13 Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Terong

Diposting pada

Tanaman terong atau yang dikenal dengan sebutan Solanum melongena adalah salah satu jenis sayuran tahunan semusim.

13 Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Terong
13 Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Terong

Terong banyak ditemukan tumbuh bebas di hutan indonesia, banyak jenis terong yang ada dan dibudidayakan oleh masyarakat, mulai terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, dan terong.

Sedangkan untuk jenis terong impor seperti terong Jepang. Bentuk dan warna buah terong terbilang sangat beragam tergantung dari jenisnya seperti ada yang putih, hijau dan ungu. Sedangkan bentuknya sendiri bulat, lonjong besar, hingga lonjong.

Di Indonesia terong merupakan salah satu jenis sayuran yang diminati oleh masyarakat sehingga Prospek budidaya tanaman terong sangat menjanjikan dan banyak petani mengusahakannya untuk menanamnya namun hasil rata-ratanya terbilang masih rendah. Hal ini disebabkan adanya gangguan seperti hama dan penyakit tanaman.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Terong

Hama dan penyakit merupakan musuh para petani, seperti para petani terong. Karena adanya hama dan [penyakit tersebut membuat kualitas dan produktivitas terong bisa jadi menurun, jadi perlu diadakan pengendalian terhadap gangguan – gangguan itu.

Jenis dan Cara Pengendalian Hama Tanaman Terong

Hama merupakan salah satu hal yang sangat meresahkan tak terkecuali untuk petani terong karena mampu menurunkan produksi tanaman. berikut adalah penjelasan mengenai Jenis dan Cara Pengendalian Hama Tanaman Terong :

1. Kumbang daun (Epilachna spp)

Akibat penyerangan hama ini menyebabkan permukaan daun terlihat tidak rata dan ada lubang serta dedaunan tersebut berubah menjadi warna kuning dan akhirnya layu. Cara pengendaliannya :

  • Mengumpulkan kumbang secara manual kemudian memusnahkannya. Cara ini cara non kimiawi.
  • Melakukan penyemprotan menggunakan insektisida, cara ini adalah cara kimiawi jika cara non kimiawi dianggap kurang efektif.

2. Kutu daun (Aphis spp)

Kutu ini akan menyerang dedaunan yang masih berusia muda, daun tersebut akan rusak, tidak beraturan, akan mengalami kematian di sertai kering pada tanaman terong. Cara pengendaliannya :

  • Dilakukan perendaman benih sebelum tanam, sanitasi kebun secara teratur dan buat jarak tanam dengan baik merupakan pengendalian secara non kimiawi.
  • Penyemprotan insektisida dengan dosisi sesuai pada kemasan menjadi salah satu cara secara kimiawi.

3. Tungau (Tetraanychus spp)

Tandanya terserang hama ini adalah permukaan daun terdapat bintik – bintik berwarna cokelat sampai kehitaman dan daunnya akan mengalami layu serta berlubang.  Cara pengendaliannya :

  • Benih di rendam menggunakan larutan sebelum tanam, melakukan sanitasi kebun dengan baik, penjarangan tanaman adalah salah satu cara non kimiawi.
  • Secara kimiawi adalah disemprotkan insektisida sesuai dosis pada kemasan.

4. Ulat tanah (Agrotis Epsilon Hufn)

Ulat tanah menyerang tanaman terong yang umurnya masih muda dan dalam proses pembenihan, akibatnya tanaman tersebut akan mati dan membusuk. Cara pengendaliannya:

  • Non kimiawi dengan cara pemilihan benih yang tahan terhadap serangan hama dan juga lakukan sanitasi secara teratur.
  • Kimiawi dilakukan dengan cara penyemprotan menggunakan insektisida sesuai dosis.

5. Bekicot

Bekicot merupakan salah satu hewan yang bisa menyerang tanaman terong. tanaman yang diserang relatif lebih banyak yang masih muda dengan cara memakan bagian tanaman dan daun tanaman terong.

Serangan biasanya dilakukan hewan ini pada malam hari. Hama ini ada karena area penanaman biasanya tidak bersih dari gulma dan sejenisnya.

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah :

  • Mengendalikannya secara manual yakni dengan mengambil secara langsung dan membuangnya atau memusnakannya.
  • Melakukan pembersihan pada area penanaman tanaman terong.
  • Memberikan nematisida langsung di sekitar tanaman, bahan yang bisa digunakan adalah furadan, pentakur, curater atau petrofur

6. Lalat Buah

Lalat buah merupakan salah satu hama yang sering dijumpai pada tanaman terong yang menyerang bagian buahnya. Cara hama ini bekerja yaitu dengan memasukan telur kedalam buah. Setelah itu terus yang dimasukan tersebut nantinya akan menetas dan menjadi larva.

Telur yang telah menjadi larva inilah yang akan berdampak terhadap terong. Karena larva akan memakan daging terong atau bagian dalam terong (buah terong akan menjadi busuk atau daging buah mengalami penghitaman)

Dibawah ini adalah beberapa cara pengendalian yang harus dilakukan oleh petani terong yaitu :

  • Melakukan pergiliran tanaman (rotasi tanaman)
  • Membuat alat perangkap lalat buah
  • Membersihkan area tanaman dari gulma dan sejenisnya
  • Menggunakan insektisida yakni dengan menyemprotkannya pada tanaman. Insektisida yang digunakan biasanya seperti curacron atau santoat.

Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit Tanaman Terong

Selain hama, penyakit juga menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan untuk petani terong. Dibawah ini adalah informasi mengenai Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit Tanaman Terong yang bisa diterapkan:

1. Busuk Buah

Penyebab busuk buah adalah cendawan Phytophtora sp yang di tandai dengan munculnya bercak berwarna cokelat – kehitaman pada buah terong, selain itu buah akan mudah busuk dan berjatuhan. Cara pengendaliannya:

  • Non kimiawi dengan cara di tebang dan di musnahkan buah – buah yang terserang
  • Kimiawi dengan cara penyemprotan menggunakan fungisida sesuai dosis.

2. Bercak Daun

Cendawan Cercospora sp menjadi penyebab penyakit bercak pada daun yang tandanya adalah munculnya bercak cokelat pada permukaan daun hingga kehitaman, akibatnya daun kering dan mengalami layu. Cara pengendaliannya :

  • Non kimiawi, lakukan sanitasi pada lahan dengan benar dan teratur, jangan lupa memilih bibit berkualitas tahan terhadap penyakit.
  • Kimiawi, semprot menggunakan fungisida sesuai dosis.

3. Antraknosa

Permukaan daun akan mengalami bercak – bercak berwarna cokelat hingga kehitaman , kemudian menggulung dan daun akan mengalami keriting, kejadian ini disebabkan oleh cendawan Gloesporium melongena. Cara pengendaliannya :

  • Non kimiawi , melakukan sanitasi dengan baik dan benar, memilih bibit yang tahan terhadap serangan penyakit dan juga penjarangan tanaman.
  • Kimiawi, disemprot menggunakan fungisida.

4. Rebai Semai

Cendawan Rhizoctonia Solani  dan  Pythium spp  merupakan penyebab penyakit rebai semai yang mengakibatkan tanaman menjadi layu, menguning dan mati ketika pembibitan atau persemaian dilakukan. Cara pengendalian :

  • Non kimiawi , memilih benih yang berkualitas dan melakukan sanitasi terhadap lahan dengan baik dan benar.
  • Kimiawi, semprot dengan fungisida sesuai dengan dosis.

5. Layu Fusarium

Penyebab utama terjadinya penyakit layu fusarium adalah cendawan Fusarium oxysporum. Cendawan ini menyerang bagian akar tanaman terong.

Gejala yang ditimbulkan akibat serangannya adalah tanaman fluktuatif seoerti pagi hari segar, kemudian pada siang hari terjadi layu, setelah itu pada sore hari kembali segar.

Kejadian seperti ini akan berjalan beberapa hari hingga tanaman mengalami kematian bila tidak ada penangannya yang serius, apalagi pada musim penghujan, karena penyakit ini akan mudah menyebar pada kondisi dengan tingkat kelembaban yang tinggi.

Cara pengendalian penyakit fusarium adalah :

  • Membersihkan area penanaman dari gulma dan juga tanaman inang
  • Memberlakukan rotasi tanaman untuk mencegah keberlanjutan serangan layu fusarium
  • Mengatur jarak tanaman sesuai dengan syarat tumbuhnya
  • Pastikan menggunakan mulsa plasti pada musing penghujan
  • Memusnahkan tanaman yang terserang baik dengan mengubur atau dengan membakarnya agar tidak menular kepada tanaman lainnya.
  • Memberikan trichoderma sebelum penanaman dilakukan dan juga satu minggu setelah penanaman dilakukan.

6. Busuk Pangkal Batang atau Leher Akar

Penyakit busuk pangkal batang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan ini adalah bagian pangkal batang mengalami pembusukan, kulit tanaman mengelupas dan basah serta memiliki warna kecoklatan.

Akibatnya tanaman menjadi layu, rebah dan berakhir dengan kematian. Ada beberapa cara penangannya diantaranya adalah :

  • Yang harus diperhatikan pertama kali adalah menggunakan varitas tanaman yang tahan terhadap penyakit ini
  • Mengatur jarak antar tanaman sesuai dengan syarat tumbuhnya
  • Memusnakan dengan cepat tanaman yang terinfeksi penyakit ini agar tidak merembet ke tanaman lainnya
  • Usahakan selalu menjaga kelembaban optimun pada area penanaman
  • Bila serangan sudah terjadi tinggi atau besar besaran maka bisa menyemprotkan bahan kimia fungisida seperti dithane, antracol, cozeb atau bion M

7. Busuk Daun atau Lodoh

Penyakit busuk daun di sebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis berk. Dimana Gejala yang di timbulkan akibat serangan ini adalah daun berwarna kecoklatan hingga hitam karena terjadi proses pembusukan serta tanaman kerdil

Pengendalian Penyakit Busuk Daun bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantarahya:

  • memberikan ruang tanam antara satu tanaman dengan tanaman yang lainnya
  • Menggunakan varitas tanaman terong yang kuat terhadap jenis penyakit ini
  • Bila terjadi serangan pastikan mengambil bagian yang terserang kemudian memuasnakannya
  • Menjaga kebersihan area penanaman, bila terdapat gulma dalam dilakukan penyiangan.
  • Bila serangan terjadi secara besar besaran maka bisa menggunakan bahan kimia fungisida seperti starmyl, score, antracol atau saromyl dengan cara menyemprotkannya.

Nah itulah 13 Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Terong yang bisa kami bagikan, semoga bisa memberikan bantuan untuk para petani tanaman terong di indonesia. Selamat mencoba.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Terong Ungu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *