Penjelasan Mengenai Amilum Pada Tanaman

Diposting pada

Pengertian dan Fungsi Amilum  Pada Tanaman – Sebagian besar negara-negara berkembang seperti Indonesia, malaysia, singapura, vietnam, hingga china.

Penjelasan Mengenai Amilum Pada Tanaman
Penjelasan Mengenai Amilum Pada Tanaman

Bahan pokok (makanan) yang paling sering dimakan ialah beras, sagu, jagung, dan ubi.

Bahan-bahan makanan tersebut, merupakan hasil dari tanaman yang mengandung karbohidrat.

Karbohidrat adalah senyawa organik yang paling banyak ditemukan di bumi dan memiliki fungsi bermacam-macam antara lain sebagai bahan bakar (glukosa), sebagai cadangan makanan (amilum), dan sebagai materi pembangun (selulosa)

Ketika melakukan proses fotosintesis, tanaman hijau menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi karbohidrat berupa senyawa polisakarida yaitu amilum (pati).

Baca Juga : Proses Karbohidrat Dipecah Menjadi Protein

Amilum adalah cadangan makanan atau energi didalam tubuh tanaman dengan ciri-ciri bentuknya mirip butiran-butiran mikroskopik dengan diameter antara 5-50 nm, tidak berwarna, tidak larut dalam air, dan tidak berbau.

Macam-macam Amilum pada tanaman

Pada umumnya, amilum dapat terbentuk dari dua polimer molekul glukosa yaitu amilopektin dan amilosa.

Amilopektin adalah polimer glukosa dengan bentuk susunan bercabang, memberikan sifat keras (pera), dan memberikan warna ungu pekat saat dilakukan tes iodin.

Sedangkan amilosa adalah polimer glukosa dengan bentuk yang tidak bercabang, memberikan sifat lengket, dan tidak bereaksi atau berubah warna saat dilakukan tes iodin.

Kandungan yang dimiliki amilosa dan amilopektin bervariasi antara satu tanaman dengan yang lain.

Selain itu, amilum tersusun dari 20% bagian yang dapat larut dengan air (amilosa) dan 80% bagian yang tidak dapat larut dengan air (amilopektin).

  • Amilosa : Tersusun dari 250-300 unit D-glukosa yang saling berikatan, dengan ikatan masing-masing ? 1,4 glikosidik. Sehingga molekulnya mirip rantai terbuka.
  • Amilopektin : Sebagian besar tersusun atas molekul D-glukosa dan mempunyai ikatan antara 1,4 – 1,6 glikosidik. Ikatan 1,6 glikosidik mengakibatkan terbentuknya cabang, sehingga molekul amilopektin memiliki bentuk rantai terbuka dan bercabang. Selain itu, bentuk molekul amilopektin lebih besar dari pada amilosa, karena tersusun dari 1000 unit glukosa bahkan lebih.

Pada setiap tanaman, butiran amilum memiliki susunan dan bentuk tertentu. Namun secara umum berbentuk bundar, tetapi ada juga yang berbentuk lonjong.

Perbedaan susunan dan bentuk butir amilum dikarenakan adanya titik permulaan terbentuknya butir tepung (disebut hilus), di setiap butir tepung.

Jika dilihat dari posisi hilus, butir amilum bisa digolongkan menjadi dua jenis yaitu hilus tengah (amilum konsentris) dan hilus di tepi (amilum eksentri).

Sedang jika dilihat dari jumlahnya, hilus bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Antra lain hilus berjumlah satu (monoadelph), hilus berjumlah dua dan masing-masing dikelilingi lamela (diadelph atau setengah majemuk), dan hilus berjumlah banyak dan masing-masing dikelilingi lamela (poliadelph atau majemuk).

Jika jumlah hilus banyak sehingga berdesakan dalam sel, mengakibatkan sisi-sisi sel membentuk sudut.

Pada beberapa tanaman seperti padi dan jagung memiliki butir amilum jenis poliadelph. karena ukuran butir amilum yang dimiliki bervariasi.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman jagung Manis

Manfaat Amilum pada tanaman

  • Sebagai bahan bakar atau energi
  • Sebagai cadangan makanan
  • Sebagai bahan pembangun sel-sel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *