Gotong Royong Adalah : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Nilai dan Contoh

Pengertian gotong royong sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Sejak duduk di sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA), gotong royong merupakan salah satu nilai yang terus menerus diajarkan.

Gotong Royong Adalah  Pengertian, Tujuan, Manfaat, Nilai dan Contoh
Gotong Royong Adalah Pengertian, Tujuan, Manfaat, Nilai dan Contoh

Pengajaran mengenai gotong royong ini pun dilakukan, baik melalui mata pelajaran PPKN maupun dalam bentuk kegiatan sehari-hari di sekolah dan di rumah.

Bahkan, saat Indonesia dipimpin oleh Presiden Megawati Sukarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz, pemerintah negara membentuk sebuah kabinet yang diberi nama Kabinet Gotong Royong.

Gotong royong merupakan salah satu penerapan dari nilai-nilai Pancasila, terutama sila kelima yang berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Sila kelima yang mengandung penerapan gotong royong ada pada butir pertama dari sila tersebut.

Hal ini berarti bahwa dari perumusan pandangan hidup bangsa kita, pendiri-pendiri bangsa sudah mengakui bahwa gotong royong merupakan nilai-nilai yang sudah tertanam pada bangsa ini dari sejak dulu kala.

Kebiasaan gotong royong ini sudah dilakukan oleh nenek moyang bangsa kita. Sejak saat itu pun, gotong royong sudah menjadi tradisi Bangsa Indonesia. Nilai-nilai gotong royong ini harus diterapkan sejak dini oleh para generasi muda.

Saat ini, gotong royong masih sering dilaksanakan di berbagai tempat, terutama di daerah pedesaan. Walaupun memang, kebiasaan gotong royong ini perlahan-lahan mulai terkikis sedikit demi sedikit di kota-kota besar.

Sejak kecil, kita sudah diajarkan untuk menerapkan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Misalkan saat di rumah, saat hari libur, biasanya orang tua mengajak kita untuk membersihkan rumah bersama-sama.

Ada yang membersihkan taman, ada yang membersihkan kamar mandi, dan ada yang mendapatkan bagian untuk memasak. Di sekolah pun, gotong royong dilaksanakan untuk membersihkan kelas.

Setiap anggota kelas memiliki tugas untuk membersihan kelasnya, dan pembagian tugasnya dibagi secara berkelompok. Bahkan, pada momen tertentu, pihak sekolah terkadang meminta seluruh siswa untuk membersihkan seluruh sekolah.

Hal yang sama juga berlaku dalam lingkungan masyarakat. Biasanya, setiap RT atau RW sudah memiliki jadwal kegiatan bersih-bersih sendiri.

Kegiatan bersih-bersih ini pun juga dilakukan secara bersama-sama, oleh seluruh warga masyarakat di RT atau RW tersebut.

Di beberapa desa tertentu, para warga bersama-sama mengerjakan hal lain selain bersih-bersih lingkungan sekitar.

Misalnya dalam hal mendirikan rumah, untuk mendirikan rumah tersebut seorang warga tidak perlu mempekerjakan tukang bangunan yang diupah, melainkan semua penduduk desa di sana akan membantu dalam pendirian rumah tersebut.

Dari fenomena ini, kita masih dapat melihat bahwa gotong royong masih dilestarikan oleh bangsa Indonesia.

Pengertian Gotong Royong

Apa itu gotong royong? Kata “gotong royong” diserap dari Bahasa Jawa, yaitu gotong yang artinya “mengangkat atau memikul” dan royong yang artinya “bersama”.

Jadi, sesuai dengan arti katanya, gotong royong merupakan kegiatan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan bersama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga memiliki definisi gotong royong lain.

Menurut Kemdikbud, pengertian gotong royong adalah bentuk kerjasama pada kelompok masyarakat untuk mencapai hasil yang positif tanpa memikirkan keuntungan bagi salah satu individu atau kelompok.

Tujuan Gotong Royong

Pelaksanaan gotong royong biasanya mempunyai tujuan-tujuan tertentu, baik gotong royong yang dilaksanakan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Berikut ini beberapa tujuan dari gotong royong.

1. Mempererat rasa persatuan

Adanya gotong royong dapat mempererat rasa persatuan pada anggota masyarakat tersebut.

Dengan bekerjasama, atau bergotong royong dalam kegiatan apapun, anggota masyarakat bisa bertemu secara langsung.

Tidak hanya bertemu secara langsung, anggota masyarakat ini pun bisa berkomunikasi dengan baik, sehingga bisa menimbulkan rasa keakraban dan menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan yang terjalin dengan erat.

2. Mempercepat pekerjaan

Layaknya sebuah kerjasama, mengerjakan sebuah hal secara gotong royong dapat membuat pekerjaan tersebut lebih cepat selesai.

Bila sebuah pekerjaan dilakukan oleh banyak orang, maka pekerjaan tersebut akan lebih cepat selesai daripada dikerjakan sendiri.

3. Meningkatkan kekompakan

Pelaksanaan gotong royong dapat meningkatkan kekompakan di antara anggota masyarakat. Gotong royong bisa dilakukan sesuai dengan peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat tersebut.

Misalkan, saat pendemi sekarang ini, bila adalah salah satu tetangga yang melakukan isolasi mandiri (isoman), maka tetangganya yang lain akan membantu dalam menyediakan makanan untuk orang tersebut.

Selain itu, pada saat ada perkawinan atau kematian, maka tetangga lain akan ikut membantu mengurus acara tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong dapat menimbulkan kekompakan di masyarakat.

4. Menjalin persaudaraan

Selain ketiga tujuan tadi, gotong royong juga dapat membuat anggota masyarakat menjalin persaudaraan antara sesama anggota.

Hal ini juga merupakan dampak dari adanya kesempatan untuk saling bertemu, saling mengenal, dan saling berkomunikasi satu sama lain dalam sebuah kegiatan gotong royong.

Tentunya, adanya proses komunikasi ini membuat terbentuknya jalinan persaudaraan antara sesama anggota masyarakat.

Manfaat Gotong Royong

Berikut ini beberapa manfaat dari gotong royong.

1. Pekerjaan selesai lebih cepat

Melakukan pekerjaan secara bergotong royong dapat membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai, sehingga lingkungan yang harmonis dapat tercipta.

2. Memperingan pekerjaan

Bukanlah segala pekerjaan yang sulit bila dikerjakan bersama-sama akan terasa lebih ringan?

Hal serupa juga terjadi dengan gotong royong yang bisa membuat pekerjaan lebih ringan, walaupun pekerjaan tersebut juga tergolong berat.

Hal ini disebabkan karena pada gotong royong, akan lebih banyak ide yang akan muncul saat pekerjaan tersebut sedang berusaha untuk diselesaikan.

Jika ada seorang anggota keluarga yang sedang sakit, maka dengan bergotong royong, anggota keluarga yang lain akan bergiliran menjaga dan merawat anggota keluarga yang lagi sakit tersebut.

Hal ini akan membuat pekerjaan terasa lebih ringan, daripada pekerjaan tersebut hanya dilakukan oleh satu orang saja.

3. Keakraban terjalin

Adanya gotong royong memungkinkan warga untuk saling mengenal dan saling berkomunikasi.

Oleh karena inilah, gotong royong dapat menimbulkan keakraban yang terjalin dengan baik antara sesama warga masyarakat. Sebuah pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”.

Sesuai pepatah ini, maka jika sesama warga dapat saling mengenal, maka warga dapat saling peduli terhadap satu dengan yang lainnya.

4. Menghemat pekerjaan individu maupun pekerjaan untuk umum

Gotong royong dapat menghemat waktu dan biaya untuk mengerjakan hal-hal yang bersifat individu maupun untuk umum.

Biaya dan waktu pembangunan untuk kepentingan umum ini bisa lebih berkurang karena akan mengurangi biaya tenaga kerja.

5. Persatuan terjaga

Gotong royong dapat menimbulkan rasa persatuan pada setiap diri warganya. Dengan gotong royong, warga merasa bahwa rasa kebersamaan dan persatuan ini harus dapat dipertahankan di lingkungannya sendiri.

6. Lingkungan lebih bersih dan aman

Gotong royong dapat membuat lingkungan lebih bersih dan lebih aman. Dengan melakukan kerja bakti sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, maka lingkungan desa atau tempat tinggal kita akan menjadi bersih.

Begitupun juga, bila terdapat jadwal ronda, maka keamanan desa akan lebih terjaga sehingga kehidupan akan menjadi lebih nyaman.

7. Mengenal satu sama lain

Dengan adanya kegiatan bergotong royong, tetangga yang sebelumnya tidak saling mengenal akan menjadi tahu siapa tetangganya.

8. Menumbuhkan rasa solidaritas satu sama lain

Gotong royong dapat menumbuhkan rasa solidaritas antar dengan yang lain. Rasa solidaritas ini dibuktikan dengan adanya rasa saling peduli satu sama lain, keinginan membantu tetangga yang kesusahan, dan rasa saling toleransi.

Ketiga hal ini dapat menimbulkan rasa solidaritas di tengah lingkungan masyarakat.

Nilai Gotong Royong

Manusia merupakan makhluk sosial, yang berarti manusia tidak bisa hidup sendiri. Setiap manusia memerlukan manusia lain.

Karena kebutuhan inilah, terciptanya komunikasi dan komunitas antar sesama manusia di sebuah lingkungan.

Selain itu, kebutuhan ini dapat menimbulkan adanya kesadaran pada diri manusia untuk membantu manusia lainnya dan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

Poin inilah yang membuat gotong royong menjadi sebuah penerapan manusia sebagai makhluk sosial tersebut.

Jadi, gotong royong yang dilaksanakan juga mempunyai nilai-nilai tertentu. Berikut inilah nilai-nilai gotong royong.

1. Nilai rela berkorban

Gotong royong memperlihatkan nilai rela berkorban. Pengorbanan ini dapat berupa berkorban waktu, berkorban tenaga, maupun berkorban uang.

Misalkan, dalam pembuatan jembatan secara mandiri oleh penduduk desa, aka nada penduduk yang dengan rela memberikan tenaganya tanpa dibayar.

Selain itu, ada juga yang memberikan bahan untuk membangun jembatan, dan ada juga yang rela memberikan waktunya untuk bekerja sama dalam pembangunan tersebut.

2. Nilai persatuan

Gotong royong dapat mencerminkan nilai persatuan dari masyarakat yang melakukannya.

Tanpa persatuan, masyarakat akan mengalami kesulitan saat melakukan kerjasama, yang tentunya mengorbankan waktu, tenaga dan uang.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan gotong royong pun juga tercermin nilai Pancasila sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia”.

Nilai persatuan ini dapat kita lihat juga dari cara kerja dari kabinet yang dibentuk presiden saat pandemi ini.

Saat pandemi ini, diperlukan persatuan dari kerja kabinet yang dipimpin oleh menteri dengan segenap elemen bangsa, termasuk TNI, kepolisian, sampai masyarakat yang paling bawah.

Hal ini bertujuan supaya pandemi Covid-19 bisa segera teratasi. Bila semua lapisan masyarakat bersatu, berkoordinasi dengan baik, bergotong royong, dan saling bahu-membahu, maka pekerjaan penanganan pandemi Covid-19 ini dapat dengan mudah dilakukan.

3. Nilai kebersamaan

Dengan gotong royong, masyarakat ingin bekerjasama dengan masyarakat lain untuk mencapai suatu tujuan. Adanya keinginan bekerjasama ini menunjukkan nilai kebersamaan pada masyarakat.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara membantu orang lain atau membangun fasilitas umum yang akan digunakan bersama.

4. Nilai saling menolong

Gotong royong menunjukkan bahwa masyarakat berkeinginan untuk bahu membahu dalam menolong orang lain.

Gotong royong juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan saling menolong terhadap suatu hal yang menjadi kepentingan bersama.

  • Nilai sosial

Gotong royong mampu mengembalikan kesadaran manusia bahwa mereka adalah makhluk sosial yang memerlukan manusia lain.

  • Nilai kekeluargaan

Gotong royong mampu membuat sesama manusia dapat saling mengenal, sehingga keakraban dapat terjalin dan nilai kekeluargaan pun dapat muncul.

Contoh Gotong Royong

Sampai saat ini, gotong royong masih tetap ada di bangsa kita. Berikut ini beberapa contoh gotong royong yang masih ada di masyarakat kita.

1. Ma’patindak

Ma’patindak merupakan salah satu tradisi yang ada di komunitas adat Pasang, Desa Pasang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Tradisi ini berupa  pendirian sebuah rumah secara bergotong royong. Pada saat penduduk desa tersebut ada yang ingin membangun rumah, maka tanpa diminta oleh pemilik rumah pun, orang-orang dari penjuru kampung akan berdatangan untuk membantu pembangunan rumah tersebut.

2. Ngayah

Pengertian Ngayah merupakan suatu budaya di Bali yang sampai saat ini masih terus dilaksanakan. Ngayah adalah istilah bagi seseorang ataupun kelompok orang yang bekerja dengan tulus ikhlas tanpa mendapatkan imbalan untuk membantu satu sama lain.

Budaya ini pun biasanya dilakukan pada saat terjadi sebuah peristiwa perkawinan dan kematian pada sebuah kelompok masyarakat.

Dengan adanya peristiwa seperti ini, maka masyarakat lainnya ikut membantu dalam persiapan acara tersebut secara bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan.

Adanya tradisi ngayah ini menunjukkan sebuah kegiatan gotong royong, yang tentunya bisa membangun kebersamaan dan kesatuan umat Hindu di Bali.

3. Sinoman

Tradisi sinoman dilakukan di masayarakat Jawa sebagai perwujudan gotong royong. Biasanya, tradisi sinoman ini dilakukan pada saat terjadinya pernikahan.

Tetapi, saat-saat ini pun, tradisi sinoman juga dilakukan pada saat penyelenggaraan acara lain selain acara pernikahan.

Biasanya pada tradisi sinoman ini, ibu-ibu membantu persiapan acara pernikahan dengan membantu memasak.

Sementara, para pemuda dan bapak-bapak membantu pendirian tenda, menyiapkan kursi dan meja untuk tamu.

4. Nganggun

Bukan hanya di Bali dan di Jawa saja terdapat kegiatan saling tolong pada masyarakat. Tradisi nganggun di Kabupaten Bangka juga menunjukkan bahwa di daerah tersebut, terdapat tradisi gotong  royong pada masyarakat.

Tradisi ini umumnya dilakukan bila terdapat hari besar atau acara penting. Dengan tradisi ini, maka masyarakat dapat saling membantu dalam persiapan acara tersebut.

Tentunya persiapan acara ini dilakukan dengan sepenuh hati tanpa membeda-bedakan ras, agama, maupun status sosial.

5. Marsialapari

Tradisi marsialapari dilestarikan oleh masyarakat di Mandailing, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan pada saat masa menanam dan memanen padi.

Pada saat musim tanam atau musim panen tersebut saudara, kerabat, teman, dan tetangga saling membantu saat menanam padi tanpa mengharapkan imbalan.

Mereka semua bekerja secara sukarela, sesuai kesadaran sosial masing-masing. Begitu juga saat memasuki masa panen padi, mereka saling bahu membahu untuk menolong saudara yang lagi memanen padi.

6. Membantu korban bencana

Saat terjadi peristiwa bencana, banjir, dan kebakaran, maka banyak masyarakat yang bekerjasama untuk membantu korban bencana.

7. Piket sekolah

Dalam lingkungan sekolah, para siswa bergotong royong membersihkan kelas, lingkungan sekolahnya, maupun lingkungan sekitar sekolahnya.

Gotong royong ini juga ditunjukkan dengan adanya belajar kelompok untuk mengerjakan tugas sekolah.

8. Bantuan pada masa pandemi

Pada masa pandemi, di beberapa sudut kota terdapat sebuah stand atau gerobak yang berisi sembako. Sembako ini dapat diambil oleh siapapun yang membutuhkannya.

Begitupun juga bagi yang ingin membantu, masyarakat dapat menyumbangkan sembako dengan cara menaruhnya di stand tersebut.

Banyak juga orang yang mampu menyediakan beberapa keperluan sehari-hari seperti masker atau hand sanitizer bagi masyarakat lain yang memerlukan.

Mereka menggantung barang-barang keperluan masyarakat di depan rumah mereka dan membolehkan siapapun untuk mengambilnya.

Selain itu, saat seorang tetangga sedang melakukan isoman, maka terlihat banyak keperluan yang diberikan oleh tetangga maupun saudaranya yang digantung pada pagar rumah si penderita.

9. Kerja bakti

Pada lingkungan RT atau RW, biasanya diadakan kerja bakti secara rutin. Pada saat kerja bakti tersebut, masyarakat dapat saling bergotong royong membersihkan lingkungan dan membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan umum.

Tinggalkan komentar