4 Cara Budidaya Tanaman Jambu Kristal

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Jambu Kristal – Jambu Kristal adalah varietas jambu yang banyak peminatnya dengan harga yang lumayan.

4 Cara Budidaya Tanaman Jambu Kristal
4 Cara Budidaya Tanaman Jambu Kristal

Alasan inilah yang membuat jambu Kristal menjadi prospek yang menjanjikan sebagai usaha pertanian atau perkebunan.

Buah jambu kristal mulai dikenalkan kepada Indonesia oleh orang Taiwan sekitar tahun 2001 yang kemudian banyak dibudidaya secara luas di wilayah Indonesia.

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai tata cara budidaya tanaman jambu kristal. Simak penjelasan berikut ini!

Syarat Tumbuh Jambu Kristal

  1. Ketinggian tempat yang cocok untuk budidaya tanaman jambu Kristal adalah diketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut (mdpl).
  2. Daerah yang memiliki iklim basah denagn curah hujan berkisar 200 mm/tahun sangat baik untuk pertumbuhan tanaman jambu.
  3. Secara umum, pertumbuhan tanaman jambu yang baik memerlukan suhu udara berkisar antara 20-30 derajat C. Akan tetapi tanaman jambu masih dapat tumbuh pada suhu di atas 35 derajat C, namun pertumbuhan dan produksinya kurang baik.

Pembibitan

Tanaman jambu biji dapat diperbanyak dengan cara tanam biji, stek, okulasi, maupun persilangan. Perbanyak vegetasi yang paling umum adalah dengan stek, metode okulasi pucuk, metode tempel (persusuan) dan lain lain.

Persusuan tanah selain lebih cepat juga prosentase keberhasilannya lebih tinggi serta biaya lebih murah.

  1. Metode Langsung Tanam dengan Biji

Pilih jambu biji kristal yang sudah masak, ambil bijinya dan cuci bersih, lakukan treatment dengan fungisida, kemudian taburkan biji ke seeding bed dengan media tanah berisikan kompos organik (1:1), tutup dengan tanah halus kurang lebih 1 cm, kira kira 2-3 minggu akan bersemi sampai tinggi 5 cm, pindahkan ke polybag sementara, jika sudah tumbuh kira kira 30 cm, tanam di lahan.

  1. Metode Tempel

Umumnya digunakan metode tempel dengan tanah, pertama tama pangkas cabang utama, buang semua daun tua, tekan batang pohon mendekati tanah sehingga bisa tumbuh cabang baru, setalah cabang baru tumbuh kira-kira 30 cm, ambil batang bawah (bibit jambu berdiameter 1 cm yang ditanam di polybag) buang bagian atas, panjang kira-kira 20-30 cm, lalu tempelkan setelah 40-60 hari akan menyatu dengan sempurna, potong menjadi bibit pohon yang mandiri.

Cara Budidaya Tanaman Jambu Kristal

1. Pengolahan Tanah

Sebelumnya tanah digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm. Kemudian beri pupuk kandang atau pupuk kompos sekitar 40 kg/meter persegi. Lalu buatlah bedengan dengan ukuran 1,20 m dan panjangnya menyesuaikan lahan tanam.

2. Penanaman

Jarak tanam budidaya jambu kristal dengan ukuran jarak tanam 2,5 m x 3 m atau menggunakan jarak tanam 3 x 3 m.

Pilih bibit atau calon pohon buah jambu biji kristal yang berasal dari varietas murni yang akarnya tumbuh sempurna, juga tidak berpenyakit.

Didaerah yang sering tergenang air jangan ditanam dimusim hujan. Dasar lubang tanam diberi pupuk organik dan dicampur dengan pupuk kimia.

Setelah bibit ditanam permanen, diikat dengan penyangga untuk menghindari angin kencang yang bisa membuat penyambungan dan akar terluka.

Pada pohon yang masih terlalu muda jika berbunga harus segera dihilangkan, karena jika sampai berbuah akan mempengaruhi perumbuhan pohon. Buang tunas air yang tumbuh pada batang bawah.

3. Pemeliharaan

  • Penyiangan

Sejumlah tanaman pengganggu seperti rumput atau gulma pada sekitar tanaman harus disiangi sampai radius 1,5-2 m pada sekeliling tanaman, apabila anda melihat bibit tanaman jambu kristal yang mati, segera diganti dengan bibit jambu kristal yang baru dan bagus.

Penyiangan tanaman perlu dilakukan dengan membuang tunas pada batang utama sehingga buah bisa tumbuh besar dan manis.

Setiap sebulan sekali tanah disekitar tanaman harus dilakukan penggemburan tanah dengan pembalikan agar tetap lunak hingga tanaman benar-benar kuat.

Pemangkasan pada bagian ujungnya dilakukan setelah tanaman berumur 2 tahun agar tanaman mendapat tajuk yang rimbun terlebih dahulu.

  • Pemupukan

1,5 bulan sebelum pemangkasan, utamakan pemupukan Fosfat, Kalsium, Magesium dengan sedikit Nitrogen dan Kalium.

Waktu berbunga dan permulaan buah, permukaan daun diberi boron, setelah buah agak besar beri pupuk susulan Nitrogen dan Kalium.

Tetapi Nitrogen jangan terlalu banyak supaya buah tidak terlalu asam, membusuk dan berubah warna. Karena Jambu biji berakar dangkal maka kekurangan air bisa menyebabkan pertumbuhan lambat, buah kecil, mutu jelek.

Pada musim kemarau harus diperhatikan metode pemupukan sering tapi sedikit, dapat digunakan cara pengairan sekaligus pemupukan.

  • Penyiraman

Bibit tanaman selama 2 minggu setelah ditanam, dilakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi dan sore jika kondisi kemarau. Dan minggu berikutnya dikurangi menjadi sore hari saja.

4. Panen

Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *