Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jamur Tiram

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jamur Tiram – Jamur tiram atau atau Pleurotus ostreatus merupakan salah satu jenis tanaman jamur kayu yang sangat mudah untuk di budidayakan.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jamur Tiram
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jamur Tiram

Biasanya banyak sekali orang yang akan menyebut jamur tiram yaitu jamur kayu, karena jamur ini diketahui banyak sekali di jumpai di sekitar media kayu yang memang sudah membusuk ataupun lapuk.

Jamur tiram atau Pleurotus ostreatus ini merupakan salah satu jamur yang bisa dikonsumsi serta bergizi tinggi dari kelompok Basidiomycota dan juga termasuk kelas Homobasidiomycetes.

Jenis ini mempunyai ciri-ciri umum tubuh jamur yang berwarna putih sampai krem. Tudungnya yang berbentuk setengah lingkaran sangat mirip seperti cangkang tiram dan pada bagian tengahnya agak sedikit cekung. Jamur tiram ini masih satu keluarga dengan Pleurotus eryngii serta sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Di habitat alaminya, maka jamur tiram bisa Anda jumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan yang daerahnya yang sejuk. Tubuh dari jamur tiram ini terlihat saling bertumpuk di permukaan sebuah batang pohon yang sudah melapuk.

Bisa juga terdapat di batang pohon yang ditebang karena jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu. Oleh sebab itu, bagi para petani yang ingin budidaya jamur tiram ini maka terlebih dahulu harus mengetahui substrat yang biasa dibuat dengan memperhatikan habitat alaminya.

Media yang sangat umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram yaitu serbuk gergaji kayu yang merupakan sebuah limbah dari penggergajian kayu.

Tanaman jamur tiram ini merupakan jamur kayu yang tumbuhnya berderet menyamping pada sebuah batang kayu yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Jamur ini mempunyai tudung tubuh yang akan tumbuh mekar dengan membentuk corong dangkal seperti halnya kulit kerang atau tiram ataupun bentuknya menyerupai dengan telinga. Hal tersebut sesuai dengan nama latinnya yaitu Pleurotus.

Istilah Pleurotus ini berasal dari bahasa Yunani yang mana terdiri dari 2 kata, yaitu pleuron yang artinya menyamping serta ous yang artinya telinga.

Klasifikasi Tanaman Jamur Tiram

  • Kingdom :  Myceteae
  • Divisi : amastigomycota
  • Kelas : Basidiomycetes
  • Seb Kelas : Holobasidiomycetidae
  • Ordo : Agaricales
  • Famili : Tricholomataceae
  • Genus : Pleurotus sp.
  • Spesies : Pleurotus ostreatus

Morfologi Tanaman Jamur Tiram

Tanaman jamur tiram ini berbentuk membulat, lonjong serta melengkung seperti cangkang tiram. Jamur tiram putih diketahui mempunyai tudung yang berdiameter sekitar 4-5 cm ataupun lebuh. Berbentuk seperti halnya tiram, cembung kemudian akan menjadi rat ataupun kadang juga bisa membentuk corong, permukaan licin, agak terlihat berminyak dan lembab.

Jamur tiram ini mempunyai warna yang sangat bervariasi mulai dari yang warna putih, abu-abu, dan coklat tua. Tepi dari tudung menggulung kedalam, sedangkan pada jamur yang masih muda seringkali terlihat bergelombang atau bercuping.

Jamur tiram ini berdaging tebal, mempunyai warna putih serta lunak pada bagian tangkai. Tangkai jamur ini terkadang ada serta juga tidak tergantung pada pertumbuhan. Tumbuh pendek, koko serta tidak di pusat ataupun lateral, panjang sekitar 0,5-4,0 cm , gemuk, padat, kuat dan kering. Pada umumnya berambut ataupun berbulu kapas paling sedikit berada di dasar.

Mempunayi spora sebagai alat perkembangbiakan diri, licin jika sedang di sentuh, bentuk batang berukuran sekitar 8-11×3-4μm serta miselia mempunyai warna putih yang bisa tumbuh dengan sangat cepat.

Tanaman jamur tiram ini tidak mengandung klorofil sehingga tidak bisa berfotosintesis seperti halnya tumbuhan tingkat tinggi. Jamur ini memperoleh makanan secara heterotrof dengan cara mengambil makanan dari bahan organik. Berbagai bahan organik yang ada di sekitar tempat tumbuhnya ini akan diubah menjadi berbagai molekul sederhana dengan bantuan enzim yang telah dihasilkan oleh hifa. Untuk selanjutnya berbagai molekul sederhana tersebut bisa diserap langsung oleh hifa. Jadi, jamur ini tidak seperti organisme heterotrof lainnya yang bisa menelan makanan kemudian mencernakannya sebelum mulai diserap

Tangkai tanaman ini pendek atau panjang  sekitar 2-6 cm tergantung pada kondisi lingkungan serta iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Tangkai ini yang nantinya menyangga tudung agak lateral atau di bagian tepi ataupun eksentris atau agak ke tengah. Tanaman jamur tiram ini termasuk golongan jamur yang mempunyai spora yang berwarna. Jejak dari sporanya menampakkan warna putih sampai dengan kuning

Istilah stoma pada tanaman jamur tiram ini dikenal sebagai hifa. Hifa bisa dipadankan dengan fase vegetatif pada tumbuhan. Hifa ini berbentuk seperti benang ataupun filament. Hifa bisa tumbuh ke segala arah pada bagian ujung-ujungnya serta pada berbagai bagian tertentu tempat cabang dibentuk. Kumpulan dari hifa yang bersekat serta hifa seperti ini dinamakan dengan hifa bersekat. Jadi, jamur ini mempunyai hifa multisel.

Inilah klasifikasi dan morfologi tanaman jamur tiram yang bisa Anda ketahui. Dari sini bisa Anda jadikan sebagai informasi buat Anda dalam hal membedakan jenis-jenis dari jamur. Banyak sekali manfaat dari jamur ini, dan Anda bisa membudidayakan jamur ini sangat mudah.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Jamur Tiram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *