Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel – Tanaman apel adalah tanaman yang sering ditemukan di seluruh dunia. Tanaman ini memiliki buah yang rasanya manis, renyah dan menyegarkan.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Apel

Apel sendiri berasal dari Israel –Pakistan dan kemudian tumbuh menyebar ke seluruh Negara di dunia termasuk di Tanah Air.

Di Indonesia, apel yang sering dibudidayakan adalah apel Malang dan apel Manalagi. Sentra budidaya apel biasanya ada di kota Batu, Malang yang udaranya sejuk.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Apel

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas tentang klasifikasi dan morfologi tanaman apel. Baca ulasannya di bawah ini!

Klasifikasi Tanaman Apel

Klasifikasi tanaman apel dapat dilihat secara rinci di bawah ini :

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Tracheobionta
  • Super Divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Rosales
  • Famili :Rosaceae
  • Genus : Malus Mill.
  • Spesies : Malus sylvestris Mill.

Morfologi Tanaman Apel

Ciri – ciri morfologi tanaman apel mulai dari akar hingga biji sebagai berikut :

1. Akar

Apel umumnya memiliki system perakaran yakni akar tunggang. Akar ini berbentuk tegak untuk menembus ke dalam tanah.

Dibagian samping akar terdapat rambut – rambut akar yang berfungsi untuk memperluas penyerapan air dan zat hara dalam tanah. Akar apel sifatnya kuat dan berfungsi untuk menyokong tanaman agar berdiri kokoh.

Namun, tanaman apel yang diperoleh dari perkembangbiakan secara vegetative dengan stek memiliki perakaran serabut. Akar ini kurang kuat dan sangat rentan jika kondisi dehidrasi.

2. Batang

Tanaman apel merupakan tanaman berkayu yang memiliki tekstur keras dan kuat. Batang apel memiliki cambium yang dikenal sebagai getah pohon.

Kulit pohon kayu cukup tebal dan berwarna cokelat kekuningan. Batang apel memiliki cabang yang jika dibiarkan tidak dipangkas maka pertumbuhannya vertical dan tidak beranting. Oleh sebab itu,

3. Daun

Daun apel memiliki bentuk lonjong dengan ukuran berbeda – beda. Daun tanaman apel memilii ujung yang runcing dengan pangkal daun membulat.

Selain itu, tepi daun bergerigi dan teratur namun tidak jarang ada juga yang tepi daunnya bergelombang. Tulang daun pada tanaman apel bertipe menyirip. Sementara itu bagian permukaan daun ditutupi bulu – bulu yang halus.

4. Bunga

Bunga pada tanaman apel menyerupai tandan, dalam setiap tandan terdiri dari 7 – 9 bunga. Masing – masing bunga ini dihubungkan ke batang pohon melalui tangkai bunga yang pendek.

Mahkota bunga apel berwarna putih atau bahkan merah muda. Dalam setiap bunga terdiri atas 5 kelopak bunga.

Bunga tanaman apel termasuk bunga sempurna yakni di bagian dalamnya terdapat alat perkembangbiakan yang lengkap yakni benang sari dan putik.

Putik tersebut mengandung ovarium yang akan menjadi tempat berkembangnya buah. Tanaman apel memiliki system perbungaan berbentuk paying dengan 4 – 6 bunga.

Oleh sebab itu, tanaman apel sering dijuluki “King of Blooms” yang berarti bunga dalam jumlah yang banyak.

5. Buah

Buah apel yang banyak dikonsumsi baik hewan maupun manusia memiliki bentuk bulat dengan lekukan di bagian atasnya. Buah apel memiliki kulit dengan tekstur mengkilat dan berpori.

Buah ini memiliki warna berbeda – beda tergantung dari varietasnya mulai dari hijau, hijau kemerahan, merah, hijau kekuningan.

Daging buah apel berwarna putih dengan serat halus di bagian dalamnya, teksturnya renyah dan rasanya manis jika buah sudah masak. Buah biasanya akan tumbuh 4 – 5 bulan setelah penyerbukan.

Penyerbukan buah apel biasanya dibantu oleh angin, serangga ataupun hewan lainnya. Buah apel sudah bisa dipanen saat berumur 141 hari setelah bunga mekar.

Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh varietasnya. Di dalam buah apel biasanya terdapat biji. Buah apel yang telah masak memiliki tanda yakni aroma yang harum, warna yang cerah dan nampak segar.

6. Biji

Biji buah apel tertanam dalam daging buah dengan warna cokelat. Biji ini memiliki bentuk lonjong dan pipih dengan ujung meruncing dan membulat pada bagian pangkalnya.

Kabarnya, biji ini mengandung sianida yang bisa membahayakan tubuh manusia karena bersifat racun sehingga jika makan buah apel usahakan bijinya jangan sampai ikut termakan.

Pohon apel tumbuh subur di daerah dengan curah hujan berkisar 1000 – 2600 mm/tahun. Saat pohon apel berbunga, apel membutuhkan masa tanpa hujan selama 3 – 4 bulan.

Jika pada saat berbunga, tanaman apel diguyur hujan maka akan menyebabkan bunga berguguran. Akibatnya buah apel tidak akan dihasilkan.

Selain itu, apel juga memerlukan sinar matahari yang cukup yakni 50 – 60 % sinar matahari setiap hari terlebih saat masa pembungaan. Apel bisa tumbuh subur dengan suhu optimum 18 – 28 derajat Celcius dengan kelembaban sekitar 75 – 85 %.

Sekian ulasan tentang klasifikasi dan morfologi tanaman apel. Tanaman apel selain menyehatkan bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin juga dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Sebelum kita menanam buah apel, sebaiknya mengetahui ciri – ciri morfologi tanaman apel dengan baik.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Apel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *