Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Keji Beling

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Keji Beling – Dalam bahasa lokal Kejibeling ini dikenal dengan sebutan keci beling di Jawa serta picah beling di Sunda. Tanaman keji beling atau Strobilanthes crispus merupakan tanaman terna yang biasa ditanam oleh masyarakat sebagai sebuah tanaman pagar. Tanaman ini bisa tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Keji Beling
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Keji Beling

Dari berbagai macam penelitian yang pernah diketahui tanaman keji beling ini mengandung zat-zat kimia. Di antara zat kimia tersebut antara lain yaitu kalium, natrium, kalsium, asam silikat, alkaloida, saponin, flavonoida, dan polilenoi.

Tumbuhan ini mempunyai banyak sekali mineral seperti halnya kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya. Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida.

Kalium ini diketahui berfungsi untuk melancarkan air seni serta untuk menghancurkan batu dalam empedu, ginjal serta kandung kemih. Natrium diketahui berfungsi untuk meningkatkan cairan ekstraseluler yang menyebabkan peningkatan volume darah.

Kalsium berfungsi untuk membantu proses dari pembekuan darah, juga sebagai katalisator berbagai macam proses biologi dalam tubuh serta mempertahankan fungsi membran sel. Sedangkan untuk asam silikat diketahui berfungsi mengikat air, minyak, serta berbagai senyawa non-polar lainnya.

Tanaman ini juga diketahui sebagai tanaman herba liar yang hidup menahun. Tanaman ini diketahui banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan dalam penyembuhan berbagai macam penyakit.

Klasifikasi Tanaman Keji Beling

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Bangsa : Scrophulariales
  • Suku : Acanthaceae
  • Marga : Strobilanthes
  • Jenis : Strobilanthes crispa Bl.
  • Nama umum : Keji beling

Morfologi Tanaman Keji Beling

Habitus tanaman keji beling ini berupa semak, tinggi tanaman ini sekitar 1-2 m. Batang tanaman ini beruas, bentuk bulat, mempunyai bulu kasar, percabangan monopodial, hijau. tumbuhan keji beling ini yaitu memiliki batang beruas, bentuk batangnya bulat dengan tanaman yang mempunyai diameter antara 0,12 sampai 0,7 cm, berbulu kasar dan mempunyai percabangan monopodial.

Kulit batang tanaman ini berwarna ungu dengan bintik-bintik hijau pada waktu muda dan akan berubah jadi coklat setelah tua.

Bentuk daun tanaman ini tunggal, berhadapan, lanset ataupun lonjong, tepi beringgit, ujung terlihat meruncing. Pangkal tanaman ini runcing, panjang sekitar 9-18 cm dan lebar 3-8 cm Mempunyai tangkai pendek, pertulangannya menyirip, hijau.

Tergolong jenis dari daun tunggal, berhadapan, bentuk dari daunnya bulat telur sampai lonjong. Permukaan daunnya mempunyai bulu halus, tepi daunnya terlihat beringgit. Ujung dari daun terlihat meruncing serta pangkal daun runcing, panjang dari helaian daun berkisar sekitar ± 5 – 8 cm, lebar ± 2 – 5 cm.

Mempunyai tangkai pendek, tulang daun menyirip, serta warna permukaan daun pada bagian atas hijau tua sedangkan pada bagian bawah hijau muda.

Bunga tanaman ini majemuk, bentuknya bulir, mahkota berbentuk corong, berambut, berwarna ungu. Dari kelopak terlihat berambut pendek, kuning, benang sari berjumlah 4, putih dan kuning.

Buah dari tanaman keji beling ini berbentuk bulat dan berwarna coklat. Biji juga berbentuk bulat, kecil, pipih, dan berwarna coklat. Akar tanaman ini tunggang, berwarna coklat muda.Tumbuhan Kejibeling atau Sericocalyx crispus L ini mudah untuk berkembang biak pada tanah subur, agak sedikit terlindung serta di tempat terbuka.

Bunga tanaman ini tergolong bunga majemuk, berbentuk bulir, mahkota bunga berbentuk corong, benang sari 4 serta warna dari bunga putih agak kekuningan.

Keji beling ini mempunyai buah berbentuk bulat, buahnya jika masih muda akan berwarna hijau dan setelah tua ataupun masak akan berwarna hitam. Untuk bijinya berbentuk bulat, serta ukurannya kecil.

Sistem perakaran tanaman ini tunggang, bentuk dari akar seperti tombak, dan mempunyai warna putih. Tumbuhan ini bisa hidup di daerah dengan sebuah kondisi ekologis dengan syarat sebagai berikut:

  • Hidup tanaman keji beling di ketinggian tempat sekitar 1 m – 1.000 m di atas permukaan laut dengan kondisi curah hujan tahunan sekitar 2.500 mm – 4.000 mm/tahun
  • Untuk iklim bulan basah yaitu di atas 100 mm/bulan 8 bulan – 9 bulan,
  • Untuk iklim bulan kering yaitu di bawah 60 mm/bulan untuk 3 bulan – 4 bulan,
  • Hidup di suhu udara sekitar 200 C – 250 C dengan kelembapan yang sedang
  • Penyinaran sedang
  • Tekstur tanah pasir sampai liat,
  • Drainase sedang sampai baik,
  • Kedalaman air tanah sekitar 25 cm dari permukaan tanah,
  • Kedalaman perakaran sekitar 5 cm dari permukaan tanah, kemasaman (pH) sekitar 5,5 – 7 kesuburan sedang.

Tumbuhan keji beling ini tergolong tumbuhan semak, biasanya akan hidup menggerombol, tinggi sekitar 1-2 meter pada tumbuhan dewasa.

Tanaman Keji beling merupakan tanaman yang biasa ditanam masyarakat sebagai tanaman pagar, bisa tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia.

Inilah klasifikasi dan morfologi tanaman keji beling yang bisa Anda ketahui. Apabila anda ingin membudidayakan tanaman ini maka Anda harus mengetahui hal ini terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *