Pengertian dan Cara Stek Tanaman Hias Gantung

Diposting pada

Pengertian dan Cara Stek Tanaman Hias GantungAgrotek.id – Untuk memperindah tempat seperti ruangan dan rumah bisa menggunakan aneka tanaman hias.

Pengertian dan Cara Stek Tanaman Hias Gantung
Pengertian dan Cara Stek Tanaman Hias Gantung

Tanaman hias tidak hanya bisa ditanam di halaman rumah, namun bisa juga digantung dari tempat yang tinggi dengan menggunakan pot gantung. Ide ini cocok bagi sebagian orang yang memiliki lahan yang sempit sehingga tidak mampu menanam langsung tumbuhan di pekarangan.

Baca Juga : Jenis Tanaman Hias Paling Mahal

Selain bisa memperindah ruangan dan membuat suasana menjadi lebih asri, tanaman gantung juga tidak sulit untuk dikembangkan dan dipelihara.

Berikut merupakan penjelasan mengenai pengertian dan cara stek tanaman gantung yang bisa Anda praktikan untuk mempercantik rumah Anda.

Pengertian Tanaman Gantung

Tanaman gantung merupakan tumbuhan hias yang ditanam pada pot kecil dan penempatannya secara digantung. Bagi para pecinta tumbuhan tentu tanaman gantung sudah tidak asing lagi.

Selain rimbun tanaman gantung juga cukup enak dilihat dan mudah proses perawatannya. Biasanya orang menyukai tumbuhan gantung karena simpel atau tidak ribet.

Bentuknya yang kecil juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tanaman. Bila memutuskan untuk menaruh tumbuhan gantung di luar ruangan maka dianjurkan untuk memberikan penutup pada bagian atap rumah.

Hal ini perlu dilakukan agar daun pada tanaman gantung dapat tumbuh dengan baik dan lebih terlihat bersih serta cantik. Tempat yang paling cocok untuk tumbuhan gantung yakni pada bagian teras rumah.

Ciri-ciri dari tanaman gantung adalah sebagai berikut:

  • Tanaman gantung tumbuh secara merambat namun tidak terlalu lebat.
  • Ketika digantung bagian daun tanaman ini akan terkesan jatuh dan menutupi bagian pot bunga.
  • Biasanya tanaman gantung pertumbuhannya secara lambatm jadi tidak perlu sering-sering memotong bagian daun tanaman ini.
  • Kebayakan tumbuhan gantung tidak tahan jika terkena sinar matahari secara langsung. Sinar matahari yang diperlukan untuk tumbuhan gantung hanya sekitar 65 persen.
  • Tanaman ini memiliki daun yang cukup kecil dan tidak terlalu besar.

Selain untuk memperindah ruangan, tanaman gantung juga dimanfaatkan untuk menahan debu yang akan masuk ke dalam rumah.

Tumbuhan gantung adalah solusi tepat dan praktis untuk seseorang yang tidak memiliki lahan luas dipekarangan rumah karena tanaman gantung ini tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam dan juga tumbuhan yang digantung dengan pot tidak terlihat sumpek atau menumpuk.

Adapun untuk beberapa contoh jenis tanaman gantung yang mudah ditemukan antara lain sirih gading kuning, sirih perak, sirih keraton, lipstik, tanduk rusa dan keladi tengkorak.

Cara Stek Tanaman Gantung

1. Pemilihan Waktu Menanam

Memilih waktu penanaman yang pas merupakan hal yang paling dasar dalam stek tanaman gantung.

Setidaknya, cobalah untuk mulai menanam di awal musim panas, bukan saat musim penghujan. Karena dengan memilih musim yang tepat maka hasil stek yang didapat akan optimal.

Jika memulai penanaman stek saat musim hujan, maka hasilnya akan sedikit terganggu. Apalagi jika meletakkan hasil stek di luar, maka akan mudah membusuk dan terjadi kegagalan.

2. Pemilihan Indukan

Selanjutnya, pilihlah indukan yang terbaik. Peranan indukan sangat penting dalam keberhasilan dan kualias dari hasil cara stek tanaman gantung ini.

Nantinya, bibit akan meniru sifat dan kualitas indukan sebanyak 70-80%. Pilih indukan yang sudah berumur dan bukan bibit yang baru ditanam.

Indukan yang memiliki batang dan daun yang sehat, tidak kerdil dan tidak terserang penyakit merupakan indukan yang cocok.

3. Pemotongan Tunas

Cara yang benar dalam pemotongan tunas penting diketahui agar tanaman gantung ini berhasil tumbuh tanpa kegagalan. Pertama cari tunas yang sehat dan siap untuk dipotong.

Lalu bersihkan alat pemotong seperti pisau bedah, gunting ataupun pisau dapur. Anda harus pastikan bahwa alat pemotongnya tajam dan bersih.

Kemudian potong cabang tanaman gantung hias ini sepanjang 7-15 cm. Terakhir, potongan ini setidaknya tepat pada bagian ruas batang dan tidak merusak bagian dalam.

4. Menggunakan Bubuk Hormon

Dengan memanfaatkan bubuk hormon pertumbuhan, maka akan lebih mudah memunculkan akar yang nantinya menghasilkan tunas baru.

Gunakanlah bubuk hormon yang ditempelkan langsung di bagian pangkal batang yang telah dipotong tadi.

5. Pembibitan

Selanjutnya, siapkan wadah berupa kaleng bekas, polybag ataupun pot. Pilihlah wadah yang tidak mengganggu pertumbuhan bibit.

Kemudian siapkan pupuk kompos dan tanah humus dengan perbandingan 1:1 kemudian masukan kedalam wadah tanam.

Pastikan Anda melakukan penggemburan yang benar pada media tanam agar bibit bisa tumbuh dengan baik. Masukkan bibit ke dalam media tanam dan siram secara teratur.

Pastikan tidak terlalu lembab atau akar tanaman yang mulai tumbuh akan mengalami pembusukan. Letakkan ditempat yang terlindungi dari sinar matahari langsung dan hujan.

6. Pemeliharaan

Hal berikutnya yang harus Anda lakukan adalah memelihara bibit agar bisa berkembang dengan baik.

Setelah akar tumbuh dengan kuat, anda bisa memindahkan bibit ke tempat yang lebih besar nantinya. hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan nutrisi, air dan sinar matahari.

Jika tanaman sudah bertunas dan umurnya sudah lebih dari 2 minggu, maka anda bisa memindahkannya pada wadah yang lebih besar.

Baca Juga : Cara Stek Pohon Asam Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *