Pengertian, Ciri, Jenis dan Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Diposting pada

Pengertian, Ciri, Jenis dan Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil – Tumbuhan memiliki banyak fungsi dan terdapat beberapa jenisnya ada yang memiliki buah ada juga yang tidak berbuah.

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Tumbuhan tentu sangat di butuhkan oleh banyak manusia dan juga hewan. Selain itu, karena kandungannya cukup banyak juga memiliki banyak nutrisi di dalamnya.

Kandungan ini akan membuat bertambahnya selera gaya hidup kita. Sebagai manusia tumbuhan sangat penting untuk tubuh baik bagian luar ataupun bagian dalam seperti halnya sayur.

Tak di pungkiri memang banyak kandungannya bahkan menjadi makanan kewajiban yang harus dimakan setiap hari secara rutin.

Vitamin yang ada pada tumbuhan membuat kulit halus dan segar sehingga tidak akan mengalami peradangan pada kulit.

Nah, tumbuhan sendiri memiliki 2 macam yakni tumbuhan dikotil dan monokotil. Untuk mengetahuianya lebih dalam maka simaklah penjelasan berikut.

Pengertian Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil biasanya seering di kenal dengan tumbuhan yang memiliki biji membelah. Tumbuhan berbiji dua atau di kotil adalah golongan tumbuhan yang memiliki ciri dengan memiliki sepasang daun lembaga.

Daun lembaga ini memiliki bentuk yang mana berasal dari tahapan biji. Inilah ynag menyebabkan tumbuhan ini memiliki sifat gampang untuk membelah. Perlu anda ketahui tumbuhan ini memiliki dua macam yakni Gimnosperma dan Angiosperma.

  • Gingosperma adalah tumbuhan yang memiliki biji tidak tertutup atau daunnya tidak tertutupi biasanya di kenal juga dengan biji telanjang.
  • Angiosperma adalah tumbuhan yang memiliki biji tertutup sehingga daunnya akan menutupi biji.

Bukan hanya itu saja, karena tumbuhan Angiosperma memiliki 2 macam yakni dikotil dan monokotil. Biasanya jenis ini di ciiikan dengan bunganya yang cukup indah.

1. Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

  • Memiliki biji yang berbelah dua
  • Tidak memiliki pelindung pada ujung batangnya atau koleoptl dan di dalamnya juga memiliki ujung akar atau biasa di kenal dengan koleoriza.
  • Di karenakan fungsi dari jenis tumbuhan dikotil adalah menyimpan makanan maka akan terdapat batang dan akar yang memiliki kambium.
  • Batangnya memiliki cabang dengan ruas yang tidak jelas
  • Akar utama tumbuhan di kotil akan lebih besar daripada akar sekunder atau biasa di sebut dengan akar tunggang
  • Memiliki daun yang berbentuk majemuk, tidak memiliki pelepah dan memiliki jari – jari pada daunnya
  • Memiliki kelopak bungan, makhoota bungan yan berjumlah empat hingga lima buah dan terdapat benang sari
  • Memiliki tulang pada daun dan akan sejajar ataupun melengkung
  • Memiliki berkas pengangkut yang ada pada pembuluh tapis dan pada pembuluh kayu dengan memiliki lekat yang cukup teratur
  • Pada bagian kaliptrogen tidak ada tudung akarnya

2. Family Tumbuhan Dikotil

Berikut ini adalah beberapa famili tumbuhan dikotil dengan nama latin yakni sebagai berikut :

  1. Rubiaceae seperti pada buah mengkudu atau pace dengan nama latin Morinda citrofolio
  2. Solanaceae atau suku terong – terongan seperti buah tomat (Solanum lycopersicum) dan cabai (Capsicum annum)
  3. Malvaceae seperti bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
  4. Apocynaceae seperti bungan kamboja (Plameria acuminata)
  5. Covulvulaceae seperti tumbuhan kangkung dengan nama latin Ipomea reptans
  6. Mimosaceae seperti bungan putri malu atau Mimosa pudica
  7. Paiplionaceae atau anggota kacang – kacangan seperti buah tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus),  kacang tanah (Arachis hypogaea) dan kacang panjang (Vigna sinensis)
  8. Bombusaceae seperti buah durian (Durio zibberthinus)
  9. Euphorbiaceae seperti tumbuhan ketela pohon (Monihot utilisima) dan tumbuhan karet (Havea Brasiliensis)
  10. Caesalpiniaceae seperti bunga kembang merak atau Caesalpinia pulcherima
  11. Urticeae seperti tumbuhan karet atau ficus elastica

3. Jenis Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil sebenarnya sering kita jumpai baik di hutan ataupun di lingkungan hidup kita sendiri. Di muka bumi ini tumbuhan dikotil hampir 200 ribu lebih, tentunya karena jumlahnya banyak itu tidak salah jika familinya cukup banyak dan famili tumbuhan di kotil akan sangat bergantung pada strukturnya.

Sepeti yang sudah di jelaskan beberapa famili tumbuhan dikotil yakni Rubiaceae, Solanaceae, Malvaceae, Apocynaceae, Covulvulaceae, Mimosaceae, Paiplionaceae, Bombusaceae, Euphorbiaceae, Caesalpiniaceae, dan Urticeae.

Pengertian Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji satu  ini memiliki kelompok yang sangat besar yakni dengan memiliki bunga sehingga tidak akan mengalami pembelahan.

Pasalnya tumbuhan monokoyil memiliki satu tumbuhan lembaganya. Selain itu tumbuhan jenis ini memili berbagai nama bahkan telah di akui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan.

Tak hanya itu saja, tumbuhan monokotil juga memiliki cakupan yang cuku luas dalam kehidupan manusia dan hewan. Hal ini dikarenakan tumbuhan monokotil sering berguna untuk sumber energi nabati, sumber pangan, bahan baku industri dan masih banyak lagi kegunaannya. Adapun beberapa kelompok dari tumbuhan monokotil adalah sebagai berikut :

  • Sistem de Candolle dan sistem Engler ada Monocotyledoneae.
  • Sistem Bentham & Hooker dan sistem Wettstein terdapat Monocotyledones.
  • Dalam sistem Takhtajan dan sistem Cronquist ada Kelas Liliopsida.
  • Di dalam sistem Dahlgren dan sistem Thorne (1992) terdapat Anak kelas Liliidae.
  • Dalam sistem APG dan sistem APG II terdapat Klad monocots.

1. Ciri – Ciri Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil mempunyai beberapa ciri-ciri antara lain yaitu sebagai berikut..

  • Memiliki biji berkeping satu.
  • Terdapat bekas pembuluh angkut yang berada di batang dengan tipe kolateral tertutup sehingga tidak ada kambium di antara zilem dan floem.
  • Letak tidak teratur pada xilem dan floem.
  • Tidak terdapat kambium pada akar dan batangnya. Ini menyebabkan pertumbuhan skunder tidak terjadi dan pertumbuhan akan membesar. Namun, ada tumbuhan monokotil yang berkambium yakni tumbuhan sisal.
  • Tidak bercabang pada batangnya, terdapat rambut halus dan batang memiliki ruas yang jelas.
  • Memiliki akar serabut.
  • Terdapat koloriza yang akan melindungi ujung batang dan adapula koleoptil yang akan melindungi ujung batang.
  • Memiliki daun tunggal dan uratnya akan sejajar dan berpelepah.
  • Memiliki kelopak bunga, mahkota bunga dan terdapat tiga hingga kelipatannya pada benang sari.

2. Family Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil memiliki famili dengan nama latinnya  diantaranya seperti berikut  :

  • Rerumputan atau Gramineae atau Poaceae
  • Pisang pisangan atau Musaceae
  • Kelompok anggrek atau Orchidaceae
  • Kelapa atau Palmae
  • Kelompok jahe atau Zingiberaceae

Jika kita melihat famili dari tumbuhan monokotil tentu anda tahu benar bahwa tumbuhan ini sering kita jumpai dan sering juga kita makan.

Pasalnya tumbuhan monokotil sangat memiliki banyak manfaat untuk manusia yakni seperti padi misalnya.

Di indonesia bahkan negara belahan lainnya sangat tergantung pada makanan pokok ini. Sehingga keberadaan padi sangat di butuhkan oleh manusia terutama masyarakat indonesia.

Selain itu seperti kelas kunyit, jahe dan lainnya juga memiliki andil yang cukup tinggi dalam kehidupan manusia terutama dalam bidang kesehatan inilah yang menjadikan tumbuhan monokotil dikatakan bermanfaat bagi banyak manusia.

Tumbuhan monokotil juga memiliki manfaat sebagai zat pewarna, perumahan, industri, pangan, energi dan lainnya. Adapun beberapa contoh dari tumbuhan monokotil dan nama latinnya adalah sebagai berikut :

  • Vannili planifolia atau Vanili
  • Timonius sericcus atau Ketimunan
  • Timonius sericcus atau Ketimunan
  • Phylantus emblica atau Malaka
  • Musa paradisiaca atau Pisang
  • Hibiscus rosasinensis atau Kembang sepatu
  • Helianthus annus atau Bunga Matahari
  • Elais Guinensis atau Sawit
  • Cocos nucifera atau Kelapa
  • Annona squamosa atau Sirkaya
  • Allium ascolonicum atau Bawang merah

Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil

Jika dilihat dari ciri – cirinya  maka disimpulkan berikut ini perbedaan dari tumbuhan monokotil dan dikotil adalah sebagai berikut :

Tumbuhan Monokotil Tumbuhan Dikotil
  1. Memiliki biji berkeping satu.
  2. Terdapat bekas pembuluh angkut yang berada di batang dengan tipe kolateral tertutup sehingga tidak ada kambium yang berada di antara xilem dan floem.
  3. Letak tidak teratur pada xilem dan floem.
  4. Tidak terdapat kambium pada akar dan batangnya. Ini menyebabkan pertumbuhan skunder tidak terjadi dan pertumbuhan akan membesar. Namun, ada tumbuhan monokotil yang berkambium yakni tumbuhan sisal.
  5. Tidak bercabang pada batangnya, terdapat rambut halus dan batang memiliki ruas yang jelas.
  6. Memiliki akar serabut.
  7. Terdapat koloriza yang akan melindungi ujung batang dan adapula koleoptil yang akan melindungi ujung batang.
  8. Memiliki daun tunggal dan uratnya akan sejajar dan berpelepah.
  9. Memiliki kelopak bunga, mahkota bunga dan terdapat tiga hingga kelipatannya yang pada benang sari.
  1. Memiliki biji yang berbelah dua
  2. Tidak memiliki pelindung pada ujung batangnya atau koleoptl dan di dalamnya juga memiliki ujung akar atau biasa di kenal dengan koleoriza.
  3. Di karenakan fungsi dari jenis  tumbuhan dikotil adalah menyimpan makanan maka akan terdapat batang dan akar yang memiliki kambium.
  4. Batangnya memiliki cabang dengan ruas tidak jelas
  5. Akar utama tumbuhan di kotil akan lebih besar daripada akar sekunder
  6. Memiliki daun yang berbentuk majemuk, tidak memiliki pelepah dan memiliki jari – jari pada daunnya
  7. Memiliki kelopak bungan, makhoota bungan yan berjumlah empat hingga lima buah dan terdapat benang sari
  8. Memiliki tulang pada daun dan akan sejajar ataupun melengkung
  9. Memiliki berkas pengangkut yang ada pada pembuluh tapis dan pada pembuluh kayu dengan  memiliki lekat yang cukup teratur
  10. Pada bagian kaliptrogen tidak ada tudung akarnya

Struktur Pada Tumbuhan

Adapun struktur dari tumbuhan dikotil dan monokotil adalah sebagai berikut :

1. Struktur Anatomi Akar

Struktur akar di bentuk dari jaringan epidermis yang berupa korteks, empulur dan endodermis serta beberapa berkas lainnya.

Pada akar ini maka berkas terdiri dari xilem dan floem yang akan menjadi susunan bentuk selang – seling. Nah, struktur tumbuhan dikotil dan monokotil berbeda seperti yang di jelaskan sebelumnya.

2. Struktur Anatomi Batang

Batang akan tersusun dari jaringan epidermis yang memiliki kutikula dan stomata. Dengan memiliki jaringan dasar yakni korteks, empulur serta xilem dan floem.

Maka xilem dan floem ini akan tersusun menjadi dua bagian. Pada tumbuhan dikotil xilem dan floem memiliki susunan batang yang melingkar sedangkan pada tumbuhan monokotil terdapat susunan yang menyebar.

3. Struktur Anatomi Daun

Pada daun memiliki struktur yang terbentuk dari jaringan epidermis dengan syarat memiliki stomata dan kutikula. Pada jaringan dasar tumbuhan dikotil memiliki jaringan dasar yang bisa di bedakan dengan jaringan pagar dan bunga karang sedangkan monokotil tidak demikian.

Repirasi sel merupakan sebuah proses energi yang telah di simpan dalam glukosa yang kemudian akan di lepaskan pada sel – sel dan akan berlanjut pada proses – proses secara bertahap. Repirasi akan terjadi pada bakteri, manusia, tumbuhan dan juga hewan.

Pada sel – sel tubuh terdapat mesin pernapasan. Lalu, glukosa akan melepaskan energi berupa oksigen pada saat respirasi. Nah, biasanya proses yang demikian itu disebut dengan repirasi aerobik. Sedangkan repirasi anaerobik biasanya di tandai dengan tidak adanya oksigen.

Katabolisme sebagai nama lain dari aerobik merupakan sebuah proses dimana bahan organik akan di pecah menjadi bahan anorganik dan meninggalkan reaksi eksergonik.

Kemudian berkas dari peninggalan tersebut akan di bentuk menjadi ATP yang berfungsi untuk menjadi energi dalam menjalankan aktivitas sehari – hari.

Prinsip dari repirasi ini adalah reaksi redoks atau reduksi dan oksidasi.  Dengan demikian di dalam reaksi tersebut harus terdapat akseptor elektron yang bertujuan untuk menerima elektron dari reaksi tersebut. Akseptor elektron terdiri dari beberapa diantaranya seperti NAD, FAD, Sitokrom, Ubikuinon dan Oksigen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *