Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Geranium Lengkap

Diposting pada

Tanaman geranium merupakan salah satu tanaman hias berbunga yang banyak dikenal karena bentuk bunga, warna mahkota, serta beberapa jenisnya yang memiliki aroma khas pada daun.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Geranium Lengkap

Dalam perdagangan tanaman hias, istilah “geranium” sering digunakan untuk menyebut berbagai tanaman dari genus Pelargonium.

Padahal secara botani, Geranium dan Pelargonium merupakan dua genus berbeda yang sama-sama termasuk famili Geraniaceae.

Pembahasan mengenai geranium perlu memperhatikan perbedaan tersebut agar identifikasi tanaman tidak keliru. Tanaman yang banyak dibudidayakan sebagai geranium hias umumnya berasal dari genus Pelargonium.

Pelargonium sebagai genus tersendiri dalam famili Geraniaceae dengan persebaran alami yang luas, terutama di kawasan Afrika bagian selatan, tetapi juga mencakup beberapa wilayah lain.

Artikel ini secara khusus membahas klasifikasi dan morfologi tanaman geranium hias yang merujuk pada genus Pelargonium, mulai dari kedudukan taksonomi, habitus, akar, batang, daun, bunga, hingga buah dan bijinya.

Klasifikasi Tanaman Hias Geranium

Secara taksonomi, geranium hias yang umum dikenal dalam hortikultura dapat ditempatkan dalam genus Pelargonium. Klasifikasi tersebut berbeda dengan genus Geranium, meskipun keduanya masih berada dalam famili yang sama.

Berikut klasifikasi dasarnya:

  • Kingdom: Plantae
  • Filum: Streptophyta
  • Kelas: Equisetopsida
  • Subkelas: Magnoliidae
  • Ordo: Geraniales
  • Famili: Geraniaceae
  • Genus: Pelargonium
  • Spesies: bergantung pada jenis atau kultivar yang dibudidayakan

Famili Geraniaceae menempatkannya dalam ordo Geraniales. Famili tersebut mencakup beberapa genus, termasuk Geranium, Erodium, Pelargonium, Monsonia, dan beberapa genus lainnya.

Klasifikasi Tanaman Hias Geranium

Geranium dan Pelargonium Bukan Genus yang Sama

Salah satu hal penting dalam mengenali tanaman geranium adalah membedakan Pelargonium dengan Geranium. Keduanya sama-sama berasal dari famili Geraniaceae, tetapi memiliki sejumlah perbedaan morfologi.

Genus Geranium umumnya mempunyai bunga yang aktinomorf, yaitu relatif simetris secara radial. Daunnya dapat berbentuk menjari atau berlekuk, sedangkan buahnya mempunyai struktur seperti paruh yang dapat menggulung ketika matang.

Sementara itu, Pelargonium umumnya mempunyai bunga zigomorf, yaitu memiliki simetri bilateral. Pada beberapa anggotanya terdapat struktur berupa taji pada salah satu kelopak. Buah Pelargonium juga memiliki karakter seperti paruh dan menghasilkan merikarp berbiji tunggal.

Perbedaan tersebut penting karena nama “geranium” dalam perdagangan tanaman hias tidak selalu menunjukkan genus Geranium. Untuk tanaman hias yang secara umum dijual dengan nama geranium, Pelargonium merupakan kelompok yang sangat penting.

Jika ingin mempelajari contoh tanaman hias lain berdasarkan karakter morfologinya, Anda juga dapat membaca artikel Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Bougenville.

Morfologi Tanaman Hias Geranium

Morfologi tanaman merupakan kajian mengenai bentuk dan struktur bagian tanaman yang dapat diamati. Pada geranium hias, karakter morfologi dapat diamati melalui habitus, akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

1. Habitus Tanaman Geranium

Geranium dari genus Pelargonium memiliki bentuk pertumbuhan yang beragam. Sebagian dapat berupa herba tahunan atau tahunan panjang, semak kecil, hingga perdu berukuran relatif pendek.

Habitus Tanaman Geranium

Pelargonium memiliki variasi habitus yang luas, termasuk tanaman herba, semak kecil, dan semak. Beberapa jenis juga dapat mempunyai batang yang agak sukulen atau tumbuh dengan posisi tegak maupun menjalar.

Pada tanaman hias, bentuk pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh jenis, kultivar, umur tanaman, lingkungan, serta teknik pemeliharaan.

Ada geranium yang tumbuh membentuk rumpun kompak, sementara jenis lainnya memiliki batang yang lebih panjang sehingga cocok ditempatkan pada pot atau wadah gantung.

Sebagian Pelargonium juga memiliki jaringan tanaman yang mengandung kelenjar aroma. Karena itu, ketika daun diremas atau tersentuh, beberapa jenis dapat mengeluarkan aroma yang khas.

2. Morfologi Akar

Akar berfungsi sebagai organ utama yang membantu tanaman memperoleh air dan unsur mineral dari media tumbuh sekaligus memperkuat tanaman.

Pada Pelargonium, sistem perakaran berkembang dari pangkal tanaman dan membentuk jaringan akar yang menunjang pertumbuhan bagian atas tanaman. Karakter akar dapat berbeda berdasarkan jenis dan kondisi pertumbuhan.

Morfologi Akar

Akar yang sehat umumnya mempunyai warna putih hingga krem pada bagian yang masih muda, sedangkan jaringan akar yang lebih tua dapat mengalami perubahan warna menjadi kecokelatan. Kondisi media tumbuh sangat berpengaruh terhadap perkembangan akar.

Karena tanaman geranium hias banyak ditanam dalam pot, struktur media perlu memungkinkan air keluar dengan baik. Media yang terlalu lama jenuh air dapat mengganggu kondisi akar dan mengurangi pertumbuhan tanaman.

3. Morfologi Batang

Batang Pelargonium mempunyai bentuk dan tekstur yang cukup beragam. Pada sebagian jenis, batang dapat tumbuh tegak, sedangkan jenis lainnya mempunyai pertumbuhan lebih menyebar atau menjuntai.

Batang Pelargonium dapat berupa batang yang relatif lunak hingga agak sukulen. Beberapa jenis juga mempunyai permukaan batang yang berbulu atau memiliki kelenjar.

Morfologi Batang

Batang berfungsi sebagai penyangga daun dan bunga serta menjadi jalur transportasi air dan mineral dari akar menuju bagian atas tanaman. Batang juga menjadi tempat munculnya cabang dan daun.

Pada tanaman yang sudah cukup tua, bagian pangkal batang dapat menjadi lebih keras dibandingkan bagian pertumbuhan yang masih muda. Percabangan yang terbentuk kemudian menghasilkan tajuk yang semakin rimbun.

4. Morfologi Daun

Daun merupakan salah satu bagian geranium yang memiliki variasi bentuk cukup tinggi. Secara umum, daun Pelargonium mempunyai tangkai dan dapat tersusun berhadapan atau berselang-seling bergantung pada jenisnya.

Bentuk helaian daun dapat berupa membulat, berlekuk, menjari, bergerigi, hingga terbagi lebih dalam. Daun Pelargonium dapat mempunyai tepi bergerigi, berlekuk, bergigi, bercuping, terbelah, atau bahkan majemuk pada jenis tertentu.

Morfologi Daun

Keragaman tersebut membuat daun menjadi salah satu karakter penting dalam identifikasi geranium.

Pada beberapa jenis geranium hias, daun mempunyai aroma yang kuat karena keberadaan jaringan kelenjar. Aroma dapat muncul ketika permukaan daun disentuh atau diremas.

Warna daun umumnya hijau, tetapi intensitas warna dapat berubah berdasarkan varietas, umur daun, intensitas cahaya, dan kondisi pertumbuhan. Beberapa kultivar tanaman hias juga mempunyai pola atau variasi warna pada permukaan daun.

5. Morfologi Tangkai Daun

Tangkai daun atau petiolus merupakan bagian yang menghubungkan helaian daun dengan batang.

Pada Pelargonium, sebagian besar daun mempunyai tangkai. Panjang dan bentuk tangkai dapat berbeda antara jenis maupun kultivar. Tangkai menjadi bagian penting karena membantu menempatkan helaian daun sehingga dapat menerima cahaya.

Pada beberapa tanaman, pangkal tangkai juga dapat disertai struktur kecil yang disebut stipula. Famili Geraniaceae secara umum mempunyai daun bertangkai dan stipula, meskipun bentuk serta ukurannya dapat berbeda antar kelompok.

6. Morfologi Bunga

Bunga merupakan bagian tanaman geranium yang paling mudah dikenali karena warna dan bentuknya menjadi daya tarik utama sebagai tanaman hias.

Pada genus Pelargonium, bunga umumnya bersifat zigomorf atau mempunyai simetri bilateral. Artinya, bunga memiliki bidang simetri tertentu yang membaginya menjadi dua bagian yang relatif serupa.

Karakter ini merupakan salah satu perbedaan penting dengan banyak anggota genus Geranium yang bunganya cenderung aktinomorf.

Bunga Pelargonium umumnya mempunyai lima sepal dan lima petal. Namun ukuran serta bentuk kelopak dan mahkota dapat berbeda. Petal pada Pelargonium umumnya berjumlah lima dan dapat mempunyai ukuran yang tidak sama.

Morfologi Bunga

Salah satu karakter khasnya adalah adanya struktur taji pada sepal bagian belakang. Struktur tersebut dapat berhubungan dengan dasar tangkai bunga dan menjadi salah satu karakter morfologi yang membantu membedakan Pelargonium.

Warna bunga sangat beragam tergantung jenis dan kultivar. Warna yang dapat dijumpai antara lain merah, merah muda, putih, ungu, hingga kombinasi warna tertentu.

Bunga dapat muncul dalam kelompok yang menyerupai payung semu atau pseudoumbel. Perbungaan Pelargonium sebagai pseudumbel yang terdiri atas beberapa bunga dan biasanya disertai braktea.

Untuk pembaca yang ingin membandingkan karakter morfologi tanaman hias berbunga lainnya, artikel Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Krisan dapat menjadi referensi tambahan.

7. Kelopak Bunga

Kelopak atau sepal merupakan bagian terluar perhiasan bunga. Pada Pelargonium, jumlah sepal umumnya lima.

Kelopak dapat berfungsi melindungi bagian bunga ketika masih dalam tahap kuncup. Salah satu sepal mempunyai struktur memanjang seperti taji yang menjadi karakter penting pada genus ini. Struktur tersebut berada pada bagian posterior bunga dan berhubungan dengan tangkai bunga.

Bentuk dan ukuran kelopak dapat berbeda antara spesies dan kultivar.

8. Mahkota Bunga

Mahkota atau petal merupakan bagian bunga yang biasanya paling menarik secara visual. Pada geranium hias, mahkota memiliki warna dan bentuk yang beragam.

Pada Pelargonium, petal umumnya berjumlah lima dan tidak selalu mempunyai ukuran yang sama. Perbedaan ukuran petal tersebut ikut membentuk karakter bunga yang bersimetri bilateral.

Warna mahkota dapat menjadi karakter pendukung dalam membedakan kultivar, tetapi identifikasi tidak sebaiknya hanya didasarkan pada warna karena karakter tersebut dapat sangat bervariasi pada tanaman budidaya.

9. Benang Sari

Benang sari merupakan organ reproduksi jantan pada bunga. Pada Pelargonium, secara morfologi terdapat hingga 10 benang sari, tetapi tidak semuanya selalu berkembang menjadi benang sari yang menghasilkan serbuk sari. Beberapa filamen dapat mengalami reduksi dan menjadi staminodium.

Benang Sari

Antera atau kepala sari merupakan bagian yang menghasilkan serbuk sari. Struktur tersebut mempunyai peranan dalam reproduksi seksual tanaman.

10. Putik dan Ovarium

Bagian reproduksi betina pada Pelargonium terdiri atas ovarium, tangkai putik, dan kepala putik.

Ovarium mempunyai lima lobus dan lima ruang atau lokulus pada struktur tipikal genus ini. Ovarium Pelargonium berbentuk lima lobus dan mempunyai lima lokulus, dengan bakal biji pada setiap lokulus.

Karakter tersebut menjadi salah satu ciri penting dalam pembahasan taksonomi karena struktur reproduktif relatif lebih informatif untuk identifikasi dibandingkan hanya mengandalkan warna bunga.

11. Morfologi Buah

Buah Pelargonium mempunyai bentuk yang khas dan termasuk tipe buah schizocarp atau buah yang akan terpisah menjadi beberapa bagian ketika matang.

Buah Pelargonium sebagai rostrate schizocarp, yaitu buah yang mempunyai struktur memanjang seperti paruh. Setiap bagian yang terpisah atau merikarp umumnya hanya mengandung satu biji. Struktur seperti paruh tersebut tetap bertahan dan dapat mengalami perubahan bentuk ketika buah matang.

Bentuk buah menjadi salah satu karakter penting yang membedakan Pelargonium dengan beberapa kelompok lain dalam famili Geraniaceae.

Nama Pelargonium sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berkaitan dengan burung bangau, merujuk pada bentuk buah yang menyerupai paruh burung.

12. Morfologi Biji

Biji geranium dari genus Pelargonium berukuran relatif kecil dan berada di dalam merikarp. Bijinya berbentuk kurang lebih lonjong hingga bulat telur terbalik, tanpa endosperma, dengan embrio yang melengkung.

Morfologi Biji

Biji merupakan struktur reproduksi yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan secara generatif. Dalam praktik hortikultura, karakter biji dapat berbeda tergantung spesies dan kultivar.

Ciri Morfologi Utama Geranium dalam Identifikasi

Untuk mengenali geranium hias secara lebih sistematis, beberapa karakter utama yang dapat diamati adalah bentuk pertumbuhan, daun, bunga, dan buah.

Pada kelompok Pelargonium, ciri yang penting antara lain:

  1. Tanaman dapat berupa herba, semak kecil, atau perdu.
  2. Batang dapat tegak, menjalar, atau mempunyai karakter agak sukulen pada jenis tertentu.
  3. Daun umumnya bertangkai dan mempunyai bentuk yang sangat bervariasi.
  4. Tepi daun dapat bergerigi, berlekuk, bercuping, atau terbelah.
  5. Beberapa jenis mempunyai aroma khas pada daun.
  6. Bunga umumnya bersimetri bilateral atau zigomorf.
  7. Bunga memiliki lima sepal dan umumnya lima petal.
  8. Salah satu sepal dapat membentuk struktur seperti taji.
  9. Perbungaan umumnya berupa pseudumbel.
  10. Buah berbentuk schizocarp dengan bagian seperti paruh.
  11. Merikarp umumnya berisi satu biji.

Untuk melihat contoh tanaman hias dengan karakter daun yang juga menjadi daya tarik utama, pembaca dapat melanjutkan ke artikel Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Puring.

Perbedaan Morfologi Geranium dan Pelargonium

Istilah geranium sering menimbulkan kebingungan karena digunakan untuk menyebut tanaman dari dua kelompok yang berbeda. Secara botani, Geranium dan Pelargonium sama-sama termasuk Geraniaceae, tetapi mempunyai sejumlah perbedaan.

Karakter Pelargonium Geranium
Famili Geraniaceae Geraniaceae
Genus Pelargonium Geranium
Bentuk bunga Umumnya zigomorf Umumnya aktinomorf
Petal Umumnya 5 dan tidak selalu sama ukuran Umumnya 5
Benang sari Hingga 10, sebagian dapat menjadi staminodium Umumnya 10 dan biasanya fertil
Daun Sangat bervariasi, dapat berlekuk atau terbagi Umumnya menjari atau terbelah
Buah Schizocarp dengan struktur seperti paruh Schizocarp dengan paruh yang menggulung ketika matang

Perbedaan tersebut didukung oleh deskripsi morfologi Kew untuk masing-masing genus. Pelargonium memiliki bunga zigomorf dan struktur taji pada sepal tertentu, sedangkan Geranium memiliki bunga aktinomorf dan buah dengan mekanisme penggulungan paruh yang berbeda.

Perbandingan ini penting terutama ketika informasi mengenai tanaman diperoleh dari nama umum. Dalam penulisan ilmiah dan identifikasi botani, penggunaan nama genus dan spesies yang tepat jauh lebih akurat dibandingkan hanya menggunakan nama perdagangan.

Posisi Geranium dalam Famili Geraniaceae

Geranium dan Pelargonium merupakan bagian dari famili Geraniaceae. Famili ini memiliki karakter umum berupa tumbuhan herba atau semak kecil, daun yang dapat tersusun berselang-seling atau berhadapan, bunga dengan lima sepal dan umumnya lima petal, serta buah schizocarp yang terpisah menjadi merikarp berbiji tunggal.

Dalam famili tersebut, Pelargonium termasuk salah satu genus utama. Sekitar 280 spesies dalam genus Pelargonium, sedangkan Geranium merupakan genus yang lebih besar dengan sekitar 350 spesies berdasarkan informasi flora yang tercantum pada basis data Kew.

Karakter bunga dan buah merupakan bagian penting untuk memahami hubungan taksonomi kelompok tersebut. Karena itu, identifikasi tanaman geranium sebaiknya dilakukan dengan mengamati beberapa karakter sekaligus, bukan hanya berdasarkan warna bunga atau bentuk umum tanaman.

Pembaca yang ingin melihat contoh lain mengenai identifikasi tanaman hias berdasarkan struktur bunga dapat membaca Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Dahlia Lengkap.

Bagian Tanaman yang Perlu Diamati Saat Identifikasi

Identifikasi geranium dapat dilakukan secara bertahap dengan mengamati tanaman dari bagian vegetatif hingga reproduktif. Pengamatan awal dapat dimulai dari bentuk pertumbuhan dan batang. Setelah itu, karakter daun seperti bentuk helaian, tepi daun, susunan daun, tekstur, dan keberadaan aroma dapat dicatat.

Tahap berikutnya adalah mengamati bunga. Bentuk simetri bunga, jumlah sepal dan petal, perbedaan ukuran petal, struktur taji, susunan bunga, serta bentuk alat reproduksi dapat memberikan informasi penting.

Jika tanaman telah menghasilkan buah, karakter buah menjadi petunjuk tambahan yang sangat berguna. Buah Pelargonium dengan struktur seperti paruh dan merikarp berbiji tunggal merupakan salah satu karakter yang dapat digunakan untuk memperkuat identifikasi.

Bagian Tanaman yang Perlu Diamati Saat Identifikasi

Catatan Taksonomi untuk Penulisan Nama Geranium

Dalam artikel, materi, katalog tanaman, maupun konten edukasi, penggunaan istilah “geranium” sebaiknya disertai nama ilmiah jika identitas tanamannya sudah diketahui. Hal tersebut membantu menghindari kesalahan antara Pelargonium dan Geranium.

Untuk geranium hias yang termasuk Pelargonium, penulisan genus menggunakan huruf miring, misalnya Pelargonium. Nama spesies ditulis dengan format Pelargonium diikuti epitet spesifik apabila spesies telah diketahui.

Penamaan yang tepat juga membantu menghubungkan informasi morfologi dengan sumber botani modern. Basis data Plants of the World Online dari Royal Botanic Gardens, Kew dapat digunakan sebagai salah satu rujukan untuk memeriksa status nama ilmiah dan informasi taksonomi.

Kesimpulan

Tanaman geranium hias yang banyak dikenal dalam hortikultura umumnya merujuk pada genus Pelargonium, yang termasuk famili Geraniaceae dan berbeda secara botani dari genus Geranium meskipun keduanya berada dalam famili yang sama.

Secara morfologi, Pelargonium memiliki bentuk pertumbuhan yang beragam, mulai dari herba hingga semak kecil atau perdu, dengan batang yang dapat tegak, menjalar, atau agak sukulen, serta daun bertangkai dengan bentuk dan tepi yang sangat bervariasi.

Bunga umumnya bersimetri bilateral atau zigomorf, memiliki lima sepal dan lima petal, serta pada salah satu sepal dapat dijumpai struktur menyerupai taji.

Bagian reproduktif juga memiliki karakter penting, termasuk benang sari, ovarium berlobus lima, buah schizocarp berbentuk seperti paruh, dan merikarp yang umumnya hanya mengandung satu biji.

Oleh karena itu, identifikasi geranium sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna atau bentuk bunga, tetapi dilakukan dengan mengamati beberapa karakter secara bersama-sama, terutama habitus, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Penggunaan nama ilmiah Pelargonium secara tepat juga penting untuk menghindari kekeliruan dengan genus Geranium serta memudahkan pengaitan karakter morfologi dengan informasi taksonomi modern.

Sumber dan Referensi

  • Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online (POWO): Pelargonium. Kew Science.
  • Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online (POWO): Geranium. Kew Science.
  • Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online (POWO): Geraniaceae. Kew Science.
  • Simpson, M. G. (2019). Plant Systematics. Academic Press.
  • Judd, W. S., Campbell, C. S., Kellogg, E. A., Stevens, P. F., & Donoghue, M. J. (2016). Plant Systematics: A Phylogenetic Approach. Sinauer Associates.
  • Evert, R. F. (2006). Esau’s Plant Anatomy: Meristems, Cells, and Tissues of the Plant Body. Wiley-Interscience.
  • Raven, P. H., Evert, R. F., & Eichhorn, S. E. (2013). Biology of Plants. W.H. Freeman and Company.
  • Mabberley, D. J. (2017). Mabberley’s Plant-Book: A Portable Dictionary of Plants, Their Classification and Uses. Cambridge University Press.
  • Stevens, P. F. Angiosperm Phylogeny Website. Missouri Botanical Garden-related botanical resources.
  • Royal Botanic Gardens, Kew. The Kew Plant Glossary: Botanical Terms and Definitions. Kew Science.
  • International Plant Names Index (IPNI). Pelargonium and Geranium Nomenclature Records.
  • World Flora Online Consortium. World Flora Online: Geraniaceae and Pelargonium.
  • International Association for Plant Taxonomy (IAPT). International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants.
  • Beentje, H. (2016). The Kew Plant Glossary: An Illustrated Dictionary of Plant Terms. Royal Botanic Gardens, Kew.
  • Heywood, V. H., Brummitt, R. K., Culham, A., & Seberg, O. (2007). Flowering Plant Families of the World. Royal Botanic Gardens, Kew.