Pancasila adalah dasar negara tercinta kita, Indonesia. Pilar ideologis negara kita, nilai nilai yang harus kita junjung tinggi agar dapat hidup damai dan rukun antar sesama.

Tentu kita semua hafal dari sila pertama hingga ke lima. Dari semua sila tersebut, kita akan membahas sila ke tiga.
Sila yang ke tiga berbunyi “Persatuan Indonesia” dijadikan dasar landasan Indonesia agar masyarakat Indonesia tetap utuh dan tidak ada perpecahan.
Sila ini di lambangkan oleh pohon beringin yang besar dan warna dasar putih. Pohon beringin identik dengan pohon yang besar di bandingkan dengan pohon pohon lain nya.
Hal ini melambangkan bahwa negara kita menaungi atau memberikan tempat bagi banyak nya perbedaan perbedaan yang ada di negara kita. Bangsa yang memiliki keberagaman budaya yang sangat indah dan istimewa.
Indonesia adalah negara kepulauan. Setiap pulau yang ada dari Sabang hingga Merauke memiliki andil yang besar dalam perkembangan negara Indonesia.
Apa jadi nya jika kita sebagai negara Indonesia tidak memiliki sikap gotong royong dan persatuan yang kuat? Tentu akan banyak perpecahan dan kekacauan yang terjadi. Sesuatu yang harus kita hindari sebagai generasi bangsa.
Tetapi sebagai bangsa yang besar dengan banyak nya budaya dan perbedaan dengan lebih dari dua ratus juta penduduk nya, negara Indonesia tidak terhindar dari yang namanya disintegrasi sosial.
Karena perbedaan pasti menimbulkan gesekan. Di artikel ini kita akan membahas lebih lanjut apa itu disintegrasi sosial, ciri ciri nya, penyebab, gejala serta contoh nya.
Pengertian Disintegrasi Sosial
Berikut ada beberapa pengertian disintegrasi sosial :
1. Webster’s New Encyclopedic Dictionary 1994
Disintegrasi secara harfiah dipahami sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi bagian bagian yang saling terpisah.
Pengertian ini mengacu pada kata kerja disintegrate, to lose unity or integrity by or as if by breaking into parts.
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Disintegrasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan tidak bersatu padu, terpecah belah, hilangnya keutuhan atau persatuan.
3. Ilmu Sosiologi
Disintegrasi sebagai terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian bagian kecil yang terpisah satu sama lain.
Disintegrasi dimaknai sebagai suatu proses terpecah belah nya sebuah keadaan dari kesatuan sehingga menjadi tercerai berai.
Hal tersebut disebabkan oleh hilangnya persatuan yang mengintegrasikan anggota masyarakat tertentu dengan masyarakat yang lain.
4. Wikipedia
Apa itu Disintegrasi Sosial? Pengertian Disintegrasi sosial adalah keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan antar kelompok sosial.
Kelompok sosial yang kita pahami disini mencakup berbagai level, dari tingkat suku hingga kekerabatan.
Perceraian dalam rumah tangga pun termasuk dalam disintegrasi sosial. Pada level negara, contoh disintegrasi adalah lepas nya Timor-Timur menjadi negara merdeka sendiri pada 1998.
Disintegrasi sosial bisa juga diartikan sebagai suatu proses terpecah nya suatu kelompok sosial menjadi beberapa unit sosial yang terpisah pisah satu sama lain. Contoh nya adalah ketika pecah nya Uni Soviet yang terbagi menjadi banyak negara negara kecil dan Rusia.
Jenis Disintegrasi Sosial
Secara umum, disintegrasi sosial terbagi menjadi dua jenis. Yaitu konflik vertikal dan konflik horizontal. Penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Konflik Vertikal
Konflik vertikal adalah konflik yang terjadi antara masyarakat dengan pemerintah. Hal ini kebanyakan terjadi ketika kebijakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dirasa merugikan rakyat.
Atau faktor lain yang sering terjadi adalah masyarakat merasakan adanya kecurangan atau pembohongan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyat nya sendiri.
Salah satu bentuk contoh konflik vertikal adalah demo yang biasa dilakukan di depan gedung pemerintahan.
2. Konflik Horizontal
Konflik horizontal merupakan konflik yang biasa terjadi didalam kelompok kelompok masyarakat. Jenis Konflik ini biasa terjadi ketika adanya perbedaan pendapat atau salah paham terhadap sebuah masalah sehingga menimbulkan friksi dan perselisihan.
Konflik ini kebanyakan melibatkan suku, agama dan ras. Hal ini sangat rawan terjadi di Indonesia mengingat banyak nya keberagaman yang kita punya. Salah satu bentuk contoh konflik ini adalah kerusuhan Poso.
Ciri Disintegrasi Sosial
Ada beberapa hal yang bisa di jadikan ciri ciri dari disintegrasi sosial, antara lain :
1. Tidak Sepaham
Tidak adanya kesepahaman antar satu anggota dengan anggota lainnya dalam suatu kelompok dalam mencapai suatu tujuan. Sehingga tidak ada keterpaduan.
2. Tidak Patuh
Sebagian besar dari anggota kelompok tidak mematuhi nilai atau norma norma yang berlaku.
3. Pemimpin Tidak Berwibawa
Pemimpin yang tidak memiliki wibawa di mata para pengikutnya akan berakibat hilang nya rasa percaya dan patuh dari para pengikut nya. Hal ini secara langsung akan berdampak kepada perpecahan di dalam suatu kelompok masyarakat.
Penyebab Disintegrasi Sosial
Jika dilihat secara umum, disintegrasi sosial adalah sesuatu yang biasa terjadi dan biasa kita saksikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. Namun, apakah contoh penyebab disintegrasi sosial bisa terjadi?
Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dikatakan menjadi penyebab terjadi nya disintegrasi sosial. Hal itu adalah :
1. Krisis Ekonomi
Ekonomi memang hampir berperan ke semua bidang. Tidak terkecuali ke bidang sosial. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung dalam jeda yang cukup lama akan mengakibatkan ada nya disintegrasi sosial.
Krisis ekonomi selalu menjadi faktor yang signifikan dalam mengawali lahir nya krisis di bidang politik pemerintahan, hukum dan juga sosial.
2. Krisis Politik
Krisis politik yang di maksud disini adalah berupa perpecahan elite di tingkat nasional. Keadaan ini akan semakin menyulitkan lahir nya kebijakan yang utuh dan tepat dalam untuk mengatasi krisis ekonomi.
Krisis politik juga bisa berupa dari kurangnya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi krisis ekonomi.
Dari faktor ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa untuk menjadikan suatu negara maju di perlukan pemimpin yang bisa mengatasi berbagai masalah yang terjadi. Mempunyai pemimpin yang berkompeten merupakan kunci kemajuan suatu bangsa.
3. Krisis Sosial
Krisis sosial dimulai dari terjadinya disharmoni dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan di antara kelompok kelompok masyarakat.
Dalam hal ini suku, agama dan ras. Jadi, dikala krisis ekonomi sudah semakin parah, yang akibatnya adalah antara lain terlihat dari rontok nya berbagai sektor usaha, naik nya angka jumlah pengangguran dan meroket nya harga berbagai bahan kebutuhan, maka angka kriminalitas pun akan meningkat dengan sendiri nya dan berbagai ketegangan sosial akan menjadi sulit untuk dihindari.
Gesekan gesekan sosial sangat rawan terjadi. Terutama di negara kita yang dihuni oleh banyak suku, agama dan ras yang berbeda beda.
Dalam situasi seperti ini, hukum akan terancam supremasi nya dan hubungan sosial antar sesama masyarakat terancam renggang.
Suasana kebersamaan akan pupus dan rasa saling percaya akan terus tergerus yang pastinya akan sangat mengganggu kehidupan bernegara kita.
4. Intervensi Internasional
Setiap negara atau bangsa mempunya kepentingan masing masing yang bertujuan untuk mementingkan kepentingan rakyat nya terlebih dahulu diatas kepentingan bangsa bangsa yang lain.
Intervensi internasional yang betujuan untuk memecah belah seraya mengambil keuntungan dari perpecahan tersebut melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negara negara baru pasca disintegrasi.
5. Demoralisasi Alat Hukum Negara
Alat hukum negara dalam konteks ini adalah tentara dan polisi. Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna pelaksanaan tugas dan tanggung jawab nya sebagai bhayangkari negara merupakan termasuk penyebab disintegrasi sosial.
Demoralisasi pada tentara dan polisi dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Kesejahteraan para tentara dan polisi merupakan faktor absolut.
6. Lunturnya Norma Norma Dalam Masyarakat
Norma norma adalah sesuatu yang sangat vital yang harus ada didalam kehidupan bermasyarakat. Norma norma inilah yang menjadi hukum tidak tertulis yang keberadaannya di hormati oleh semua anggota masyarakat.
Hanya saja, terkadang perubahan sosial selalu membawa perubahan perubahan sehingga norma norma tersebut harus mengikutinya. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan disintegrasi sosial.
Gejala Disintegrasi Sosial
Terlepas dari berbagai pengertian dan bentuknya, disintegrasi sosial memiliki beberapa macam gejalan yang dapat dideskripsikan dan dikaji secara jelas sebagai bagian dari ilmu kehidupan sosial.
Dalam buku Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat, dijelaskan gejala gejala disintegrasi sosial dimulai dari hal hal berikut:
- Tidak adanya persamaan pandangan atau persepsi di antara anggota anggota masyarakat mengenai tujuan yang semula dijadikan patokan oleh masing masing anggota masyarakat.
- Perilaku para warga masyarakat cenderung melawan atau melanggar nilai nilai dan norma norma yang telah disepakati bersama.
- Kerap kali terjadi pertentangan antara norma norma yang ada di dalam masyarakat.
- Nilai nilai dan norma norma yang ada di masyarakat tidak lagi di fungsikan dengan baik dan maksimal sebagaimana mestinya.
- Tidak adanya konsistensi dan juga komitmen bersama terhadap pelaksanaan sanksi bagi mereka yang melanggar norma norma yang ada di masyarakat itu sendiri.
- Kerap kali terjadinya proses proses sosial di masyarakat yang bersifat disosiatif, seperti persaingan tidak sehat, saling fitnah, saling hasut, pertentangan antar individu maupun kelompok, perang urat saraf dan seterusnya.
Disintegrasi sosial adalah masalah yang sangat serius dalam kehidupan kita. Disintegrasi sosial dapat membawa masyarakat menuju masalah masalah lain yang lebih berat.
Tapi bukan berarti permasalahan disintegrasi sosial tidak dapat di tanggulangi atau di cegah. Berikut adalah kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh upaya integrasi sosial secara nasional:
- Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
- Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun consensus.
- Membangun kelembagaan yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
- Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak dan wilayah.
- Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif.
Contoh Disintegrasi Sosial
Permasalahan disintegrasi disebabkan oleh banyak aspek seperti ekonomi, pendidikan, agama, hukum, pembangunan dan politik.
Disintegrasi terjadi di berbagai lapisan kehidupan masyarakat di Indonesia baik yang melibatkan kelompok maupun organisasi kemasyarakatan dari lingkup kecil hingga besar.
Untuk lingkup kecil, contoh contoh kasus disintegrasi sosial adalah seperti tawuran antar warga atau pelajar yang kerap terjadi, kasus bully di institut pendidikan pun termasuk contoh nya.
Demo demo yang sering dilakukan mungkin oleh mahasiswa atau buruh dan aksi aksi kriminal seperti begal dan pemerkosaan pun termasuk dalam contoh kasus disintegrasi lingkup kecil.
Berikut adalah contoh contoh disintegrasi lingkup besar yang pernah terjadi di negara kita:
1. Gerakan Separatis Papua Merdeka
Gerakan separatis Papua Merdeka merupakan contoh permasalahan disintegrasi sosial yang disebabkan oleh kecemburuan dari masyarakat Papua yang merasa pemerintah pusat hanya mengeksploitasi lingkungan mereka tanpa berusaha meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Peristiwa yang terjadi di tanah Papua ini terjadi juga di Maluku, yang kemudian muncul gerakan gerakan separatis sebagai akibat dari kecemburuan sosial masyarakat Papua dan Maluku ketika melihat kondisi sosial ekonomi di pulau Jawa terutama di pusat pemerintahan.
2. Lepasnya Timor Timur
Pada tanggal 30 Agustus 1999, Timor Timur atau yang sekarang kita kenal dengan Timor Leste mengadakan jajak pendapat atau referandum yang di lakukan untuk menentukan masa depan Timor Timur.
Yang mana akhir dari keputusannya adalah lepas sepenuhnya dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal ini terjadi selain karena ada nya intervensi dari dunia internasional, pemerintah pusat tidak menangani kasus kasus pergolakan yang terjadi di daerah dengan baik.
Hal ini akan menimbulkan ancaman bagi NKRI yaitu kemungkinan lepasnya wilayah wilayah kita dari Bumi Pertiwi.
3. Pemberontakan PKI Madiun
Peristiwa pemberontakan PKI di Madiun merupakan gamabaran disintegrasi sosial yang disebabkan oleh masalah politik di Indonesia.
Pemberontakan ini berawal dari adanya penandatanganan Penjanjian Renville oleh Amir Syarifuddin yang waktu itu menjabat sebagai pimpinan kabinet.
Namun, karena perjanjian itu dirasa merugikan bangsa Indonesia, Presiden Soekarno mencabut mandatnya dari Amir Syarifuddin pada 28 Juni 1948.
Setelah itu, presiden membentuk kabinet baru yang diketuai oleh Muhammad Hatta. Rasa tidak puas inilah yang membuat Amir Syarifuddin bekerjasama dengan Muso membentuk PDR (Partai Demokrasi Rakyat) dengan tujuan menentang kabinet Bung Hatta.
4. GAM (Gerakan Aceh Merdeka)
Gerakan Aceh merdeka atau kita sebut GAM lahirkarena kegagalan dari gerakan Darul Islam pada masa sebelumnya.
Darul Islam muncul sebagai reaksi atas ketidak berpihakan Jakarta terhadap gagasan formalisasi Islam di Indonesia.
Darul Islam adalah sebuah gerakan perlawanan dengan ideologi Islam yang terbuka. Bagi kelompok Darul Islam, dasar dari perlawanan adalah Islam, sehingga tidak ada sentimen terhadap bangsa bangsa lain.
Bahkan ideologi Islam adalah sebagai perekat dari perbedaan yang ada. Gagasan ini juga berkembang dalam gerakan Darul Islam di Aceh.
Itulah beberapa contoh dari disintegrasi sosial yang harus kita tahu sebagai bekal dalam berhubungan sosial dalam bermasyarakat.
Disintegrasi sosial adalah sebuah pelajaran berharga bagi kita karena setidaknya dari sana kita akan tahu bahwa masyarakat terdiri dari banyak perbedaan yang dipersatukan dimana setiap kebijakan yang diambil tidak bisa dipaksakan begitu saja hanya demi kepentingan pihak tertentu.
Disintegrasi adalah tentang rasa saling menghormati dan menghargai yang harus terus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sesuai dengan semboyan negara kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun berbeda beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.

Perkenalkan nama saya Rita Elfianis, Seorang tenaga pengajar di Universitas Islam Negeri Suska RIAU. Semoga artikel yang dibuat bermanfaat