Proses Pembentukan Gamet Betina

Diposting pada

Proses Pembentukan Gamet Betina – Secara singkat, gamet berarti sel jenis kelamin atau reproduksi. Gamet berisi hanya satu set kromosom yang berbeda atau setengah dari materi genetik yang diperlukan untuk membentuk organisme lengkap, yaitu disebut haploid.

Menurut pengertian lain, gamet adalah sel yang diproduksi oleh organisme untuk tujuan reproduksi generatif.

Dilansir dari Wikipedia, pengertian dari gamet adalah sel haploid (tidak berpasangan) khusus untuk fertilisasi.

Sel telur dan sperma yang dimiliki manusia merupakan dua sel generatif yang berbeda dalam segi ukuran dan kualitas. Pada setiap selnya memiliki 23 kromosom, yaitu setengahnya dari jumlah yang ditemukan dalam sel-sel tubuh yang lainnya.

Sel-sel ini dibentuk oleh divisi khusus seluler dan terjadi pada organ seks primer–testis dan ovarium yang disebut meiosis. Kemudian terjadilah fertilisasi yang merupakan penggabungan gamet dari kedua orang tua yang akhirnya menjadi zigot.

Istilah ‘jantan’ dan ‘betina’ seringkali diterapkan untuk gamet, tetapi hanya berfungsi untuk menunjukkan kelamin asalnya, karena gamet tidak mempunyai kelamin.

Cara membedakan gamet jantan dan betina yaitu dari segi ukuran dan kuantitas. Gamet jantan dibedakan dari sperma, yang motil, kecil, dan diproduksi dalam jumlah besar, yang hanya sedikit yang pernah mencapai fertilisasi.

Sedangkan untuk gamet betina, telur, sel wanita, besar, dengan sitoplasma yang akan memelihara embrio jika terjadi pembuahan.

Gametogenesis merupakan istilah untuk proses pembentukan gamet. Proses pembentukan gamet dibedakan menjadi dua jenis, diantaranya yaitu spermatogenesis untuk pembentukan sperma atau gamet jantan dan oogenesis untuk pembentukan ovum atau gamet betina.

Proses Pembentukan Gamet Betina

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai proses pembentukan gamet betina atau oogenesis. Simak penjelasan berikut ini!

Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita

Oogenesis pada sistem reproduksi wanita berlangsung di dalam ovarium organ kelamin betina yang juga disebut dengan pembentukan gamet betina.

Pembentukan Gamet betina atau ovum terjadi di dalam satu paket sel yang disebut folikel yang terletak di dalam ovarium. Gambar berikut ini merupakan proses terjadinya oogenesis atau pembentukan gamet betina.

Proses Pembentukan Gamet Betina
Proses Pembentukan Gamet Betina

Ovum berkembang dari sel induk yang bernama oogonium (sel induk ovum) atau disebut juga dengan folikel disusun oleh satu sel yang dapat bermeiosis yang mempunyai kromosom diploid.

Baca Juga : Pengertian Meiosis Adalah

Proses pembentukan gamet betina ini dimulai ketika embrio masih berkembang dalam perut ibunya. Namun proses yang terjadi pada embrio ini akan berhenti dan berlanjut ketika embrio telah memasuki masa pubertas.

Ovum akan berkembang pada kantung-kantung kecil dalam ovarium yang disebut folikel. Satu lapis sel folikel ini mengelilingi oogonium yang memiliki fungsi untuk melindungi dan memberi nutrisi pada calon ovum untuk dapat berkembang menjadi ovum masak dan siap dibuahi.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan proses oogenesis:

  1. Oogonium akan melakukan pembelahan mitosis menghasilkan 2 oogonium baru.
  2. Satu oogonium akan menjadi cadangan, sedangkan yang lainnya akan melanjutkan proses oogenesis.
  3. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer yang bersifat diploid (2n) yang kemudian akan mulai melakukan pembelahan meiosis I, dan akan berhenti pada tahap profase. Proses ini terjadi dalam tubuh embrio, dan akan terhenti dalam tahap ini hingga embrio dewasa secara fisiologis.
  4. Setelah pubertas, proses meiosis akan berlanjut hingga terbentuk oosit sekunder. Proses pembelahan sel yang terjadi tidak merata dalam oogenesis, 1 sel akan berkembang menjadi oosit sekunder dan memperoleh hampir seluruh sitoplasma, sedangkan sel lain menjadi badan polar atau hanya memperoleh sedikit sitoplasma. Oosit sekunder memiliki materi genetik yang haploid (n) dan akan keluar dari folikel dan ovarium melalui peristiwa yang disebut ovulasi.
  5. Perkembangan selanjutnya dari oosit sekunder terjadi di luar ovarium, kemudian akan melakukan pembelahan meiosis II untuk menghasilkan ootid. Dalam tahap ini, selain pembelahan meiosis II, akan juga terjadi pembagian sitoplasma yang tidak merata sehingga hanya terbentuk 1 ootid dan 1 badan polar. Ootid bersifat haploid (n).
  6. Ootid akan berkembang menjadi ovum.

Jumlah 1 ovum dari 1 sel induk oogonium dihasilkan dari oogenesis. Folikel ovarium yang telah mengeluarkan oosit sekunder akan berubah menjadi korpus luteum yang akan menghasilkan hormon reproduksi wanita.

Ketika masih dalam kandungan, embrio wanita menghasilkan sekitar 400.000 oosit primer, namun tidak semua oosit akan berkembang menjadi ovum.

Laki-laki mampu menghasilkan sperma hingga akhir hayatnya. Namun wanita hanya menghasilkan ovum hingga berumur sekitar 50 tahun.

Tahapan menopouse terjadi jika wanita yang tidak lagi menghasilkan ovum yang ditandai tidak lagi mengalami menstruasi. Tanda lainnya bagi wanita yang telah memasuki tahap menopause ialah tidak lagi merasakan gairah seksual karena produksi hormon reproduksi yang telah terbatas.

Demikianlah penjelasan mengenai proses pembentukan gamet betina atau disebut juga dengan oogenesis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Baca Juga : Fungsi dan Peranan RNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *