Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk – Jeruk adalah tanaman dengan kadar vitamin C dan mineral yang tinggi. Tanaman ini memiliki biji berkeping dua atau dikotil.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk

Jeruk dapat dimakan secara langsung atau diolah menjadi bahan baku dessert atau minuman. Jeruk memiliki beberapa spesies yang berbeda misalnya jeruk manis, jeruk keprok, jeruk mandarin dan lain – lain.

Lalu, bagaimana klasifikasi dan morfologi tanaman jeruk? Simak ulasan di bawah ini!

Klasifikasi Tanaman Jeruk

Klasifikasi tanaman jeruk dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Rutaceae
  • Genus : Citrus
  • Spesies : Citrus sp.

Morfologi Tanaman Jeruk

Spesies jeruk ada bermacam – macam seperti Citrus amblycarpa (Jeruk Lemon), Citrus aurantifolia (Jeruk Nipis), Citrus maxima ( Jeruk Bali) dan masih banyak lagi spesies jeruk yang lain. Namun, morfologi tanaman jeruk secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Akar

Tanaman jeruk memiliki system perakaran yakni akar tunggang yang strukturnya sangat kokoh. Akar tersebut mempunyai satu akar utama dan disampingnya terdapat rambut – rambut akar yang berukuran kecil.

Akar – akar tersebut berbentuk silindris dengan ujung akar yang berbentuk membulat. Ujung akar mempunyai karakteristik yang terus membelah sehingga mengakibatkan akar tumbuh panjang. Pembelahan sel pada ujung akar disebabkan adanya aktivitas jaringan meristem apical.

Pada bagian ujung akar ditutupi dengan tudung akar yang sifatnya berlendir.  Tudung akar ini mempunyai fungsi untuk melindungi akar agar tidak rusak ketika menembus tanah.

Akar – akar jeruk mempunyai kemampuan untuk menembus hingga ke bagian bawah tanah sekaligus menyerap air dan zat hara yang terkandung dalam tanah.

2. Batang

Batang tanaman jeruk berkayu dan berbentuk silindris. Tanaman jeruk sendiri sangat bergantung pada keadaan batang yang tumbuh tanpa dilakukan pemangkasan. Tanaman jeruk yang tidak dipangkas akan terus tumbuh hingga ketinggian 15 meter.

Tanaman jeruk mempunyai batang yang banyak dengan tajuk daun berbentuk bundar. Sementara ranting daun biasanya dilengkapi dengan duri dan terletak di cabang yang rendah.

Ketika cabang masih muda, bentuknya agak sedikit pipih, berwarna hijau tua, suram, tidak mengkilat dan tidak berbulu.

Ketika cabang jeruk sudah tua, cabang tersebut berbentuk silinder dan tumbuh duri panjang. Batang jeruk mempunyai warna batang yang bermacam – macam tergantung varietas jeruk. Di permukaan batang jeruk banyak ditumbuhi mata tunas.

3. Daun

Daun tanaman jeruk berbentuk bulat telur dengan panjang daun  5 – 15 cm dan lebarnya 2 – 8 cm. Tulang daun menyirip dan beraturan namun ada yang susunan tulang daunnya berselang – seling misalnya Citrus paradise dan Citrus sinensis.

Daun jeruk memiliki dua bagian yakni lembar daun besar dan kecil.  Lembar daun kecil terletak di dekat tangkai daun.

Daun jeruk berwarna hijau tua dengan struktur daun yang tebal, permukaan daun bagian atas mengkilap sementara bagian bawah daunnya berwarna hijau muda seperti dilapisi lapisan lilin.

Ketika daun diremas, akan keluar aroma khas jeruk tergantung dari jenis jeruknya. Daun jeruk terkadang digunakan sebagai penyedap masakan seperti daun jeruk purut.

4. Bunga

Bunga jeruk termasuk bunga majemuk dimana setiap kuntum bunga mempunyai dua kelamin yakni kelamin jantan dan betina. Bunga tanaman jeruk muncul dari puncak ranting muda atau ketiak daun.

Bunga tanaman jeruk mempunyai bau yang sangat wangi. Ini karena adanya nectar di dalam bunganya. Bunga – bunga ini umumnya berwarna putih, kecuali pada bunga jeruk nipis dan jeruk purut yang berwarna agak merah keunguan. Tanaman jeruk sendiri bisa berbunga 3 – 4 kali tiap tahunnya.

5. Buah

Buah jeruk berbentuk bulat atau lonjong dan dipangkalnya terdapat tangkai buah yang pendek. Buah jeruk ditutupi kulit buah berwarna hijau hingga kuning  yang strukturnya tebal, namun juga ada yang struktur kulitnya tipis sehingga kulit mudah dikupas.

Sementara bagian dalam kulit jeruk berpori – pori dan mengandung kelenjar yang berisi dengan pectin. Buah jeruk mempunyai beberapa bagian yang terdiri dari kulit luar (albedo), kulit dalam (flavedo), buah (endocarp) berupa butiran kecil yang berisi cairan yang rasanya manis dan banyak mengandung vitamin C.

Butiran buah tertutupi kulit segmen yang tipis dan berwarna putih. Dalam satu buah jeruk berisian 8 – 15 segmen daging jeruk dan tergantung dari varietasnya.

6. Biji

Jeruk mempunyai biji yang banyak dalam setiap buahnya. Biji jeruk tertanam pada bulir jeruk dan biji ini berjumlah 1 – 3 butir. Warna biji jeruk adalah putih hingga putih kekuningan yang berbentuk bulat telur.

Pada bagian ujung biji berbentuk runcing, sementara pangkalnya berbentuk tumpul. Biji jeruk memiliki dua bagian yakni kulit biji (epidermis) dan dermis (bagia dalam biji)

Penjelasan tentang klasifikasi dan morfologi tanaman jeruk di atas semoga bisa menjadi bahan pembelajaran kita untuk mengenal lebih jelas tentang tanaman jeruk. Terlebih untuk orang yang ingin menjadi pembudidaya tanaman jeruk. Semoga sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *