Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lobak

Diposting pada

Apakah Anda sudah mempelajari tentang Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lobak? Tanaman lobak berasal dari China yang berbentuk rumput atau perdu. Sekilas tanaman ini mirip dengan wortel hanya saja warnanya yang berbeda.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lobak
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lobak

Wortel dan lobak sama – sama berkembang biak dengan umbi akar. Bagian umbi yang dekat dengan permukaan tanah memiliki warna kehijauan.

Lobak memiliki kekerabatan lebih dekat dengan sawi dibandingkan dengan wortel. Mengapa? Simak klasifikasi dan morfologi lobak berikut!

Klasifikasi Tanaman Lobak

Untuk mengetahui secara detail, berikut klasifikasi tanaman lobak :

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Subkelas  : Dilleniidae
  • Ordo : Capparales
  • Famili : Cruciferae (Brassicaceae)
  • Genus : Raphanus
  • Spesies : Raphanus sativus L.

Morfologi Tanaman Lobak

Lobak termasuk tanaman herba semusim yang memiliki tinggi kurang lebih 1 meter. Hampir seluruh bagian dari tanaman ini bisa dikonsumsi.

Lobak dibedakan menjadi beberapa jenis yakni lobak daikon, lobak lokal dan radish. Namun, secara umum, morfologi tanaman lobak sebagai berikut :

1. Akar

Tanaman lobak memiliki sistem perakaran yang dibedakan menjadi 3 macam yaitu akar tunggang, akar cabang (sering disebut akar serabut) dan akar lembaga.

Akar lembaga terbentuk pada saat biji lobak berkecambah yang kemudian mengalami pembesaran menjadi akar tunggang (radix primaria).

Namun, perlahan akar ini akan mengalami perubahan bentuk dan fungsi yaitu sebagai cadangan makanan atau sering disebut dengan umbi.

Tidak hanya itu, umbi akar juga berfungsi sebagai tempat melekatnya akar cabang. Umbi lobak berbentuk silinder dengan ujung kerucut dengan diameter sekitar 3,5 cm.

Umbi ini memiliki kulit berwarna putih dengan tekstur yang licin dan jika dibelah bagian dalamnya berwarna putih bersih. Panjang umbi lobak kurang lebih 20 cm dengan berat 0,5 kg.

Pada lobak radish yang sering ditanam di luar negeri, memilii ukuran yang mungil hampir mirip dengan buah bit. Lobak radish memiliki warna kulit umbi yang beragam seperti merah, kehitaman, pink dan kuning.

Sementara lobak daikon yang berasal dari Jepang, ukuran umbi lebih besar bisa mencapai 60 cm dan terasa agak manis jika dibandingkan dengan lobak lokal.

2. Batang

Lobak memang terlihat seperti tidak memiliki batang, namun sebenarnya batang tersebut sangatlah pendek dan sukar dibedakan.

Batang lobak memiliki permukaan yang berbuku-buku, sedikit berkayu dan sebagai tempat melekatnya tangkai daun lobak.

3. Daun

Daun lobak memiliki bentuk memanjang dengan tepi bertoreh sedangkan ujung dan pangkalnya ramping.  Pada permukaan daun ditumbuhi rambut halus.

Daun lobak termasuk daun tunggal yang berwarna hijau. Pada daun muda berwarna hijau muda dan teksturnya renyah bisa dikonsumsi.

Pada batang tumbuh tangkai daun memanjang dan berdiameter kecil. Tangkai daun ini bersifat herbaceous dan mengandung banyak air. Biasanya tangkai daun lobak berwarna lebih pucat dibandingkan dengan daunnya.

4. Bunga

Lobak memiliki sistem perbungaan berupa tandan yang tumbuh dari ujung batangnya. Bunga lobak memiliki benang sari berwarna kuning kehijauan.

Sedangkan kelopak bunga berwarna hijau dan mahkota bunganya berbentuk lonjong dengan warna putih. Mahkota bunga lobak berjumlah empat Namun, ada beberapa jenis lobak yang memiliki bunga berwarna ungu di bagian ujungnya.

Sekilas bunga ini mirip dengan bunga sawi namun warnanya saja yang berbeda. Pada satu tangkai bunga terdapat beberapa kuntum bunga yang bergerombol.

Bunga ini termasuk bunga lengkap karena dalam satu bunga terdapat alat perkembangbiakan yakni benang sari yang berwarna kuning dan sebuah putik.

5. Buah

Buah lobak berupa polong yang tiap buahnya berisi 1 – 6 biji di dalamnya. Pada buah pada lobak memiliki dua katup penutup untuk melindungi biji di dalamnya. Nah, Bagian luar buah berwarna hijau dengan tekstur yang bersih dari bulu atau rambut halus.

Warna kulit buah ini akan berubah dari hijau menjadi ungu jika buah dibiarkan matang. Buah ini memiliki rasa yang segar namun pedas sama seperti rasa lobak itu sendiri. Panjang polong pada beberapa varietas lobak dari Eropa bisa mencapai 20 cm.

6. Biji

Biji tanaman lobak berukuran kecil dan berwarna hitam atau kecokelatan ketika biji sudah tua. Namun, ketika masih muda, biji akan berwarna hijau. Biji lobak memiliki bentuk oval dan agak pipih.

Tekstur pada permukaan biji tampak beralur. Biji tersebut digunakan sebagai alat perbanyakan tanaman lobak secara generative dan biji ini termasuk biji berkeping dua. Jika dimakan, biji lobak memiliki tekstur renyah dengan rasa sedikit pedas.

Penutup

Lobak merupakan tanaman yang termasuk kedalam kelompok famili Cruciferae. Bentuk umbi lobak bila dilihat secara sekilas hampir mirip dengan wortel, tetapi isi dan kulitnya memiliki warna putih.

Tanaman ini berasal dari Tiongkok , dan saat ini telah banyak di budidayakan di Indonesia, karena jenis tanaman ini mudah tumbuh didataran tinggi maupun dataran rendah.

Fungsi lain dari lobak selain digunakan untuk bahan makanan juga bisa dijadikan sebagai obet gangguan ginjal dan demam. Disamping itu lobak juga menghasilkan lendir sehingga bisa di jadikan obat batuk.

Demikian ulasan tentang Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lobak yang bisa Anda jadikan patokan untuk identifikasi tanaman. Tanaman lobak memiliki rasa umbu yang khas yang membedakan dengan tanaman lainnya.

Tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah Jepang atau China dengan berbagai jenis varietas mulai lobak putih daikon hingga lobak ungu.  Tertarikkah Anda membudidayakan tanaman lobak?

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Lobak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *