7 Cara Budidaya Tanaman Melon Paling Menguntungkan

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Melon – Melon (Cucumis melo L.) adalah buah yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Apabila diruntut dari sejarahnya, buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau di daerah Mediterania. Seiring berjalannya waktu, buah melon pun tersebar luas ke arah Timur Tengah hingga Eropa.

7 Cara Budidaya Tanaman Melon Paling Menguntungkan
7 Cara Budidaya Tanaman Melon Paling Menguntungkan

Pada abad ke-14, Colombus membawa buah melon ke Amerika dan buah melon tersebut ditanam luas di Colorado, California, hingga Texas.

Pada akhirnya, buah melon pun tersebar ke seluruh penjuru negeri di dunia. Terutama di daerah tropis dan subtropis, seperti di negeri kita Indonesia.

Syarat Tumbuh Buah Melon

1. Iklim

Angin yang bertiup dengan kencang dapat merusak tanaman melon, terutama di bagian tangkai daun, tangkai buah, dan batang tanaman. Hujan yang turun terus menerus juga dapat menggugurkan bakal calon buah melon yang sudah terbentuk.

Dalam proses penanamannya, buah melon perlu mendapat paparan sinar matahari penuh selama pertumbuhannya. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan buah melon adalah sekitar 25-30 C, dengan udara yang sejuk dan kering.

Di samping itu, perlu untuk diperhatikan, tingkat kelembaban yang tinggi membuat buah melon mudah untuk diserang penyakit.

2. Media Tanam

Tanah liat berpasir yang mengandung banyak unsur organik adalah jenis tanah yang paling ideal untuk pertumbuhan buah melon.

Dengan jenis tanah ini, akan memudahkan akar tanaman buah melon untuk berkembang. Selain itu, jenis tanah yang digunakan tidak boleh terlalu basah, dengan pH sekitar 5,8 – 7,2.

3. Ketinggian Tempat

Buah melon akan tumbuh dengan baik pada ketinggian tanah 300 – 900 meter di atas permukaan laut. Apabila ketinggian tanah lebih dari 900 meter di atas permukaan laut, maka tanaman tidak akan berproduksi dengan optimal.

Cara Budidaya Tanaman Melon

1. Pembibitan

Agar hasilnya optimal, perlu menggunakan bibit buah melon yang sehat, kuat, dan terawat dengan baik. Ketika direndam, benih yang baik akan berada di dasar air, sementara yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.

Proses selanjutnya adalah menyiapkan benih. Yaitu melalui proses pengadaan benih secara generatif, pengadaan benih secara vegetatif, mengetahui sumber benih yang akan dipakai, menyimpan benih dengan baik, dan yang terakhir memperhitungkan kebutuhan jumlah benih.

Selanjutnya, melakukan proses penyemaian benih, pemeliharaan pembibitan atau penyemaian, dan juga pemindahan bibit.

2. Pengolahan Media Tanam

Persiapan

  • Pengukuran pH Tanah
  • Analisis Tanah
  • Penetapan Waktu/Jadwal Tanam
  • Penetapan Luas Areal Penanaman
  • Pengaturan Volume Produksi

Pembukaan Lahan

  • Pembajakan
  • Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam

Pembentukan Bedengan

  • Pengeringan Tanah Setelah Dibajak
  • Pembuatan Petakan (panjang 12-15 meter, lebar 100-110cm)
  • Membentuk Bedengan
  • Mengukur Jarak Bedengan

Pengapuran dan Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)

Proses pengapuran akan meningkatkan unsur hara kalsium yang nantinya diperlukan oleh dinding sel tanaman.

Sementara itu, pemasangan PHP terdiri dari dua lapisan, lapisan berwarna perak untuk bagian atas dan warna hitam untuk bagian bawah.

Pemasangan dilakukan saat panas ada terik panas matahari agar dapat memuai dan menutup bedengan dengan cepat.

3. Teknik Penanaman

Buah melon adalah tanaman semusim dengan pola monokultur. Perlu adanya lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas dengan diameter 10 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris yang berhadap-hadapan, dengan membentuk segi empat.

Sebelumnya, bibit disemai selama kurang lebih 3 minggu. Saat proses tanam, akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polybag.

Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal, usahakan agar tidak pecah atau hancur.

4. Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan dan Penyulaman
  2. Penyiangan
  3. Pembubunan
  4. Perempalan
  5. Pemupukan
  6. Pengairan dan Penyiraman
  7. Penyemprotan Pestisida
  8. Pemeliharan Lainnya

5. Hama

Terdapat dua jenis hama yang sering mengganggu tanaman melon, yang pertama adalah Kutu Aphids. Gejalanya adalah daun menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering.

Pengendaliannya: membersihkan gulma, disemprot dengan insektisida, tanaman yang telah terjangkit virus dicabut dan dibakar.

Hama kedua adalah Thrips. Gejalanya adalah daun-daun muda dan tunas menjadi keriting, bercak kekuningan, kerdil, dan tidak dapat membentuk buah secara normal. Pengendaliannya: menyemprot dengan racun kontak, dengan dosis 3 – 4 hari sekali.

6. Penyakit

Terdapat berbagai jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman melon. Di antaranya adalah Layu Bakteri dan Penyakit Busuk Pangkal Batang.

Kedua penyakit ini perlu diantisipasi gejalanya, dan dilakukan pengendalian agar tidak merusak buah dan mengurangi hasil produksi.

7. Panen

Tanda dan ciri-ciri tanaman melon siap untuk dipanen adalah:

  1. Ukuran buah sudah mendekati ukuran normal
  2. Serat jala pada buah sangat nyata dan kasar
  3. Warna kulit buah hijau kekuningan
  4. Umur panen kurang lebih 3 bulan setelah penanaman
  5. Waktu panen terbaik adalah di pagi hari

Demikianlah penjelasan dan ulasan mengenai pengertian dan cara budidaya melon. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat bagi Anda para pembaca.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Melon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *