Klasifikasi dan Morfologi Rumput Belulang

Diposting pada

Tahukah anda Klasifikasi dan Morfologi Rumput Belulang? Mungkin dari kalian sudah banyak yang tidak asing lagi melihat bentuk tanaman ini, tapi sebaliknya meski banyak yang tahu tumbuhan ini tapi jarang ada yang mengenal dari sebutan namanya.

Klasifikasi dan Morfologi Rumput Belulang
Klasifikasi dan Morfologi Rumput Belulang

Jadi masyarakat Indonesia sering memanggilnya dengan nama Rumput Belulang, namun dibeberapa daerah ada yang menyebutnya dengan Celuran untuk orang Sunda, kemudian di Sumatra mayarakat sana sering menyebut dengan nama rumput Kumaranting, sedangkan orang Jawa memanggilnya Suket Lulang. Lalu untuk bahasa keren atau bahasa latinnya adalah Eleusine indica (L.) Gaertn.

Tumbuhan ini termasuk kedalam suku Poaceae atau suku rumput-rumputan, jadi gak heran kamu bakal banyak menemuinya di beberapa tempat atau lahan kosong karena tanaman ini bisa tumbuh secara liar.

Berdasarkan sejarahnya, tumbuhan bernama latin Eleusine indica ini barasal dari Afrika hingga kemudian menyebar luas di wilayah tropis dan subtropis. Sampai saat ini tumbuhan dapat mudah ditemui di benua Asia, Amerika hingga Australia.

Rumput belulang dapat tumbuh subur di daerah dataran tinggi dan juga dataran rendah, peneliti mengatakan jika belulang dapat hidup diatas ketinggian 2000 mdpl.

Selain itu mereka dapat tumbuh di daerah atau dataran terbuka yang memiliki karakter tidak terlalu basah. Biasanya akan lebih mudah ditemui seperti di sawah, pinggir jalan dan kebun.

Tanaman ini memiliki siklus tahunan, setelah tumbuh rumput belulang akan mengeluarkan bunganya pada saat umur 30 hari, daunnya rapat dan hidup berumpun.

Bunganya dapat muncul setiap tahun, dan menurut hasil penelitan bunga rumput belulang memiliki sekitar 140.000 biji. Itulah yang membuat belulang dapat berkembang biak dan tumbuh secara cepat.

Ciri-cirinya adalah memiliki daun yang lebarnya hanya 1 cm kemudian panjang rumput ini mencapai ukuran 10 sampai 15 cm, lalu tinggi maksimal umumnya berkisar antara 60 sampai 80 cm.

Jangan salah, meskipun tergolong sebagai tanaman liar namun rumput belulang juga memiliki banyak khasiat khususnya dalam segi pengobata loh.

Hasil mengatakan jika tumbuhan dapat digunakan sebagai mencegah pertumbuhan kanker, dapat mengatasi masalah ginjal, diabetes dan luka pendarahan.

Untuk mengenal lebih dekat, mari kita bahas klasifikasi dari rumput belulang ini.

Klasifikasi Rumput Belulang

Berikut adalah klasifikasi tanaman rumput belulang :

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Super Divisi : Sprematophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Sub Kelas : Commelinidae
  • Ordo : Poales
  • Famili : Poaceae
  • Genus : Eleusine
  • Spesies : Eleusine indica (L.) Gaertn

Morfologi Rumput Belulang

Tanaman ini tumbuh dibagian permukaan tanah, merambat dan tegak. Batangnya membentuk rumpun dengan tekstur yang cukup kokok namun tidak mudah patah, bercabang, biasanya ditumbuhi dengan bulu-bulu halus.

Tiap helai memiliki ukuran yang panjang, sedangkan lebarnya hanya 1cm, untuk tinggi rumput belulang dapat tumbuh tegak mencapai 60 sampai 80 cm.

Jenis akarnya serabut seperti tali, dan untuk penjelasan lebih detail mari kita simak morfologi dibawah ini :

1. Morfologi Akar Rumput Belulang

Seperti kebanyakan tumbuhan Poaceae, akar milik rumput belulang termasuk kedalam serabut, biasanya berbentuk seperti tali, berserat, bercabang banyak, tidak lebat dan kamu akan sulit mencabut akar ini karena cukup kokoh.

Umumnya memiliki warna coklat muda. Keunggulannya, akar ini dapat menjadi obat herbal yakni mengatasi demam.

2. Morfologi Batang Rumput Belulang

Sering ditemui batang rumput belulang memiliki bentuk seperti cekungan, pipih, bulat, mempunyai ruas, berawarna hijau, biasanya bercabang serta tumbuh tegak atau menjalar.

Dibagian ujung batang ini ditumbuhi malai dengan total 3 sampai 7 cabang. Batangnya seperti memiliki teksture mengkilap dan kesat ketika disentuh, untuk karakternya tidak begitu keras cenderung lembut namun tidak mudah patah.

3. Morfologi Daun Rumput Belulang

Sering ditemui daun tanaman ini memiliki warna hijau sampai hijau tua, dibagian atas daun ditumbuhi semacam bulu halus yang dapat menimbulkan teksture kasar sampai halus.

Umumya posisi daun seperti memeluk batang, berbentuk pita, ada dua baris, memiliki lebar hanya 1cm namun dapat tumbuh panjang mencapai 10 sampai 20 cm.

Bagian pangkal berbentuk tumpul, bertulang sejajar sampai dibagian ujung membentuk runcing. Yang menarik adalah daun ini dapat berfungsi sebagai obat herbal, rebusannya bisa membantu menurunkan resiko terkena hipertensi.

4. Morfologi Bunga Rumput Belulang

Jenis bunga dari rumput belulang adalah majemuk, terdiri dari tiga sampai lima bulir, panjang bulir mencapai 2,5 sampai 17 cm, kemudian anak bulir berselang seling sampai membentuk seperti genting.

Biasanya bunga memiliki warna hijau, berbentuk seperti gerigi. Menurut siklusnya, tumbuhan ini dapat berbunga sepanjang tahun.

5. Morfologi Biji Rumput Belulang

Pertumbuhan rumput belulang terbilang sangat cepat dan massive, itu karena mereka dapat berkembang biak secara generative menggunakan biji atau buahnya secara alami yang dapat tumbuh banyak mencapai 50.000 biji.

Kesimpulan

Rumput belulang merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Poaceae dengan nama latin Eleusine indica (L.) Gaertn. Tanaman ini berasal dari Afrika dan dapat tumbuh di dataran rendah dan juga dataran tinggi, walaupun termasuk tanaman liar namun tanaman ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Rumput belulang memiliki akar jenis serabut, batang tanaman ini berbentuk seperti cekungan, pipih, bulat, dan beruas, daun rumput belulang berbentuk seperti pita dengan ujung yang runcing, bunga tanaman ini merupakan bunga majemuk yang terdiri dari tiga hingga lima bulir dan berbentuk seperti gerigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *