Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Salam

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Salam – Bagi Anda semua, daun salam pasti telah banyak dikenal keberadaannya. Sebab, salah satu bagian dari tanaman pohon salam ini seringkali dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sehari-hari sebagai bumbu dapur. Pohon tanaman ini juga sangat mudah dijumpai disekitar Anda, karena besarnya manfaat yang akan diberikan.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Salam
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Salam

Budidaya dari tanaman pohon salam juga telah banyak dilakukan karena banyaknya permintaan masyarakat yang sangat tinggi. Selain itu, untuk tanaman salam ini juga mempunyai banyak sekali manfaat serta khasiat lain selain untuk bumbu rempah buat masakan.

Pada umumnya seringkali dijumpai daun salam yang digunakan sebagai obat untuk sakit perut. Ternyata khasiat daun salam ini tidak hanya itu, melainkan juga bisa digunakan untuk menghentikan buang air besar yang terjadi secara berlebihan. Tidak hanya pada daunnya, namun untuk pohon salam ini juga bisa dimanfaatkan mulai dari akar, kulit batang serta buah.

Terdapat beberapa macam kandungan yang terdapat ada didalam pohon tanaman salam antara lain sebagai minyak essensial, minyak atsiri, tanin serta flavonoid.

Dengan kandungan tersebut maka tanaman pohon salam ini banyak juga dimanfaatkan dengan cara mengolahnya untuk mengobati berbagai macam penyakit antara lain untuk melancarkan peredaran darah, mengatasi asam urat, kolesterol tinggi, radang lambung, diare, gatal-gatal, stroke, dan kencing manis.

Klasifikasi Tanaman Daun Salam

  • Kingdom : Plantae
  • Divisis : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Myrtales
  • Famili : Myrtaceae
  • Genus : Syzygium
  • Spesies : S. polyanthum

Morfologi Tanaman Daun Salam

Tanaman daun salam ini dikenal sebagai salah satu dari jenis tanaman yang sangat berkhasiat sebagai obat serta rempah-rempah yang ada di Indonesia.

Tumbuhan dengan nama latin Syzygium polyanthum ini juga mempunyai beberapa nama yang berbeda sesuai dengan nama daerahnya, yaitu ubai serai di masyarakat Melayu, manting untuk penduduk Jawa, dan juga gowok di daerah Sunda.

1. Batang

Sebagai salah satu jenis tumbuhan perdu, maka tanaman daun salam ini tumbuh dengan tinggi sekitar 18 meter sampai dengan 27 meter. Biasanya untuk tumbuhan ini akan hidup secara liar berada di hutan dengan arah pertumbuhan batang yang tegak lurus. Bentuk dari  batangnya bulat dengan bagian dari permukaan beralur serta batangnya yang bersifat kuat dan keras.

Sementara itu, bentuk dari percabangan tumbuhan salam ini diketahui bersifat monopodial. Sifat ini akan membuat batang pokoknya tampak terlihat sangat jelas, sehingga cukup mudah dibedakan antara batang dan juga cabangnya. Sifat monopodial ini juga yang nantinya akan menjadikan arah tumbuh dari batang selalu tegak lurus.

2. Daun

Daun tanaman daun salam ini berbentuk lonjong, elips, ataupun bentuk bulat telur yang tumbuh terlihat secara sungsang. Pangkal dari daun ini berbentuk lancip, sedangkan untuk bagian ujung daunnya tergolong tumpul. Secara keseluruhan untuk panjang daun ini berkisar antara 50 mm sampai dengan 150 mm dengan lebar sekitar 35 mm sampai 65 mm.

Daun salam ini memiliki bentuk daun tunggal yang tumbuhnya secara berhadapan. Tekstur dari daunnya ini bersifat licin dengan mempunyai warna hijau muda.

Daun pohon salam ini memiliki tangkai sepanjang kira-kira 5 mm sampai 12 mm dan jika akan diperhatikan lebih dekat akan ada 6 sampai 10 urat daun. Karakteristik dari tanaman daun salam ini yaitu  aromanya yang cukup sangat harum.

3. Bunga

Pohon salam ini memiliki bunga yang bersifat ‘banci’, artinya mempunyai 2 jenis kelamin sekaligus, yaitu kelamin jantan dan kelamin betina. Jumlah kelopak bunga salam ini 4 sampai 5 helai dengan mahkota bunga yang diketahui berjumlah sama. Kadang-kadang untuk mahkota bunga dari pohon salam ini akan tumbuh secara berlekatan.

Bunga salam mempunyai banyak benang sari dengan tangkai sari yang memiliki warna cerah. Pada beberapa kondisi dari tangkai sari ini akan tumbuh melekat pada bunga.

Bakal buahnya terlihat terletak agak tenggelam serta mempunyai tangkai putik. Jumlah bijinya yaitu sekitar 1 sampai 8 dan mengandung sedikit zat endosperma, bahkan ada pula yang tidak memiliki endosperm sama sekali.

4. Buah

Buah salam ini memiliki tekstur serta bentuk yang sangat menyerupai buah buni, yaitu dalam pengertian botani hal ini merupakan buah berdaging yang terbentuk dari sebuah bakal buah atau ovarium tunggal.

Diameter dari buah pohon salam ini antara 8 sampai 9 mm. Ketika masih muda maka buah salam ini berwarna hijau serta ketika sudah masak maka warnanya akan berubah menjadi merah gelap. Jika sudah dicicipi, maka rasa buah salam terasa agak sedikit sepat.

Asal, Sebaran dan Habitat

Tumbuhan salam ini tersebar di hutan primer dan hutan sekunder, mulai dari sebuah tepi pantai sampai dataran dengan ketinggian sekitar 1000 m (Jawa), 1200 m (Sabah) serta 1300 (Thailand).

Pohon ini diketahui berasal dan banyak tumbuh di daerah Asia Tenggara, seperti halnya Burma, Indocina, Thailand, dan Semenanjung Malaya. Ada juga tumbuh di Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Untuk di Indonesia maka pohon tanaman daun salam ini tumbuh di kebun, pekarangan warga, dan lahan wanatani lainnya untuk bisa diambil daunnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *