6 Cara Budidaya Tanaman Kacang Hijau Untuk Pemula

Diposting pada

Kebanyakan dari masyarakat Indonesia sudah mengenal tanaman kacang hijau sedari kecil baik melalui olahan produk makanan ataupun minuman yang terdapat di lingkungan sekitar maupun melakukan pengembangbiakkan tanaman kacang hijau melalui media tanam sederhana berupa botol plastik yang diisi air dan kapas pada waktu praktikum pelajaran MIPA di sekolah.

6 Cara Budidaya Tanaman Kacang Hijau UNtuk Pemula
6 Cara Budidaya Tanaman Kacang Hijau UNtuk Pemula

Tanaman kacang hijau atau yang memiliki nama latin Vigna Radiata L. merupakan bahan pangan yang termasuk dalam kategori tanaman kacang-kacangan atau suku polong-polongan (Fabaceae).

Kacang hijau sendiri telah dibudidayakan sejak puluhan dekade di Bangladesh maupun banyak negara di kawasan Asia termasuk Indonesia.

Tanaman kacang hijau mempunyai kandungan nutrisi protein nabati yang tinggi dan serat di dalam bijinya yang baik untuk tubuh.

Bagian biji dari tanaman kacang hijau dipandang mempunyai potensi nilai ekonomis yang tinggi sehingga tanaman kacang hijau banyak dibudidayakan sebagai bahan pangan legum dalam negeri serta menjadi komoditas ekspor setelah kacang tanah dan kedelai di Indonesia.

Hal ini didukung oleh kesesuaian iklim dan kondisi lahan yang ada di Indoensia yang cocok untuk pengembangbiakkan dan budidaya tanaman kacang hijau.

Kelebihan Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau sendiri merupakan salah satu tanaman yang dapat dikembangbiakkan oleh siapapun termasuk pemula karena proses yang mudah dilakukan dan bahan-bahan yang dibutuhkan juga tergolong mudah didapatkan.

Kacang hijau termasuk kedalam golongan tanaman yang mempunyai angka toleransi yang tinggi terhadap kurangnya ketersediaan air, kunci yang terpenting dalam budidaya tanaman kacang hijau adalah kelembaban media tanam yang cukup.

Tanaman kacang hijau dapat tumbuh di berbagai jenis tanah asalkan mempunyai kondisi kelembapan yang baik dan unsur zat hara yang memenuhi.

Beberapa kelebihan budidaya tanaman kacang hijau dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan lainnya dilihat dari sisi agronomi maupun ekonomis, diantaranya yaitu :

  • lebih tahan kekeringan
  • serangan hama dan penyakit lebih sedikit,
  • dapat dipanen pada umur 55-60 hari,
  • dapat ditanam pada tanah yang kurang subur, dan
  • cara budidayanya mudah.

Menjadi salah satu bahan pangan yang banyak di konsumsi oleh masyarakat, tanaman kacang hijau mempunyai potensi yang besar untuk dibudidayakan dalam skala kecil seperti rumah tangga, menengah, hingga skala besar berupa peluang bisnis bidang agrobisnis.

Oleh karena itu, teknik pengembangan budidaya tanaman kacang hijau sangat penting untuk diketahui untuk pemula yang ingin mengembangkan budidaya kacang hijau.

Kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang sangat mudah dibudidayakan. Kurun waktu dua bulan, kacang hijau dapat langsung panen dan juga bisa sebagai tanaman sela yang dapat tumbuh optimal pada saat musim kering.

Kacang hijau umumnya dapat ditanam di lahan sawah pada musim kemarau setelah padi atau tanaman palawija yang lain atau di lahan tegalan pada musim hujan.

Produktivitas kacang hijau di Indonesia sendiri selama 10 tahun terakhir berfluktuasi dan cenderung meningkat sebesar 1,09 persen meskipun luas panen dan produksi cenderung menurun 2,97 persen dan 1,97 persen menurut data yang dihimpun oleh BPS.

Di tingkat petani, umumnya rata-rata produktivitas tanaman kacang hijau baru mencapai 0,9 ton/ha. Melalui teknik budidaya yang tepat hasilnya dapat mencapai 2 ton/ha.

Dengan adanya data tersebut, kita dapat amati bahwa prospek budidaya kacang hijau masih dapat terus berkembang bahkan berpeluang untuk menjadi salah satu komoditi bahan pangan ekspor.

Prospek pengembangan kacang hijau di Indonesia masih mempunyai peluang yang besar dan tersebar di berbagai propinsi.

Hal ini terlihat dari jumlah luas lahan sawah maupun lahan kering yang untuk tanaman palawija masih relatif sedikit Pada saat ini terdapat berbagai macam varietas unggul kacang hijau yang tersedia baik menurut ukuran bijinya (besar atau kecil) maupun kulit yang hijau kusam atau mengkilat. Pemilihan varietas dalam budidaya kacang hijau hendaknya disesuaikan dengan permintaan pasar.

Biasanya varietas yang disukai oleh negara tujuan ekspor adalah varietas vima yang mempunyai warna agak kusam dan termasuk dalam varietas unggul tanaman kacang hijau.

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Hijau

Untuk memulai menanam tanaman kacang hijau yang harus diperhatikan pertama kali adalah memperhatikan Syarat tumbuh kacang hijau, penjelasannya dibawah ini :

1. Iklim

Pada lahan sawah tanaman kacang hijau sebaiknya ditanam pada musim kemarau setelah padi. Sedangkan di lahan tegalan dilakukan pada awal musim hujan.

Jika berbicara mengenai iklim yang sesuai, kacang hijau dapat tumbuh di daerah dengan temperatur 25-35 °C dan kelembaban udara sekitar 50-89 % dengan curah hujan optimal 50 – 200 mm/bulan.

2. Jenis dan kondisi media tanam

Media yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman kacang hijau pada umumnya adalah tanah. Kacang hijau dapat tumbuh pada tanah yang memiliki pH 6-7 dan paling optimal pada pH 6,7 dengan tekstur tanah liat berlempung serta aerasi dan drainase yang baik.

Karena dengan sistem drainase yang baik maka tanah akan terairi dengan baik dan pertumbuhan kacang hijau semakin baik, tapi jangan sampai tanaman terlalu tergenang air karena bisa merusak tanaman kacang hijau.

Tanah yang mempunyai kondisi yang cocok untuk menanam kacang hijau sesuai dengan yang disebutkan sebelumnya yaitu tanah lembung atau tanah bekas lahan sawah seperti bekas menanam padi.

Tanah lembung sendiri mempunyai ciri khas lembek dan mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.

Poin penting dari kondisi media tanam kacang hijau yaitu tanah jenis gembur yang mempunyai unsur zat hara yang tinggi dan memiliki saluran parit atau drainase yang baik dan tertata.

3. Pemilihan Benih

Pemilihan benih merupakan salah satu syarat terpenting untuk menghasilkan produktivitas tanaman kacang hijau yang berkualitas.

Pemilihan benih juga dapat memberikan keuntungan berupa kemudahan dalam perawatan tanaman kacang hijau itu sendiri.

Semua varietas kacang  yang telah dilepas cocok untuk ditanam di lahan sawah maupun tegalan. Varietas kacang hijau sendiri mempunyai jenis yang beragam diantaranya yang terkenal varietas unggulan (yang tahan penyakit embun tepung dan bercak daun) yaitu Sriti, Kutilang, Perkutut, Kenari, dan Murai.

Selain itu juga varietas yang terkenal lainnya adalah merak, nuri, wallet, dan gelatik. Umumnya rata-rata kebutuhan benih sekitar 20 kg/ha dengan daya tumbuh 90%.

4. Ketinggian

Tanaman kacang hijau mempunyai habitat asli dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah pada daerah tropis seperti di Indonesia.

Permukaan yang paling cocok adalah tanah dengan ketinggian sekitar ± 500 m dpl dengan suhu yang cenderung panas.

Setelah mengenal beberapa syarat dari pertumbuhan tanaman kacang hijau, berikutnya kita akan mempelajari tahapan dan langkah untuk budidaya tanaman kacang hijau dibawah ini, yaitu :

Cara Budidaya Kacang Hijau

1. Persiapan Lahan

Untuk melakukan penanaman benih kacang hijau sebelumnya perlu dilakukan persiapan lahan untuk mengolah media tanam yang akan digunakan.

Pada hal ini media yang digunakan untuk menanam adalah tanah sehingga perlu untuk melakukan pengelolaan pada tanah yang akan digunakan.

Persiapan lahan ini dilakukan untuk memberikan hasil yang optimal dan menunjang petumbuhan serta kualitas tanaman kacang hijau yang dihasilkan.

Pengolahan tanah untuk membuka lahan pun mempunyai cara yang berbeda tergantung dengan kondisi lahan yang digunakan. Pada lahan bekas sawah tidak perlu dilakukan pengolahan tanah TOT (Tanpa Olah Tanah) dan tunggul padi sebaiknya dipotong pendek.

Pada pengolahan TOT (Tanpa Olah Tanah) hanya dilakukan pembersihan gulma dan bekas pertanaman padi (jerami).

Sebaiknya pembersihan gulma dilakukan 1 minggu sebelum waktu tanam. Kemudian dilakukan pembajakan atau pencangkulan pada tanah sedalam 15-20 cm untuk menghasilkan tanah yang gembur. Selanjutnya pada lahan kering (tegalan) misal bekas penanaman padi perlu dilakukan pengelolaan tanah yang intensif.

Hampir serupa dengan sebelumnya dilakukan pembersihan gulma atau rumput liar, tanah dicangkul hingga gembur (untuk tanah tegalan yang berat pembajakan dilakukan sedalam 15-20 cm).

Pada lahan kering (tegalan) perlu dilakukan pengelolaan tanah minimal yaitu dengan pemberian mulsa jerami sekitar 5 ton/ha agar dapat menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan air dan perbaikan struktur tanah.

Tanah yang sudah diolah selanjutnya dapat dibuat petak atau bedengan (tempat tumbuhnya tanaman) dengan ukuran sesuai kondisi lahan yang ada.

Kemudian untuk menunjang kebutuhan air, perlu dibuat sistem saluran drainase yang berjarak 100-200 cm dari bedengan. Sementara pada kondisi tanah yang becek disarankan saluran drainase berjarak 3-5 m.

2. Pembibitan

Serupa dengan tanah, biji kacang hijau juga harus digunakan secara hati-hati. Jika tanah belum pernah digunakan untuk menanam kacang hijau sebelumnya, maka benih kacang hijau perlu dilakukan inokulasi terlebih dahulu, tujuannya adalah agar benih dapat beradaptasi dengan tanah. Inokulasi bisa dilakukan dengan menggunakan bibit bakteri rhizobium.

Hal tersebut dilakukan dengan cara membasahi bibit kacang hijau yang telah dipilih dengan air lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama ± 4 jam hingga kecambah pada benih muncul.

3. Penanaman

Penanaman dilakukan menggunakan sistem tugal yaitu melubangi tanah dengan jarak yang sesuai. Pada bekas lahan tanaman padi, penanaman kacang hijau tidak boleh dilakukan lebih dari 5 hari sesudah padi dipanen.

 Berikut cara penanaman tanaman kacang hijau yang dianjurkan :

  • Melubangi tanah yang telah disiapkan dengan kedalaman 3-5 cm.
  • Memberi jarak tanam. Disarankan untuk jarak tanam yaitu 40 x 10 cm tiap lubang untuk mencapai populasi 400–500 ribu tanaman/ha (pada musim kemarau) ataupun 40 x 15 cm tiap lubang untuk mencapai populasi 300–400 ribu tanaman/ha (pada musim hujan).
  • Memasukkan benih tanaman kacang hijau. Banyak benih kacang hijau yang dianjurkan adalah 2-4 biji pada setiap lubang.
  • Setiap lubang di beri pupuk organik dan urea atau PPC sebagai pupuk tambahan untuk membantu pertumbuhan kacang hijau.
  • Menutup lubang dengan memadatkan tanah, hal ini bertujuan agar tanaman kacang hijau tidak mudah dimasuki hama.

4. Pemeliharaan Tanaman

Tahapan ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman kacang hijau yang telah ditanam agar tetap terpantau tumbuh kembangnya dan terhindar dari kemungkinan-kemungkinan kerusakan bahkan layu atau mati.

Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman kacang hijau, yaitu :

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan pada lahan kering dan lahan yang kurang subur sedangkan pada lahan sawah bekas tanaman padi yang subur tidak perlu dilakukan pemupukan. Pada lahan kering, pemupukan menggunakan jenis pupuk NPK.

Pemupukan pada lahan yang kurang subur dilakukan dengan menggunakan komposisi pupuk 45-50 kg Urea + 45 – 90 kg TSP + 50 kg KCL/ha.

Berikutnya pupuk dimasukkan ke dalam lubang tugal sedalam 10 cm yang telah dibuat di sisi yang berlawanan dengan pemupukan pertama atau dapat pula dimasukkan ke dalam larikan kemudian ditutup dengan tanah tipis.

Selain itu, pemberian pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dapat digunakan untuk membantu menahan kapasitas air di dalam tanah.

  • Penyulaman

Penyulaman sebaiknya dilakukan sekitar 7-15 hari setelah penanaman benih dilakukan. Pada tahapan ini, benih tanaman kacang hijau yang tidak tumbuh sempurna hingga mati perlu diganti dengan benih yang baru. Hal ini bertujuan agar pada masa panen nantinya hasil yang didapatkan akan merata.

  • Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan yang perlu dilakukan untuk membersihkan gulma dan rumput liar disekitar tanaman kacang yang dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan.

Penyiangan perlu dilakukan sedini mungkin karena tanaman kacang hijau merupakan tanaman yang tidak tahan terhadap gulma.

Penyiangan dianjurkan dilakukan setelah 14 hari setelah tanam dan 30-40 hari (±4 minggu) setelah masa tanam secara rutin.

Disamping itu, untuk menekan pertumbuhan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma, dan penguapan air dapat menggunakan jerami padi sebagai mulsa.

  • Pengairan

Tanaman kacang hijau merupakan tanaman yang toleran terhadap kondisi kekeringan dan cocok ditanam pada musim kemarau.

Meski relatif tahan terhadap kurangnya air, tanaman kacang hijau tetap memerlukan pengairan intensif terutama pada periode kritis pada waktu perkecambahan (umur 5 hari), menjelang berbunga (umur 25 hari) dan pembentukan polong (umur 45-50 hari).

Apabila pada fase ini terjadi kekurangan air maka biji dan polong kacang akan kempes. Satu minggu sebelum polong dipanen, pengairan dihentikan. Pengairan diberikan melalui saluran drainase antar bedengan atau petak.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Tahapan ini diperlukan untuk tetap menjaga pertumbuhan tanaman kacang hijau agar tidak terhambat oleh hama dan penyakit serta menjaga kualitas kacang hijau yang baik pada saat panen.

Pengendalian Hama

Hama yang biasa menyerang tanaman kacang hijau adalah Agromyza phaseolli (lalat kacang), penggerek polong Meruca testualitis dan Etiella zinckenella, kepik hijau Nezara viridula, kepik coklat Riptortus linearis, Plusia chalsites (ulat jengkal), dan kutu Thrips.

Pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan varietas bibit unggul yang tahan hama penyakit. Apabila serangan hama tidak dapat dikendalikan dengan cara biologi, pengendalian hama dapat dilakukan dengan penggunaan pestisida,intektisida,ungisida, dan sejenisnya.

Langkah pengendalian hama dapat menggunakan insektisida, seperti: Regent, Confidor, Curacron, Furadan, Atabron, atau Pegassus dengan dosis 2–3 ml/liter air dan volume semprot 500–600 liter/ha.

Lalat bibit Agromyza phaseoli di daerah endemik memerlukan cara perlakuan benih dengan menggunakan insektisida Carbosulfan (10 g/kg benih) atau Fipronil (5 cc/kg benih).

Pengendalian Penyakit

Penyakit yang umum terjadi pada tanaman kacang hijau yaitu Cercospora Canescens (bercak daun), Erysiphe polygoni (embun tepung), Scierotium rolfsii (busuk batang), dan penyakit puru Elsinoe glycines. Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara biologi yaitu menanam varietas yang tahan penyakit dan menggunakan fungisida untuk penyemprotan.

Penyemprotan fungisida dapat menggunakan bahan seperti: Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsene MX 200 atau Daconil pada awal serangan dengan dosis 2 g/l air.

Penyakit embun tepung Erysiphe polygoni sangat efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonazol yang diberikan pada umur 4 dan 6 minggu. Penyakit bercak daun dapat diatasi secara maksimal menggunakan fungisida hexakonazol yang diberikan pada umur 4, 5, dan 6 minggu.

5. Panen

Panen dapat dilakukan pada tanaman kacang hijau yang telah memasuki umur sekitar 60-85 hari setelah masa tanam.

Ciri-ciri tanaman kacang hijau yang sudah siap untuk dipanen yaitu berubahnya warna kacang polong yang semula berwarna hijau menjadi warna coklat kering hingga hitam.

Tanaman kacang hijau di panen dengan cara dipetik. Disarankan kegiatan panen tidak dilakukan terlambat atau ditunda terlalu lama.

Hal ini bertujuan agar polong tidak pecah dan terkelupas saat dipanen.  Pada tanaman kacang hijau, panen dapat dilakukan 1-3 kali tergantung dari varietas dan jarak yang dianjurkan antar panen sekitar 3-5 hari.

6. Pasca Panen

Polong tanaman kacang hijau yang telah dipanen dan dikumpulkan selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari atau dapat menggunakan mesin pengering.

Kemudian polong yang telah dikeringkan dilakukan pembijian. Pembijian dilakukan secara manual. Caranya dengan memasukkan polong ke dalam karung goni lalu dipukul-pukul dengan tongkat kayu hingga polong pecah.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pengurangan hasil. Pembersihan biji dari kulit polong dilakukan dengan cara ditampih menggunakan nyira.

Berikutnya sebelum dilakukan penyimpanan, biji kacang hijau perlu  melewati proses penjemuran kembali hingga kering dan mempunyai kadar air 8 – 10 % sehingga aman untuk disimpan. Biji kacang hijau yang sudah bersih dapat dimasukkan ke dalam wadah.

Demikianlah artikel kali ini yang membahas mengenai 6 Cara Budidaya Tanaman Kacang Hijau UNtuk Pemula. Semoga Bermanfaat.

One thought on “6 Cara Budidaya Tanaman Kacang Hijau Untuk Pemula

  1. bgus jug jdi ilmu pengetahuann
    ya bergunalah pokokny ….😊👌👍🏼

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *