sebagai tanaman ornamental.

Famili Malvaceae

Bunga sepatu termasuk famili Malvaceae. Salah satu karakter penting famili ini adalah bunga yang umumnya mempunyai lima petal dan benang sari yang dapat bersatu membentuk tabung.

Ovarium umumnya superior, sedangkan buah pada banyak anggota famili berupa kapsul.

Karakter tersebut terlihat jelas pada bunga sepatu. Bagian benang sari tidak berdiri sebagai kumpulan filamen yang sepenuhnya terpisah, tetapi membentuk struktur seperti tabung yang mengelilingi tangkai putik.

Untuk pembaca yang ingin mempelajari tanaman lain dalam kelompok tanaman berbunga, artikel klasifikasi dan morfologi tanaman bunga kenop dapat menjadi bacaan terkait. Artikel tersebut juga membahas klasifikasi dan ciri morfologi tanaman hias secara khusus.

Genus Hibiscus

Genus Hibiscus mempunyai anggota dengan bentuk pertumbuhan yang cukup beragam. Beberapa anggotanya berupa herba, semak, subsemak, hingga pohon kecil. Daunnya dapat memiliki bentuk dan tingkat lekukan yang berbeda, sementara bunganya umumnya mencolok.

Salah satu karakter penting genus Hibiscus adalah keberadaan epikaliks, yaitu struktur brakteola yang berada di luar kelopak utama.

Bunganya umumnya mempunyai lima lobus kelopak, lima cabang tangkai putik, ovarium dengan sekitar lima ruang, serta benang sari yang membentuk kolom.

Morfologi Tanaman Bunga Sepatu

Morfologi merupakan kajian mengenai bentuk dan struktur bagian luar tanaman. Pada bunga sepatu, pengamatan morfologi dapat dilakukan mulai dari habitus, akar, batang, daun, bunga, hingga buah dan biji.

Karakter tersebut penting dalam proses identifikasi karena warna bunga saja tidak selalu cukup untuk membedakan tanaman, terutama karena bunga sepatu mempunyai banyak kultivar dengan penampilan berbeda.

1. Habitus Tanaman

Bunga sepatu merupakan tanaman berbentuk semak atau perdu berkayu. World Flora Online mencatat bentuk tanaman sekitar 1–3 meter dan pada kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 5 meter.

Tanaman tumbuh tegak dengan percabangan yang cukup banyak. Percabangan tersebut membentuk tajuk yang dapat menjadi cukup rapat apabila tanaman memperoleh cahaya, air, dan unsur hara yang memadai.

Bentuk tanaman sangat dipengaruhi oleh varietas dan pemangkasan. Tanaman yang rutin dipangkas dapat dipertahankan dalam bentuk semak pendek, sedangkan tanaman yang dibiarkan tumbuh dapat mempunyai cabang lebih panjang.

Karakter pertumbuhan tersebut membuat bunga sepatu cukup fleksibel digunakan dalam lanskap. Tanaman dapat ditanam secara individu maupun berkelompok.

2. Akar

Akar berfungsi sebagai organ penopang sekaligus tempat penyerapan air dan unsur hara. Pada tanaman bunga sepatu, akar berkembang dari bagian pangkal batang dan membentuk sistem perakaran yang menopang pertumbuhan tanaman semak.

akar bunga sepatu

Akar tidak menjadi karakter utama yang paling mudah digunakan untuk identifikasi karena sebagian besar sistem akar berada di dalam tanah. Selain itu, bentuk dan perkembangan akar dapat berubah sesuai kondisi media, umur tanaman, serta teknik budidaya.

Karena itu, dalam identifikasi morfologi bunga sepatu, bagian yang paling mudah diamati biasanya adalah batang, daun, dan bunga.

3. Batang

Batang bunga sepatu bersifat berkayu, terutama pada bagian yang telah tua. Batang berfungsi sebagai penopang tanaman sekaligus tempat melekatnya cabang dan daun.

Pertumbuhan muda dapat menunjukkan permukaan yang memiliki rambut halus. World Flora Online mencatat pertumbuhan baru dapat mempunyai rambut sederhana atau rambut berbentuk bintang dalam jumlah sedikit.

Batang yang masih muda cenderung lebih lunak dan berwarna hijau, kemudian berubah menjadi lebih keras dan kecokelatan ketika mengalami proses lignifikasi.

Percabangan merupakan salah satu karakter yang membuat bunga sepatu mempunyai bentuk perdu. Dari cabang-cabang tersebut muncul tangkai daun dan tangkai bunga.

Bentuk tajuk dapat diatur melalui pemangkasan. Oleh sebab itu, tanaman bunga sepatu sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar atau tanaman hias pekarangan.

4. Daun

Daun bunga sepatu merupakan daun tunggal dan tersusun secara berseling pada batang. Helaian daunnya umumnya berbentuk ovatus atau bulat telur dan tidak berlekuk. World Flora Online mencatat ukuran helaian sekitar 5–12 cm panjang dan 3–8,5 cm lebar.

Tepi daun umumnya bergerigi cukup kasar, terutama pada bagian menuju ujung. Ujung daun berbentuk meruncing hingga agak meruncing, sedangkan pangkalnya dapat membulat hingga berbentuk menyempit.

Daunnya berwarna hijau dan pada kondisi tertentu dapat terlihat mengilap. Tangkai daun menghubungkan helaian daun dengan batang.

Bunga sepatu juga memiliki stipula atau daun penumpu yang berbentuk linear hingga lanset. World Flora Online mencatat stipula dengan panjang sekitar 8–16 mm.

daun bunga sepatu

Ciri utama daun bunga sepatu dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Daun tunggal
  • Tersusun berseling
  • Helaian berbentuk ovatus
  • Permukaan relatif licin atau hampir gundul pada daun dewasa
  • Tepi bergerigi
  • Ujung meruncing
  • Mempunyai tangkai daun
  • Memiliki stipula
  • Umumnya berwarna hijau

5. Bunga

Bunga merupakan bagian paling mencolok dari tanaman bunga sepatu. Bunganya berukuran besar dan umumnya muncul secara soliter pada ketiak daun bagian atas.

World Flora Online mencatat bunga dapat tumbuh mendatar atau agak menggantung.

Bunga memiliki variasi warna yang sangat luas. Warna yang umum antara lain merah, merah muda, putih, dan kuning. Pada bentuk hortikultura tertentu dapat ditemukan warna atau kombinasi warna lain.

Bentuk bunga juga dapat berbeda. Ada bunga dengan susunan mahkota sederhana dan ada pula kultivar dengan bunga ganda. Bunga ganda mempunyai jumlah bagian mahkota yang lebih banyak sehingga tampilannya menjadi lebih penuh.

Secara struktur, bunga tersusun atas beberapa bagian penting, yaitu epikaliks, kelopak, mahkota, benang sari, dan putik.

6. Epikaliks

Epikaliks merupakan struktur tambahan yang berada di luar kelopak. Pada bunga sepatu, struktur ini terdiri atas beberapa brakteola sempit.

World Flora Online mencatat adanya sekitar 6–8 brakteola pada bentuk yang dideskripsikan, dengan bentuk sempit-lanset hingga sempit-segitiga.

Keberadaan epikaliks merupakan salah satu karakter yang berguna dalam mengenali bunga dari kelompok Malvaceae dan Hibiscus.

Dalam pengamatan bunga, epikaliks dapat dilihat sebagai struktur seperti daun kecil yang berada di bagian luar kelopak.

7. Kelopak Bunga

Kelopak bunga sepatu berada tepat di bagian luar mahkota. Kelopak berfungsi melindungi struktur bunga ketika masih dalam fase kuncup.

Kelopak mempunyai lima lobus dan bentuk keseluruhannya menyerupai lonceng sempit atau tabung pendek. World Flora Online mencatat kelopak dapat terbagi sekitar setengah hingga tiga perempat panjangnya, dengan ukuran sekitar 2–3 cm.

Lobus kelopak berbentuk segitiga hingga segitiga sempit dengan ujung meruncing.

8. Mahkota Bunga

Mahkota merupakan bagian yang paling menarik perhatian karena ukuran dan warnanya. Bentuk mahkota dapat menyerupai corong, melebar seperti roda, atau mempunyai petal yang sedikit melengkung ke belakang.

Mahkota Bunga

Pada bentuk yang dideskripsikan World Flora Online, petal dapat berukuran sekitar 6–10,5 cm panjang dan 4–6,5 cm lebar. Tepi petal dapat rata, berlekuk ringan, atau bergelombang.

Warna petal umumnya merah, tetapi juga dapat berupa merah muda, putih, kuning, atau warna lain pada bentuk hortikultura. Bagian pangkal mahkota sering mempunyai warna yang lebih gelap.

Variasi mahkota inilah yang menyebabkan bunga sepatu mempunyai nilai tinggi sebagai tanaman hias. Pemuliaan dan seleksi tanaman menghasilkan banyak kultivar dengan karakter bunga berbeda.

9. Benang Sari

Benang sari merupakan salah satu ciri paling khas bunga sepatu. Filamen benang sari bersatu membentuk kolom benang sari atau staminal column.

Kolom tersebut memanjang dari bagian tengah bunga dan pada banyak bentuk dapat menjulur keluar melewati mahkota. World Flora Online mencatat panjang kolom benang sari sekitar 6,5–11,5 cm pada bentuk yang dideskripsikan.

Benang sari membawa kepala sari yang menghasilkan serbuk sari. Serbuk sari pada deskripsi tersebut berwarna kuning.

Struktur kolom benang sari merupakan karakter penting untuk mengenali Hibiscus. Pada tingkat genus, Kew juga mencatat bahwa benang sari membentuk tabung dan bagian filamennya dapat menyatu pada sebagian besar panjangnya.

Karena bentuknya yang panjang dan mencolok, kolom benang sari sering menjadi bagian pertama yang diperhatikan ketika bunga sepatu diamati dari dekat.

10. Putik

Putik berada di bagian tengah kolom benang sari. Organ ini terdiri atas ovarium, tangkai putik, dan kepala putik.

Ovarium pada Hibiscus umumnya bersifat superior dan mempunyai sekitar lima ruang. Tangkai putik kemudian berkembang ke arah atas dan bercabang menjadi lima bagian. Masing-masing cabang membawa kepala putik.

Putik

Pada bunga sepatu, warna tangkai putik dapat bervariasi antara merah, merah muda, atau putih, sedangkan stigma umumnya berwarna kemerahan dan pada beberapa bentuk dapat berwarna kuning keemasan.

Susunan putik yang berada di tengah kolom benang sari membuat struktur reproduktif bunga sepatu sangat mudah dikenali.

11. Buah

Buah bunga sepatu berbentuk kapsul. Namun, pembentukan buah pada tanaman bunga sepatu ornamental tidak selalu terjadi.

World Flora Online mencatat bahwa kapsul pada bentuk ini jarang dihasilkan, dengan bentuk bulat telur dan warna cokelat ketika matang. Ukurannya sekitar 2,5–3 cm.

Kondisi tersebut membuat buah tidak menjadi bagian yang paling mudah diamati ketika melakukan identifikasi bunga sepatu di halaman atau taman.

Perbedaan kemampuan menghasilkan buah juga berkaitan dengan keragaman tanaman hasil budidaya. Beberapa kultivar lebih sering menghasilkan bunga tetapi jarang menghasilkan buah dan biji yang berkembang sempurna.

12. Biji

Biji bunga sepatu berbentuk ginjal atau reniform. Warnanya dapat berupa cokelat tua hingga hitam.

World Flora Online mencatat biji berukuran sekitar 5 mm dan mempunyai rambut sangat halus pada permukaannya. Biji juga disebut jarang dihasilkan pada tanaman yang dibudidayakan.

Karena pembentukan biji relatif jarang pada banyak tanaman ornamental, biji bukan karakter yang sering dijumpai ketika bunga sepatu diamati di lapangan.

Biji

Ciri Morfologi Bunga Sepatu yang Mudah Dikenali

Untuk memudahkan identifikasi, beberapa karakter utama bunga sepatu dapat dirangkum sebagai berikut:

Bagian tanaman Ciri utama
Habitus Semak atau perdu berkayu
Tinggi Sekitar 1–3 m, dapat lebih tinggi
Batang Berkayu dan bercabang
Daun Tunggal dan berseling
Bentuk daun Ovatus atau bulat telur
Tepi daun Bergerigi
Ujung daun Meruncing
Bunga Besar dan mencolok
Letak bunga Umumnya soliter di ketiak daun
Epikaliks Terdiri atas beberapa brakteola
Kelopak Lima lobus
Mahkota Besar, beragam warna
Benang sari Membentuk kolom benang sari
Putik Berada di tengah kolom benang sari
Ovarium Umumnya lima ruang
Stigma Umumnya lima cabang
Buah Kapsul, jarang terbentuk pada kultivar ornamental
Biji Reniform, cokelat tua hingga hitam

Perbedaan Morfologi Bunga Tunggal dan Bunga Ganda

Salah satu variasi yang mudah ditemukan pada bunga sepatu adalah perbedaan antara bunga tunggal dan bunga ganda.

Bunga tunggal mempunyai struktur mahkota yang lebih sederhana sehingga bagian tengah bunga, termasuk kolom benang sari dan putik, biasanya lebih mudah terlihat.

Sementara itu, bunga ganda mempunyai tambahan petal atau bagian yang menyerupai petal sehingga bagian tengah bunga tampak lebih penuh.

Variasi tersebut penting diperhatikan ketika melakukan identifikasi tanaman berdasarkan bunga. Warna saja tidak cukup karena beberapa kultivar dapat mempunyai warna serupa tetapi bentuk mahkotanya berbeda.

Keragaman tersebut juga memperlihatkan peran pemuliaan dalam menghasilkan tanaman hias dengan karakter bunga yang berbeda-beda.

Bunga Sepatu sebagai Tanaman Hias

Bunga sepatu banyak digunakan sebagai tanaman hias karena mempunyai bunga yang besar dan berwarna mencolok. Bentuk tanamannya yang berupa semak juga membuatnya mudah ditempatkan dalam berbagai lanskap.

Tanaman dapat ditanam sebagai tanaman individu di halaman, dibuat sebagai tanaman pagar, maupun ditempatkan di area taman. Pemangkasan dapat dilakukan untuk mengatur bentuk tajuk dan merangsang pertumbuhan cabang baru.

Untuk memperluas pembahasan mengenai tanaman hias lain di Agrotek.id, pembaca juga dapat melihat artikel klasifikasi dan morfologi tanaman bunga bakung dan klasifikasi dan morfologi tanaman bunga nusa indah. Keduanya masih berada dalam topik tanaman bunga dan morfologi tanaman hias.

Kesimpulan

Bunga sepatu merupakan tanaman hias berbentuk semak berkayu dengan batang bercabang, daun tunggal berseling, dan bunga besar yang umumnya muncul soliter.

Tanaman ini termasuk famili Malvaceae dan genus Hibiscus, dengan nama yang diterima Hibiscus × rosa-sinensis L.

Ciri khasnya meliputi daun ovatus bertepi bergerigi, epikaliks, kelopak lima lobus, serta kolom benang sari yang memanjang dengan putik di bagian tengah. Buahnya berupa kapsul dan bijinya berbentuk reniform berwarna cokelat tua hingga hitam.

Karakter vegetatif dan reproduktif tersebut dapat digunakan untuk mengenali bunga sepatu secara lebih sistematis.

Sumber dan Referensi 

  • Braglia, L., Thomson, L. A., Cheek, M., Mabberley, D. J., & Butaud, J. (2024). The origin of Hibiscus rosa-sinensis: A 300-year-old mystery solved. Pacific Science, 77(4). https://doi.org/10.2984/77.4.3
  • Royal Botanic Gardens, Kew. (2026). Hibiscus × rosa-sinensis L. Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew.
  • Royal Botanic Gardens, Kew. (2026). Hibiscus L. Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew.
  • World Flora Online Consortium. (2026). Hibiscus rosa-sinensis L. World Flora Online. World Flora Online.
  • World Flora Online Consortium. (2026). World Flora Online. World Flora Online Consortium.