12 Cara Budidaya Tanaman Kelapa Hibrida

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Hibrida – Kelapa hibrida (Cocos nucifera) merupakan jenis kelapa persilangan antara varietas genjah (sebagai ibu) dengan varietas dalam (sebagai bapak) untuk mendapatkan varietas unggul atau sifat-sifat kelapa unggul dari kedua induknya.

12 Cara Budidaya Tanaman Kelapa Hibrida
12 Cara Budidaya Tanaman Kelapa Hibrida

Secara umum hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi buah kelapa yang banyak dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kelapa

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Hibrida

Berikut ini adalah tahapan untuk menanam pohon kelapa pada skala perumahan berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh petani kelapa hibrida. Simak penjelasan berikut ini!

1. Keunggulan Kelapa Hibrida

Secara umum, kelapa hibrida memiliki batang yang relatif lebih pendek jika dibandingkan dengan kelapa pada umumnya.

Keunggulan kelapa hibrida jika dibandingkan dengan jenis kelapa lain, yaitu karena kemampuan pohon kelapa hibrida untuk bisa beradaptasi dengan baik di lahan gambut, produktivitas yang tinggi dan cepat (2 tahun berbunga, 3 tahun sudah mulai berbuah dengan jumlah sekitar 5-7 butir kelapa per tandan. Pada umur 4-5 tahun sudah bisa berproduksi dengan jumlah 10-20 butir kelapa per tandan.

Buah kelapa hibrida berukuran cukup besar (menyerupai kelapa dalam), daging kelapa tebal dan agak keras serta memiliki kandungan minyak yang tinggi.

2. Syarat Tumbuh

  1. Tanaman kelapa adalah tanaman yang akan tumbuh dengan sempurna apabila pohon ini tumbuh di daerah dengan curah hujan yang tinggi sekitar 1300 – 2300 mm/tahun dan bahkan dapat bertahan hingga 3800 mm atau lebih apabila drainase yang dimiliki sangat baik. Karena diperlukan fotosintesis, diperlukan sekitar 120 jam/bulan untuk minimum waktu dari penyinaran sinar matahari.
  2. Tumbuhan ini adalah tumbuhan yang tumbuh pada suhu sekitar 20 – 27 derajat celcius. Karena tumbuhan ini sangat sensitive terhadap suhu udara yang dingin (sekitar 15 derajat celcius) maka tanaman ini akan mengalami perubahan pada psikologis tanaman kelapa.
  3. Tingkat kelembaman yang diperlukan dari tanaman kelapa secara rata-rata perbulan adalah sekitar 70 – 80%. Kelembaman minimum yang diperlukan adalah sekitar 65%, dan apabila lebih tinggi dari 80%, akan menjadikan tanaman lebih mudah terserang penyakit maupun hama lebih sering daripada umumnnya.

3. Pohon Induk

  1. Pastikan pohon induk telah berumur sekitar 20- 40 tahun.
  2. Pohon berkualitas bagus: menghasilkan buah secara terus menerus sepanjang tahun, bebas dari gangguan hama atau penyakit, mahkota merata dengan bentuk seperti payung terbuka.

Ciri –ciri buah yang baik untuk dijadikan bibit

  1. Bentuk bundar atau setengah bundar dan utuh (tidak cacat).
  2. Berukuran sedang dengan ukuran panjang 22-25 cm dan lebar 17-20 cm.
  3. Buah telah masak dengan kulit luar licin, tidak cacat dan tidak terserang hama penyakit.

4 Aklimatisasi

Aklimatisasi bibit kelapa hibrida di pembibitan berlangsung sekitar 3-4 minggu setelah bibit tiba di lokasi.

5. Persiapan Lahan

  1. Penyiapan lubang tanam berukuran 40 x 40 cm, kemudian lubang tanam tesebut diberikan pupuk kandang atau organik dan dibiarkan sampai terfermentasi selama 3- 4 minggu.
  2. Ukuran kedalaman menyesuaikan ukuran bibit yang tersedia (rata rata berkisar antara 20-30 cm).
  3. Pastikan piringan disekitar lubang tanam bersih dari gulma dan rumput rumput liar.

6. Penanaman

  1. Tanam bibit kelapa hibrida pada posisi yang benar dan pastikan bibit tersebut terkena paparan sinar matahari yang cukup.
  2. Pangkal batang jangan terlalu tertimbun karena titik tumbuh masih berada di bawah ( Pastikan 1/3 bagian bibit kelapa hibrida masih nampak diatas tanah) dan kalau tertimbun, pertumbuhannya akan mengalami hambatan.

7. Penyiraman

Penyiraman harus diberikan secukupnya. Pada musim kemarau dilakukan setiap hari. Air siraman yang diperlukan tergantung pada umur bibit, semakin tua semakin banyak air dibutuhkan. Ratarata kebutuhan air, mulai umur bibit 1- 6 bulan adalah ½ – 3 liter/hari/bibit.

8. Penyiangan

Pembersihan rumput dan gulma disekitar piringan pohon dan penggemburan tanah dibutuhkan jika tanah terlalu keras (liat).

9. Pemberantasan hama penyakit

Penyemprotan dengan insektisida maupun fungisida dilakukan ketika ada tanaman yang terkena penyakit.

10. Pemupukan

Pemupukan dilakukan setelah 1 bulan bibit kelapa hibrida tertanam dengan menambahkan urea dengan dosis 100 gr per pohon. Pemupukan selanjutnya baru dilakukan setahun setelah bibit tertanam.

Pupuk yang diberikan yaitu pupuk tunggal seperti SP36 dan dilanjut dengan menambahkan KCl setelah 3 bulan dengan dosis 250 gr. Pupuk diberikan di sekitar piringan pohon bukan langsung pada tanaman.

11. Pemanenan dan Pemangkasan

  1. Pohon kelapa hibrida mulai belajar berbuah pada saat berumur 3 tahun dan mulai bisa diproduksi atau dipanen pada saat berumur 4-5 tahun.
  2. Pemangkasan dilakukan dengan cara membuang pelepah daun kelapa yang sudah tua

12. Teknik Perawatan

Lakukanlah penyiraman apabila memasuki bulan kemarau dan jarangnya hujan turun. Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya dilakukan penyiraman yang terkontrol yaitu dilakukan sekitar tiga hari sekali. Sebaiknya, penyiraman ini dilakukan sore

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *