Pengertian Pencemaran Lingkungan Adalah : Penyebab, Dampak dan Mengurangi

Diposting pada

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Menurut National Geographic pengertian pencemaran lingkungan adalah pencemaran lingkungan akibat suatu zat atau bahan berbahaya ke dalam lingkungan.

Pengertian Pencemaran Lingkungan Adalah Penyebab, Dampak dan Mengurangi
Pengertian Pencemaran Lingkungan Adalah Penyebab, Dampak dan Mengurangi

Zat atau bahan yang berbahaya ini disebut dengan polutan. Polutan ini dampak buruknya bisa merusak lingkungan baik air, udara hingga tanah.

Apa itu pencemaran lingkungan? Pengertian pencemaran lingkungan adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia maupun proses alam.

Padahal seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini mulai dari hewan terkecil seperti mikroba hingga seluruh biota yang ada di darat dan di laut, semuanya sangat bergantung pada pasokan yang udara yang ada di bumi ini. Apabila lingkungan tercemar, maka seluruh makhluk hidup di bumi bisa mengalami gangguan kesehatan.

Kemudian, tercemarnya lingkungan dalam kuota yang besar dan tersebar luas juga dapat mengakibatkan bermacam penyakit berbahaya dan tentunya dapat merusak alam.

Selain itu, penurunan kualitas udara juga bisa terjadi akibat lingkungan yang tercemar hingga pada batasan tertentu sehingga lingkungan menjadi kurang nyaman dan tidak bisa berfungsi seperti sediakala atau sesuai dengan tatanannya.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Lingkungan

Hal ini bisa terjadi oleh beberapa faktor penyebab atau sumber permasalahannya. Berikut ini adalah faktor utama dari penyebab terjadinya pencemaran lingkungan :

1. Membuang sampah secara sembarangan

Salah satu faktor penyebab tercemarnya lingkungan adalah pembuangan sampah sembarangan. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah dengan benar pada tempat pembuangan yang menjadikan lingkungan tercemar.

Selain itu, sampah yang dibuang sembarangan juga dapat menyebabkan sumber penyakit berbahaya. Maka dari itu, setiap individu harus mulai sadar dalam membuang sampah dengan benar pada tempat yang sudah disediakan.

Lalu, kita juga secara tidak langaung ikut membantu para petugas kebersihan dalam mmemisahkan mana sampah yang bisa diolah kembali dan didaur ulang kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat dan mana yang tidak bisa diolah kembali.

2. Asap dan Emisi yang Berasal Dari Kendaraan Bermotor

Harga kendaraan yang murah, menyebabkan banyak orang yang bisa membeli dan mempunyai kendaraannya sendiri. Padahal hal ini berdampak pada meningkatnya asap gas buang atau emisi dari kendaraan pribadi yang ada di jalan raya tersebut.

Kemudian, minimnya peraturan terhadap emisi dan gas buang juga menyebabkan siapa saja bisa dengan mudah memiliki kendaraan baru tanpa memperdulikan perawatan.

Apabila kendaraan jarang dirawat maka gas buang akan lebih meningkat dan menyebabkan polusi udara lebih tercemar.

Selain itu, di negara kita peraturan tentang pajak kendaraan bermotor yang tinggi juga masih minim. Sehingga mereka bebas mempunyai kendaraan pribadi bahkan terkadang kurang sadar pajak.

Hal ini sangat berbeda dengan negara-negara maju yang lebih ketat dalam peraturan kepemilikan kendaraan bermotor. Mereka juga memberlakukan tes emisi pada kendaraan secara rutin setiap tahunnya.

Apabila ditemukan kendaraan yang tidak bisa melewati batas ambang emisi yang ditentukan. Maka kendaraan tersebut tidak boleh digunakan kembali, terkecuali pemilik melakukan perbaikan terhadap mesin dari kendaraaannya.

3. Polusi dan Gas Buang yang Berasal dari Industri dan Pabrik

Menurut sumber data dari lingkungan hidup, sektor industri juga menjadi salah satu sumber penyebab lingkungan tercemar mulai dari adanya revolusi industri.

Dari awal industri dan pabrik, mereka menggunakan sumber daya batu bara sebagai bahan bakar untuk mengoperasikan mesin industri.

Padahal, hasil pembuangan batu bara sangat berbahaya bagi lingkungan. Disamping itu, pembuangan limbah akhir pabrik dan industri seharusnya diolah dan dibuang dengan baik. Kemudian, terjadinya kebocoran pada pengelohan limbah juga berdampak tidak baik bagi bumi dan lingkungan sekitar.

Walaupun, di era sekarang ini mulai banyak sektor industri yang beralih dengan menggunakan energi terbarukan yang lebih ramah dan aman terhadap lingkungan. Dengan ini juga pencemaran lingkungan dapat diminimalisir.

Jenis Pencemaran Lingkungan

Pada umumnya pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi lima kelompok yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, pencemaran suara, dan pencemaran cahaya.

1. Pencemaran udara

Terjadinya pencemaran udara disebabkan oleh meningkatnya jumlah gas dan zat berbahaya di udara, sehingga kualitas udara yang kita hirup semakin memburuk.

Selain oksigen murni, gas lain dengan jumlah yang lebih kecil seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, atau nitrogen oksida, justru menumpuk di udara.

Oleh karena itu, khususnya masyarakat daerah perkotaan mungkin sudah terbiasa dengan pencemaran udara ini. Hal ini ditandai dengan adanya langit cerah, tetapi warnanya berubah menjadi abu-abu akibat kumpulan asap pekat.

Padahal jika hal ini dibiarkan, maka dapat merugikan manusia dari berbagai hal termasuk dari segi kesehatan. Pasalnya udara yang tercemar dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit, seperti misalnya kanker, sesak napas, paru-paru dan sakit mata.

2. Pencemaran tanah

Terjadinya pencemaran tanah disebabkan oleh sampah, limbah dan racun-racun hasil pembuangan akhir industri yang dibuang tanpa prosedur yang benar ke tanah. Hal ini membuat tanah menjadi terkontaminasi.

Kemudian, tanah yang tercemar juga dapat terjadi apabila seseorang membuang sampah sembarangan, membuka tambang minyak, hingga menjadikan suatu lahan sebagai tempat pembuangan limbah.

Berikut ini adalah bahan-bahan yang paling sering menjadi sumber pencemaran tanah antara lain:

  • Kertas dan kardus: 26% dari total limbah
  • Sisa makanan: 15%
  • Rumput sisa: 13%

Sementara penyumbang terbesar pencemaran tanah adalah sampah plastik non organik dengan prosentase mencapai 13% dari total limbah, diikuti oleh karet dan tektstil sebanyak 9,5%, serta logam 9%.

Kemudian, sisanya adalah kayu 6,2% dari total limbah, kaca 4,4%, dan zat lain sebanyak 3%. Dari data ini kita bisa tahu bahwa sumber pencemaran tanah sangat banyak.

3. Pencemaran suara

Faktor terjadinya pencemaran suara adalah kebisingan yang melebihi ambang batas yang bisa ditoleransi oleh indera pendengaran manusia. Tolak ukur kebisingan suara dihitung berdasarkan desibel.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari pencemaran suara antara lain:

  • Klakson kendaraan pribadi yang digunakan terlalu berlebihan.
  • Suara dari pembangungan konstruksi.
  • Bising pesawat di bandara.
  • Pengeras suara yang tidak sesuai tempatnya.
  • Suara bising mesin mesin pabrik.

Walaupun seringkali diabaikan, apabila dibiarkan secara terus menerus, pencemaran suara pun dapat berdampak tidak baik pada masalah kesehatan. Seperti misalnya saja manusia bisa mengalami gangguan pendengaran, tekanan darah tinggi, stress yang berlebihan karena suara bising dan juga gangguan bicara.

4. Pencemaran air

Terjadinya pencemaran air ini disebabkan oleh zat sisa atau limbah yang berisi zat kimia berbahaya, sampah, dan benda lain, masuk ke air, baik itu laut, sungai, hingga danau ataupun badan air lainnya.

Adapun ciri-ciri air yang sudah tercemar biasanya berwarna keruh dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Namun, tidak jarang air yang tercemar tidak keruh dan tanpa aroma sama sekali.

Oleh karena itu, kita harus lebih hati-hati. Pasalnya, apabila kita mengonsumsi air yang tercemar, sudah pasti dapat menimbulkan berbagai penyakit dalam jangka panjang.

Bahkan, sebuah data terdapat 4000 anak-anak meninggal dunia setiap hari akibat mengonsumsi air yang tercemar. Selain itu mengonsumsi ikan di air yang tercemar juga tidak baik.

5. Pencemaran cahaya

Terjadinya pencemaran cahaya penyebabnya adalah cahaya dari teknologi modern seperti lampu, mengubah persepsi siang-malam makhluk hidup dan hal ini mengganggu keseimbangan ekosistem.

Berikut ini adalah contoh dampak pencemaran cahaya pada alam:

  • Burung yang berkicau di jam-jam tidak biasa karena terkecoh cahaya terang di malam hari.
  • Hewan mengalami kesulitan mendapatkan makanan karena jadwal siang dan malam yang tertukar.
  • Ilmuwan kesulitan melihat bintang dan pergerakan langit pada malam hari.
  • Pola pertumbuhan tanaman terganggu.
  • Asap di langit yang jadi lebih sulit hilang.

Hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut ini:

  • Menggunakan lampu seperlunya, sebaiknya matikan lampu saat sinar matahari sudah terang.
  • Kemudian, meminimalisir penggunaan listrik dan bahan bakar untuk menerangi malam dengan lampu. Pasalnya, penggunaan bahan bakar minyak yang berlebihan justru dapat menimbulkan polusi-polusi lainnya.

Dampak Terjadinya Pencemaran Lingkungan

Setiap pencemaran dapat menimbulkan dampak yang berbeda bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam semesta.

Oleh karena itu, sudah saatnya agar pencemaran lingkungan ini dapat dicegah. Berikut ini adalah beberapa dampak dari pencemaran lingkungan yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari:

1. Dampak pencemaran lingkungan udara

Meningkatnya pencemaran pada udara, bisa berdampak sangat buruk pada kesehatan makhluk hidup. Misalnya pada daerah perkotaan besar dimana kadar karbon monoksida bisa mencapai angka 10-15 ppm. Hal ini akibat kepadatan penduduk dan juga banyaknya kendaraan bermotor yang berlalu lalang di kota tersebut.

Kemudian, tingginya angka karbon monoksida pada udara juga bisa berdampak tidak baik bagi sistem pernapasan makhluk hidup.

Sehingga, jika kita bepergian maka harus menggunakan masker untuk menyaring polusi tersebut. Jika tidak kita dapat terkena dampak pencemaran udara tersebut.

2. Dampak pencemaran lingkungan air

Dampak pencemaran pada air disebabkan oleh limbah dan berbagai bentuk sampah yang dibuang ke sungai atau laut. Apabila air sudah tercemar, maka biota air juga tekena dampaknya seperti mengalami keracunan hingga kematian.

Hal ini diperparah apabila, pencemaran tersebut masuk ke dalam sumber air minum manusia maka dapat mengakibatkan terjadinya keracunan apabila dikonsumsi manusia.

Disamping itu, apabila jumlah habitat laut berkurang maka semakin sedikit sumber daya yang bisa diambil dan dikonsumsi dari hasil laut itu sendiri.

3. Dampak pencemaran lingkungan tanah

Terjadinya pencemaran tanah diakibatkan dari hasil limbah buangan pabrik. Menurut, Environment Indonesia, tanah yang tercemar dapat berdampak pada kerusakan kandungan humus tanah sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Dampak langsung dari tanah yang tercemar adalah lingkungan penuh lalat karena kotor dan kumuh. Selain itu, dapat menimbulkan wabah penyakit sepertu malaria.

Cara Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Ketahuilah bahwa cara paling mudah dan sederhana untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan adalah kita membuang sampah pada tempatnya atau tidak sembarangan dan juga selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Cara lainnya adalah dengan menanam berbagai tanaman di halaman rumah dan pilihlah tanaman yang rindang atau sejuk serta nyaman. Hal ini juga dapat mengurangi polusi udara.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Pengertian Pencemaran Lingkungan Adalah : Penyebab, Dampak dan Mengurangi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *