Pengertian RNA Adalah : Struktur, Proses dan Tipe-tipenya

Diposting pada

Pengertian RNA Adalah : Struktur, Proses dan Tipe-tipe RNA – Seperti yang kita ketahui, masing-masing makhluk hidup di dunia ini tidak ada yang identik. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah karena tiap-tiap makhluk hidup memiliki materi genetik yang berbeda-beda.

Pengertian RNA Adalah Struktur, Proses dan Tipe-tipe RNA
Pengertian RNA Adalah Struktur, Proses dan Tipe-tipe RNA

Materi genetik ini tersusun pada setiap sel tubuh, yang mana setiap sel tersebut mengandung kromosom yang terdiri dari uraian gen. (Baca Juga : Pengertian Kromosom)

Sederhananya, materi genetik adalah informasi dari tiap-tiap sel makhluk hidup yang akan diturunkan pada keturunan selanjutnya.

Apa Itu Materi Genetik?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, materi genetik terdiri dari uraian gen. Gen adalah unit pewarisan sifat bagi sebuah organisme atau makhluk hidup.

Fungsi dari gen adalah sebagai informasi genetik yang akan diturunkan pada keturunannya dan juga untuk pengatur metabolisme perkembangan makhluk hidup.

Di dalam sebuah gen, terdapat materi genetik berupa DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). Nantinya, DNA dan RNA akan diturunkan pada keturunan selanjutnya melalui proses reproduksi. Berikut adalah penjelasan yang lebih rinci dan mendetail mengenai Pengertian dan Proses RNA.

Pengertian RNA

RNA (ribonucleic acid) adalah hasil transkripsi dari sebuah fragmen DNA. Dengan demikian, RNA merupakan polimer yang lebih pendek dibandingkan dengan DNA.

Fungsi utama dari RNA adalah sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik. Selain itu, RNA juga berfungsi sebagai enzim (ribosom) yang mengkalis formasi RNA-nya sendiri.

Struktur RNA

Tentunya, molekul RNA memiliki bentuk yang berbeda dengan molekul DNA. RNA memiliki bentuk pita tunggal dan tidak berpilin.

RNA merupakan suatu polinukleotida yang terdiri dari banyak ribonukleotida. Tiap-tiap ribonukleotida tersusun oleh Gula Pentosa Ribosa, Fosfat, dan Basa Nitrogen.

Basa Nitrogen RNA terbagi menjadi dua jenis, yaitu basa purin dan basa primidin. Basa Purin sama dengan DNA, yaitu terdiri dari adenine (A) dan guanine (G).

Lalu, Basa Primidin terdiri dari sitosin (C) dan urasil (U). Purin dan Primidin yang berkaitan dengan Ribosa membentuk sebuah molekul yang dinamakan nukleotida atau ribonukleotida. Sementara itu, tulang punggung RNA tersusun dari deretan Ribosa dan Fosfat.

Tipe-Tipe RNA

RNA sendiri terdiri dari tiga tipe. Di antaranya adalah RNA duta (RNAd), RNA transfer (RNAt), dan RNA ribosomal (RNAr). Masing-masing tipe tersebut memiliki ciri khas dan fungsinya sendiri. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Tipe-Tipe RNA:

  1. RNAd (RNA duta)

RNAd (berupa rantai tunggal yang relatif panjang) memiliki urutan basa yang komplementer dengan salah satu basa rantai DNA.

RNAd membawa kode atau pesan genetik (kodon) dari kromosom (terletak di dalam inti sel) menuju ke ribosom (terletak di sitoplasma). Selanjutnya, kode genetic RNAd menjadi sebuah cetakan untuk menentukan urutan asam amino pada rantai polipeptida.

  1. RNAt (RNA transfer)

RNAt merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu menuju ke ribosom. Di salah satu ujung RNAt, terdapat tiga rangkaian anti kodon pendek.

Asam amino akan melekat pada ujung RNAt yang bersebrangan dengan ujung anti kodon tersebut. Cara berfungsi RNAt adalah membawa asam amino spesifik yang berguna dalam sintesis protein, yaitu pengurutan asam amino yang sesuai dengan urutan kodonnya pada RNAd.

Baca Juga : Pengertian Sintesis Protein

  1. RNAr (RNA ribosomal)

RNAr memiliki rantai tunggal yang tidak bercabang dan fleksibel. Jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan RNAd dan RNAt. RNAr merupakan komponen struktural utama yang ada di dalam ribosom. Masing-masing sub unit ribosom terdiri dari 30 – 46 % molekul RNAr, dan terdiri dari 70 – 80 % protein.

Proses Terbentuknya RNA

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, RNA yang berasal dari transkripsi DNA (Baca : Pengertian Transkripsi DNA) belum dapat berfungsi seperti semestinya. Setiap RNA yang dihasilkan tentu akan melalui beberapa tahap atau proses. Proses tersebut antara lain adalah capping, polideanilasi, dan splicing. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

  1. Capping

Capping adalah tahap penambahan kelompok guanine pada ujung 5’. Proses ini terjadi ketika telah mencapai panjang 30 nukleotida. (Baca Juga : Pengertian Guanin)

Fungsi dari capping adalah melindungi pre-mRNA dari degradasi eksonuklease. Proses capping ini terjadi ketika transkripsi belum selesai.

Baca Juga : Pengertian mRNA Adalah

  1. Polideanilasi

Polideanilasi atau polideanilation, adalah peristiwa penambahan residu adesonin atau poly (A) ke ujung 3’ dari hnRNA. Ujung dari poly (A) berfungsi untuk melindungi pre-mRNA dari degradasi ribonukleotida dan berfungsi untuk mentransfer mRNA dari inti menuju ke sitoplasma. Enzim poly (A) lalu menambahkan adenine ribonukleotida sekitar 200 pasang basa pada ujung rantai 3’ dari RNA.

  1. Splicing

Splicing atau penyambungan,yaitu proses mekanisme ketika intron menghilang dan bagian ekson tetap. Intron adalah urutan campuran nukleotida yang tidak mengekspresikan protein, sementara itu ekson adalah bagian yang menahan molekul RNA dewasa dan dapat mengekspresikan protein.

Mekanisme dari proses splicing ini adalah: pada awalnya terdapat intranuklear protein atau komplek RNA yang memastikan ketepatan splicing.

Pada tahap pertama, terjadi pemutusan sambungan di ujung 5’ yang dapat memisahkan hasil transkripsi ekson 1 dari bagian molekul RNA lain.

Selanjutnya, ujung 5’ yang bebas dari proses transkripsi intron melengkung dan berhubungan dengan nukleotida berbasa A yang terletak di hulu ujung sambungan 3’.

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai pengertian dan proses terbentuknya RNA. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *