5 Cara Budidaya Buah Naga Dengan Metode GDM

Diposting pada

Cara Budidaya Buah Naga Dengan Metode GDM – Buah naga punya beberapa keunggulan jika dibanding buah budidaya lain.

5 Cara Budidaya Buah Naga Dengan Metode GDM
5 Cara Budidaya Buah Naga Dengan Metode GDM

Selain warnanya yang menarik, buah naga punya kandungan air yang melimpah di dalamnya sehingga tepat digunakan sebagai olahan makanan. Selain itu, buah naga juga mempunyai banyak varian.

Dengan berbagai hal yang ditawarkan oleh buah naga, buah ini sangat sangat digemari di tanah air.

Karena menyediakan potensi besar, buah naga lalu banyak dibudidayakan demi memenuhi kebutuhan pasar. Ini didukung dengan cuaca di Indonesia yang cocok dengan karakteristik buah naga.

Tak jarang budidaya buah naga berakhir dengan kegagalan dengan berbagai bentuk. Paling sering terjadi, tanaman buah naga mengalami rontok buah, rontoh bunga, gagal saat proses penyerbukan, busuk batang, dan tanaman mati.

Syarat Tumbuh Buah Naga

Agar buah naga tak sampai terjangkiti penyakit hingga mengalami kematian, buah naga yang ditanam harus memenuhi syarat tumbuh.

Untuk pertama yang harus diperhatikan, buah naga harus ditanam di antara ketinggian 50-500 mdpl sebagai lahan tumbuh optimal.

Karakteristik tanah yang digunakan untuk menanam buah naga harus mempunyai kandungan organik tinggi, cukup gembur, unsur hara tinggi, porous, serta pH tanah harus 5-7. Jangan dilupakan juga kalau buah naga butuh ketersediaan air dalam jumlah tinggi.

Seperti yang disebut di bagian awal, buah naga punya kandungan air tinggi. Itu sebabnya lahan tanam yang digunakan harus punya kecukupan air.

Tapi harus diperhatikan, buah naga bisa membusuk jika terlalu banyak air, dan akan mati jika kekurangan air. Perhatikan juga ketersediaan sinar matahari karena berguna untuk mendukung proses pembungaan.

Cara Budidaya Buah Naga Dengan Metode GDM

Budidaya buah naga dengan metode GDM sebenarnya tak jauh beda dengan metode penanaman lain, hanya saja ada yang lebih spesifik di bagian tertentu. Ini berguna supaya buah yang dihasilkan lebih berkualitas tinggi dan melimpah.

Satu-satunya kendala yang dihadapi saat ingin budidaya buah naga yaitu kurang tersedianya akses informasi yang lengkap terkait cara budidayanya. Hasilnya bisa ditebak, kualitas buah naga yang dihasilkan dari budidaya tak seragam dalam kualitasnya.

1. Mengolah Lahan Tanam

Saat ingin menanam buah naga, pertama kali yang harus dilakukan yaitu membajak lahan tanam paling tidak 20 cm dalamnya. Selesai dibajak, tanah harus diberikan pupuk kandang dengan cara ditabur dan dosis per hektar yaitu 10-20 kg.

Setelah ditaburi pupuk, berikutnya yaitu memberikan fungisida GDM Black Bos dengan cara disemprot saat lahan tanam masih basah atau lembab. Fungisida ini berfungsi untuk membuat gembur tanah yang sebelumnya masih keras.

Manfaat lain yaitu mengatasi berbagai jenis pathogen atau bakteri yang bersembunyi di tanah, selain juga mengakselerasi proses pengomposan lahan tanam. Fungisida tersebut berperan layaknya enzim antibiotik khusus yang mampu mengatasi bakteri.

2. Menyiapkan Tiang Penyangga

Karena tanaman buah naga bisa tumbuh tinggi, maka tiang penyangga sangat diperlukan untuk menjaga kualitas buah yang dihasilkan. Tiang penyangga yang dimaksud merupakan beton dengan ukuran 10×10 cm dan panjang 150 cm.

Tiang penyangga lalu dikubur sedalam 50 cm di lahan tanam yang sudah diolah. Pada bagian atas tiang penyangga diberi semacam penopang berbentuk lingkaran. Bahannya bisa dibuat dari besi atau ban bekas yang sudah tak terpakai.

Tiap tiang penyangga tersebut nantinya diberi empat bibit buah naga yang jaraknya dari tiang minimal harus 30 cm. sebelum buah naga ditanam, buat lubang di lahan tanam lalu berikan pupuk kandang antara 5-10 kg di dalam lubang tersebut.

3. Siapkan Bibit Buah Naga

Buah naga yang diambil sebaiknya berasal dari indukan sehat supaya hasil budidaya lebih maksimal. Sebelum ditanam, bibit buah naga sebaiknya direndam dalam larutan GDM selama 1-2 jam. Dosisnya yaitu satu gelas yang dicampur dengan air 10 L.

Fungsi utama kenapa bibit buah naga harus direndam yaitu supaya penyakit buah naga berupa ulat bibit yang biasa menyerang bibit buah bisa diatasi. Perendaman ini juga berfungsi mempercepat laju pertumbuhan buah naga saat nanti sudah ditanam.

4. Jarak Tanam Buah Naga

Jika bibit buah naga sudah ditanam, buah lalu ditanam dengan jarak ideal 2,5 m. Jika dibuat pengandaian dengan lahan tanam seluas satu hektar, budidaya buah naga paling tidak butuh 8000 bibit tanaman dan 2000 tiang peyangga.

Jangan lupa untuk membuat parit sedalam 20 cm di sekitar lahan tanam buah naga. Saluran parit ini berguna untuk mencegah air menggenang di area lahan tanam. Jika sampai lahan tanam tergenang, besar kemungkinan buah naga menjadi busuk.

5. Masa Panen Buah Naga

Pertama yang harus diketahui, buah naga bisa berbuah hingga 10 tahun ke depan. Panen buah naga bisa dilakukan saat pagi dan sore hari, dan sebaiknya dilakukan saat cuaca sedang cerah.

Buah naga bisa dipetik setelah 50-55 hari sejak muncul bunga pertama. Ciri lain yaitu saat buah naga berubah warna merah dari hijau, atau saat makhkota bunga tampak menyusut.

Baca Juga : Morfologi dan Klasifikasi Tanaman Buah Naga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *