Macam dan Faktor Penyebab Terjadinya Evolusi

Diposting pada

Evolusi atau perubahan pada mahkluk hidup pada suatu populasi tertentu terjadi dari satu generasi ke generasi dalam waktu yang lama.

Macam dan Faktor Penyebab Terjadinya Evolusi
Macam dan Faktor Penyebab Terjadinya Evolusi

Perubahan atau evaluasi dalam suatu populasi tertentu disebabkan karena beberapa faktor yaitu mutasi, seleksi alam, terjadinya pergeseran genetik, aliran gen.

Evolusi terjadi pada saat perbedaan yang terwariskan pada suatu mahkluk hidup menjadi lebih umum ataupun lebih langka yang terdapat dalam suatu populasi.

Penyebab Terjadinya Evolusi

Dibaqwah ini akan kami jelaskan mengenai Penyebab Terjadinya Evolusi, diantaranya :

1. Mutasi

Organisme mempunyai ciri atau karakteristik yang mampu membantu untuk mempertahankan hidup dan masing-masing dari karakteristik tersebut merupakan hasil dari perubahan kode genetik atau mutasi.

Mutasi merupakan suatu perubahan pada bahan genetik baik DNA atau RNA dan pada taraf urutan gen ataupun taraf kromosom.

Walaupun mutasi terjadi secara spontan namun tidak semua mutasi diturunkan atau diwariskan dan hanya diturunkan pada keturunannya jika mutasi terjadi pada gamet.

Dari mutasi yang diturunkan tersebut, akan muncul sifat baru dalam populasi mahkluk hidup.

2. Seleksi Alam

Hampir sama dengan mutasi yang menyebabkan adanya sifat baru pada suatu populasi, seleksi alam membantu untuk membentuk suatu sifat tertentu untuk membantu dalam bertahan hidup.

Untuk mendapatkan sumber daya yang ada misalnya untuk mendapatkan makanan, wilayah, pasangan, suatu individu harus bersaing dengan individu yang lainnya dan individu dengan kemampuan yang unggul akan menang dan mampu untuk bertahan lebih lama sehingga dapat melangsungkan keturunan dengan sifat yang baru.

3. Pergeseran Genetik

Dalam suatu makhluk hidup terdapat gen yang akan berubah dan tergantikan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan tubuh dan juga pada keadaan lingkungan tempat populasi tersebut berada.

Walaupun tanpa adanya suatu faktor yang selektif, dengan pergeseran genetika dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktur gen yang berbeda dan akhirnya menjadi 2 populasi yang berbeda.

Dari Asas Hardy-Weinberg, menyatakan jika variasi pada gen atau frekuensi alel pada populasi yang jumlahnya cukup besar akan tetap konstant atau stabil jika gaya dorong pada populasi tersebut hanya merupakan penataan ulang alel yang dilakukan secara acak selama proses pembentukan sel telur atau sperma dan kombinasi acak alel sel kelamin selama pembuahan.

Sehingga populasi tersebut dapat dikatakan sebagai populasi tidak berevolusi dan dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg.

4. Aliran Gen

Aliran gen adalah pertukaran gen dari antar populasi atau antar species.

Pertukaran gen dapat menyebabkan kerugian ataupun keuntungan pada suatu populasi. Jika menguntungkan, maka variasi dari gen tersebut dapat menggantikan variasi gen hingga seluruh anggota populasi menunjukkan sifat dari aliran gen yang baru.

Pertukaran gen ini biasanya terjadi pada spesies yang sama. Transfer gen antar species mencakup transfer gen horizontal dan pembentukan organisme hibrid.

Pada aliran gen, imigrasi pada suatu populasi dapat menambah suatu bahan genetika baru pada lukang gen pada suatu populasi namun emigrasi dapat menimbulkan hilangnya bahan genetika.

Organisme hybrid yang ditimbulkan dari 2 species yang telah berdivergen biasanya mandul karena 2 set kromosom yang beda tidak dapat berpasangan selama proses meiosis.

Akan tetapi tidak semua mandul karena beberapa organisme mampu untuk berkembang biak dan memiliki sifat dari kedua species leluhur atau fenotif.

Pada transfer gen horizontal, bahan genetika akan berpindah dari 1 organisme ke organisme yang lain yang bukan merupakan keturunannya.

Aliran gen ini biasanya terjadi pada bakteri, contohnya bakteri ke eukariota misalnya pada kumbang Callosobruchus chinensis dan khamir Saccharomyces cerevisiae.

Transfer gen dalam skala besar juga terjadi pada sel eukariota dengan prokariota selama proses akuisisi mitokondria dan kloroplas.

Baca Juga : Pengertian Mitokondria

Jenis dan Macam Evolusi

Salah satu contoh yang begitu dramatis dari adanya seleksi alam ialah hasil adaptasi untuk menanggapi kondisi dari tekanan iklim.

Seleksi ini mampu menyebabkan spesies yang sama sekali tidak terkait menjadi begitu mirip satu dengan yang lainnya dalam fungsi serta penampilan.

Ada fenomena yang terkenal sebagai konvergensi di situasi lain. Sub-populasi sebuah spesies bisa di bagi menjadi berbagai spesies yang terpisah hasil dari adanya seleksi alam. Perbedaan ini terlihat di pulau-pulau kecil.

Berikut ini adalah jenis dan macam evolusi yang harus kita pelajari :

1. Evolusi konvergen

Evolusi konvergen sendiri terjadi saat organisme dari keturunan evolusi yang sangat berbeda berevolusi mirip dengan kondisi lingkungan sama.

Hal ini bisa terjadi saat organisme yang jauh terpisah karena adanya perbedaan geografis.

Contoh klasik dari adanya evolusi konvergen ini ialah cactaceae, Amerika dengan euphobrs, famili kaktus, famili spurge yang berasal dari Afrika Selatan.

Keduanya memiliki evolusi yang begitu tinggi, mempunyai sukulen atau mampu menyimpan air saat berada di gurun.

Kaktus yang sangat primitif menyerupai anggur, serta tanaman tropis yang berasal dari genus pereskia.

Kaktus yang tinggal dan tumbuh pulau tropis di Amerika Tengah, Thewest Hindia dan Amerika Selatan, anggota kaktus ini mulai menjalani berbagai seleksi dengan menggunakan fitur adaptif karena kondisi yang mengering maupun panas.

Batang menjadi begitu besar serta menyimpan air yang di pergunakan untuk jaringan penyimpanan air yang sangat luas di bentuk di empulur atau pun korteks.

Daun akan jauh lebih berkurang. Untuk banyak spesies kaktus seperti opuntia atau pir berdusi, pasak silinder yang berubah mengerut, daun kecil, serta rontok setelah 1 bulan atau lebih.

Kebanyakan kaktus memiliki bentuk pangkal yang berada di bagian bawah serta tetap sebagai bongkol yang berukuran kecil, jaringan yang terkait tunas yang ada di bawah.

Beberapa kaktus bongkolini akan membesar serta di kenal sebagai tuberkulum. Tunas ketiak yang berada di kaktus bergitu khusus ini di kenal dengan sebutan areola. Daun yang berasal dari areola akan di reduksi menjadi satu duri.

Terkhusus pada kaktus kolumnar, areola akan diatur di dalam garis yang berbentuk membujur di sepanjang batang ganda yang bergerigi.

Kemungkinan pengecualian yang berasal dari Genus Rhipsalis serta mempunyai sebuah spesies ada di Afrika, Australia, Eurasia. Contoh yang begitu menonjol ialah euphorbia yang berasal dari Afrika Selatan.

2. Evolusi Divergen

Berbagai contoh yang begitu terkenal dari evolusi berbeda ada di kepulauan Galapagos. Galapagos sendiri terdiri atas 14 pulau vulkanik. Terletak sekitar 600 km barat Amerika Selatan.

Ada 543 spesies yang di temukan di pulau. 231 lainnya ialah endemik yang berada di tempat lain bumi. Berbagai macam jenis benih ada di pulau dengan melayang ataupun terbawa air.

Dengan sedikitnya pesaing serta banyak sekali habitat terbuka yang sangat berbeda bentuk dari varian masing spesies bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi tertentu menggunakan sebuah proses yang terkenal sebagai radiasi adaptif.

Spesies yang begitu cocok untuk masing habitat yang tertentu ini terus menerus di pilih di produksi serta keturunan yang berasal dari habitat tersebut.

Contoh yang sangat baik serta berbeda, ada di Galapagos terjadi pada Cactaceae serta Euphorbiaceae.

18 spesimen serta berbagai kaktus ditemukan pada pulau-pulau. Kesemua penemuan ini ialah endemik.

Semak gulma Eurasia ialah nenek moyang yang berasal dari brokoli, kembang kol, kale, kubis. Semua sayuran-sayuran ini memang dianggap memiliki spesies yang sama.

Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini mengenai Macam dan Faktor Penyebab Terjadinya Evolusi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *