Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Energi

Diposting pada

Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Energi – Pengertian Metabolisme adalah sebuah proses mengubah zat-zat makanan seperti glukosa, asama mino, dan asam lemak menjadi senyawa yang diperlukan sebagai sumber energi.

Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Energi
Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Energi

Energi berguna untuk aktivitas manusia sehari-hari, seperti aktivitas otot, sekresi kelenjar, memelihara membran sel saraf dan sel otot, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hasil metabolisme dimanfaatkan oleh tubuh sebagai sumber energi, mengganti jaringan tubuh yang rusak, pertumbuhan tubuh, dan lain-lain.

Metabolisme dibagi menjadi dua macam proses, yaitu anabolisme (penyusunan) dan katabolisme (penguraian).

Pengertian Karbohidrat

Kabrohidrat adalah senyawa organik yang mengandung beberapa unsur seperti karbon (C), hydrogen (H), dan oksigen (O).

Komponen dasar karbohidrat adalah monosakarida, memiliki satu gugus dengan gula dan mempunyai rasa manis.

Molekul monosakarida tersebut dapat saling berkaitan, lalu membentuk disakarida dan polisakarida.

Sumber Karbohidrat

Karbohidrat dapat didapatkan dari berbagai macam sumber makanan. Di Indonesia sendiri, karbohidrat biasa ditemukan pada padi, jagung, gandum, biji-bijian, sagu, ketela pohon, ketela rambat, dan kentang.

Kelebihan karbohidrat yang dikonsumsi akan disimpan dalam bentuk lemak yang di bagian perut, sekitar ginjal, jantung, dan di bawah kulit. Dengan demikian, orang yang kelebihan karbohidrat dapat terlihat dan menjadi gemuk.

Fungsi Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi sebagai energi utama. Pada proses respirasi atau pernafasan, 1 gram glukosa dapat menghasilkan 4,1 kalori.

Karbohidrat juga sebagai pembentuk senyawa kimia lain, misalnya asalam lemak sebagai penyusun lemak, serta asam amino sebagai penyusun protein.

Di samping itu, karbohidrat merupakan komponen penyusun gen di dalam inti sel yang sangat penting dalam proses pewarisan sifat.

Gen terdiri dari asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA) yang merupakan karbohidrat dengan atom C lima. Selanjutnya, karbohidrat juga membantu dalam proses buang air besar.

Selulosa adalah polisakarida berserat yang sulit untuk dicerna, tetapi di dalam sisa pencernaan dapat mencegah konstipasi (sembelit).

Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Energi

  1. Karbohidrat mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi
  2. Hasil pencernaan tersebut berupa monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa)
  3. Monosakarida diserap oleh darah di dalam usus halus, selanjutnya melalui pembuluh vena porta hepatica, dibawa ke hati
  4. Fruktosa dan galaktosa diubah menjadi glukosa agar dapat diproses dalam respirasi sel
  5. Di dalam hati, gluksosa mengalami dua kemungkinan, yaitu beredar bersama aliran darah untuk memenuhi kebutuhan energi sel-sel tubuh. Jika terdapat kelebihan, akan diubah menjadi glikogen dengan bantuan hormone insulin

Metabolisme Karbohidrat

Karbohidrat disusun oleh untaian molekul glukosa. Sebagian besar karbohidrat berbentuk glukosa (sekitar 80%), lalu sisanya berbentuk fruktosa dan galaktosa.

Nantinya, fruktosa dan galaktosa tersebut setelah diserap akan berubah menjadi glukosa, hanya sedikit saja yang tetap menjadi fruktosa dan galaktosa.

Glukosa dalam darah masuk lewat vena porta hepatica, selanjutnya masuk ke sel hati. Lalu, glukosa akan diubah menjadi glikogen (proses glikogenesis).

Sebaliknya, apabila tubuh kekurangan glukosa, maka glikogen akan diubah lagi menjadi glukosa (glikogenolisis). Hal ini terjadi di hati, disebabkan karena hati memiliki dua enzim yang berperan dalam katabolisme maupun anabolisme karbohidrat.

Metabolisme Karbohidrat Menjadi Energi

  1. Karbohidrat terdiri dari glukosa, galaktosa, dan fruktosa
  2. Hasil pencernaan makanan akan diabsorbsi pada usus
  3. Selanjutnya, masuk ke pembuluh vena portae hepatica
  4. Di dalam hati, galaktosa dan fruktosa diubah menjadi glukosa
  5. Apabila tubuh membutuhkan energi, glukosa dioksidasi sel dan menghasilkan 4kkal per gram
  6. Apabila tubuh tidak membutuhkan energi, dalam otot dan hati glukosa diubah menjadi glikogen (glikogenesis), glikogen dalam hati adalah 100 gram dan glikogen dalam otot adalah 200 gram
  7. Dalam hati, glukosa dapat diubah menjadi lemak (lipogenesis) saat jumlah glikogen telah melampaui batas
  8. Apabila kadar glukosa darah turun, tubuh mengubah glikogen kembali menjadi glukosa (glikogenolisis), reaksi ini terjadi dalam hat iakrena terdapat enzim glukosa-6 Phosphatase

Oksidasi Glukosa

1. Terdiri dari empat tahap

  • Glikolisis

Merupakan reaksi katabolisme karbohidrat, tahapan reaksi yang reversible dan dikatalis enzim tertentu, hasil akhirnya adalah Asam Piruvat, 2 ATP, dan 2 NADH2

  • Dekarboksilasi Oksidatif

Tempatnya di matriks mitokondria, dengan enzim piruvat-dehidrogenase dan vitamin B (thiamine), prosesnya adalah mengubah asam piruvat menjadi asetil Co-A, hasilnya adalah CO2 dan NADH2 (dari 1 molekul asam piruvat)

  • Siklus Kreb

Tempatnya di matriks mitokondria, dengan beberapa enzim yaitu Sitrat synthase, Aconitase, Isositrat-dehidrogenase, Ketoglutarat dehydrogenase, Suksinil-kinase, Suksinat-dehidrogenase, Fumarase, Malat-dehidrogenase. Prosesnya, asetil Co-A + asam oksalo, asetat à asam sitrat

  • Rantai Transport Elektron

Tempatnya di krista mitokondria, dengan reaksi singkat 2H + 2 elektron + ½ O2 à H2O + Energi

2. Berlangsung di seluruh sel tubuh dan menghasilkan CO2 + H2O + Energi

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai proses karbohidrat dipecah menjadi energi. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi bermanfaat bagi Anda para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *