Pengertian Pupuk Urea : Dosis dan Manfaat Untuk Tanaman Padi

Diposting pada

Pengertian Pupuk Urea : Dosis dan Manfaat Untuk Tanaman PadiAgrotek.id – Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia telah menjadikan beras sebagai makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Beras merupakan bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam.

Pengertian Pupuk Urea : Dosis dan Manfaat Untuk Tanaman Padi
Pengertian Pupuk Urea : Dosis dan Manfaat Untuk Tanaman Padi

Untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat, maka produksi padi harus dioptimalkan oleh petani. Berbagai upaya dilakukan agar tanaman padi tumbuh subur dan hasilnya memuaskan, salah satunya dengan pemberian pupuk pada tanaman padi. Pemupukan diperlukan agar sumber nutrisi yang dibutuhkan tanaman padi dapat terpenuhi dengan sempurna.

Secara garis besar, pupuk terdiri dari dua jenis, yaitu pupuk organik/kandang (berbahan dasar material makhluk hidup) dan pupuk anorganik/buatan (berbahan dasar bahan kimia dan buatan pabrik).

Sesuai rekomendasi dari pemerintah, kedua jenis pupuk tersebut sama-sama dibutuhkan pada tanaman padi.

Terdapat beberapa macam pupuk anorganik yang biasa digunakan petani untuk tanaman padi, salah satu yang umum digunakan di antaranya adalah Pupuk Urea (Amonium Carbonide).

Pengertian Pupuk Urea

Pupuk Urea merupakan jenis pupuk anorganik yang terbuat dari percampuran gas amoniak (NH3) dan gas asam arang (CO2). Rumus kimia dari pupuk ini adalah NH2 CONH2.

Pupuk Urea memiliki kandungan Nitrogen (N) dalam jumlah yang banyak, yaitu sebesar 46%. Jadi, pada setiap 100 kilogram Pupuk Urea mengandung 46 kilogram nitrogen.

Tanaman padi membutuhkan unsur hara nitrogen untuk pertumbuhannya, yang bisa didapatkan dari Pupuk Urea tersebut.

Secara fisik, Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal dengan beragam warna, antara lain berwarna putih dan merah muda (bersubsidi). Bersifat higroskopis, Pupuk Urea mudah larut di dalam air dan mudah diserap oleh tanaman.

Hal ini dapat mempermudah para petani untuk menggunakan Pupuk Urea bersamaan dengan penyiraman air pada tanaman.

Meski demikian, sebaiknya Pupuk Urea disimpan di tempat kering dan juga tertutup dengan rapat agar tidak berdekatan dengan air. Karakteristik lainnya adalah reaksi Pupuk Urea sedikit asam dan juga mudah terbakar oleh sinar matahari.

Manfaat Pupuk Urea untuk Padi

Dengan menggunakan pupuk, tentunya tanaman padi akan menghasilkan panen yang baik dan optimal. Oleh karena itu, memupuk tanaman padi wajib untuk dilakukan agar hasil panen dapat menguntungkan petani.

Seperti pupuk pada umumnya, tentunya terdapat beberapa manfaat dan kelebihan yang ditawarkan Pupuk Urea untuk tanaman padi bagi petani.

Setiap tanaman khususnya tanaman padi tentunya membutuhkan nitrogen yang cukup agar pertumbuhannya berjalan dengan optimal.

Hal ini disebabkan karena unsur hara nitrogen yang terkandung dalam Pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman padi, di antaranya adalah:

  1. Membuat daun tanaman menjadi lebih hijau segar dan mengandung klorofil (butir hijau daun) yang mempunyai peran penting dalam proses fotosintesis
  2. Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman (tinggi tumbuhan, jumlah anakan, jumlah cabang, dan lain-lain)
  3. Mampu menambah kandungan protein dalam tanaman
  4. Dapat digunakan untuk segala jenis tanaman, baik tanaman pangan, tanaman holtikultura, maupun tanaman perkebunan
  5. Dengan proses pemupukan yang benar (berimbang) dan tepat secara teratur dan berkelanjutan, tanaman akan tumbuh dengan segar, sehat, dan memberikan hasil yang berlipat ganda, serta tidak akan merusak struktur tanah yang digunakan

Berdasarkan uraian di atas, terdapat banyak sekali manfaat dari nitrogen di dalam Pupuk Urea terhadap tanaman padi.

Dengan demikian, Pupuk Urea yang memiliki banyak kandungan unsur hara nitrogen (N) sebesar 46% menawarkan banyak manfaat dan keuntungan bagi tanaman padi.

Penggunaan Pupuk Urea pada tanaman padi merupakan pilihan yang tepat bagi petani agar hasil panen menjadi berlipat ganda sehingga menjadi memuaskan dan menguntungkan.

Dosis Penggunaan Pupuk Urea

Pada umumnya, dalam bertani tanaman padi, beberapa jenis pupuk digunakan secara bersamaan. Sesuai rekomendasi pemerintah, pupuk kandang dan pupuk buatan sama-sama dibutuhkan dalam bertani tanaman padi.

Pupuk buatan yang digunakan pun tidak hanya satu jenis saja. Pada umumnya, pupuk buatan yang digunakan petani tanaman padi ada tiga jenis, yaitu Pupuk Urea, Pupuk SP36 (Super Fosfat), dan Pupuk KCl (Kalium Klorida).

Apabila ada pertanyaan: berapakah dosis pupuk ideal yang dianjurkan untuk tanaman padi? Maka akan ada banyak jawaban atas berapa dosis yang akan diberikan.

Biasanya, dosis yang akan diberikan dapat berbeda tergantung dengan jenis tanah yang akan ditanami padi. Namun, pada umumnya, sesuai dengan anjuran pemerintah, pada satu hektar sawah rekomendasi dosis pupuk yang diberikan adalah 250 kilogram Urea, 100 kilogram SP36, dan 75 kilogram KCl. Bisa jadi, di sawah lain, dosis pupuk yang dibutuhkan adalah 225 kilogram Urea, 110 kilogram SP36, dan 75 kilogram KCl. Kembali lagi, dosis pupuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lahan pertanian.

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai dosis dan manfaat Pupuk Urea (Amonium Carbonide) untuk tanaman padi. Semoga hasil pertanian yang sedang Anda kerjakan memperoleh keuntungan yang melimpah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *