Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing – Tanaman belimbing merupakan tanaman yang menghasilkan buah manis, segar dan mengandung banyak air. Tanaman ini berasal dari Malaysia dan saat ini telah tumbuh di berbagai Negara – Negara beriklim tropis termasuk di Indonesia sendiri.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing

Di Indonesia, tanaman belimbing ditanam di pekarangan rumah atau yang saat ini popular sebagai tanaman budidaya untuk wisata petik belimbing.

Belimbing memiliki varietas yang beragam dan di Indonesia terdapat dua jenis belimbing yakni belimbing wuluh dan belimbing manis. Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok dari segi bentuk, warna dan rasa.

Untuk lebih jelasnya, kita perlu mengetahui klasifikasi dan ciri – ciri morfologi tanaman belimbing sebagai berikut !

Klasifikasi Tanaman Belimbing

Klasifikasi tanaman belimbing dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Tracheobionta
  • Super divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magniliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub kelas : Rosidae
  • Ordo : Geraniales
  • Famili : Oxalidaceae
  • Genus : Averrhoa
  • Spesies : Averrhoa carambola L.

Morfologi Tanaman Belimbing

Dalam memahami morfologi tanaman belimbing, kita harus mengerti ciri – ciri fisik tanaman belimbing mulai dari akar hingga biji sebagai berikut :

1. Akar

Tanaman belimbing memiliki system perakaran akar tunggang dan memiliki rambut – rambut akar disampingnya.

Akar utama berbentuk kerucut dan tegak lurus serta tidak memiliki stipula. Perakaran tersebut terdiri atas pangkal, batang, ujung, cabang, serabut, bulu dan tudung akar.

2. Batang

Batang tanaman belimbing berupa kayu yang kuat dengan permukaan kulit batang yang halus. Batang tersebut berbentuk silinder dengan diameter sekitar 30 cm dan panjang bisa mencapai 10 meter atau lebih.

Batang tersebut tumbuhnya tegak ke atas dengan tajuk pohon yang rendah. Pada banyak dilengkapi banyak sekali percabangan sehingga orang sering menyebut tanaman belimbing sebagai tanaman teduh.

Batang belimbing berwarna cokelat tua hingga kelabu tua. Tinggi tanaman antara 5 – 12 cm mempunyai ranting dan percabangan yang banyak yang tumbuhnya menyudut.

3. Daun

Daun tanaman belimbing berbentuk lonjong dengan ujung daun yang meruncing dan membulat bagian pangkal daun. Daun belimbing termasuk daun majemuk yang memiliki daun utama dan anak daun.

Daun tersebut memiliki panjang 18 cm, pada tiap daun memiliki 1 – 2 anak daun yang saling berhadapan. Anak – anak daun memiliki panjang 1,5 – 9 cm dengan lebar 1 – 4,5 cm.

Permukaan daun belimbing mengkilat dan tekstur daun yang tidak terlalu tebal. Namun, pada bagian bawah daun belimbing memiliki tekstur yang agak kasar dan cenderung buram.

Pada daun muda biasanya berwarna hijau muda, sedangkan pada daun belimbing tua warna daun adalah hijau tua.

Daun belimbing dilengkapi oleh tangkai sebagai media pelekatan ke ranting. Daun belimbing memiliki tulang daun menyirip dengan pertulangan di dalamnya.

4. Bunga

Bunga pada tanaman belimbing termasuk ke dalam bunga majemuk yang terdiri dari dua kelamin dalam satu bunga yakni kelamin jantan dan kelamin betina.

Bunga belimbing berwarna merah keunguan yang sering muncul pada bagian ketiak daun dan terletak di ujung ranting.

Pada belimbing manis, bunga tersusun dari 5 helai kelopak bunga yang berbentuk bujur telur memanjang dengan buku yang pendek kemudian bergabung menjadi satu membentuk bunga yang indah.

Bagian dalam bunga memiliki bakal buah (ovarium) berwarna putih kehijauan, beralur serta terdiri dari 5 bagian, memiliki bulu halus di bagian tepinya. P

enyerbukan bunga belimbing biasanya dibantu oleh perantara hewan seperti lebah, kelelawar, kupu – kupu, angin dan lainnya.

5. Buah

Tanaman belimbing manis memiliki buah yang berbentuk bintang dengan 5 sisi yang tajam. Kulit belimbing berwarna kuning dengan permukaan yang mengkilap. Buah belimbing memiliki panjang 15 cm, diameternya 8 – 12 cm dan memiliki berat 200 – 500 gram.

Di bagian dalamnya terdapat biji sejumlah 8 – 10 biji yang permukaannya licin karena mengandung lendir. Buah belimbing rasanya manis dan segar terlebih saat buah telah masak.

Sementara itu, pada buah belimbing wuluh memiliki bentuk lonjong silindris dan rasanya sangat masam. Belimbing wuluh biasa dimanfaatkan sebagai bahan masakan untuk memperoleh rasa asam yang alami.

6. Biji

Biji belimbing memiliki bentuk yang lonjong dengan ujung yang runcing. Panjang biji yakni sekitar 0,7 – 1,2 cm. Biji ini tertutup oleh lendir yang disebut dengan aril, memiliki testa yang berwarna cokelat muda dengan permukaan yang tipis dan mengkilap.

Buah belimbing selain memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya akan kandungan air juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan misalnya untuk menurunkan tekanan darah.

Namun, konsumsi belimbing juga tidak boleh terlalu berlebihan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. Lalu, dari ulasan klasifikasi dan morfologi tanaman belimbing di atas, sudahkah Anda memahaminya?

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *