Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Nipis

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Nipis – Hampir sebagian besar masyarakat tentu tidak asing dengan jeruk nipis. Jeruk yang memiliki rasa asam dan cenderung pahit ini, bisa anda temui dengan mudah di kehidupan sehari-hari.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Nipis
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Nipis

Jeruk nipis biasanya digunakan untuk menghilangkan bau amis dan sering kali juga sebagai penyedap rasa masakan, seperti halnya digunakan untuk makanan soto.

Jeruk nipis tentunya memiliki ukuran buah yang berbeda dari jeruk pada umumnya, ukurannya lebih kecil dari buah jeruk yang biasa dikonsumsi langsung.

Kualitas dari jeruk nipis sendiri bukan dilihat dari besar kecil ukurannya, melainkan dinilai dari tekstur kulitnya, warna dan kejernihannya. Semakin tipis kulit dari jeruk nipis ini, maka semakin banyak air yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Jeruk Nipis

Klasifikasi Tanaman Jeruk Nipis

Tanaman jeruk nipis merupakan tanaman yang memiliki nama latin Citrus Aurantifolia. Berikut akan dijabarkan lebih detail mengenai klasifikasi dari tanaman jeruk nipis itu sendiri:

  • Kingdom (Kerajaan) :  Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Division (Divisi) : Tracheophyta
  • Sub Divisi : Spermatophytina
  • Class (Kelas) : Magnoliopsida
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Rutaceae
  • Genus : Citrus L
  • Spesies : Citrus X Aurantifolia.

Morfologi Tanaman Jeruk Nipis

Setelah anda mengetahui klasifikasi dari tanaman jeruk nipis sebagaimana telah dijabarkan diatas, selanjutnya akan dibahas ciri-ciri morfologi penyusun tanaman jeruk nipis itu sendiri, diantaranya:

1. Akar

Tanaman jeruk nipis memiliki sistem perakaran tunggang. Terbagi menjadi 5 bagian, diantaranya ujung akar, cabang akar, batang akar, serabut akan dan juga leher akar.

Akar tunggang pada tanaman jeruk nipis ini dapat mencapai kurang lebih 4 meter jika ditanam pada akar yang subur, asalkan tidak bertemu akar yang keras atau berair.

Hal ini dikarenakan pada ujung akar tunggangnya terdapat sel-sel muda yang seringkali membelah dan merupakan titik tumbuh akar jeruk, yang mana akan mudah patah apabila bertemu dengan tanah yang keras.

2. Batang

Batang yang dimiliki tanaman jeruk nipis berbentuk bulat dan ditumbuhi mata tunas. Batang tanaman jeruk nipis ada yang halus, namun ada juga yang kasar dan memiliki duri yang pendek dan kaku. Batang tanamannya berdiri tegak ke atas dan bagian ujungnya sedikit membengkok.

Ketinggian batangnya memiliki ukuran yang beragam antara 5 – 15 meter, dan juga memiliki warna yang beragam, semua itu tergantung dari varietas jenis tanaman jeruk nipis itu sendiri.

Sifat percabangan tanaman jeruk nipis ini sendiri adalah monopodial, dimana batang utama akan terlihat jelas dan lebih panjang.

3. Daun

Daun pada tanaman jeruk nipis terbagi menjadi 3 bagian, ada helai daun, tangkai daun, dan tangkai anak daun. Untuk helai daunnya, bentuknya oval, bagian pangkal daunnya membulat dan ujung daunnya berbentuk tumpul.

Bagian tepi daunnya beringgit. Ukuran daun jeruk nipis sendiri berkisar pada panjang mencapai 2,5 – 9 cm dan lebarnya 2,5 cm.

Bagian atas permukaan daun memiliki warna hijau mengkilap dan bagian bawahnya hijau muda. Untuk daging daunnya menyerupai kertas, tulang daunnya menyirip dan memiliki tangkai yang bersayap.

4. Bunga

Bunga jeruk nipis sendiri memiliki putik, benang sari dan mahkota bunga. Bunganya ini termasuk dalam kelompok bunga majemuk, dimana tersusun dalam malai yang muncul dari ketiak daun.

Tangkai putik dari bunganya berbentuk silindris, sedangkan bunganya sendiri berbentuk menyerupai mangkuk. Daun mahkota pada bunga berbentu lanset dan memiliki warna putih.

Bunga tanaman jeruk nipis ini juga dikenal dengan bunga hermaprodit dimana putik dan benang sarinya terdapat dalam satu tanaman. Bunganya sendiri memiliki aroma yang harum sehingga banyak menarik para lebah untuk singgah.

5. Buah

Untuk buahnya sendiri, layaknya jeruk pada umumnya, jeruk nipis juga memiliki bentuk bulat, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Permukaannya sendiri agak licin dan cenderung memiliki kulit yang tipis.

Lapisan luar buah jeruk nipis bertekstur kaku dan banyak mengandung minyak astiri. Sedangkan di lapisan tengah atau yang biasa disebut albedo, banyak terdiri dari jaringan bunga karang.

Untuk lapisan bagian dalamnya memiliki banyak sekat-sekat hingga membentuk ruangan-ruangan tersendiri yang mana di masing-masing ruangan memiliki gelembung-gelembung yang berair.

6. Biji

Biji pada jeruk nipis umumnya banyak dan berukuran kecil-kecil. Bijinya ini memiliki bentuk oval dan memiliki lapisan kulit luar dan dalam. Bagian lapisan luarnya merupakan pelindung dari biji yang ada di dalamnya.

Demikian itulah beberapa ciri morfologi dari organ-organ tanaman jeruk nipis dan klasifikasi dari tanaman jeruk nipis itu sendiri. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan kita terkait tanaman jeruk nipis.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk Nipis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *