Penyimpangan Sosial Adalah : Pengertian, Jenis, Penyebab, Bentuk, dan Contoh

Sebagai makhluk sosial, manusia secara tidak langsung diharuskan untuk melakukan hubungan sosial dengan manusia lainnya. Hubungan sosial bisa terjadi dalam lingkup masyarakat luas maupun lingkup terkecil seperti keluarga.

Penyimpangan Sosial Adalah  Pengertian, Jenis, Penyebab, Bentuk, dan Contoh
Penyimpangan Sosial Adalah Pengertian, Jenis, Penyebab, Bentuk, dan Contoh

Untuk mendukung supaya hubungan sosial yang terjadi di masyarakat tetap berlangsung dengan baik, masyarakat biasanya memberlakukan norma-norma tertentu yang secara tidak langsung juga harus dipenuhi oleh setiap anggota masyarakat.

Hanya saja, dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat, tidak jarang ditemui masyarakat yang melakukan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang diberikan.

Tindakan seperti inilah yang disebut dengan penyimpangan sosial. Pengetahuan mengenai penyimpangan sosial ini cukup penting untuk diketahui oleh masyarakat supaya mengetahui apa saja penyebab dan dampaknya terhadap masyarakat secara umum. Untuk itu, di bawah ini sudah ada rangkaian penjelasan mengenai penyimpangan sosial. Mari simak selengkapnya.

Pengertian Penyimpangan Sosial

Apa itu Penyimpangan Sosial? pengertian Penyimpangan Sosial adalah sebagai perbuatan, tingkah laku, maupun tanggapan dari seseorang atau sekelompok orang yang bertentangan dengan hukum dan norma yang berlaku di masyarakat tertentu.

Nilai dan norma dalam hal ini memang menjadi hal yang mendasari adanya anggapan jika perilaku tertentu disebut menyimpang.

Hanya saja, dalam setiap kelompok masyarakat, nilai dan norma yang dianut berbeda-beda, sehingga bentuk penyimpangan sosial dalam masyarakat juga bisa berbeda-beda.

Perilaku menyimpang juga sering disebut sebagai perilaku non-konformitas atau perilaku dan pemikiran individu yang tak sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

Setiap kelompok masyarakat tertentu akan memiliki ekspektasi terhadap setiap anggotanya untuk mematuhi setiap norma dan nilai yang diberikan.

Jadi, apabila ada individu yang perilakunya tidak sesuai dengan norma yang ada, maka bisa saja individu tersebut mendapatkan sanksi sosial.

Pengertian Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli

Untuk memahami lebih lanjut mengenai pengertian penyimpangan sosial, berikut ini sudah ada beberapa pengertian yang dijabarkan oleh para ahli.

1. Gillin

Menurut pendapat Gillin, penyimpangan sosial adalah bentuk perilaku menyimpang dari nilai dan norma sosial oleh individu dan bisa menyebabkan memudarnya solidaritas dalam kelompok masyarakat.

2. Bruce J. Cohen

Dalam pendapat Cohen, penyimpangan sosial adalah tiap perilaku yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang tak bisa menyesuaikan dengan kehendak atau harapan masyarakat.

3. James Vander Zenden

Penyimpangan sosial menurut pendapat Zenden adalah perilaku yang dianggap sebagai perilaku kurang etis atau tercela bahkan di luar batas toleransi masyarakat.

4. Ronald A. Hardert

Penyimpangan sosial merupakan tindakan yang melanggar ekspektasi masyarakat dan dianggap menodai nilai masyarakat hingga akhirnya individu yang melanggar tersebut dikenai sanksi tertentu.

5. Nasution

Penyimpangan sosial didefinisikan sebagai perbuatan menyimpang yang bertentangan dengan nilai kebaikan yang diyakini dalam masyarakat.

Dari beberapa penjelasan terkait pengertian penyimpangan sosial di atas, maka bisa disimpulkan jika penyimpangan sosial adalah perilaku seorang individu atau kelompok yang tidak sesuai dengan harapan dan melanggar norma atau nilai yang berlaku dalam masyarakat tertentu.

Individu atau kelompok yang melakukan penyimpangan sosial juga kerap diberikan sanksi secara moral atau sanksi sosial.

Jenis Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial pada dasarnya dibedakan atau dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan pelakunya dan sifatnya.

Kedua kategori penyimpangan tersebut juga masih dibagi ke dalam beberapa jenis lagi dan penjelasan selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.

1. Berdasarkan Pelakunya

Penyimpangan sosial yang didasarkan pada pelakunya dibedakan menjadi penyimpangan individual, kelompok, dan campuran.

  • Penyimpangan Individual

Pengertian Penyimpangan individu (individual deviation) adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang individu dan diketahui tindakan tersebut menyimpang dari norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut.

Penyimpangan individu ini dibagi lagi ke dalam 5 jenis yang didasarkan pada kadar penyimpangannya.

Pertama, pembandel yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh seorang individu karena tidak mematuhi nasihat dari orang tua atau orang disekitarnya.

Kedua, pembangkang yaitu penyimpangan individual yang  tidak menaati peringatan yang diberikan oleh sekelompok orang.

Ketiga, pelanggar adalah penyimpangan individual yang melanggar norma umum dalam masyarakat.

Keempat, perusuh adalah penyimpangan yang menimbulkan kerugian berupa harta benda hingga jiwa.

Kelima atau yang terakhir, munafik adalah jenis penyimpangan yang bekhianat, tidak menepati janji, dan berkata tak sesuai dengan fakta.

  • Penyimpangan Kelompok

Jenis penyimpangan berdasarkan dengan pelakunya selanjutnya adalah penyimpangan kelompok.

Penyimpangan ini terjadi dan dilakukan oleh sekelompok orang yang hanya patuh pada norma kelompoknya, namun bertentangan dengan norma masyarakat umum.

  • Penyimpangan Campuran

Jenis ketiga adalah penyimpangan campuran atau combined deviation yang mana adalah penyimpangan yang dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi tersendiri yang tersusun rapi.

Hal ini membuat individu atau kelompok yang berada dalam golongan sosial tersebut mau tidak mau harus tunduk dan taat pada norma golongan dan justru mengabaikan norma masyarakat yang berlaku.

Contohnya, seorang individu yang tergabung dalam kelompok ekstrimis dan dikarenakan adanya keterikatakan dengan kelompok ekstrimis tersebut, individu tersebut mematuhi segala aturan yang diberikan sekalipun harus melakukan tindakan kekerasan kepada selain kelompok tersebut.

2. Berdasarkan Sifatnya

Jenis penyimpangan sosial yang didasarkan pada sifatnya dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif.

  • Penyimpangan Positif

Penyimpangan positif adalah jenis penyimpangan yang bisa berdampak positif terhadap sistem sosial.

Ini dikarenakan penyimpangan satu ini memiliki unsur inovatif, kreatif, dan bisa memberikan wawasan baru bagi sekelompok orang.

  • Penyimpangan Negatif

Berlawanan dengan penyimpangan positif, penyimpangan negatif adalah jenis penyimpangan yang berakibat ke hal-hal buruk dan dianggap rendah oleh masyarakat.

Penyebab Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial tentunya terjadi bukan tanpa penyebab. Ada berbagai faktor maupun kondisi yang menyebabkan penyimpangan sosial ini.

Diantaranya adalah 2 faktor utama yaitu faktor subjektif dan faktor objektif. Faktor subjektif adalah faktor penyebab penyimpangan yang berasal dari diri seseorang atau dari sifat pembawaan dari lahir.

Sementara itu, faktor objektif adalah faktor yang asalnya dari luar atau lingkungan. Contoh dari faktor objektif ini biasanya dari lingkungan pertemanan, hubungan orang tua dan anak yang tidak baik, dan lain sebagainya.

Disamping 2 faktor tersebut, masih ada penyebab penyimpangan sosial lainnya dan akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.

1. Tidak Sanggup dalam Menyerap Norma Kebudayaan

Bagi individu yang tidak sanggup dalam menyerap norma kebudayaan dengan baik, kemungkinan individu tersebut tidak akan bisa membedakan hal-hal yang pantas dilakukan dan tidak dilakukan.

Hal ini pun bisa terjadi karena adanya proses sosialisasi yang terjadi secara tidak sempurna, sehingga individu kurang bisa memahami dengan benar norma kebudayaan yang berlaku di masyarakat.

2. Kesalahan dalam Proses Belajar

Proses belajar yang menyimpang atau tidak terjadi secara semestinya, juga bisa menggiring individu untuk melakukan perilaku menyimpang.

Contohnya, ketika seorang individu terlalu sering terpapar oleh bacaan dan tontonan yang mendorong untuk melakukan perilaku menyimpang bisa saja membuat individu tersebut melakukan penyimpangan sosial pula.

Ada juga contoh lain saat seorang kriminal yang memulai belajar mengenai cara-cara melakukan kejahatan, maka hal ini pun menunjukkan adanya kesalahan dalam proses belajar.

3. Ikatan Sosial Berlainan

Penyebab satu ini terjadi saat seorang mendapat pengaruh buruk dari lingkungannya.

Seseorang biasanya akan melakukan proses sosialisasi dengan beberapa kelompok, lalu jika dalam proses sosialisasi itu individu tersebut berinteraksi dengan kelompok yang memiliki perilaku menyimpang, maka bisa saja terjadi kemungkinan kalau individu tersebut juga akan mencontoh maupun mengikuti perilaku menyimpang tersebut.

4. Labelling

Labelling termasuk dalam salah satu teori yang menganggap jika seseorang yang dicap atau dianggap memiliki perilaku negatif juga bisa menjadi faktor seseorang melakukan penyimpangan sosial.

Apalagi di tengah kondisi lingkungan yang tidak mendukung, maka akan sangat mungkin bagi seseorang untuk menjerumuskan dirinya dalam berperilaku menyimpang.

5. Proses Sosialisasi yang Tak Sempurna

Individu yang melalui proses sosialisasi yang tak sempurna bisa saja mengalami tendensi untuk melakukan penyimpangan sosial.

Dalam hal ini, peran orang tua dan keluarga dekat juga bisa menjadi pemicu individu untuk tidak bisa bersosialisasi dengan baik terhadap nilai dan norma yang ada di masyarakat.

Apabila orang tua dan keluarga sebagai pihak terdekat dari individu bisa memberikan pendidikan yang tepat dan terbaik terkait nilai dan norma yang baik, akan sangat mungkin bagi seorang individu untuk terhindar dari perilaku menyimpang.

Bentuk Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial juga bisa digolongkan ke dalam beberapa bentuk yang diantaranya adalah penyimpangan primer, sekunder, situasional, sistemik, dan seksual. Kelima bentuk penyimpangan sosial ini bisa disimak lebih lanjut sebagai berikut.

1. Penyimpangan Primer

Bentuk penyimpangan sosial pertama adalah penyimpangan primer yang mana berupa penyimpangan yang sifatnya sementara dan tidak sepenuhnya menguasai kehidupan individu.

Disamping itu, penyimpangan primer juga cenderung tidak terulang lagi.

Para pelaku penyimpangan sekunder pun lebih mudah diterima lagi secara sosial mengingat tindakan menyimpangnya biasanya tidak berat.

2. Penyimpangan Sekunder

Penyimpangan sekunder adalah bentuk penyimpangan sosial yang dikerjakan secara berulang-ulang dan jenis tindakan menyimpangnya juga tergolong penyimpangan yang berat.

Masyarakat sosial juga tidak sepenuhnya bisa menerima pelaku penyimpangan sekunder.

3. Penyimpangan Situasional

Penyimpangan situasional adalah penyimpangan yang disebabkan oleh adanya pengaruh sosial di luar individu tersebut dan adanya pemaksaand dari pengaruh sosial terhadap individu untuk melakukan penyimpangan sosial.

4. Penyimpangan Sistemik

Penyimpangan sistemik adalah bentuk penyimpangan yang melibatkan organisasi sosial tertentu dalam situasi yang berbeda dari situasi pada umumnya.

5. Penyimpangan Seksual

Bentuk penyimpangan sosial lainnya adalah penyimpangan seksual yang mana berupa bentuk perilaku yang bertujuan mendapatkan kepuasan dengan melakukan tindakan seksual yang menyimpang.

Contoh Penyimpangan Sosial

Setelah mengetahui rangkaian penjelasan terkait dengan penyimpangan sosial, maka tidak akan lengkap rasanya jika penjelasan mengenai penyimpangan sosial tidak dilengkapi dengan contoh penyimpangan sosial.

Berikut adalah contoh penyimpangan sosial dengan jenis dan bentuk yang berbeda.

1. Contoh Penyimpangan Individu

Contoh bentuk penyimpangan individu adalah pejabat melakukan korupsi, individu yang menggunakan obat terlarang, individu yang mabuk-mabukan, individu yang melakukan penipuan.

2. Contoh Penyimpangan Kelompok

Contoh penyimpangan kelompok adalah tawuran atau perkelahian antar siswa SMA, perampokan yang melibatkan sekelompok orang, prostitusi, penonton sepak bola yang mengamuk.

3. Contoh Penyimpangan Primer

Contoh penyimpangan primer diantaranya melanggar peraturan lalu lintas, menyetir dengan ngebut di jalanan, dan membolos sekolah.

4. Contoh Penyimpangan Sekunder

Contoh penyimpangan sekunder diantaranya adalah penyalahgunaan narkotika, judi, mabuk, perampok, dan pembunuhan.

5. Contoh Penyimpangan Situasional

Contoh penyimpangan situasional adalah tindakan mencuri karena kondisi ekonomi yang sedang memburuk.

6. Contoh Penyimpangan Sistemik

Contoh penyimpangan sistemik diantaranya berupa kejahatan sindikat perdagangan obat-obatan terlarang berskala internasional.

7. Contoh Penyimpangan Seksual

Contoh penyimpangan seksual adalah pedofilia, fetishisme, sadomasokisme, dan lainnya.

Jadi, demikian seluruh uraian penjelasan mengenai penyimpangan sosial dari mulai pengertian, jenis, penyebab, bentuk, dan contoh-contohnya.

Penyimpangan sosial secara tidak langsung juga memberikan dampak yang negatif terhadap kehidupan bermasyarakat, apalagi jika penyimpangan yang dilakukan sudah cukup berat.

Untuk itu, memang diharapkan adanya pendidikan moral dan nilai-nilai yang tepat supaya seluruh individu bisa menghindari penyimpangan sosial.

Tinggalkan komentar